Beranda / Mafia / Menaklukkan El Patron / 5. Diablita Vs Diablo atau La Reina Vs El Rey?

Share

5. Diablita Vs Diablo atau La Reina Vs El Rey?

Penulis: Hans Mafaza
last update Tanggal publikasi: 2026-02-16 10:18:30

El Patron tertegun. Tak pernah terbesit sedikitpun di benaknya jika si wanita tawanan akan berani menyebut namanya begitu saja.

Dan sorot mata wanita itu. El Patron menemukan ada yang berbeda di sana. Tajam, berbahaya, mematikan. Namun begitu, tatapan wanita itu tetap memikat di saat yang bersamaan.

El Patron melepaskan rambut si wanita tawanan dan menghempaskan kepala wanita itu begitu saja.

"Kau sungguh berani, Diablita. Sebelum ini kau menyebutku Pandejo. Dan sekarang kau berani menyebut namaku. Apa kau sudah bosan hidup, Little Bit*h?"

Wanita tawanan itu balas menatap tanpa gentar. Ia lalu tersenyum mengejek.

"Kamu tidak akan membiarkanku mati meski kamu ingin, Mateo. Bukankah ... kamu membutuhkanku untuk mendapatkan banyak uang?"

Mateo bergeming. Ia menatap wanita tawanan dengan sorot mata tajam.

"Kau harus menjagaku tetap mulus tanpa cela sedikitpun jika ingin mendapat harga tinggi di acara lelang nanti. Bukankah begitu, Ma Te O?"

Rahang El Patron mengeras. Ia dibuat kehabisan kata-kata hanya dengan beberapa kalimat yang diucapkan oleh si wanita tawanan itu.

Tak ingin mengakui kekalahan, El Patron atau pria yang memiliki nama asli Mateo itu akhirnya memilih menjauh. Ia lalu kembali ke sofa dan mulai menyalakan cerutunya kembali, seolah tidak terpengaruh dengan apa yang baru saja terjadi.

"Dengar, Diablita. Aku tidak peduli dengan asal-usul maupun identitasmu. Kau adalah tawananku. Dan sebentar lagi kau akan menjadi budak bagi seseorang yang memenangkan lelang atasmu. Jadi sebaiknya katakan siapa namamu agar mudah dikenali. Siapa tahu, orang yang akan membelimu adalah orang yang kamu kenal. Itu jauh lebih baik daripada kamu dibeli oleh orang asing yang tidak kamu kenal."

Si wanita tawanan mendengus. Ia lalu berkata, "Bagaimana jika kau saja yang memberiku nama? Bukankah itu terdengar lebih baik?"

Mateo menatap tajam wanita di hadapannya itu. Sungguh, ia mulai kesal dengan semua yang dikatakan oleh wanita tawanan ini. Akan tetapi, sebisa mungkin Mateo menahan diri.

"Ternyata kau yang diam jauh lebih baik daripada kau yang membuka mulut," desis Mateo.

"Kalau kau tidak mau mengatakan siapa namamu, maka aku akan menjualmu dengan nama Diablita," lanjutnya.

Si wanita tawanan tersenyum. Merasa lucu dengan tingkah pria yang katanya pemimpin kartel terbesar di Meksiko tersebut.

"Tidak masalah. Diablita berarti setan kecil. Sangat pantas jika yang menjualku adalah dirimu ... yang seorang ... Diablo (setan)."

Brak!

"Atau ...."

Si wanita tawanan cepat-cepat melanjutkan ucapannya demi mendengar meja kecil di samping El Patron digebrag dengan keras. Rupanya Mateo sudah kehilangan kesabarannya.

"Bagaimana jika kamu menamaiku La Reina? Dengan begitu aku akan memanggilku El Rei."

Mateo mendengus. La Reina berarti Ratu, sedangkan El Rei bermakna Raja. Wanita tawanan ini terlalu berani. Pikirnya.

"Aku memang El Rey, Diablita. Tapi kau tidak pantas menjadi La Reina," desisnya.

Wanita tawanan itu tersenyum puas. Ia kegirangan karena berhasil mempermainkan emosi Mateo.

