Share

Membantu Persalinan Selingkuhan Suamiku
Membantu Persalinan Selingkuhan Suamiku
Author: Selamat

Bab 1

Author: Selamat
Di hari pertama aku mulai bekerja di rumah sakit swasta di Kota Hamala, aku mendengar perawat di sebelahku berkata sambil tersenyum, "Dokter Clara, hari ini kamu benar-benar beruntung sekali. Baru datang saja sudah langsung menangani pasien VIP."

Aku mengangkat kepala, lalu menatap perawat itu dengan agak bingung. "Benarkah? Kenapa bisa dibilang beruntung?"

"Biaya pendaftaran VIP itu 50 ribu dolar."

Dengan ekspresi misterius, perawat itu menurunkan suaranya dan berkata, "Aku dengar pasien ini adalah istri dari bos mafia, James."

Jantungku menegang saat mendengar itu, tetapi ekspresinya tetap tenang. "Benarkah? Berarti dia tokoh penting ya."

Melihat aku tidak tertarik untuk bergosip, perawat itu tampak agak kecewa. Namun, tak lama kemudian, dia kembali bersemangat. "Dokter Clara, lihat, ini dia dan istrinya."

Saat mengatakan itu, perawat itu mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan sebuah foto padaku.

Aku menatap foto itu dengan saksama. Ternyata pria di foto itu adalah suamiku yang sudah menjalani pernikahan rahasia denganku selama lima tahun, James. Sementara itu, wanita yang bersandar di sampingnya ternyata adalah adik tiriku, Renna. Hawa dingin langsung menjalar dari telapak kaki hingga ke kepalaku dan kenangan-kenangan pun menyerbu seperti gelombang air.

Setelah ibuku meninggal dunia saat iyu, ayah membiarkan Renna dan ibunya masuk ke dalam rumah. Karena dia terus menyiksa dan menindasku, rumah ini perlahan-lahan tidak memiliki tempat untukku lagi. Hanya James yang selalu mendukungku dan terus berkata tidak akan pernah meninggalkanku meskipun semua orang meninggalkanku.

Namun kini, Renna malah mengandung anaknya James dan tinggal di kamar VIP yang dipesan James khusus untuknya. Pengkhianatan yang diam-diam adalah yang paling mematikan.

Aku menarik napas dalam-dalam, berusaha menenangkan diri. "Bagaimana kondisi pasien itu sekarang?"

Melihat aku sepertinya lebih tertarik pada kondisi pasien, perawat itu menyimpan ponselnya dan mulai menjelaskan, "Nama pasiennya Renna. Saat ini usia kehamilannya lima bulan lebih dan kondisinya cukup stabil. Setiap minggu saat pemeriksaan kehamilan, Pak James selalu menemaninya. Dia benar-benar sangat bahagia. Bukan hanya tampan dan kaya, suaminya juga sangat menyayanginya."

Lima bulan? Pemeriksaan kehamilan seminggu sekali?

Aku tiba-tiba ingat James selalu pergi dinas dua hari setiap minggu sejak beberapa bulan yang lalu. Ternyata selama ini dia selalu menemani orang lain melakukan pemeriksaan kehamilan. Air mata yang tak tertahankan lagi langsung mengalir dan membasahi maskerku.

Perawat itu masih terus berceloteh, "Menurut Dokter Clara, Pak James itu sangat baik pada istrinya, 'kan?"

Aku tersenyum, tetapi senyuman di balik masker ini terlihat lebih menyedihkan daripada tangisan. "Iya, sangat baik."

Saking baiknya, aku sampai merasa diriku ini hanya sebuah lelucon.

Aku menggenggam erat lembaran hasil pemeriksaan kehamilan sampai ujung jariku memutih dan napasku di balik masker menjadi makin sesak.

"Dokter Clara?"

Perawat itu mendorongku dengan lembut. "Sudah waktunya melakukan pemeriksaan detak jantung janin untuk Nyonya."

Aku secara refleks mengangkat stetoskop, lalu menempelkan kepala logamnya ke perut Renna yang menonjol.

Duk ... duk ....

Suara detak jantung janin itu seperti palu berat yang menghantam gendang telingaku, membuat mataku terasa perih.

Perawat itu berkata dengan nada iri, "Pak James biasanya selalu datang menemani Nyonya. Kenapa kali ini nggak datang?"

"Dia tiba-tiba harus menandatangani kerja sama yang bernilai puluhan juta dolar, aku yang menyuruhnya mengutamakan pekerjaan," jawab Renna.

