Compartir

Bab 553

Autor: Kak Han
last update Fecha de publicación: 2026-10-08 21:36:38

Napas Evan memburu kencang saat kakinya sudah bersiap memanjat meja dapur untuk melompat ke arah lubang atap belakang. Namun, tepat sebelum ia melayangkan tubuhnya, pendengarannya menagkap sesuatu yang janggal. Lengkingan sirine yang semula meraung nyaring di dekat halaman rumah tua itu perlahan-lahan mulai meredup dan suaranya terdengar makin menjauh.

​Evan membeku di tempat, mengerutkan dahi dalam kebingungan yang mencekam.

“Kok suara sirine mobil polisi itu kayak menjauh? Apa mereka hanya le
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 553

    Napas Evan memburu kencang saat kakinya sudah bersiap memanjat meja dapur untuk melompat ke arah lubang atap belakang. Namun, tepat sebelum ia melayangkan tubuhnya, pendengarannya menagkap sesuatu yang janggal. Lengkingan sirine yang semula meraung nyaring di dekat halaman rumah tua itu perlahan-lahan mulai meredup dan suaranya terdengar makin menjauh.​Evan membeku di tempat, mengerutkan dahi dalam kebingungan yang mencekam.“Kok suara sirine mobil polisi itu kayak menjauh? Apa mereka hanya lewat saja? Aku harus pastikan dulu!”​Dengan gerakan amat perlahan dan napas yang ditahan rapat-rapat, Evan merayap kembali menuju area depan. Ia menempelkan wajahnya pada celah papan jendela kayu yang lapuk, mengintip ke arah jalanan kecil di luar. Di sana, pendar lampu darurat merah-biru dari tiga mobil patroli polisi tampak melaju sedang membelah remang sore, bergerak melewati bangunan tua itu tanpa sempat berbelok atau melambat sedikit pun.​Rombongan polisi itu memang sedang dikerahkan secar

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 552

    Setiap kali pandangannya mendarat pada nominal satu miliar rupiah di layar ponselnya, dada Evan berdebar keras. Uang sebesar itu bisa mengubah jalan hidupnya secara instan. Namun, makin ia merenungkannya, makin keras pula logika bertahan hidupnya menampar kesadaran tersebut. Menyerahkan Evelyn kepada Bayu demi mengincar uang itu bukanlah jalan keluar yang aman, melainkan pintu menuju kehancuran dari dua arah sekaligus.​Di satu sisi, Rio adalah sosok bertangan dingin yang tidak pernah memberi ampun kepada siapa pun yang membelot. Pengkhianatan terhadap Rio sama saja dengan mencetak tiket mati. Karena jaringan gelap pria itu pasti akan memburunya ke mana pun ia melarikan diri. Di sisi lain, jika enyerahkan Evelyn langsung ke tangan Bayu juga mengandung risiko yang tak kalah fatal. Bayu bukanlah orang sembarangan. Jika Papanya Evelyn itu mengetahui bahwa pria dewasa di hadapannya inilah yang telah memanipulasi, membohongi, dan menyekap putri tunggalnya hingga trauma berat, Bayu dipasti

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 551

    Kebenaran bahwasanya Evelyn sengaja melarikan diri meremukkan mental Bayu hingga ke titik terendah. Pria paruh baya yang biasanya berdiri tegar penuh wibawa itu kini terduduk kaku di sudut ruang kerjanya, menatap kosong ke arah lantai. Tatapannya meredup, digantikan oleh keputusasaan dan penyesalan yang amat pekat. Ia tak henti-hentinya merutuki dirinya sendiri atas segala aturan ketat dan tembok perlindungan tinggi yang selama ini ia bangun di sekeliling putri tunggalnya.​"Papa yang salah..." bisik Bayu dengan suara parau yang tersedak duka. "Papa yang bikin dia merasa tertekan sampai harus kabur sama bajingan itu... Papa yang gagal menjaga dia."​Kondisi Maudy tidak kalah hancurnya. Begitu kesadarannya pulih usai pengaruh obat penenang mereda, tangisnya kembali pecah saat mendengar penuturan lengkap dari Putri. Maudy meratapi ketidakmampuannya sebagai seorang ibu. Rasa bersalah menggerogoti dadanya karena ia merasa gagal menjadi sosok teman yang aman bagi Evelyn, sampai-sampai put