"Memangnya kenapa? Bukankah itu sangat bagus? Aku cantik dan seksi. Sangat pantas disebut La Reina. Dan kau ... harus kuakui kau sungguh gagah dan tampan. Dan kau memang pantas menjadi seorang El Rey. Bukankah kita sangat serasi, Mi Rey (rajaku)?" Wanita tawanan itu terus berucap dan menggoda.

Rahang Mateo mengeras. Ia menatap wanita di hadapannya dengan tatapan tajam sebelum akhirnya tersenyum menyeringai. Ia tahu jika wanita di hadapannya itu sedang mempermainkannya.

"Baiklah jika itu maumu. Aku akan memberimu nama yang pantas untukmu. Mulai hari ini namamu adalah Diablita. Hingga tuanmu yang baru yang memberimu sebuah nama, maka identitasmu tetaplah Diablita. Jadi berdoalah agar kelak Tuanmu bukan orang yang kejam dengan orientasi seksual menyimpang. Jika tidak, mungkin kau akan masuk ke dalam neraka yang menyiksa," kata Mateo.

Pemimpin tertinggi La Mendoza itu kembali menghisap cerutu yang sudah dinyalakannya sebelum memanggil anak buahnya.

"Santiago, masuklah!" teriak Mateo.

Hanya butuh beberapa detik untuk Santiago kembali ke hadapan El Patron. Pria itu berdiri di hadapan pemimpinnya dan siap menerima perintah selanjutnya.

"Bawa Diablita ini ke tempat lelang. Suruh beberapa anak buahmu untuk mendandaninya. Jaga dia dengan nyawamu. Kau paham apa artinya?"

"Sie, El Patron. Aku akan menjaganya dengan nyawaku sebagai taruhannya. Jika dia melarikan diri, maka aku harus mati untuk menebus kesalahanku," jawab Santiago tegas .

Mateo mengangguk puas. Ia lalu menatap kembali Diablita.

"Kau dengar itu, Diablita? Jika kau tidak ingin nyawa seseorang melayang sia-sia karena ulahmu, maka jangan coba-coba melarikan diri ataupun berbuat onar," kata El Patron.

"Dan kau, Santiago. Bawalah berapa pun anak buah yang kau butuhkan untuk menemanimu. Karena kita tidak tahu apa yang jal*ng ini rencanakan di balik sikap tenangnya selama ini," lanjutnya.

Wanita tawanan itu memutar bola matanya malas. Ia sama sekali tidak ingin menanggapi apa yang diucapkan oleh El Patron. Bahkan jika dia hanya dijaga dengan penjagaan ala kadarnya pun, si wanita tawanan tidak akan melarikan diri.

Karena rencana si wanita tawanan bukanlah melarikan diri, melainkan memenangkan lelang dengan harga tertinggi.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Komen (8)
goodnovel comment avatar
Arz kaf Sity
Diablo gk tuh
goodnovel comment avatar
Arz kaf Sity
beuh ini cwek nyalinya kuat amat ya
goodnovel comment avatar
Masruroh Masruroh
hebat juga kamu deablita, kamu berani nantangin mateo
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Menaklukkan El Patron   25.

    Mateo memejamkan matanya sambil menarik napas dalam-dalam. Jelas terlihat jika ia sedang berusaha meredam emosi dengan apa yang dilakukannya saat ini."Berhentilah memikirkan sesuatu yang tidak perlu kau pikirkan, Diablita. Sudah kukatakan bahwa anak buahku yang akan mengurusnya." Mateo berbicara dengan suara rendah penuh penekanan.Suara Mateo yang seperti itu membuat Camila menoleh ke arahnya. Ia menatap pria itu untuk beberapa saat sebelum akhirnya mengangkat kedua bahunya tanda tidak mau lagi peduli."Ya, ya, baiklah. Urusan ini memang bukan urusanku. Lagipula ini hanya berkaitan dengan bisnismu dan bukan bisnisku. Tapi, Mateo .... Aku tidak mau jika kelak bisnismu terganggu hanya karena kelalaian yang terjadi hari ini. Sebagai budakmu, aku tidak ingin hidup menderita karena memiliki tuan yang miskin suatu hari nanti," katanya.Mendengar kata-katanya itu membuat Mateo kembali mencengkram rahang Camila."Kenapa tidak memanggilku Mi Senor seperti dulu, hm? Apa kau merasa pantas men

  • Menaklukkan El Patron   24.

