Share

Bab 5

Author: Lailiela
last update publish date: 2026-09-19 16:44:42

Setelah memastikan semua pekerja telah kembali ke kamar masing-masing, Dewo menoleh ke sekeliling untuk memastikan tidak ada seorang pun yang masih berkeliaran.

Barulah setelah semuanya dipastikan aman, Dewo kembali masuk ke kamarnya sendiri.

Tepat di tengah malam saat semua orang di rumah sepi Adrian membawa Aurel jalan menuruni tangga dari lantai dua. Mereka berjalan menuju ruang makan.

Sementara itu, Doni terbangun karena merasa lapar. Sejak tadi, ia sama sekali belum sempat makan.

Suara per
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Mbah Dukun Dambaan Wanita   Bab 110

    Damar melihat langit yang mulai gelap tentu saja ia paham dengan ucapan Sari, waktu yang dimaksud adalah hari yang yang sudah mulai gelap.“Aku akan memberikan hikmat untuk sementara padamu. Tapi ini hanya bisa dipakai sekali saja, jadi akan bertahan sampai pagi.”“Setelah itu besok gali benda yang aku maksud lalu segera bawa ke sini tanpa menunda-nunda.”Damar mengambil jimat yang penangkal ilmu hitam yang sudah dibuatnya. Dia memang sering membuat beberapa jimat untuk diberikan pada pelanggannya. Itu sebabnya Damar memiliki beberapa stok jimat yang sudah dibuatnya, dengan berbagai macam fungsi penangkal tergantung keinginan pelanggan.Dengan mengeluarkan jimat lalu memberikannya pada Sari.“Ini sebaiknya diikatkan di pinggang agar tidak lepas. Aku akan menyuruh Sekar untuk membantumu memakaikan ini di pinggangmu.” Damar kemudian melihat Sekar yang baru saja datang membawakan garam kasar seperti yang disuruhnya tadi.

  • Mbah Dukun Dambaan Wanita   Bab 5

    Setelah memastikan semua pekerja telah kembali ke kamar masing-masing, Dewo menoleh ke sekeliling untuk memastikan tidak ada seorang pun yang masih berkeliaran.Barulah setelah semuanya dipastikan aman, Dewo kembali masuk ke kamarnya sendiri.Tepat di tengah malam saat semua orang di rumah sepi Adrian membawa Aurel jalan menuruni tangga dari lantai dua. Mereka berjalan menuju ruang makan.Sementara itu, Doni terbangun karena merasa lapar. Sejak tadi, ia sama sekali belum sempat makan.Suara perutnya yang terus keroncongan membuatnya mau tak mau harus mengendap-endap keluar dari kamar.“Seingatku, tadi tidak ada larangan untuk pergi ke dapur, kan? Jadi, seharusnya tidak masalah.”Sesampainya di dapur yang sepi, Doni memeriksa makanan yang masih tersisa. Setelah menemukan beberapa hidangan yang bisa dimakan, ia segera mengambilnya dan duduk di lantai untuk menyantap makanan tersebut.Namun, baru saja selesai makan dan meletakkan piring kotornya di wastafel, tiba-tiba terdengar suara ane

  • Mbah Dukun Dambaan Wanita   Bab 108

    Setelah membacakan mantra Damar juga menyebutkan air pada Sari kemudian ia mulai memercikkan air kembang bekas rendaman pisau keris miliknya.Air bekas rendaman itu juga sudah mengandung kekuatan dari keris miliknya. Jadi Damar menggunakannya untuk melindungi Sari setelah ini.Karena dari pusaka itu mengandung aura yang diyakini Damar bisa membuat roh dari setiap makhluk halus akan menjauh dari Sari. Namun, itu memiliki efek sementara.Jika efeknya sudah hilang dari tubuh Sari maka mereka bisa saja kembali mendekatinya.Maka dari itu Damar berusaha agar makhluk itu tidak lagi mengganggu Sari. Jadi ia pun berusaha mencari tahu di mana letak akar pemicunya.Damar pun mulai berucap,“Kamu tahu kalau ini adalah kiriman seseorang untuk mengganggumu. Namun, sebelumnya apa mungkin kamu pernah menyinggung seseorang?”“Ta-tapi … aku tidak pernah menyinggung siapapun. Jangankan menyinggung, aku saja hidup sudah cukup kes

