分享

Bab 584

作者: Kak Han
last update publish date: 2026-11-03 22:08:12

Suara sirine mobil patroli yang berhenti tepat di depan warung membuat suasana mendadak gaduh. Beberapa warga sekitar yang penasaran langsung berkerumun mendekati petugas kepolisian yang turun dengan sigap.

​Di dalam warung, Rio terpaku di tempat duduknya. Piring mie miliknya sudah kosong, namun ia sama sekali tidak berani beranjak atau melakukan gerakan mencolok. Jantungnya berdegup kencang, menghantam tulang rusuknya dengan keras. Ia berusaha sekuat tenaga mempertahankan ekspresi wajah yang d
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Permintaan Khusus sang Nyonya   Bab 588

    ​Masalah Daffa yang diculik dan penyergapan Rio memang sudah berakhir secara hukum. Namun, kedamaian di kediaman keluarga Bayu tidak lantas pulih begitu saja. Trauma bertubi-tubi yang menghantam rumah tangga itu telanjur menanamkan benih kecemasan yang mendalam, terutama bagi Maudy.​Kini, fokus ketakutan Maudy berpindah pada kehadiran Ferdy, guru privat pengganti berusia 23 tahun yang mengajar Evelyn. Meskipun Evelyn sendiri yang mengizinkan guru pria itu datang, Maudy tidak pernah benar-benar merasa tenang. Bagi wanita itu, setiap sosok asing di dalam rumahnya, terutama laki-laki dewasa, adalah potensi ancaman baru.​Sore itu, sesi belajar Evelyn dan Ferdy berlangsung di ruang khusus lantai atas. Maudy tidak ikut duduk di dalam ruangan, melainkan mengurung diri di ruang kerjanya sambil menatap layar monitor besar. Layar itu menampilkan sudut pandang CCTV definisi tinggi yang terpasang persis di sudut atas ruang belajar Evelyn.​Maudy memajukan tubuhnya, menatap lekat-lekat setiap pe

  • Permintaan Khusus sang Nyonya   Bab 587

    Hari itu, jadwal belajar privat Evelyn yang biasanya diisi oleh Bu Rahma harus mengalami perubahan mendadak. Pagi-pagi sekali, pihak yayasan pendidikan menghubungi rumah keluarga Bayu untuk mengabarkan bahwa Bu Rahma mendadak jatuh sakit dan tidak bisa datang mengajar selama beberapa hari ke depan. Pihak yayasan menawarkan dua pilihan: menunda jadwal belajar hingga minggu depan, atau mengirimkan guru pengganti.​Di ruang tamu, Maudy tampak berbicara serius melalui sambungan telepon dengan staf yayasan tersebut. Wanita paruh baya itu mengerutkan dahi, mengingat kembali prinsip awal mereka dalam memilihkan guru privat untuk putrinya.​"Halo... Kalau bisa, kami tetap mengutamakan guru perempuan, Mbak," kata Maudy dengan nada suara sopan namun tegas di ujung telepon. "Anak kami sedang dalam masa pemulihan trauma, jadi kami ingin memastikan ia merasa nyaman dan tidak terbebani."​Di seberang sana, pihak yayasan meminta maaf dan menjelaskan situasi yang pelik. "Mohon maaf sekali, Ibu Maudy.

  • Permintaan Khusus sang Nyonya   Bab 586

    Malam penyergapan di pabrik gula tua itu menyisakan ketegangan yang pekat. Meskipun polisi mengerahkan seluruh personel untuk menyisir setiap jengkal bangunan terbengkalai, kegelapan malam dan luasnya kompleks reruntuhan memberikan celah bagi Rio untuk melarikan diri. Memanfaatkan lorong-lorong pembuangan air bawah tanah yang sudah kering, buronan licik itu berhasil menyelinap keluar dari kepungan aparat sebelum fajar menyingsing.​Namun, sepandai-pandainya musang berbulu, jejak pelariannya tidak bisa disembunyikan selamanya.​Dua hari kemudian, persembunyian terakhir Rio di sebuah gubuk nelayan di kawasan pesisir luar kota akhirnya tercium oleh unit intelijen kepolisian. Operasi penyergapan kilat yang dilakukan tanpa peringatan membuat sang buronan tidak berkutik. Kali ini, tidak ada lagi celah untuk melarikan diri. Rio diborgol dan diseret keluar dari gubuk reyot tersebut di bawah terik matahari siang, mengakhiri pelariannya yang penuh teror.​Berita tertangkapnya Rio langsung dikab

