Teilen

Bab 47 - Dariel

last update Zuletzt aktualisiert: 03.09.2025 17:11:54
“Bu, bisa ikut saya ke ruang guru?”

Olivia mengangguk, “Iya Miss.”

“Silahkan duduk.”

Olivia menarik bangku yang ada di hadapannya dan duduk. Ini yang selalu ditakutkannya, dipanggil ke ruang guru. Entah sudah berapa kali dirinya harus bolak balik dipanggil ke ruang guru sejak Dariel masuk sekolah. “Apa anak saya ada melakukan sesuatu yang buruk?”

Miss Lucy tersenyum, “Dariel baik-baik saja. Saya hanya ingin menyampaikan bahwa ada salah satu teman Dariel yang mengatakan pada saya bahwa mamanya melarang dia untuk bermain dengan Dariel karena Dariel anak nakal.”

Ucapan Miss Lucy membuat perasaan hancur di dalam hati Olivia, namun dia memilih untuk tersenyum.

“Saya telah menegur anak itu, saya katakan bahwa Tuhan menciptakan kita semua sama. Tuhan menyayangi kita semua, tidak ada yang namanya anak nakal. Semua adalah anak Tuhan. Saya katakan pada anak itu, bilang ke mamanya, Miss Lucy marah mendengar ucapan seperti itu. Dan kemarin saya memanggil mama dari anak itu, saya menegur beliau, se
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Masih Menjadi Milikku   Bab 82 - Pembelaan diri Dariel

    Olivia mengabaikan telpon yang terus berbunyi tanpa henti. Sudah seminggu ini Ivan terus berusaha menghubunginya, mencarinya di kantor, tiba-tiba muncul di depan pintu rumahnya, dan entah berapa ratus pesan dan telpon yang terus membuat handphonenya kelelahan berdering.Olivia menghembuskan nafasnya kasar, dan tetap fokus memakaikan Dariel baju adat Kalimantan. Bocah itu terlihat sangat tampan, Olivia tersenyum.“Mama.. kenapa telponnya tidak diangkat?”“Hanya orang iseng.”“Bagaimana kalau ternyata penting, Ma?” Ucap Dariel. Olivia menghentikan kegiatannya, menatap mata sang anak, entah mengapa Olivia merasa anak ini begitu cepat tumbuh dewasa.“Mama akan menghubungi kembali setelah Mama selesai memasang baju Dariel, oke?”Dariel tersenyum dan mengangguk. “Papa Calvin nanti datang kan, Ma?”Olivia mengangguk, “Ya, Om Calvin berjanji akan datang.”“Asik..”Olivia kembali tersenyum. Hari ini adalah Indonesia culture day, acara sekolah di mana murid-murid akan mempertunjukkan beberapa t

  • Masih Menjadi Milikku   Bab 81 - Berjuang bersama

    Ivan sedang duduk di sofa kamar tidurnya sambil memandang handphonenya, ingin rasanya dia menelpon Olivia, atau mengetik sebuah pesan. Namun keraguan besar menghampirinya. Apakah dia harus terus melangkah atau masih menarik ulur.Ivan memejamkan matanya, angannya kembali mengingat kejadian tiga puluh menit lalu. Entah keberanian dari mana dia berani mencium bibir Olivia. Yang Ivan tau, dia merasa sangat gemas dengan rasa minder Olivia. Mengapa wanita begitu sulit dimengerti? Mengapa wanita tidak bisa menerima begitu saja, ketika pria mengatakan bahwa dia mencintainya, ya sudah percaya saja. Terima saja.Satu sisi Ivan merasa jengkel, namun di sisi lain ada debaran mengingat kecupan bibir Olivia. Walau ciuman itu begitu singkat, namun Ivan terhanyut di dalamnya. Ivan menjilat bibirnya, rasa manis bibir Olivia masih terasa hingga kini.Knock..knockk..“Kak..” wajah Steffany muncul di balik pintu.Ivan mendongakkan kepalanya menatap sang adik yang nampak cemberut. Steffany melangkah ke a

  • Masih Menjadi Milikku   Bab 80 - Keraguan Olivia

    Ivan senyum-senyum sendiri di dalam kamarnya, mengingat kejadian barusan. Tepat ketika dia menunggu jawaban Olivia, suara Dariel mengagetkan mereka berdua.“Mama dan Om Ivan lagi ngapain?” tanya Dariel polos.Wajah Olivia memerah, tiba-tiba merasa gugup dan salah tingkah.“Om Ivan dan Mama tadi kejedut.” Ucap Ivan pura-pura mengelus-elus dahinya. Kemudian menatap Olivia sekilas, sungguh menggemaskan melihat wajah Olivia yang memerah karena malu.Untung saja Dariel tidak memperhatikan tangan Ivan yang ternyata sudah menyelinap di balik pakaian Olivia. Ya ciuman tiba-tiba itu ternyata membuat kedua pasangan itu menjadi kehilangan akal, terjebak pada memori masa lalu. Walaupun awalnya ragu, namun akhirnya Olivia menyambut reuni ciuman tersebut yang selalu dirindukannya."Dariel uda bangun? Sini duduk depan, mama pangku."Dariel pun mengangguk dan setelah lepas dari baby car seatnya, anak laki-laki yang super menggemaskan itu pindah ke kursi depan. Ivan kemudian kembali melajukan mobil.S

