共有

Tempat Ini...

last update 公開日: 2026-03-04 20:09:05

Pagi datang tanpa kehangatan.

Cahaya matahari masuk lewat celah tirai, jatuh tepat di meja makan. Dua cangkir—satu kopi, satu teh—terletak berseberangan. Menjadi pelengkap roti bakar mentega sebagai menu sarapan.

Amanda duduk dengan punggung tegak. Tangannya memegang ponsel, matanya menatap layar itu tanpa sedikitpun menggubris Rhevan yang ada di depannya. Sedangkan Rhevan sendiri juga sama saja, ia menyantap makanannya tanpa banyak bicara.

Tak satu pun dari mereka membuka suara.

Biasanya,
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Mas Duda, Tolong Buat Aku Puas   Happy End

    Hari yang dinanti pun tiba dengan segala debarannya. Di usia kehamilan 37 minggu lebih 2 hari, perjalanan panjang itu akhirnya mencapai puncaknya. Nadine telah dilarikan ke rumah sakit saat fajar baru saja menyingsing, membawa rasa sakit yang mulai datang dan pergi secara teratur. Di dalam ruang rawat, suasana terasa begitu emosional. Nadine mencoba mengatur napasnya yang mulai tersengal. Ia tampak bingung sekaligus tegang menghadapi gelombang cinta yang semakin hebat menghantam tubuhnya. Rasa sakit itu asing, namun ia tahu ini adalah bahasa tubuhnya untuk menyambut kehidupan. Raut wajah Dirga tak bisa menyembunyikan kecemasan yang mendalam. Meski hatinya bergemuruh, ia tetap berusaha menjadi karang yang kokoh bagi Nadine. Ia terus berada di sisi istrinya, membisikkan kata-kata penguat, dan mengusap keringat di kening Nadine dengan jemari yang sedikit gemetar. Tak lama, kedua ibu mereka datang membawa kehangatan. Mama mertua dan Mama kandung Nadine segera membanjiri ruangan d

  • Mas Duda, Tolong Buat Aku Puas   Hamil Muda

    Mama menggeleng sambil tertawa kecil. "Orang mual begini jangan langsung dikasih asam, Dirga. Perutnya masih kosong. Sayang... ini Mama buatkan wedang jahe geprek sama biskuit gandum. Sedikit-sedikit saja ya, buat ganjel perutnya." Mama Nadine kemudian menyuapi anaknya ini dengan sangat sabar. Ia tidak memaksa, hanya membimbing Nadine perlahan. "Dulu Mama waktu hamil kamu juga begini, bahkan lebih parah. Ini namanya tanda cinta dari si Adik. Dinikmati saja ya, Sayang." Melihat betapa tenangnya sang Mama menangani situasi, Dirga akhirnya bisa bernapas lega. Ia baru sadar bahwa dalam urusan ini, pengalaman Mama jauh lebih berharga daripada semua artikel kehamilan yang ia baca di ponsel. Nadine perlahan membuka matanya, menatap Mamanya dengan rasa terima kasih yang mendalam. "Makasih ya, Ma. Rasanya lebih enakan kalau Mama yang pegang." "Sama-sama, Sayang. Tugas Dirga itu jaga semangat kamu dan tugas Mama itu jaga supaya kamu tetap bisa makan enak," sahut Mama sambil mengus

  • Mas Duda, Tolong Buat Aku Puas   Kejutan

    "Oh iya, Ma, Pa... sebenarnya ada satu hal kecil yang ingin kami kasih ke kalian," ujar Dirga sambil meletakkan dua kotak kado kecil yang identik di depan kedua ibu mereka. "Lho, ada apa ini? Kok pakai kado-kadoan segala?" tanya Mama Nadine heran, namun tangannya mulai membuka pita kado itu dengan antusias. Kedua ibu itu membuka kotak secara bersamaan. Di dalamnya, terletak sepasang sepatu bayi rajut berwarna putih bersih dan sebuah foto hitam putih berukuran kecil—hasil USG transvaginal tadi pagi. Hening sejenak. "Ini... ini maksudnya apa, Nadine?" tanya Mama Mertua, suaranya mulai bergetar. Matanya menatap lekat titik kecil di dalam foto yang diberi tanda panah oleh dokter. "Itu cucu Mama," jawab Nadine dengan suara serak karena menahan tangis. "Usianya sudah empat minggu. Penantian kita semua akhirnya terjawab, Ma..." Seketika, suasana pecah. Mama Nadine langsung menutup mulutnya dengan tangan, air matanya tumpah seketika. Ia bangkit dari kursi dan langsung memeluk Nadi