  • Permintaan Khusus sang Nyonya   Bab 585

    Kejar-kejaran di jalanan gelap pinggiran kota itu berlangsung sengit. Lampu sorot mobil patroli membelah kegelapan, menyinari punggung Rio yang memacu motor bebek tuanya dengan kecepatan penuh melintasi tikungan-tikungan tajam perkampungan. Mesin motor tua itu meraung nyaring, mengeluarkan suara bising yang memecah kesunyian malam, namun lajunya tentu saja tidak sebanding dengan kecepatan mobil polisi yang terus menempel ketat di belakang.​Rio melirik ke kaca spion, melihat kilatan lampu biru-merah yang kian mendekat. Keringat dingin bercampur debu jalanan membasahi pelipisnya. Ia tahu jika ia terus bertahan di jalan utama, ia pasti akan terpojok dan terkejut dalam hitungan menit.​Tanpa pikir panjang, Rio membanting setang motornya ke kiri, menerobos jalan sempit berbatu yang membelah area perkebunan warga menuju bekas jalur kereta api tua. Jalanan itu penuh dengan lubang dan ilalang tinggi, membuat motornya berguncang hebat. Beberapa kali ban belakangnya tergelincir di atas tanah b

  • Permintaan Khusus sang Nyonya   Bab 584

    Suara sirine mobil patroli yang berhenti tepat di depan warung membuat suasana mendadak gaduh. Beberapa warga sekitar yang penasaran langsung berkerumun mendekati petugas kepolisian yang turun dengan sigap.​Di dalam warung, Rio terpaku di tempat duduknya. Piring mie miliknya sudah kosong, namun ia sama sekali tidak berani beranjak atau melakukan gerakan mencolok. Jantungnya berdegup kencang, menghantam tulang rusuknya dengan keras. Ia berusaha sekuat tenaga mempertahankan ekspresi wajah yang datar dan santai, meski keringat dingin mulai merembes membasahi tengkuknya di balik jaket kumal yang ia kenakan.​Dari balik meja kasir, pandangan Rio menangkap gerak-gerik polisi yang sedang mewawancarai pemilik warung dan beberapa warga setempat. Salah seorang petugas tampak menunjuk-nunjuk ke arah warung tempat Rio duduk, membuat aliran darah Rio mendadak terasa berhenti seketika.​"Sial! Jangan jangan mereka mengetahui keberadaanku!" umpat Rio dalam hati, tangannya meremas celana dengan kuat

  • Permintaan Khusus sang Nyonya   Bab 583

    Efek bius dari sapu tangan itu ternyata tidak membuat Daffa tertidur terlalu lama. Udara pengap di dalam ruangan berdebu perlahan menyadarkan indra pemuda itu. Dalam waktu kurang dari dua puluh menit, kelopak mata Daffa mulai berkedut. Ia mengerjapkan matanya beberapa kali, mencoba menyesuaikan penglihatan dengan cahaya bohlam remang-remang yang tergantung di langit-langit.​Daffa mengerang pelan sambil memegang kepalanya yang terasa pusing dan berat. Begitu kesadarannya pulih sepenuhnya, ia langsung teringat pada kejadian terakhir sebelum ia tidak sadarkan diri, pria tua bernama Seno yang tiba-tiba membekap wajahnya."Aku ada dimana ini?" batin Daffa panik. Ia langsung bangkit berdiri dan mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan yang kosong dan berdebu itu. Tidak ada siapa-siapa di sana selain dirinya.​Sadar bahwa dirinya sedang disekap, Daffa buru-buru berlari ke arah pintu depan. Ia memutar gagang pintu kayu tersebut, namun benda itu tidak bergerak sama sekali. Pintu terkunci r

  • Permintaan Khusus sang Nyonya   Bab 3

    “Saya cuma mau membantu Bu Maudy berdiri. Lantai itu kotor, dan harus saya pel,” ucap Bayu dengan pelan sambil mulai duduk di dekat Maudy. Dia juga sedikit mengulurkan tangan, barangkali Maudy meraihnya. Akan tetapi, yang ada Maudy menepis tangannya dengan kasar lalu melempar sebuah brosur tebal k

  • Permintaan Khusus sang Nyonya   Bab 2

    “Simpan pertanyaanmu dan kembali lanjutkan pekerjaanmu!” titah Rio mengalihkan pertanyaan dari Bayu. Bayu tidak bisa mengelak. Dia lekas undur diri dan beranjak dari tempatnya berdiri. “Baik Pak Rio, saya akan kembali bekerja,” ucap Bayu sebelum dia melangkah pergi. Pintu ruangan tersebut kembali

  • Permintaan Khusus sang Nyonya   Bab 1

    "500 juta untuk pengobatan ibumu, tapi dengan syarat, gauli istriku sampai hamil!" Degh! Jantung Bayu seolah berhenti berdetak usai mendengar perintah dari suami bosnya sendiri, Rio. Dia yang masih dibalut keringat usai mengepel, mendadak diminta ke ruang CEO dan menerima perintah di luar nalar.

  • Permintaan Khusus sang Nyonya   Bab 5

    Ponsel Maudy berbunyi dan bergetar hebat di atas kasur. Menampakkan layar ponsel yang sangat terang. “Ibu mertua!” serunya dengan pikiran yang kacau saat Ibu mertuanya melakukan panggilan video. Meski Ibu mertuanya belum mengucapkan apapun, Maudy sudah tau apa yang hendak perempuan itu katakan.

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status