Renna manyun dengan manja, lalu melanjutkan, "Dia itu terlalu lengket denganku. Karena nggak bisa menemaniku kontrol ulang, dia memberiku cincin ini sebagai permintaan maaf."

Jari Renna yang mengusap perutnya mengenakan cincin berlian dihiasi batu rubi merah yang menyilaukan mataku. Rubi itu adalah barang lelang senilai dua triliun yang James menangkan di pelelangan pada hari jadi pernikahan kami.

Saat itu, James berkata, "Lara, warna ini cocok denganmu. Tunggu sampai dudukan cincinnya selesai dibuat, aku baru akan memberikannya padamu."

Aku bahkan sempat menertawakan James dan berkata aku ini dokter bedah yang setiap harinya harus memegang pisau operasi, tidak mungkin memakai barang yang begitu mahal.

James memelukku dan berkata, "Baiklah. Kalau Lara nggak suka, kita nggak mau ini lagi."

Ternyata bukan tidak jadi diberikan, melainkan sudah berganti pemilik.

"Dia bilang setelah anak ini lahir, dia akan memberiku sebuah pulau kecil agar aku dan anak bisa beristirahat dengan baik di sana."

Ucapan Renna itu bagaikan sebilah pisau yang menusuk tepat ke jantungku. Aku menundukkan kepala dan mencatat di rekam medis, tetapi tanganku tiba-tiba bergetar dahsyat hingga ujung pena menembus kertas.
Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Membantu Persalinan Selingkuhan Suamiku   Bab 7

    Aku menggandeng Yoshua, lalu berbalik dan hendak pergi. Namun, James tiba-tiba maju dan meraih pergelangan tanganku. Aku segera melepaskan tangannya sampai membuatnya terhuyung-huyung dan menabrak tiang lampu di pinggir jalan."Lara ...."James berkata dengan suara bergetar dan mata merahnya menakutkan. "Aku salah, benar-benar salah ...."Aku tersenyum sinis. "Pak, sepertinya kamu sudah mengkhianati kekasihmu. Kalau sudah mengkhianati dan menyakiti, itu nggak akan pernah bisa diperbaiki lagi. Aku nggak tahu siapa itu Lara yang kamu maksud, tapi aku rasa dia pasti nggak mau melihatmu."James tiba-tiba berlutut di tanah, lalu kedua tangannya mencengkeram ujung celanaku dengan erat. "Lara, aku akan melakukan apa pun yang kamu suruh, asalkan kamu nggak meninggalkanku."Yoshua hendak maju, tetapi aku mengangkat tangan dan menghentikan Yoshua.James melanjutkan, "Lara, tolong jangan pura-pura nggak mengenalku, jangan abaikan aku ...."Aku menarik napas dalam-dalam, merasa terus melarikan dir

  • Membantu Persalinan Selingkuhan Suamiku   Bab 6

    Sebulan kemudian, aku berdiri di lorong rumah sakit di Califarila dan bau disinfektan tidak membuatku sesak napas lagi. Apa yang dikatakan Jilia benar, langit di sini memang biru dan cahaya matahari yang hangat menyinari jas putihku."Dokter Clara, pasien di ranjang nomor tiga dalam kondisi kritis!"Saat seorang perawat berlari mendekat, buku rekam medis yang aku pegang hampir saja terjatuh. Begitu memasuki ruang bersalin, aku melihat pasien mengalami pendarahan hebat dan seprai sudah menjadi warna merah karena darah. Jemariku secara refleks mulai memeriksa, lalu berkata dengan suara bergetar, "Siapkan transfusi darah, hubungi bank darah, dan beri tahu ruang operasi.""Dokter Clara?" panggil seseorang dengan lembut dari belakang.Saat menoleh, aku melihat ternyata orang itu adalah kakak senior, Yoshua. Dia mengenakan baju operasi hijau gelap dan tatapan di balik kacamata berbingkai emas terlihat fokus serta tenang."Aku yang akan menjadi dokter utama, kamu bantu aku sebagai asisten," k

