共有

Bab 456

作者: Kak Han
last update 公開日: 2026-08-22 22:58:48

Di lain tempat, Suasana yang berbeda terjadi. Cindy sudah selesai berkemas. Kopernya berdiri rapi di dekat pintu. Pagi ini, ia bertekad bulat untuk pulang ke rumah peninggalan mendiang ibunya. Ia tidak mau merepotkan Bayu lebih lama lagi.

​Ketika Cindy meraih gagang pintu untuk keluar, pintu itu justru terdorong dari luar.

​"Mau ke mana, Cindy?"

​Cindy tersentak kaget. Bayu berdiri di ambang pintu dengan kemeja putih bergulung hingga siku. Di belakangnya, Andra berdiri membawa beberapa kantong
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 458

    Hari-hari berlalu dengan nuansa yang kian berubah, membawa lembaran baru bagi setiap insan yang ada di dalamnya. Sore itu, sepulang kerja, Di sebuah restoran , Andra dan Tasya duduk berhadap-hadapan di sebuah meja sudut yang cukup privat.​Andra menatap Tasya dengan manik mata yang menyiratkan ketulusan mendalam. Tidak ada lagi keraguan atau sikap menunda-nunda di dalam benak Andra. Usianya sudah sangat matang untuk memikirkan masa depan, dan di antara riuhnya kesibukan dunia kerja, satu nama yang selalu berhasil mengunci seluruh perhatiannya adalah Tasya, wanita yang dulunya tampak begitu angkuh, namun kini telah meluluhkan hatinya seutuhnya.​Andra menarik napas perlahan, merapikan letak jasnya sejenak sebelum memberanikan diri membuka suara.​"Tasya," panggil Andra dengan nada suara yang begitu lembut namun sarat akan ketegasan.​Tasya, yang sedari tadi sedang mengaduk minuman di cangkirnya, mengangkat wajah. Tasya menatap Andra dengan kening berkerut tipis, merasa ada yang berb

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 457

    Setelah dirawat beberapa hari di Rumah Sakit, akhirnya Maudy diperbolehkan pulang. Hari kepulangan Maudy dari rumah sakit disambut dengan udara sore yang sejuk. Mobil yang dikemudikan oleh Bayu terparkir rapi di halaman depan rumah megah mereka. Dengan penuh kehati-hatian, Bayu membantu Maudy turun dari mobil, merangkul pinggang istrinya itu untuk menuntunnya melangkah masuk melewati pintu utama.​Ibu Maudy yang ikut mendampingi sejak dari rumah sakit langsung berjalan mendahului, membuka lebar pintu utama dengan senyuman lebar.​"Akhirnya kamu pulang juga, Sayang," sambut Ibu Maudy lega, membantu Maudy duduk di sofa ruang tamu yang empuk. "Rumah ini terasa sepi sekali tanpamu."​Maudy tersenyum tipis, merapikan selendang yang menutupi bahunya. Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut ruang tamu yang tampak lengang. Ada satu hal yang sejak tadi mengganjal di benaknya, namun baru ia tanyakan sekarang.​"Ibu..." panggil Maudy pelan. "Cindy... di mana?"​Suasana di ruang tamu yang t

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 456

    Di lain tempat, Suasana yang berbeda terjadi. Cindy sudah selesai berkemas. Kopernya berdiri rapi di dekat pintu. Pagi ini, ia bertekad bulat untuk pulang ke rumah peninggalan mendiang ibunya. Ia tidak mau merepotkan Bayu lebih lama lagi.​Ketika Cindy meraih gagang pintu untuk keluar, pintu itu justru terdorong dari luar.​"Mau ke mana, Cindy?"​Cindy tersentak kaget. Bayu berdiri di ambang pintu dengan kemeja putih bergulung hingga siku. Di belakangnya, Andra berdiri membawa beberapa kantong kertas berisi sarapan.​"Mas... Mas Bayu?" bisik Cindy kaku. "Cindy mau pulang ke rumah mendiang Ibu."​Bayu melangkah masuk tanpa pamit, matanya langsung tertuju pada koper hitam di dekat pintu. Kening pria itu berkerut dalam.​"Masuk dulu," perintah Bayu dingin namun tegas. "Andra, taruh makanannya di meja."​"Baik, Pak," sahut Andra sigap seraya meletakkan kantong makanan di meja.​Cindy menunduk kaku, mengikuti langkah Bayu. "Mas Bayu, Cindy mau tinggal di rumah Ibu saja. Cindy tidak bisa t

