Share

Bab 24

Author: Cahaya
Karena suamiku yang menjadi penjamin, dia sangat memperhatikan keadaanku dan beberapa kali datang menjengukku.

Dalam obrolan santai, kami tak sengaja menemukan bahwa ternyata kami sangat nyambung, buku dan film yang kami sukai pun sangat mirip.

Sejak itu, hubungan kami pun makin dekat.

Namun pekerjaan baru dan hubungan baru tidak sepenuhnya menghapus luka lama.

Hidupku kembali ke jalurnya, bahkan lebih nyaman dan lebih manis dari sebelumnya. Akan tetapi, kata-kata ejekan itu, serta sikap sopan t
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Masa Silam yang Tak Bisa Kembali   Bab 27

    Konon, setelah kembali ditangkap, kondisi mental Divora mulai tidak normal, kadang berteriak-teriak membanggakan pencapaiannya, merasa semua orang harus menyanjung dan mengaguminya.Keluarganya sudah benar-benar tak mau mengurusnya lagi. Mereka pernah mengirimnya ke rumah sakit jiwa sekali, tetapi setelah dia kabur, mereka tidak peduli lagi padanya.Dia berkeliaran ke mana-mana, bahkan beberapa kali mencari Zavian.Zavian sekarang memang hidupnya tidak memuaskan, tetapi dia masih ingin hidup, sampai ketakutan dan akhirnya memilih untuk berhenti bekerja, lalu pindah kota.Aku mengobrol santai sebentar dengan kolegaku, lalu kami pulang ke rumah masing-masing.Hari-hari berikutnya, kami mengunjungi semua kerabat dan teman di sini. Namun karena masih tersisa beberapa hari sebelum waktu kepulangan, kami pun berdiskusi untuk jalan-jalan ke kota lain.Untuk usulan ini, kedua anakku tentu mengangkat tangan setuju. Suamiku yang memang suka jalan-jalan juga sama sekali tidak keberatan.Kami pind

  • Masa Silam yang Tak Bisa Kembali   Bab 26

    Kolegaku juga ikut tertawa. "Mana mungkin bukan kemudahan? Coba saja lihat, Divora terpakai atau nggak fasilitas itu?"Setelah tertawa, barulah kolegaku menceritakan soal Divora.Latar belakang keluarga Divora bukan hanya tidak sesulit yang dia gambarkan saat menjual belas kasihan, tetapi justru tergolong cukup berada.Jadi setelah keluarganya berkali-kali menyewa pengacara dan menggunakan berbagai cara untuk meringankan hukumannya, awal tahun ini dia sebenarnya sudah dibebaskan bersyarat.Namun entah karena obsesi atau alasan lain, dia malah kembali mencari Zavian.Zavian ditusuk olehnya sampai hampir meninggal. Setelah sadar, pria itu kehilangan pekerjaan, pekerjaan barunya pun tidak berjalan mulus, bagaimana mungkin masih mau rujuk dengannya, membencinya saja belum cukup.Setelah beberapa kali ditolak Zavian, Divora makin lama makin kesal.Dia berkata pada Zavian bahwa suatu hari nanti dia akan membuat Zavian melihatnya dengan cara berbeda. Dia juga mengatakan, kelak Zavian menyesal

  • Masa Silam yang Tak Bisa Kembali   Bab 25

    Keesokan harinya, aku dan suamiku kembali naik pesawat, meninggalkan kota yang pernah menampung kenanganku sekaligus memberiku penderitaan tak berujung itu.Bertahun-tahun berlalu, masa lalu telah lewat, akhirnya aku bisa melepaskannya.Bertemu lagi dengan Zavian dan Divora, sudah merupakan kejadian tujuh tahun kemudian.Kedua anakku hampir masuk SMP. Sebagai hadiah karena mereka berdua meraih hasil yang cukup baik saat lulus SD, aku membawa suamiku dan mereka pulang untuk jalan-jalan, sekaligus menjenguk kerabat di dalam negeri.Baru dari mulut kolega lama aku tahu bahwa ternyata Zavian sudah sadar dua tahun lalu, bisa dibilang sebuah keajaiban medis.Namun meski Zavian sudah siuman, pekerjaannya sejak lama sudah hilang.Tahun itu, ketika Divora dilaporkan kami, memicu kehebohan yang cukup besar.Ketika berbagai perbuatannya satu per satu dibongkar dan terungkap ke publik. Tentu saja orang-orang mulai menelusuri latar belakang Divora, bagaimana dia masuk perusahaan, siapa yang melindu