  • Membantu Persalinan Selingkuhan Suamiku   Bab 5

    James mundur dengan terhuyung-huyung sampai punggungnya menghantam dinding yang dingin. Dia langsung tenggelam dalam penyesalan dan jantungnya seolah-olah diremas oleh tangan yang tak kasatmata hingga dia kesulitan bernapas.Seperti orang gila, James berlari kembali ke kantor dan menendang meja kerja sampai terbalik. Berkas-berkas serta komputer berserakan di lantai dan bingkai foto kaca pecah menjadi serpihan, lalu setiap kepingnya memantulkan wajahnya yang berubah."Cari. Tutup seluruh kota. Kerahkan semua kekuatan. Meskipun harus membalikkan tanah, aku juga harus menemukannya," teriak James sampai urat lehernya menonjol.Para anggota mafia belum pernah melihat bos mereka begitu kehilangan kendali, mereka menundukkan kepala dan menjawab secara serentak.James meninju dinding sampai jemarinya langsung berdarah. Selama tiga hari tiga malam itu, bandara, pelabuhan, stasiun, dan semua titik yang mungkin menjadi jalur keluar diperiksa habis-habisan. Namun, bayangan Clara tetap tidak terli

  • Membantu Persalinan Selingkuhan Suamiku   Bab 4

    Karena bau disinfektan yang menusuk hidung hingga terasa perih, aku tiba-tiba membuka mata dan wajah sahabatku, Jilia, perlahan-lahan menjadi jelas dalam pandanganku."Kamu sudah sadar?"Jilia segera menahan tubuhku yang hendak bangun. "Jangan sembarangan bergerak, kamu baru saja selesai operasi."Aku menatap retakan di langit-langit, lalu berkata dengan suara serak, "Anakku ...."Jilia menggenggam tanganku dengan erat dan matanya memerah. "Sudah nggak ada, tapi kamu masih hidup."Rasa nyeri menjalar dari perutku, seperti sebuah pisau perlahan-lahan mengiris dagingku. Aku memejamkan mata, lalu air mata mengalir dari pelipis ke bantal.Jilia meletakkan berkas di meja samping ranjang. "Aku sudah bilang ke Kakak Senior soal urusanmu. Dia membantumu menunda tanggal masuk kerja. Tunggu sampai kamu pulih, kamu baru pergi. Dia juga bilang identitasmu sudah dihapus, James nggak akan bisa menemukan Clara Lestari lagi."Aku menatap mata Jilia yang memerah, lalu menggenggam tangan Jilia dengan ku

  • Membantu Persalinan Selingkuhan Suamiku   Bab 3

    Seolah-olah hatiku ditusuk banyak pisau, aku duduk kaku di sofa dan menatap foto pernikahan di dinding sampai fajar menyingsing. Air mataku mengalir semalaman dan James juga tidak pulang semalaman. Di ponselku, hanya ada unggahan Instagram terbaru dari Renna yang bertuliskan bayinya bilang rindu Papa dan foto yang menyertainya adalah James mencium perutnya.Satu malam berlalu, aku akhirnya membuat keputusan. Aku akan mempertahankan bayiku dan membawanya ikut menghilang bersamaku. Aku pergi ke rumah sakit untuk mengajukan surat pengunduran diri."Dokter Clara, hari ini langsung pergi ya?"Kepala bagian menyerahkan berkas dengan ragu, lalu menghela napas. "Tinggallah satu hari lagi. Rekan-rekan di bagian ini masih ingin berpamitan denganmu."Aku menggenggam pena dengan erat sampai jemariku memucat. "Baik."Di ruangan VIP yang bau disinfektannya menusuk hidung, Renna sedang mencoba tas kulit buaya edisi terbatas saling bercermin. Begitu melihatku masuk, dia langsung meninggikan suaranya.

  • Membantu Persalinan Selingkuhan Suamiku   Bab 2

    Renna bertanya sambil mengusap perutnya, "Bagaimana hasil pemeriksaan kehamilannya? Perkembangan bayinya baik? Oh ya, pihak rumah sakit bilang akan mengundang seorang dokter kandungan terhebat untuk menangani persalinanku sepenuhnya. Mana orangnya?""Ini dia, namanya Cla ...."Aku segera memotong ucapan perawat itu, "Catatan pemeriksaan kehamilan perlu ditandatangani oleh anggota keluarga."Renna menggoyang ponselnya. "Suamiku sedang rapat, tapi sebentar lagi dia akan menelepon. Kalau ada hal-hal penting yang perlu disampaikan, kalian bisa ...."Sebelum aku sempat menyelesaikan kalimatku, ponsel Renna berdering. Renna sengaja menyalakan pengeras suara agar semua orang bisa mendengar suara James yang serak."Renna, pemeriksaan kehamilannya lancar?"Kuku jariku menancap ke telapak tangan. Dahulu, suara ini pernah membujukku minum obat dengan lembut saat aku demam tinggi di tengah malam, tetapi kini suara ini berbicara dengan wanita lain di telepon dengan penuh perhatian.Renna menjawab d

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status