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 455

    “Bibi ini bertanya apa sih? Pak Andra ini kan atasan ku,” sahut Tasya dengan pipi makin merona.Karena tidak ingin terus digoda, Tasya lalu berpamitan. Andra pun segera menyusul berpamitan, sehingga keduanya keluar bersama.“Emm Bibi, Tasya pamit pulang dulu ya,” Pamit Tasya.“Loh, kok buru buru sekali. Kan baru juga datang,” Tanya Ibu Maudy lalu dengan cepat Bayu menyahuti.“Ibu, kita harus maklum dengan urusan anak anak muda,” goda Bayu dan seketika membuat kedua bola mata Tasya membulat sempurna.“Bukan. Bukan begitu Bibi. Aku hanya ingin memberi waktu untuk Mbak Maudy agar segera beristirahat,” kilah Tasya.Semua menahan tawa melihat tingkah Tasya yang gugup. Karena tidak tega terus menggoda Tasya, Maudy angkat bicara dan mempersilahkan Tasya untuk pulang.“Sudah, sudah. Jangan menggoda Tasya terus. Mungkin Tasya sendiri juga capek habis kerja seharian. Mas Andra, buruan antar Tasya pulang untuk istirahat,” ujar Maudy.“Siap Bu Komisaris!” sahut Andra sembari mengangkat telapak ta

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 454

    Maudy dan Bayu mematung di tempatnya masing-masing. Di ambang pintu ruangan VVIP, berdiri Andra yang mengenakan kemeja rapi berdampingan dengan Tasya yang tampak anggun membawa sebuah keranjang buah segar. Mereka berdiri begitu rapat, memancarkan suasana canggung tapi tak terelakkan. Yakni sebuah kebersamaan yang teramat rapi untuk sebuah kebetulan.​Bayu dan Maudy secara refleks saling melempar kerlingan mata. Alis Bayu terangkat sebelah, sementara Maudy membelalakkan mata seolah bertanya, “Bagaimana bisa mereka datang bersama?”​Sebab, semua orang tahu bagaimana sengitnya hubungan mereka selama ini. Andra, pria yang dulunya staf biasa, selalu mendapatkan penolakan dingin dan sikap angkuh dari Tasya. Melihat mereka melangkah masuk secara bersamaan adalah sebuah pemandangan langka yang sangat mengejutkan.​"Selamat malam Pak Bayu, Bu Maudy," ulang Andra sekali lagi, mencoba mencairkan keheningan dengan dehem pelan.​"Malam, Mbak Maudy, Mas Bayu," sapa Tasya halus, menyunggingkan seny

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 453

    Mendengar putrinya masih saja memikirkan tentang Cindy, Ibu Maudy segera angkat bicara."Sudahlah, Maudy!" potong Ibu Maudy cepat sebelum Bayu sempat menjawab. "Kamu ini sedang hamil, calon anakmu ada empat di dalam sana. Kenapa otakmu masih saja sibuk mengurus anak itu?"​"Tapi, Bu... Cindy itu…” Muady berusaha mengatakan pembelaan, tapi Ibunya kembali memotong ucapannya.​"Kamu lihat sendiri kan?" seru Ibunya Maudy dengan nada tinggi, menatap putrinya tajam. "Orang yang kamu bela-bela, orang yang kamu tolong sampai kamu ikutan stres masuk rumah sakit, bahkan tidak menunjukkan batang hidungnya sama sekali saat kamu sakit begini! Mana kepeduliannya? Mending kalau dia ketakutan lalu pergi sekalian, rumah kita jadi tenang!"​Maudy menghembuskan napas berat, matanya berkaca-kaca mendengar tuduhan ibunya. "Ibu jangan bicara begitu. Cindy itu tidak punya siapa-siapa lagi setelah mendiang ibunya meninggal. Kita tidak tahu apa yang sedang dia alami."​"Maudy!" tegar sang Ibu makin sengit. "K

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 3

    “Saya cuma mau membantu Bu Maudy berdiri. Lantai itu kotor, dan harus saya pel,” ucap Bayu dengan pelan sambil mulai duduk di dekat Maudy. Dia juga sedikit mengulurkan tangan, barangkali Maudy meraihnya. Akan tetapi, yang ada Maudy menepis tangannya dengan kasar lalu melempar sebuah brosur tebal k

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 2

    “Simpan pertanyaanmu dan kembali lanjutkan pekerjaanmu!” titah Rio mengalihkan pertanyaan dari Bayu. Bayu tidak bisa mengelak. Dia lekas undur diri dan beranjak dari tempatnya berdiri. “Baik Pak Rio, saya akan kembali bekerja,” ucap Bayu sebelum dia melangkah pergi. Pintu ruangan tersebut kembali

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 1

    "500 juta untuk pengobatan ibumu, tapi dengan syarat, gauli istriku sampai hamil!" Degh! Jantung Bayu seolah berhenti berdetak usai mendengar perintah dari suami bosnya sendiri, Rio. Dia yang masih dibalut keringat usai mengepel, mendadak diminta ke ruang CEO dan menerima perintah di luar nalar.

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 5

    Ponsel Maudy berbunyi dan bergetar hebat di atas kasur. Menampakkan layar ponsel yang sangat terang. “Ibu mertua!” serunya dengan pikiran yang kacau saat Ibu mertuanya melakukan panggilan video. Meski Ibu mertuanya belum mengucapkan apapun, Maudy sudah tau apa yang hendak perempuan itu katakan.

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status