  • Mbah Dukun Dambaan Wanita   Bab 107

    “Mbah yakin ada sesuatu seperti itu di kaki saya?”Dengan santai Damar menjawab,“Tentu saja aku melihatnya. Jadi sekarang aku juga perlu untuk mengusirnya dari sana kan?”Wiro tidak bisa mengelak. Ia segera maju lebih dekat sampai di tepi meja kemudian menarik kakinya dan memperlihatkannya lebih dekat lagi.Sehingga Damar pun juga ikut mendekat.Damar hanya membacakan sedikit mantra sehingga tanganya menyentuh area kaki Wiro, terlihat bercahaya. Makhluk halus itu seketika lenyap dari kaki Wiro, ia bahkan tidak lagi merasakan hawa kejadian makhluk yang sengaja dikatkannya pada dirinya sendiri.Jelas-jelas tadi tangan Damar terlihat mengeluarkan cahaya, kemudian makhluk itu tidak lagi ada di dekatnya seketika itu juga.Bahkan Wiro sendiri jika melakukan pembersihan terhadap makhluk itu pasti akan memakan waktu yang cukup lama akan tapi baru saja Damar bisa melakukannya dengan sangat cepat sekali.E

  • Mbah Dukun Dambaan Wanita   Bab 106

    Wurip mendekat pada Damar. “Ya, tapi sebelum itu ada yang ingin aku sampaikan terlebih dahulu.”“katakan!”“Ini tentang gunung Lewi, aku rasa beberapa utusan yang dikirimkan oleh para tetua itu sudah berada di salah satu pelanggan yang datang.”Damar mengepalkan tangannya saat mendengar para suruhan dari gunung lewi. “Jadi mereka benar-benar mengirimkan orang suruhan?” “Iya, itu benar sekali. Karena itu aku jadi karena itu aku ingin agar kamu segera bersiap-siap untuk menghadapi sekarang.”Wurip kembali menambahkan,“Aku rasa orang suruhan para tetua itu ingin melihat secara langsung Sekar, aku yakin Nyai Ajeng mengadukan tentang perdukunan tempat ini pada mereka.”“Aku mengerti, sepertinya juga sudah saat nya untuk menghadapi lara tetau gunung Lewi.” Damar mulai kembali melirik ke arah pintu pagarnya.Kali ini beberapa pelanggan sudah mulai masuk, dan setelah melihat aura dan sediki memakai

  • Mbah Dukun Dambaan Wanita   Bab 105

    Kemudian Sekar dengan sengaja menginjak gas dan melajukan mobil dengan kuat-kuat sampai orang di depan sana segera menepi. Ia takut akan tertabrak.Mobil akhirnya bisa lolos dengan mudah dari lapangan. Sementara para pria itu mengejar dengan motor dan berteriak pada penduduk setempat, mereka mengatakan kalau mobil menculik wanita muda.Sehingga penduduk lainnya berbondong-bondong menghalangi jalan mobil.Mulut Sekar berkecak kesal, karena ia terpaksa harus menghentikan mobilnya.Di situasi seperti itu mereka tidak mungkin kabur, jadi Sekar pun terpaksa harus keluar dari mobil bersama Damar.Namun, sebelum itu para warga berusaha untuk mengetuk-ngetuk pintu mobil, sehingga Sekar jadi takut. Sedangkan Damar menepuk pundak Sekar.“Tenang dulu, kita hanya perlu bicara sebentar saja. Jadi biarkan aku keluar lebih dulu.”Setelah mengatakan itu Damar langsung keluar dari mobil.Seorang pria berbadan besa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status