Início / Male Adult / Marlon Menantu Terhebat / BAB 5: WANITA MISTERIUS 

Compartilhar

BAB 5: WANITA MISTERIUS 

last update Data de publicação: 2026-05-31 19:18:38

Erinka masih diliputi dengan cemas atas kejadian di jalan raya akhirnya sampai juga ke hotel bintang lima tempat reuni ditemani Marlon. 

“Ayo, kita turun...” ucap Erinka saat Marlon sudah mematikan mesin mobil di parkiran basement hotel.

“Tunggu dulu, Beb...” ucap Marlon sambil menahan lengan kanan istrinya. 

“Ada apa, sih...” tanya Erinka heran sambil menatap wajah Marlon.

“Maafin aku ya tadi sudah bikin kamu cemas dan ketakutan,” ucap Marlon sambil menatap wajah Erinka dengan wajah memelas.

“Seharusnya hal itu tidak perlu kamu lakukan, karena... aku takut akan berbuntut panjang. Tony dan Hendrik bukan orang sembarangan, pasti mereka tidak akan berdiam diri atas kejadian tadi itu,” ucap Erinka ekspresi wajahnya kian resah.

“Aku tidak punya maksud lain, hanya ingin memberi pelajaran pada mereka,” ungkap Marlon yang masih memegang erat lengan Erinka. “Aku juga sudah siap dengan segala konsekuensinya,” tambah Marlon.

“Mereka berdua orang kelas atas, punya banyak backing yang sangat sulit untuk dikalahkan, karena harta dan kekuasaan ada di tangan mereka. Pokoknya kalau nanti kamu bertemu mereka, tidak perlu melakukan apa-apa atau berkata apa pun selain minta maaf... ini semua demi keselamatanmu,” ucap Erinka mengingatkan Marlon.

“Iya, Beb... jangan khawatir, aku akan baik-baik saja. Tapi, aku minta setelah turun dari mobil ini, kamu harus lupakan kejadian tadi, aku tidak ingin orang-orang melihat kecemasan di wajahmu. Sebaliknya, tersenyumlah dan nikmatilah acaramu hari ini ya...” tegas Marlon, Erinka cuma mengangguk.

“Kok cuma mengangguk, senyumnya mana... hehehe...” canda Marlon, membuat Erinka pun langsung tersenyum lebar.

“Nah, gitu dong... ini baru istriku tersayang... muahhh...” ucap Marlon sambil mengecup punggung jari lengan kanan Erinka. 

Saat keluar dari parkiran dan menaiki lift, kebetulan di dalam lift itu hanya Erinka dan suaminya. Marlon memeluk tubuh mungil istrinya dari belakang. Erinka merasakan tonjolan bagian bawah suaminya menempel pada tubuhnya. 

“Kok tegang terus sih, kan semalam sudah dapat jatah dua ronde...” ucap Erinka pada Marlon.

“Masih pengin lagi, Sayang...” bisik Marlon pelan di telinga Erinka. “Gimana kalau selesai acara kita booking kamar di hotel ini, aku pengin sekali melakukannya di bathtub, kayak di film-film luar itu lho...” tambah Marlon sambil tersenyum.

“Ini hotel bintang lima, pastilah sangat mahal... mana kita punya uang untuk membayar sewanya. Sudah ah, kamu jangan punya keinginan macam-macam dulu, kecuali bisnisku sudah maju boleh lah kita sisihkan budget untuk menginap di hotel,” jelas Erinka tak menyanggupi keinginan suaminya, Marlon pun mengiyakan saja ucapan istrinya sambil tersenyum, lalu dia mencium lembut rambut istrinya yang selalu wangi shampo lavender.

Saat lift yang Erinka dan Marlon tumpangi berhenti di lantai 17, tampak di luar pintu lift itu seorang wanita berpakaian merah yang ketat dan seksi sejak tadi sedang menunggu ingin menaiki lift menuju lobi. Ketika Marlon dan istrinya keluar dari dalam lift, wanita itu langsung terpesona saat melihat kemachon Marlon yang berjalan ke arahnya sambil menggandeng seorang wanita bertubuh mungil. 

