Home / Rumah Tangga / Memikat Hati Istri ke-dua papa mertuaku / Bab 55 Kebenaran yang terungkap

Share

Bab 55 Kebenaran yang terungkap

Author: Jackie Boyz
last update Last Updated: 2025-11-14 08:26:27

Dalam hati, Vira merasa sangat jijik.

Betapa munafiknya! Jelas-jelas aku mendengarmu terus mengatakan tentang area intim Ibuku, kamu terus memujinya seolah-olah hanya dialah wanita yang paling bisa memuaskan hasratmu di ranjang! Aku muak! Aku benci sekali! Tapi menunjukkan kemarahanku sekarang hanya akan membuat keadaan menjadi runyam.

Malam itu Bram menyetubuhinya. Vira hanya bisa menahan desahannya dan memejamkan matanya beberapa kali ketika Bram mendorong keluar masuk batang kejantanan miliknya dari liang intim Vira.

Kondisi Vira sudah baik-baik saja, beruntung Bram bertanya dengan rinci kepada dokter yang menangani Vira jadi dia tidak mungkin menyentuhnya jika kondisi Vira belum pulih sepenuhnya.

Walau tubuh Vira yang telanjang hanya menggeliat sesekali saat dia setubuhi, hal itu sudah cukup memuaskan perasaan Bram yang sudah memendam gairahnya selama berbulan-bulan.

"Aahhh, Vir, aku benar-benar tidak tahan, aku sangat ingin menyetubuhimu, sudah lama aku menahannya, oohhhh, Vir,"
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Memikat Hati Istri ke-dua papa mertuaku    Bab 118 Rencana Ambarwati dan Bima

    Setelah menenangkan hati Melati, Renaldi segera pergi keluar dari dalam rumah untuk melihat Vira. Dia merasa khawatir jika sampai Vira pergi seperti sebelumnya. Ketika langkah kakinya tiba di luar pintu rumah dilihatnya Vira sedang duduk di kursi beranda. Renaldi merasa sangat lega sekali. Vira langsung menoleh saat mendengar langkah kaki Renaldi di belakang punggungnya.“Re,” panggilnya sambil berdiri dari kursi lalu berjalan mendekat untuk memeluk tubuh Renaldi. “Aku lega melihatmu ada di sini,” ucapnya pada Vira.“Ya, aku tidak ada rencana untuk berjalan-jalan keluar hari ini.”Tiba-tiba Renaldi memutuskan untuk mengajak Vira ikut serta bersamanya ke perusahaan karena dia besok juga sudah kembali ke Purworejo. “Bagaimana kalau kamu ikut pergi bersamaku ke perusahaan?” tanyanya.Vira langsung menarik diri melepaskan pelukan Renaldi dari tubuhnya lalu menggelengkan kepalanya. “Hari ini aku ingin tinggal di rumah saja, aku tidak ingin pergi bersam

  • Memikat Hati Istri ke-dua papa mertuaku    Bab 117 Perlakuannya tetap tidak baik

    ***Pada keesokan harinya, Vira ingin melihat kondisi Melati. Setelah bersiap-siap dia bergegas menuju ke kamar Melati. Ternyata Melati menempatkan dua orang pelayan di luar kamar untuk berjaga-jaga.Begitu Vira hendak masuk ke dalam mereka berdua langsung menahannya.“Maaf Neng, Nyonya tidak ingin bertemu dengan Neng Vira.”Vira diam dan menunggu di sana, dia tidak menanyakan apa alasannya. Sudah jelas Melati membencinya. Beberapa saat kemudian, Renaldi datang menghampirinya. “Kenapa di sini? Ayo makan bersama.” Renaldi menyentuh tangan Vira dan membawanya menuju ke ruang makan.Ruang makan begitu hening, hanya ada Renaldi dan Vira seorang yang duduk di sana kecuali pelayan yang sedang bekerja. “Papa dan Mama nggak sarapan?” tanya Vira.Renaldi mengukir senyum. “Sudah kamu makan saja sekarang, jangan pikirkan mereka. Papa dan Mama nanti akan makan kalau sudah merasa lapar.” Vira tahu alasan Melati tidak berada di ruang makan tapi dia tidak tah