  • Mas Duda, Tolong Buat Aku Puas   Jangan Capek-capek

    "Mulai detik ini, kamu enggak boleh capek sedikit pun. Titik!” perintah itu layaknya gombalan maut Dirga. Nadine hanya cekikikan mendengarnya. Sesampainya di tepi ranjang, ia merebahkan Nadine dengan gerakan yang sangat pelan. Dirga kemudian berlutut di lantai, sejajar dengan perut Nadine. Ia menarik selimut hingga sebatas dada istrinya, lalu mengecup perut Nadine yang masih rata itu. "Terima kasih sudah mampir ke sini, Sayang. Ayah tunggu ya," bisiknya lirih di depan perut Nadine, membuat mata Nadine kembali berkaca-kaca. Dirga kemudian naik ke ranjang, berbaring di samping Nadine dan menarik istrinya ke dalam dekapannya. Ia menggenggam tangan Nadine, menautkan jemari mereka di atas perut. "Sayang nanti kita USG transvaginal, ya?" ujar Nadine saat mereka tengah bercerita. Dirga mengerutkan kening, tampak sedikit bingung. "Transvaginal? Bedanya apa dengan USG biasa yang di perut, Sayang?" Nadin

  • Mas Duda, Tolong Buat Aku Puas   Ayo Periksa

    “Kita ke IGD aja yuk, Sayang? Aku enggak tenang liat kamu begini," tawar Dirga, suaranya terdengar sangat khawatir. Nadine berusaha memberikan senyum tipis, mencoba menenangkan kegelisahan suaminya. “Enggak usah. Aku baik-baik aja kok. Aku cuman perlu istirahat, Sayang,” terang Nadine berusaha mencairkan rasa khawatir Dirga. “Kamu yakin? Perlu aku antar?” Dirga kembali menawarkan, kali ini sedikit memaksa. “Enggak apa-apa, Sayang. Beneran. Aku kuat kok. Aku juga udah pesen taxi online, mungkin 5 menit lagi sampai. Kamu hari ini ada survey kan ke tempat client?” Dirga menghela nafas panjang. Ia menatap istrinya ini dalam-dalam. “Sayang… masalah kerjaanku bisa dihandle Gio dan Clara. Kesehatan kamu lebih penting,” debat Dirga tegas. Nadine terdiam, kehilangan kata-kata untuk mendebat lagi. Sementara itu, Dirga tetap diam di sisinya. Pun matanya tak membiarkan lepas sedikit pun dari Nadine.

  • Mas Duda, Tolong Buat Aku Puas   Nggak Enak Badan

    Merasa itu adalah sebuah petunjuk, sore harinya Nadine sudah berkemas lebih dulu. Diikuti sang Mama kini mereka sudah siap menunggu Dirga yang masih berbenah. Tak jauh dari rumah, hanya berjarak beberapa meter saja merekapun sampai di tempat tujuan. Nadine mengulas senyumnya. Seolah ia sudah berdamai dengan rasa pedihnya. Angin sore di pemakaman itu terasa sejuk, membawa aroma tanah basah yang menenangkan. Di depan pusara sang papa, Nadine bersimpuh. Suaranya serak saat menceritakan semua beban yang akhirnya terangkat, tentang rumah yang kini siap mereka tempati kembali, dan tentang Dirga—pria yang berdiri tegap di belakangnya, menjaga dalam diam. "Pa, Nadine pulang ya. Kita semua pulang. Nadine janji enggak akan bikin Mama nangis lagi kaya kemarin," bisiknya lirih dengan senyum yang berat. Menyeka air mata yang jatuh ke rumput hijau. Sang mama mengusap bahu Nadine, memberikan kekuatan yang selama ini sempat hilang. “Kuat y

  • Mas Duda, Tolong Buat Aku Puas   Sejak Kapan?

    "Astaga, aku baru ingat sesuatu." Ia baru saja akan istirahat saat teringat jika dia belum menghubungi Dirga. Tadi pagi Dirga hanya pamit untuk pergi, tapi setelah itu pria tersebut tidak tau pergi ke mana. "Mungkin aku harus telfon Dirga, aku penasaran dia ada di mana." Ia mengambil hape yang te

    last update最終更新日 : 2026-03-24
  • Mas Duda, Tolong Buat Aku Puas   Dari Sakit Berujung Nikmat

    (Warning 21+)"Ughh..." Tubuh Nadine terasa lemas usai melepaskan hasratnya barusan, dan untungnya Dirga segera menarik tangannya agar perempuan itu jatuh di pangkuannya. "Stroberi, kesukaanku." Nadine tak merespon, ia hanya sibuk menyandarkan kepalanya di pundak kokoh Dirga sembari mengatur naf

    last update最終更新日 : 2026-03-24
  • Mas Duda, Tolong Buat Aku Puas   Bukan Pria Bertanggungjawab

    "Mas Rhevan pulang ke rumah Mama," jawab Nadine sekenanya sambil membenahi posisi duduknya di sisi ranjang, berusaha menampilkan wajah setenang mungkin meski dadanya masih bergemuruh. "Oh, kamu pasti nyuruh dia ambil baju ganti Mama ya?" imbuh sang Mama lagi sambil menatap Nadine dengan pandangan

    last update最終更新日 : 2026-03-24
  • Mas Duda, Tolong Buat Aku Puas   Mama Menghilang?!

    "Mama?!" Jantung Nadine hampir melompat keluar saat melihat ranjang yang seharusnya di tempati sang Mama sudah kosong. Selimut sudah dilipat, sedangkan bantalnya sudah tertata begitu rapi. “Mama?” Nadine berdiri dengan tubuh kaku, matanya menelusuri seluruh sudut kamar itu dengan panik. Pintu kam

    last update最終更新日 : 2026-03-24
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status