  • Masih Menjadi Milikku   Bab 79 - Ciuman Ivan

    Flashback OnIvan sibuk memainkan handphonennya, sibuk mengetik pada layar datar tersebut dengan tampang serius.“Kak Ivan ga makan? Koq minum aja? Nanti lapar loh.” tanya Nanda dengan sedikit manja.“Aku belum lapar. Aku nanti ada janjian makan malam juga.” Ucap Ivan sambil tetap mengetik di layar handphonenya. Dia sedang menyusun strategi dengan Calvin dan juga Steffany.“Dengan siapa?”Ivan mengalihkan pandangannya pada Nanda, “Olivia.” Jawab Ivan singkat kemudian tetap melanjutkan mengetik pada keyboard handphone.Seketika wajah Nanda berubah masam, “Olivia yang tadi datang itu ya?”Ivan hanya mengangguk tanpa menoleh.“Cantik ya, badannya bagus.”Ivan tersenyum, “Yeah, cantik.”“Tapi kata Bude, dia janda ya? Kalau wanita secantik itu bisa jadi janda, pasti ada yang ga beres dengan dia. Iya ga sih?”Seketika Ivan langsung meletakkan handphonenya dan menatap Nanda, “Jangan menghakimi orang karena masa lalunya. Jika ada perceraian, artinya ada yang tidak beres dalam pernikahan. Dan

  • Masih Menjadi Milikku   Bab 78 - Saingan Olivia

    “Ya ampun Dariel, kamu lebih imut daripada di foto. Kamu ganteng sekali, Nak. Gemesin banget.” Ucap Bu Sari ketika melihat Dariel datang bersama Ivan dan Olivia, dia tidak tahan untuk tidak mencubit pipi bulat Dariel yang sangat montok.Olivia tersenyum, “Terima kasih, Bu.”"Boleh Ibu gendong?"Dariel menatap ke arah ibunya, seakan meminta persetujuan. Olivia mengangguk kemudian menyerahkan Dariel ke pelukan Bu Sari.Wajah Bu Sari sumringah, “Kamu mirip banget sih sama Ivan pas kecil.” ucapnya sambil sesekelai mencubit pipi Dariel gemas kemudian menciumnya bertubi-tubi.Ucapan Bu Sari membuat Olivia cukup terkejut namun dia memilih diam sambil memandang Ivan memberi senyuman tipis.“Ivan, kalau kamu mau tau wajah kamu pas kecil, ya persis kayak gini. Ibu inget banget pas kamu datang pertama kali ke sekolah ini. Ibu merasa dejavu.”Ivan tersenyum, "Semua anak kecil memang menggemaskan, Bu.""Ya, tapi Dariel memang mirip sekali dengan kamu pas kecil. Lihat, mata dan hidungnya persis kam

  • Masih Menjadi Milikku   Bab 77 - Meminta restu

    Ivan menuruni tangga menuju meja makan sambil bersenandung riang.“Tumben ikut sarapan.” Sindir papa Ivan melihat anaknya menarik kursi meja makan.“Kayaknya lagi walking sleep deh, Pa.” sambung mama Ivan menahan tawanya.Steffany tidak tahan kemudian menyemburkan tawanya, dia tidak habis pikir kelakuan kedua orangtuanya yang selalu berucap hal konyol. “Kak Ivan itu lagi jatuh cinta.”Seketika kedua orangtua Ivan terkejut dan tidak bisa menyembunyikan bahagianya, “Puji Tuhan ternyata anak kita normal.” Ucap papa Ivan sambil menatap terharu isrinya.“Pa, akhirnya doa puasa kita berhasil setelah bertahun-tahun.” Ucap Mama Ivan sambil meremas lengan sang suami karena bahagia.Ivan mendecakkan lidahnya kesal, untung saja suasana hatinya sedang bahagia.“By the way, siapakah wanita yang kurang beruntung yang dicintai oleh Ivan?” ucap papa Ivan lagi.Steffany terbahak melihat kakaknya dikerjain habis-habisan oleh kedua orangtuanya. Sekarang sudah tau kan dari mana asal muasal kedua bersauda

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status