  • Memikat Hati Istri ke-dua papa mertuaku    Bab 116 Sangat menikmatinya

    ***Ketika tiba di rumah sakit, Bima langsung menyambut kedatangan Renaldi dengan perasaan lega. Pikirnya usaha Ambarwati beberapa bulan terakhir sudah cukup untuk membuat Renaldi mengubah keputusannya. Bima mengira Renaldi datang untuk meminta maaf lalu kembali bersama dengan Ambarwati layaknya pasangan suami istri pada umumnya. Melihat Renaldi berjalan mendekatinya, Bima segera datang menghampiri lalu menyentuh lengannya dan menepuk bahu Renaldi seperti dahulu-dahulu saat dia bertemu dengan Renaldi. “Bagaimana kondisi Ambarwati?” tanya Renaldi seraya menatap Ambarwati yang masih belum sadarkan diri sejak pingsan di dalam ruangan kerja Renaldi beberapa hari yang lalu. “Masih sama, belum ada kemajuan sama sekali, aku berharap setelah kedatanganmu kali ini Ambarwati bisa siuman. Dia pasti sangat senang melihatmu datang mengunjunginya,” ujar Bima seraya menghela napas panjang. Renaldi terus menatap ke arah Ambarwati, wanita itu sedang berbaring di ranjang pasie

  • Memikat Hati Istri ke-dua papa mertuaku    Bab 115 Tidak ingin bertemu denganmu

    Sekitar pukul tujuh pagi barulah Renaldi dan Vira keluar dari kamar mereka. Pasangan tersebut bersama-sama melihat kondisi Melati di kamarnya. “Re? Semalam apa yang Mama katakan sebelum aku tiba di rumah?” tanya Vira sambil berjalan di samping Renaldi. Renaldi terus menggamit pinggang Vira sejak mereka berdua keluar dari dalam kamar. Renaldi baru ingat kalau Vira pulang terlambat, dan dia belum mengatakan ke mana perginya semalam sampai pulang dalam keadaan basah kuyup. “Tidak ada yang Mama katakan. Oh, iya, semalam kamu ke mana saja? Aku mencarimu ke sekitar, tapi kamu nggak ada! Aku cemas kalau sampai kamu kenapa-kenapa! Harusnya kamu kirim kabar ke aku kalau pergi!” gerutu Renaldi pada Vira. Vira tidak mungkin menjelaskan tentang dukun yang sudah menculiknya semalam. Vira tidak mau Renaldi cemas karena memikirkan tentang masalah itu. “Ah, itu, semalam aku hanya jalan-jalan saja, aku lupa arah pulang dan aku tersesat. Untungnya a

  • Memikat Hati Istri ke-dua papa mertuaku    Bab 114 Puncak gairah

    Mendengar suara keributan dari ruangan utama, Renaldi dan Agung Setiaji segera pergi untuk melihat. Renaldi melihat Vira sedang duduk di samping Melati sambil berusaha membangunkan Melati.“Vira? Mama? Apa yang terjadi?” tanyanya seraya bergegas menggendong Melati lalu merebahkan Melati di dalam kamar. Vira mengikutinya dari belakang. “Aku nggak tahu Re, pas tiba di rumah tadi aku melihat Mama berteriak-teriak sendiri lalu dia pingsan di lantai.” Vira berbohong karena dia sengaja melakukan itu untuk menghukum Melati gara-gara Melati terus berusaha menyingkirkan dirinya dari sisi Renaldi. Renaldi tidak curiga sama sekali. Renaldi juga tidak bertanya tentang Melati pada Vira lagi. Agung Setiaji melihat baju yang Vira pakai sangat kotor dan basah, pikirnya entah dari mana Vira tadi. “Re, kamu bawa Vira untuk beristirahat, sudah larut malam, masalah Mama biarkan aku saja yang mengurusnya. Mungkin Mamamu hanya kelelahan saja jadi pingsan, seharian dia juga pe

  • Memikat Hati Istri ke-dua papa mertuaku    Bab 113 Tamu tengah malam

    Vira tidak mengatakan apapun, dia juga tidak berhenti ketika melewati tubuh dukun tua tersebut. Namun, ketika langkah kakinya sudah sampai di ambang pintu gerbang dia menoleh sebentar ke belakang punggungnya. Tubuh dukun tua itu sudah kejang-kejang lalu mengembuskan napas terakhirnya. “Dia repot-repot membawaku ke sini karena tidak bisa menyelamatkan Ambar, apa dia pikir dia cukup kuat untuk menghancurkanku?” Vira berkata pada dirinya sendiri lalu segera bergegas pergi. ***Di sisi lain, Renaldi masih terlihat cemas dia terus berputar-putar di area sekitar bersama mobilnya. Vira yang ingin dia cari malam itu tak kunjung dia temukan, Renaldi cemas kalau sampai terjadi sesuatu padanya. Karena sudah hampir tengah malam akhirnya Renaldi memutuskan untuk kembali pulang ke rumah. Pada saat tiba di rumah, Renaldi melihat Melati bersama Agung setiaji sedang duduk di sofa ruangan utama. Entah apa yang mereka bicarakan bersama, wajah keduanya tampak serius membahas ses

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status