Awalnya mata wanita berbibir menor itu tertuju pada wajah tampan Marlon, lalu pandangannya malah beralih ke bagian bawah lelaki berbadan gempal yang menonjol dan begitu memancing hasrat itu. Tapi, wanita itu hanya bisa terpaku sambil menggigit kecil bibir bagian bawahnya, karena pemandangan indah di depan matanya hanya berlalu begitu saja. “Andai suatu hari aku bisa tidur dan bersandar di dadanya yang bidang itu, pasti akan menyenangkan sekali,” batin wanita yang berpenampilan seperti wanita nakal itu.  

Di lorong menuju resto hotel tempat diadakannya reuni, orang yang pertama melihat kehadiran Erinka dan suaminya adalah Wenny. 

“Akhirnya, kau bawa keluar juga simpananmu, Rin... hehehe...” celetuk Wenny dengan tidak sopan mengatai Marlon.

“Bisa aja, kamu, Wenn...” jawab Erinka yang sudah paham watak sahabatnya itu dan tidak ingin menimpali.

Tapi berbeda dengan Marlon, dia merasa tidak suka pada orang yang sesuka hati mengeluarkan kata-katanya tanpa peduli dengan perasaan orang yang mendengar.

“Menarik sekali penampilanmu hari ini, Wenny...” ucap Marlon saat lewat di hadapan Wenny yang hari itu memakai blus yang panjangnya di atas lutut, mempertontonkan kakinya yang putih dan jenjang. 

“Iya, dong... siapa dulu, Wenny gitu lho,” ujar wanita bertubuh tinggi itu dengan bangganya.

“Maksudku... penampilanmu seperti wanita simpanan Om-om,” tegas Marlon membalas ejekan Wenny padanya. 

“Sialan lo, Marlon... dasar kere...!” maki Wenny lalu melengoskan wajahnya merasa sangat kesal.

“Jablay lo...!” balas Marlon dengan tegas, Erinka pun mendengarnya.

“Husssh..., jangan diladeni, dia memang seperti itu orangnya...” ucap Erinka mengingatkan Marlon.

“Aku enggak suka dengan wanita yang punya sifat angkuh dan sombong seperti dia,” tegas Marlon.

“Udah yuk... kita gabung dengan orang lain saja...” ajak Erinka sambil menarik lengan Marlon agar mau meninggalkan Wenny yang telah membuatnya kesal itu.

Saat melintas di depan pintu masuk resto hotel di tengah kerumunan orang-orang, Marlon bertatap muka dengan seorang wanita bermata bulat, hidung mancung dan berdagu lancip. Bibirnya yang tebal tampak memakai gincu merah merona. Tubuhnya yang terlihat padat terbalut baju terusan panjang tanpa lengan berwarna hitam, dengan belahan di bagian depan tubuhnya yang berbentuk V, memperlihatkan sebagian dadanya yang besar dan menggoda.

“Sepertinya wajah wanita itu sudah tidak asing lagi buatku, siapa dia ya?” batin Marlon sambil mengingat-ingat identitas wanita berambut bondol itu.

Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App

Último capítulo

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 180: DUA SISI TAKDIR YANG ADIL 

    Waktu terus berjalan tanpa pernah menunggu siapapun, membawa perubahan besar yang menandai babak baru bagi seluruh anggota keluarga besar Hardiyata. Di bawah langit kota Jakarta yang perlahan mulai cerah seiring dengan menurunnya angka infeksi pandemi, sebuah pemandangan yang sangat kontras terjadi di dua tempat yang berbeda. Roda kehidupan akhirnya berputar dengan sangat nyata dan adil di bawah langit Hardiyata, memberikan balasan yang setimpal bagi setiap perbuatan manusia yang telah menanam benih di masa lalu. Hukum alam yang tidak pernah salah alamat kini mempertontonkan bagaimana sebuah kejayaan sejati dan kehancuran total bisa terjadi dalam satu waktu yang bersamaan di dalam satu lingkaran keluarga yang sama.Di satu sisi, Marlon dan Sugalih menikmati penghormatan dunia yang luar biasa tinggi atas keberhasilan Yellow Pil membawa Megah Hardiyata Group ke puncak kejayaan internasional yang belum pernah tercapai oleh korporasi mana pun di Asia. Aula utama gedung pusat kendali op