    Mateo tidak berbicara sepatah katapun. Pria itu memusatkan seluruh perhatiannya pada sepatu yang telah menarik perhatian Camila. "Kau, ambil sepatu itu dan periksa!" kata Mateo kepada salah satu anak buahnya yang sudah berdiri di dekatnya entah sejak kapan. "Si." Tanpa membuang waktu, anak buah itu mendekat lalu berusaha mengambil sepatu tanpa kesulitan yang berarti. Ia lalu menyerahkan sepatu itu kepada Mateo setelah berhasil mendapatkannya. Mateo menerima sepatu itu dan memeriksanya sekilas sebelum menunjukkan sepatu itu tepat di depan wajah Camila. "Ini yang kau anggap mencurigakan? Hanya sepatu jelek yang sudah tak layak pakai dan pantas dibuang," kata Mateo. Pria itu kemudian melempar sepatu begitu saja setelah tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan menurutnya. "Tapi ...." Camila ingin mengatakan pendapatnya tetapi Mateo sudah lebih dulu mengangkat tangan. Ia membuat gestur agar Camila diam hingga membuat Camila mendengus karena kesal. Setelahnya, Mateo berb

  • Menaklukkan El Patron   23.

    Dor! Suara tembakan terdengar lagi sebelum Camila tersadar dari keterkejutannya. "Apa-apaan ini," desisnya. Wanita itu segera menyingkir dan bersembunyi di sela-sela tumpukan kontainer yang sempit. Ia semakin merapatkan tubuhnya ketika terdengar suara langkah kaki yang berlari mendekat. "Chert! Etot Meksikanets pod"yekhal tak bystro!" "Zatknis'! Samoye gravnoye-nam nuzhno nemedlenno otsyuda ubrat'sya. Bystro!" Kening Camila mengernyit mendengar percakapan dalam bahasa asing itu. Meski tidak paham makna kata yang mereka ucapkan, tapi Camila tahu jika itu adalah bahasa Rusia. Satu-satunya kata yang Camila tahu hanyalah kata bystro yang mereka ucapkan. Bystro berarti cepat, sedangkan selebihnya wanita itu tidak mengerti sama sekali. Namun, satu kata tersebut sudah cukup bagi Camila untuk memahami situasinya. Jika ia tidak salah tebak, maka orang-orang itu tengah berusaha melarikan diri dari tempat tersebut. Camila mengintip dari tempat persembunyiannya ketika orang yan

  • Menaklukkan El Patron   22.

    Camila menghempas tangan Mateo yang masih memegangi pergelangan tangannya. Ia lalu menarik kembali kakinya dan mengurungkan niatnya untuk berpindah tempat. "Dasar gi la," gumam wanita itu. "Dengar, Diablita. Aku sedang tidak ada waktu bermain-main denganmu. Jadi patuhlah dan jangan berbuat ulah. Mengerti?" Mateo berbicara dengan penuh penekanan tapi Camila sama sekali tidak peduli. Ia justru melipat tangan di depan dada. Wanita itu tidak menjawab serta enggan menatap Mateo hingga membuat pria itu semakin dikuasai emosi karena merasa diabaikan. Dengan satu gerakan cepat, tangan Mateo meraih bagian belakang kepala Camila, menarik rambutnya kuat dan memaksa Camila menoleh dengan kepala mendongak. "Argh!" pekik Camila sambil memegangi tangan Mateo yang menjambak rambutnya. "Kau benar-benar tidak tahu diuntung, Diablita. Tunggu sampai urusanku selesai dan kau akan tahu bagaimana aku menghukummu," kata Mateo. Ia lalu menghempaskan kepala Camila dengan kuat hingga kepala wanit

  • Menaklukkan El Patron   21.