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 550

    Ketiadaan Evelyn beserta Arka, Bagas, Cakra, dan Daffa di sekolah pada hari pertama setelah libur singkat seketika memicu kasak-kusuk di antara para siswa. Keempat saudara kembar yang biasanya selalu terlihat mengawal adik perempuan mereka di area koridor dan parkiran kini sama sekali tidak menampakkan batang hidungnya. Tak butuh waktu lama, rumor mengenai hilangnya Evelyn menyebar bagaikan api menyambar jerami di lingkungan SMA tempat mereka menuntut ilmu.​Kabar angin yang berembus makin kencang itu akhirnya mendarat di telinga Putri. Gadis itu terduduk kaku di bangkunya, merasa seperti dihantam gada besar tepat di dada.​Seketika, memori malam itu berputar hebat di kepalanya. Putri teringat jelas pada pesan singkat dari Evelyn beberapa hari lalu—sebuah pertanyaan pengandaian yang ganjil mengenai apa yang akan ia lakukan jika diajak bertemu seorang pria secara sembunyi-sembunyi pada tengah malam. Saat itu, Putri meresponsnya dengan teguran keras dan peringatan akan bahayanya tindaka

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 549

    Bayu mengusap wajahnya kasar, berjuang keras mempertahankan sisa ketenangannya di tengah badai kepanikan yang menghantam rumah tangga mereka. Telepon di genggamannya tak berhenti terhubung dengan kepolisian sektor setempat. Sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku, pihak kepolisian belum bisa menerbitkan laporan resmi orang hilang karena durasi kepergian Evelyn belum genap 24 jam. Namun, menyadari posisi Bayu sebagai sosok terpandang serta adanya indikasi kuat tindak kejahatan berupa manipulasi atau penculikan anak di bawah umur, tim penyidik setuju untuk memberikan bantuan darurat berupa pelacakan sinyal dan pengaksesan jaringan kamera pengawas jalanan.​"Lacak nomor ponselnya sekarang juga, Pak!" tegas Bayu pada perwira polisi di seberang telepon, suaranya bergetar menahan luapan emosi.​"Kami sudah mencoba melacak presensi sinyal base transceiver station dari nomor Putri Anda, Pak Bayu," sahut perwira di ujung saluran. "Namun tampaknya ponselnya mati total atau dicabut kartu SIM-

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bayu 548

    "Satu... dua... tiga!"​Brak!​Dengan dorongan bahu Arka, Bagas, Cakra, dan Daffa yang menghantam pintu secara bersamaan, engsel kayu itu akhirnya jebol dan terbuka lebar. Ruangan kamar Evelyn seketika terekspos di hadapan mereka.​Namun, pemandangan di dalam kamar membuat seluruh keluarga itu terpaku kaku. Seprai kasur tampak sedikit kusut, selimut tergeletak di atas tempat tidur, dan jendela kamar dalam keadaan terkunci. Evelyn tidak ada di sana. Kamar itu kosong melompong.​Maudy yang melihat tempat tidur putrinya kosong seketika lemas. Kakinya gemetaran hebat hingga tubuhnya hampir meluruh ke lantai jika Bayu tidak dengan sigap menangkap dan merangkulnya.​"Evelyn... Evelyn di mana, Mas? Anak kita di mana?!" teriak Maudy histeris. Tangisnya pecah seketika, memenuhi seluruh penjuru lantai dua. "Evelyn! Jangan bikin Mama takut, Nak!"​Melihat istrinya menangis histeris, kepanikan Bayu makin memuncak. Rahangnya mengeras, dadanya naik turun menahan gelombang cemas dan amarah yang berp

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 1

    "500 juta untuk pengobatan ibumu, tapi dengan syarat, gauli istriku sampai hamil!" Degh! Jantung Bayu seolah berhenti berdetak usai mendengar perintah dari suami bosnya sendiri, Rio. Dia yang masih dibalut keringat usai mengepel, mendadak diminta ke ruang CEO dan menerima perintah di luar nalar.

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 5

    Ponsel Maudy berbunyi dan bergetar hebat di atas kasur. Menampakkan layar ponsel yang sangat terang. “Ibu mertua!” serunya dengan pikiran yang kacau saat Ibu mertuanya melakukan panggilan video. Meski Ibu mertuanya belum mengucapkan apapun, Maudy sudah tau apa yang hendak perempuan itu katakan.

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 4

    Satu jam sudah Bayu berdiri di balik pintu. Sementara Maudy, dia tetap pada posisinya. Duduk bertekuk lutut di sudut kasur. Tidak bergerak dan juga tidak ada niatan merealisasikan ancamannya.Kaki Bayu mulai merasa pegal. Sejak tadi dia sudah berusaha mengabaikan rasa pegalnya,, tapi kali itu dia s

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 3

    “Saya cuma mau membantu Bu Maudy berdiri. Lantai itu kotor, dan harus saya pel,” ucap Bayu dengan pelan sambil mulai duduk di dekat Maudy. Dia juga sedikit mengulurkan tangan, barangkali Maudy meraihnya. Akan tetapi, yang ada Maudy menepis tangannya dengan kasar lalu melempar sebuah brosur tebal k

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status