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 179: PENYESALAN MENDALAM DI RUANG ICU 

    Aroma cairan antiseptik yang menyengat langsung menyambut kedatangan keluarga besar Hardiyata di lorong lantai khusus ruang ICU Rumah Sakit Pusat Megah Medika. Lampu indikator merah di atas pintu kaca besar itu menyala dengan konstan, menandakan bahwa di dalam ruangan tersebut sedang berlangsung perjuangan hidup dan mati yang sangat kritis. Langkah kaki yang terburu-buru dari para perawat dan dokter spesialis saraf yang keluar masuk ruangan semakin menambah pekat suasana ketegangan yang menyelimuti area tunggu sejak pagi buta. Di sudut lorong, Sugalih duduk dengan kedua tangan yang menopang wajah tuanya yang tampak sangat layu, kehilangan seluruh wibawa seorang CEO yang baru saja diraihnya di dunia bisnis internasional.Ketika pintu lift terbuka dengan dentingan yang nyaring, Marlon melangkah keluar dengan ekspresi wajah yang tenang namun waspada, mendampingi Erinka yang berjalan dengan tubuh yang limbung karena syok. Erinka menangis histeris saat mendapati ibunya sudah terkapar tid

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 178: SERANGAN STROKE YANG FATAL 

    Sejak fasilitas mewahnya ditarik dan status sosialnya dihancurkan oleh dewan keluarga besar Hardiyata, Kemala menghabiskan sebagian besar waktunya terkurung di dalam kamar. Kamar yang dahulu menjadi simbol kemewahan dan tempatnya memamerkan koleksi perhiasan mahal, kini terasa laksana sel penjara bawah tanah yang pengap dan sunyi, dipenuhi oleh tumpukan surat tagihan utang yang belum terbayar.Kemala duduk di tepi tempat tidur dengan gawai di tangannya—satu-satunya alat komunikasi yang tersisa setelah semua fasilitas premium miliknya diblokir oleh perusahaan. Dengan jemari yang gemetar karena menahan luapan emosi yang terpendam, ia mulai membuka aplikasi berita harian nasional dan internasional untuk melihat perkembangan situasi di luar sana. Namun, apa yang terpampang di layar gawai tersebut justru menjadi awal dari malapetaka terbesar dalam hidupnya.Puncaknya terjadi saat Kemala membaca berita harian yang menampilkan kejayaan internasional Megah Hardiyata Group dengan tajuk utama

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 177: EGO KERAS KEMALA 

    Suara deru mesin mobil-mobil mewah yang biasanya mengantar jemput para tamu sosialita kini telah lenyap, digantikan oleh kesunyian mencekam setelah tim logistik perusahaan menarik seluruh fasilitas kendaraan kemarin sore. Di dalam ruang tengah yang luas itu, sinar matahari yang menerobos masuk melalui celah gorden besar seolah enggan menyentuh sosok Kemala yang duduk sendirian di sudut sofa, meratapi nasibnya dengan tatapan mata yang dipenuhi oleh kabut kemarahan yang mendalam.Namun, di tengah keterpurukan sosialnya yang begitu nyata di hadapan publik dan keluarga besar, Kemala sama sekali menolak berkaca pada kesalahannya sendiri yang telah menghancurkan reputasinya. Alih-alih menyadari bahwa konspirasi busuknya bersama Zakie adalah penyebab utama dari segala penderitaan ini, hati wanita paruh baya itu justru semakin mengeras dan tertutup rapat oleh dinding keangkuhan yang semu. Pikiran Kemala telah menyimpang jauh dari kenyataan obyektif yang sedang terjadi di sekelilingnya, men

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 176: KEJATUHAN STATUS SOSIAL KELUARGA

