Mag-log inElang Mahaputra Adikara POV
Selama perjalanan menuju ke tempat eksekusi kali ini aku terus memikirkan Caramel. Aku yang selama ini sudah khatam menghadapi beberapa tipikal perempuan saat marah kepadaku tetapi giliran istriku yang marah dan kecewa bisa se-upset ini aku. Caramel adalah perempuan yang cukup berbeda dari kebanyakan perempuan yang aku ke
Elang Mahaputra Adikara POVBanyak ucapan selamat serta doa yang aku terima dari orang-orang terdekatku baik di sosial media hingga telepon pribadiku. Orangtuaku pun tidak ketinggalan untuk mengucapkan selamat kepada kami berdua. Ada rasa syukur yang aku rasakan karena beberapa bulan ini Mama sama sekali tidak pernah menanyakan tentang kapan Caramel akan memberikannya cucu. Ini amat sangat membantu mental Caramel bahkan diriku untuk tetap waras dalam menjalani program kehamilan ini karena minim tekanan dari keluarga. Kini saat pagi hari setelah kami sarapan di balkon kamar sambil menatap pantai pasir putih yang ada di depan mata kami, aku mengeluarkan sesuatu yang sudah aku persiapkan sejak beberapa waktu lalu sebelum kami berangkat ke Belitung. Memang ini tidak sebanding dengan paket liburan
Caramel Attanaya Raharja POVKarena waktu masih cukup siang saat kami meninggalkan tempat wisata Batu Alam Mentas, kali ini driver kami mengajak kami mengunjungi sebuah tempat yang benama Museum Badau Belitung. Memang sih museum ini baru pertama kali aku dengar di telingaku dan rasanya tidak ada salahnya untuk coba mengunjungi tempat itu karena lokasinya masih berada di Badau yang tidak terlalu jauh dari lokasi kami saat ini. Saat kami sampai di sana, suasananya juga tidak terlalu ramai. Tiket masuknya juga tergolong sangat murah sekali. Tanpa banyak mengulur waktu lagi, kami segera memasuki tempat ini dan mejelajahi setiap sudutnya. Ternyata Museum Badau adalah museum yang memamerkan peninggalan kerajaan Baddau di masa lampau. Meskipun kerajaan ini sudah tidak berdiri lagi, tetapi b
Elang Mahaputra Adikara POVAnniversary pertama pernikahan kami dilakukan dengan cara diluar kelaziman banyak pasangan di luar sana. Seharusnya kami bisa bersantai di resort yang romantis sambil menikmati keindahan alam seperti apa yang pernah Mama Papaku lakukan beberapa tahun lalu di Uni Emirat Arab. Setelahnya kami bisa menikmati hal-hal indah dan menakjubkan yang ada di sana, tapi ternyata istriku tidak berpikir demikian. Kami justru harus cosplay menjadi Sadam dan Sherina saat ini. Pergi berpetualan di dalam hutan. Iya, dia ingin kami hiking, bermain air hingga melihat hewan yang ada di sana. Andai bukan istriku yang mengajak, aku pastikan akan lebih memilih mengurung diriku di ruang kerja dan menyelesaikan deadline pekerjaanku yang sudah cukup banyak.
Caramel Attanaya Raharja POVHari ini adalah hari kedua kami menginap di sebuah resort yang ada di daerah Badau, Belitung. Di resort ini pemandangannya cukup cantik, tempatnya bersih dan menurutku suasananya cukup nyaman karena tidak terlalu ramai. Benar-benar nyaman sekali berada di sini sejak kemarin. Berlibur bersama suami tanpa anak membuatku tidak harus bangun pagi dan mengerjakan tugas pagi hariku di rumah. Tapi itu juga membuatku tidak bisa tidur dengan nyenyak sejak semalam karena Elang terus mengajak untuk bergulat di dalam kamar resort kami ini yang terbuat dari kayu. Mulai dari bangunan dan furniture yang ada di sini semuanya terbuat dari kayu dengan dominasi warna coklat. Karena kami memang mengambil paket honeymoon, mau tidak mau kami harus mengikuti jadwal yang telah dibuat oleh pihak penyelenggara. Meskipun kami hanya berdua ditemani
Elang Mahaputra Adikara POVAku merasa bahagia karena hari ini istriku bisa membalaskan semua kekesalanku pada Wilson yang sudah membuatku merogoh kocek dalam-dalam kemarin saat kami berkumpul bersama. Tidak masalah meskipun hanya membelikan baju yang harganya tidak akan membuat Wilson bokek namun setidaknya seharian Wilson sudah menemani Caramel berbelanja. Sejujurnya aku memberikan ijin pada Caramel untuk pergi bersama Wilson karena menurut Raga sejak semingguan ini Wilson kembali bersedih apalagi setiap ia sendirian di rumah. Karena itu selama Raga bersekolah hari ini, aku meminta Caramel untuk membuatnya memiliki kesibukan lain selain melamunkan cintanya yang sudah di surga itu.Kini setelah rapatku selesai, aku memilih untuk segera pulang ke rumah. Karena cukup lelah akhirnya driver
Caramel Attanaya Raharja POVBerkeliling dari satu toko ke toko lainnya di salah satu mall yang ada di Jakarta ini bersama Wilson membuatku lelah sendiri. Apesnya dari sekian banyak toko yang kami masuki berdua, tidak ada yang cocok untuk aku berikan kepada Elang sebagai hadiah pernikahan. Wilson yang menemaniku bahkan sampai harus rela berbelanja karena aku ini tidak mau membeli barang dari toko yang kami datangi. Untung saja si Wilson sabar mengikutiku berjalan ke mana-mana."Mel... Mel... kalo lo bukan istrinya teman gue sudah habis lo gue ocehin. Bisa-bisanya dari semua toko yang kita masuki, enggak ada satupun yang sesuai sama apa yang lo mau," kata Wilson sambil berjalan di sampingku.Aku yang mendengarnya langsung tertawa. Ya mau b
Elang Mahaputra Adikara POVAku tidak mengira jika pada akhirnya rasa kesalku pada Caramel tadi bisa menguap begitu saja saat aku bertemu dengan keluarga besarnya. Seumur hidupku, aku baru satu kali menemui keluarga sehangat keluarga besar Caramel ini. Entah kenapa bukannya ingin mengubur semua ras
Caramel Attanaya Raharja POVBagai kerbau yang dicolok hidungnya, kali ini aku menurut saja saat Elang sudah menuntunku menuju ke arah tas kami berada. Saat sampai di sana ia segera mengambil handuk mikrofiber milik Edel yang berwarna pink dan ia juga mengambil sabun cair beraroma strawberry milik
Elang Mahaputra Adikara POVBerbeda dengan kemarin hingga pagi tadi, suasana di dalam mobil sejak kami meninggalkan Gembiraloka Zoo sampai akhirnya kam
Caramel Attanaya Raharja POVApa aku tidak salah dengar kali ini? Benarkah apa yang dikatakan Elang barusan kepadaku? Jika benar tentu saja aku sudah terlalu overthinking hingga berpikir yang tidak-tidak tentang Elang. Seharusnya aku bisa lebih sabar menghadapi semua situasi ini apalagi aku sudah b