    Camila yang tidak siap dengan tindakan Mateo refleks mengalungkan tangannya ke leher pria itu guna mencari pegangan. "Apalagi yang akan kau lakukan kali ini, Mi Senor?" tanya Camila tanpa melepaskan rangkulannya di leher Mateo. "Diamlah atau aku akan menyeretmu hingga mobil." Camila mencebik tak suka. Namun, ia tetap patuh dan membiarkan Mateo menggendongnya ala brydal. Bahkan ia tetap diam saat melihat Santiago mengikutinya bersama beberapa anak buah Mateo yang lain. Camila didudukkan di kursi penumpang bagian belakang setelah sampai di mobil, dengan Mateo yang menyusul duduk di sebelahnya. Sedangkan Santiago yang mengikuti mereka sejak tadi bertugas sebagai sopir dan duduk di depan sendirian. "Katakan pada Paulo untuk pergi ke Jalisco bersama beberapa anak buahnya mengantarkan pesanan. Ingatkan dia agar tetap waspada karena barang yang akan dibawanya bernilai lebih dari satu juta dolar. Dia boleh membawa berapapun anak buah yang dia mau. Urusan di sini, biarkan Pablo yang m

  • Menaklukkan El Patron   20.

    Santiago menunduk dan mengangguk patuh. Ia menyingkir dari depan pintu agar tidak menghalangi langkah Mateo. "Dan ingat! Jangan pernah meninggalkan wanita itu meski hanya sedetik. Mengerti?" lanjut Mateo setelah mendadak menghentikan langkah tepat di sebelah Santiago. "Si, El Patron," jawab Santiago. Mateo menepuk pundak Santiago dua kali sebelum benar-benar melangkah meninggalkan kamar hotel. Setelah Mateo pergi, barulah Santiago masuk ke dalam kamar bersama seorang dokter wanita yang datang bersamanya tadi. Camila terlihat membersihkan wajahnya dari jejak air mata ketika Santiago dan dokter itu datang menghampirinya. Wanita itu lalu tersenyum meski senyumnya tidak sampai ke matanya. "Apa kau anak buah yang ditugaskan untuk menjagaku, Caballero?" Santiago mengangguk. "Cukup panggil aku Santiago saja, Nona," katanya. "Jadi namamu Santiago? Baiklah, aku akan memanggilmu dengan namamu. Dan kau bisa memanggilku Alma. Ah, ya. Apa dia adalah dokter yang ditugaskan untuk me

  • Menaklukkan El Patron   4. Mateo Aguilar Mendoza

    Si wanita tawanan mengangkat kepalanya. Ia menatap pimpinan kartel itu tanpa rasa takut sedikitpun dalam diam. Tatapan si wanita tawanan bertemu dengan tatapan tajam si pria, tapi tatapan si pria tidak membuat si wanita merasa gentar. Wanita itu balas menatap dengan tatapan yang sulit diartikan.

  • Menaklukkan El Patron   3. Bertemu El Patron

    Kota Tijuana menjadi tujuan para pengawal membawa wanita tawanan itu. Iring-iringan sebanyak tiga mobil dengan masing-masing berisi empat orang anak buah bersenjata disiapkan untuk mengawal wanita tawanan yang akan di lelang malam nanti.Akan tetapi, sebelum wanita tawanan di bawa ke tempat pelelan

  • Menaklukkan El Patron   2. Menuju Lelang

    Sebulan kemudian ...Di sebuah ruang rumah sakit dengan penjagaan super ketat, seorang wanita menatap pantulan wajahnya sendiri di depan cermin kamar mandi.Luka-luka di wajahnya sudah menghilang sepenuhnya. Sementara luka-luka yang lain di seluruh tubuh juga sudah hilang tak berbekas. Wajah dan se

  • Menaklukkan El Patron   1. Tawanan

    Plak"Katakan siapa namamu, j*lang!""Kau benar-benar keras kepala! Katakan siapa namamu jika tidak ingin aku semakin menyiksamu."Tamparan serta umpatan itu menggema di gudang bawah tanah tempat dimana seorang wanita di sekap dan di siksa.Sebelah mata wanita itu sudah bengkak hingga tidak mampu l

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status