    "Buka matamu lebar-lebar, Kemala! Lihat apa yang sudah kamu perbuat pada kehormatan nama baik kita!" bentak Sugalih dengan suara yang menggelegar, membanting pintu ruang tengah rumah utama mereka hingga bergetar hebat. Wajah pria tua itu tampak merah padam, menahan amarah yang sudah mencapai ubun-ubun setelah menghadiri pertemuan darurat dewan keluarga besar Hardiyata.Kemala yang sedang duduk meringkuk di atas sofa dengan mata sembab hanya bisa tersentak kaget. Tubuhnya gemetar melihat kemarahan suaminya yang belum pernah terjadi sekeras ini selama puluhan tahun mereka membina rumah tangga. "Pah, kumohon dengarkan penjelasanku dulu. Aku melakukan semua ini juga demi masa depan...""Masa depan apa?! Masa depan di dalam penjara?!" potong Sugalih dengan nada suara yang sangat sinis dan penuh penekanan yang menembus dada. "Pertemuan keluarga besar tadi benar-benar seperti panggung pembantaian bagiku! Semua kerabat, dari yang dekat sampai yang jauh, menunjuk wajahku dan mencaci-maki kelak

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 175: KEHANCURAN IBU MERTUA

    "Kumohon, angkat teleponnya, Zakie! Jangan membuatku gila seperti ini!" jerit Kemala dengan suara yang serak dan tubuh yang gemetar hebat di dalam kamar apartemennya yang berantakan. Ia terus menekan tombol panggil pada gawainya, namun hanya suara operator yang menjawab secara berulang-ulang.Di atas meja riasnya yang mewah, tumpukan surat tagihan utang dari bank dan beberapa rentenir pasar gelap sudah menggunung dengan cap merah bertuliskan peringatan terakhir. Kemala berjalan mondar-mandir laksana singa kelaparan yang terkurung di dalam kandang sempit, dengan napas yang memburu dan keringat dingin yang membasahi seluruh gaun sutranya."Ini tidak mungkin terjadi! Semuanya sudah aku atur dengan sangat rapi! Zakie seharusnya sudah berhasil membawa Erinka pergi dan memeras Sugalih untuk menyerahkan takhta perusahaan hari ini!" ratap Kemala, air matanya mulai merusak riasan wajahnya yang tebal hingga tampak sangat mengerikan.Tepat pada saat itu, layar televisi besar di sudut kamarnya y

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 4: MENCARI IDENTITAS MARLON

    “Orang-orang brengsek! Bukannya menolong malah ‘misuh-misuh’ engga jelas!” ucap Tony yang hanya bisa melihat Hendrik terjebak di dalam mobil.“Tolong aku, Bro... kakiku kejepit, sakit sekali nih rasanya...” ujar Hendrik memanggil Tony yang sedang duduk di luar mobil yang posisinya dalam keadaan ter

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 3 : DISEREMPET LAMBORGHINI

    Setelah Marlon memandu mobil Avanza berwarna hitam itu di jalan raya, Erinka bisa merasakan kalau hari ini Marlon sangat berbeda. Rupanya dia piawai memandu mobil, cara menyetirnya halus dan tenang, membuat penumpang merasa nyaman. Erinka menyimpulkan, kalau suaminya itu mempunyai sisi lain pada di

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 2: BATAS KESABARAN

    Menjelang siang hari saat mengerjakan tugas rutin membersihkan rumah, menyapu dan mengepel lantai, Marlon kembali menerima sebuah pesan di ponselnya. Dia pun langsung tersenyum lebar mengetahui bahwa dirinya telah mendapat hadiah yang begitu banyak hari ini. Mulai dari uang 100 Milyar yang ditransf

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 1: MENANTU YANG TERTINDAS

    “Bagaimana rasanya, Sayang, enak enggak nasi goreng buatanku?” tanya Marlon yang berdiri di samping Erinka, setelah istrinya itu menyuap sesendok nasi goreng ke mulutnya.“Hmm... sedap... beneran ini kamu yang masak?” tanya Erinka.“Iya, dong aku... tapi bumbunya sih Bi Puri yang membuat, aku bagia

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status