Share

Bab 50

Author: Kak Han
last update publish date: 2026-03-12 18:40:57

Suasana kamar itu mendadak sunyi sesenyap kuburan. Lyra, yang sedari tadi berdiri di sudut ruangan, hampir saja memekik kegirangan mendengar keputusan perceraian Maudy dan Rio. Di dalam otaknya, dia sudah membayangkan dirinya menjadi nyonya besar dengan cara yang terhormat di rumah itu, menggantikan Maudy yang terusir dengan cara yang hina. Namun, kegembiraan Lyra berbanding terbalik dengan kehancuran yang dirasakan orang tua Maudy.

​"Haris, tolong pertimbangkan lagi," pinta Ayah Maudy dengan s
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (5)
goodnovel comment avatar
dianrahmat
ngapain uang 380jt dikembalikan? itu kan bayaran dari Rio sesuai kontrak. kamu tuh masih bnyk butuh uang Bayu, utk membiayai Maudy yg lagi hamil n utk biaya2 penyelidikan pembunuh ortu kamu.
goodnovel comment avatar
Raja Antonius
ini luar biasa tor tamba seruh
goodnovel comment avatar
Hendri Simatupang
mantap, satu persatu akan terungkap
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 562

    ​Satu minggu telah berlalu sejak penangkapan Evan, namun misteri di balik sosok Rio masih seperti benang kusut yang tak berujung. Di dalam sel tahanan markas kepolisian, Evan tetap bungkam seribu bahasa. Setiap kali penyidik melakukan interogasi intensif, pria itu selalu mengulangi jawaban yang sama, bahwa dia bertindak sendirian karena dorongan nafsu pribadi.​Keteguhan sikap Evan bukan tanpa alasan. Di balik wajah kusamnya yang mendekam di balik terali besi, ia masih memegang teguh janji manis Rio. Dalam pikirannya, Rio adalah orang kaya dan berkuasa yang punya jaringan hukum kuat untuk mengeluarkannya dari penjara, asalkan ia tetap tutup mulut rapat-rapat.​Namun, di kamar perawatan VVIP rumah sakit, kondisi psikologis Evelyn sama sekali belum menunjukkan kemajuan. Setiap malam, jeritan ketakutan dan tangis histeris selalu memecah keheningan. Dalam pengaruh tidur maupun saat setengah sadar, Evelyn terus mengigaukan hal yang sama—memohon ampun pada Evan dan merintih ketakutan menyeb

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 561

    ​Langkah kaki Bayu terasa berat saat mendorong pintu kamar perawatan VVIP rumah sakit. Begitu ia masuk, Maudy yang sejak tadi mondar-mandir cemas langsung menghampirinya. Di sofa ruang tamu ruangan itu, Arka, Bagas, Cakra, dan Daffa turut berdiri, menatap sang papa dengan pandangan penuh tanda tanya.​"Mas... gimana?" tanya Maudy langsung, napasnya sedikit terengah karena terlalu cemas. "Apa polisi sudah menemukan identitas Rio? Apa benar itu Rio mantan suamiku?"​Bayu melepas jaketnya lalu merangkul bahu istrinya dengan lembut, mengajak Maudy duduk di sofa. Keempat anak kembar mereka ikut mendekat dan duduk mengelilingi kedua orang tua mereka.​"Tenang dulu, Maudy," ucap Bayu pelan. Ia menarik napas pendek sebelum menceritakan hasil pertemuannya dengan pihak kepolisian tadi pagi. "Tadi polisi bilang, dari hasil pemeriksaan dan penggeledahan ponsel tersangka Evan, sama sekali nggak ada nama Rio. Evan juga bersikeras mengaku kalau dia bertindak sendirian karena memang sejak lama menaru

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 560

    Matahari pagi menembus celah kaca jendela rumah sakit, menyinari ruangan VVIP tempat Evelyn masih terbaring lemah. Setelah memastikan kondisi putrinya didampingi oleh Maudy dan keempat anak kembarnya, Bayu menepati janjinya. Didampingi oleh pengacara keluarga, Bayu melangkah masuk ke ruang pemeriksaan utama di markas kepolisian sektor untuk menemui tim penyidik.​Wajah Bayu tampak kaku dan tegang. Sesampainya di hadapan penyidik yang memimpin kasus tersebut, Bayu langsung mengutarakan maksud kedatangannya.​"Pak, ada satu hal penting yang mau saya bicarakan. Semalam, saat anak saya mengigau dalam pengaruh obat penenang, dia berulang kali menyebut nama seseorang. Dia menyebut nama Evan, lalu meminta ampun dan menyebut nama Pak Rio,” ujar Bayu dengan penuh keseriusan.​Dua penyidik yang duduk di hadapan Bayu saling berpandangan sejenak. Komandan tim lantas mengernyitkan dahi. Lalu menanggapi ucapan Bayu."Pak Rio? Selama interogasi semalam sampai pagi ini, tersangka Evan sama sekali tid