  • Masa Silam yang Tak Bisa Kembali   Bab 24

    Karena suamiku yang menjadi penjamin, dia sangat memperhatikan keadaanku dan beberapa kali datang menjengukku.Dalam obrolan santai, kami tak sengaja menemukan bahwa ternyata kami sangat nyambung, buku dan film yang kami sukai pun sangat mirip.Sejak itu, hubungan kami pun makin dekat.Namun pekerjaan baru dan hubungan baru tidak sepenuhnya menghapus luka lama.Hidupku kembali ke jalurnya, bahkan lebih nyaman dan lebih manis dari sebelumnya. Akan tetapi, kata-kata ejekan itu, serta sikap sopan tetapi penuh keraguan itu, masih sering membuatku sulit tidur.Beberapa kali luapan emosi yang tiba-tiba muncul menyadarkanku bahwa aku sebenarnya belum sepenuhnya pulih dari semua pukulan itu.Di permukaan, aku terlihat sama seperti sebelum difitnah, bekerja keras, ramah pada kolega, emosiku stabil.Namun secara pribadi, aku tidak bisa mengingat kejadian saat aku difitnah di depan umum, juga tidak bisa secara aktif menyebutkan hal itu.Suamiku dengan peka menyadari keanehanku. Dia pun sebisa mun

  • Masa Silam yang Tak Bisa Kembali   Bab 23

    Waktu itu, aku baru saja mengalami titik terendah dalam karier dan pengkhianatan cinta. Opini publik di sekitarku juga sangat tidak bersahabat, belum lagi orang-orang kecil yang suka menyanjung atasan dan menginjak bawahan, melontarkan sindiran dingin.Dalam amarah, aku mengundurkan diri dan pergi ke luar negeri.Bahkan aku sendiri tidak bisa menjelaskan dengan jelas, mana yang lebih berat, perasaan tersinggung karena harga diri, atau keinginan untuk lari dari kenyataan.Atau mungkin, aku hanya sedang menyalahkan diri sendiri, karena sebelum semuanya terjadi, sebenarnya sudah ada begitu banyak tanda-tanda kecil.Keberpihakan Zavian pada Divora, dompet yang terukir inisial nama Divora, sikap Zavian yang aneh sebelum konferensi pers, serta pertanyaan tanpa awal tanpa akhir yang dia lontarkan, "Nia, kalau aku melakukan sesuatu yang membuatmu marah, apa kamu akan meninggalkanku?"Jelas ada begitu banyak petunjuk, tetapi aku justru tidak menganggapnya serius.Bahkan setelah mengajukan putus

  • Masa Silam yang Tak Bisa Kembali   Bab 22

    "Jadi, perbedaanku dengan kolega-kolega lain sebenarnya lebih karena jarak usaha, bukan jarak bakat, begitu maksudmu?"Sudut bibirku terangkat. "Kalau itu sih nggak juga.""Antara kamu dan orang lain, memang benar ada jarak bakat.""Dengan usaha yang sama, mereka bisa mendapat lebih banyak umpan balik positif, jadi lain kali mereka lebih mudah memilih untuk berusaha lagi. Sedangkan kamu ...."Aku mengangkat bahu. "Aku sopan sedikit ya, aku memang sudah tahu, tapi nggak perlu diungkap, ya."Dari belakang terdengar makian Divora yang sudah jebol mentalnya, sementara aku melangkah keluar dengan perasaan ringan.Saat kembali ke rumah, langit sudah mulai gelap.Suamiku masih menungguku di dalam."Bagaimana?" tanyanya penuh perhatian.Melihat ekspresinya yang tegang, aku tak bisa menahan tawa. "Kenapa, kamu takut aku tersakiti oleh kata-katanya? Nggak mungkin!""Sekarang aku orang bebas, dia tahanan. Aku sukses dan punya nama, dia reputasinya hancur. Aku punya suami dan anak-anak sebaik ini,

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status