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 559

    Melihat wajah Maudy yang mendadak pucat pasih dan ketakutan setengah mati, Bayu menarik napas panjang. Sejujurnya, dadanya sendiri seperti dihantam beban berat saat mendengar nama Rio keluar dari mulut Evelyn. Nama itu membawa kembali ingatan masa lalu yang buruk. Namun, melihat kondisi Maudy yang baru saja sadar dari pingsan, Bayu tahu ia harus tetap kelihatan tenang demi istrinya.​Bayu memegang kedua bahu Maudy, mengusapnya perlahan untuk meredakan kepanikan wanita itu.​"Maudy, tenang dulu, Sayang. Jangan ambil kesimpulan terburu-buru," ucap Bayu dengan suara rendah dan tenang. "Nama Rio itu nama yang umum banget. Bisa saja nama Rio yang dimaksud Evelyn itu cuma temannya Evan, atau orang lain yang kenal sama si pelaku. Kita nggak boleh langsung panik begini."​Maudy menggelengkan kepalanya dengan cepat. Matanya yang sembap menatap Bayu dengan tatapan penuh kecemasan. "Tapi Mas, firasatku nggak enak banget. Kenapa harus nama Rio? Kenapa anak kita menyebut nama itu sambil minta ampu

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 558

    Setelah memastikan proses penanganan medis untuk Evelyn berjalan lancar, dua perwira polisi yang sejak awal mendampingi keluarga melangkah mendekati Bayu di depan kamar perawatan.​"Pak Bayu, karena penanganan awal untuk adik Evelyn sudah selesai dan tersangka juga sudah diamankan di sel tahanan Polda, kami mohon pamit kembali ke markas untuk menyusun berkas pemeriksaan awal," ujar komandan tim penyidik.​Bayu menjabat tangan perwira polisi itu dengan cengkeraman yang sangat kuat. Tatapan matanya lurus dan menusuk. "Terima kasih banyak, Pak. Tapi saya minta satu hal... tolong pastikan bajingan itu dijatuhi hukuman paling berat. Jangan kasih celah sedikit pun untuk remisi atau keringanan. Saya nggak akan pernah terima anak saya diperlakukan seperti ini."​"Pasti, Pak Bayu. Kami akan gunakan pasal berlapis untuk kasus penculikan dan kekerasan seksual pada anak. Kami pamit dulu," balas perwira tersebut sebelum akhirnya melangkah pergi bersama anggotanya.​Setelah pihak kepolisian meningg

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 557

    ​Di dalam mobil, Bayu memangku kepala istrinya dengan perasaan yang campur aduk. Wajah Maudy pucat pasi, dan napasnya terasa lemah.“Maudy, bangunlah sayang… jangan buat aku takut. Kita harus kuat…” bisik Bayu sambil menepuk pelan pipi istrinya. Namun, belum sempat mobil tiba di pelataran rumah sakit, Maudy perlahan mulai mengerjap-erjakan matanya. Kesadarannya berangsur pulih.​Begitu matanya terbuka sempurna, hal pertama yang terlontar dari mulutnya adalah nama putri tunggalnya.​"Mas... Evelyn mana? Evelyn mana, Mas?!" panggil Maudy dengan suara parau dan napas yang memburu.​Ia langsung berusaha duduk, menatap sekeliling interior mobil yang asing baginya. Bayu memegang kedua bahu istrinya dengan lembut, mencoba menenangkannya.​"Evelyn ada di ambulans di depan kita, Sayang. Dia didampingi Cakra sama Daffa. Kita lagi jalan menuju rumah sakit sekarang. Kamu tenang ya," bisik Bayu sambil mengusap kepala Maudy.​Air mata Maudy kembali menetes. Rasa cemas dan bersalah langsung memenu

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 3

    “Saya cuma mau membantu Bu Maudy berdiri. Lantai itu kotor, dan harus saya pel,” ucap Bayu dengan pelan sambil mulai duduk di dekat Maudy. Dia juga sedikit mengulurkan tangan, barangkali Maudy meraihnya. Akan tetapi, yang ada Maudy menepis tangannya dengan kasar lalu melempar sebuah brosur tebal k

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 2

    “Simpan pertanyaanmu dan kembali lanjutkan pekerjaanmu!” titah Rio mengalihkan pertanyaan dari Bayu. Bayu tidak bisa mengelak. Dia lekas undur diri dan beranjak dari tempatnya berdiri. “Baik Pak Rio, saya akan kembali bekerja,” ucap Bayu sebelum dia melangkah pergi. Pintu ruangan tersebut kembali

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 1

    "500 juta untuk pengobatan ibumu, tapi dengan syarat, gauli istriku sampai hamil!" Degh! Jantung Bayu seolah berhenti berdetak usai mendengar perintah dari suami bosnya sendiri, Rio. Dia yang masih dibalut keringat usai mengepel, mendadak diminta ke ruang CEO dan menerima perintah di luar nalar.

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 5

    Ponsel Maudy berbunyi dan bergetar hebat di atas kasur. Menampakkan layar ponsel yang sangat terang. “Ibu mertua!” serunya dengan pikiran yang kacau saat Ibu mertuanya melakukan panggilan video. Meski Ibu mertuanya belum mengucapkan apapun, Maudy sudah tau apa yang hendak perempuan itu katakan.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status