共有

Menaklukkan El Patron
Menaklukkan El Patron
作者: Hans Mafaza

1. Tawanan

作者: Hans Mafaza
last update 最終更新日: 2026-02-16 10:13:28

Plak

"Katakan siapa namamu, j*lang!"

"Kau benar-benar keras kepala! Katakan siapa namamu jika tidak ingin aku semakin menyiksamu."

Tamparan serta umpatan itu menggema di gudang bawah tanah tempat dimana seorang wanita di sekap dan di siksa.

Sebelah mata wanita itu sudah bengkak hingga tidak mampu lagi terbuka. Darah mengalir dari pelipis juga sudut bibir dengan memar menghiasi kedua pipinya. Dan kini, tidak hanya warna biru keunguan saja yang mewarnai pipinya, tapi bekas tamparan yang baru saja diterima juga meninggalkan bekas berwarna merah gelap.

Kedua tangan wanita itu diikat ke belakang, sedang kakinya sudah diinjak berulang kali hingga menyisakan sakit dan nyeri luar biasa. Wanita itu kembali jatuh meringkuk setelah dipaksa duduk hanya untuk ditampar dan ditendang perutnya.

"Uhuk."

Ia terbatuk dengan memuntahkan darah segar.

Penyiksaan terhadapnya baru berhenti ketika terdengar suara langkah kaki yang berjalan mendekat menggema di lorong ruang bawah tanah itu.

Tap

Tap

Tap

Suara langkahnya terdengar tegas dengan irama beraturan. Seolah menunjukkan bahwa orang yang sedang berjalan adalah orang yang memiliki pengaruh kuat dan berbahaya.

Sedang pria yang sejak tadi menyiksa si wanita, mundur dengan sendirinya ketika seseorang masuk ke dalam sel tahanan, tempat wanita itu disekap dan di siksa.

Wanita yang tengah disiksa itu tidak mampu melihat siapa sosok yang mendatanginya. Namun, telinganya masih bisa mendengar dengan baik setiap pembicaraan yang mereka lakukan.

"Bagaimana? Apa dia sudah mengaku?"

"Belum, Patron. Wanita ini benar-benar keras kepala. Dia tidak berkata sepatah katapun sejak dia dibawa kemari."

Patron, adalah bahasa Latin yang berarti Bos, panggilan yang digunakan untuk menunjukkan rasa hormat dari anak buah kepada pemimpinnya.

"Hmm."

Pria yang dipanggil Patron itu bergumam sambil memperhatikan wanita yang sudah dihajar habis-habisan dan kini terkulai lemas di hadapannya itu.

Meski demikian wanita itu sebenarnya masih bisa membaca pergerakan dan merasakan keadaan di sekitarnya. Dan kini wanita itu juga bisa merasakan bahwa pria yang baru datang itu tengah berjongkok di hadapannya.

Tangan pria itu terulur, menyingkirkan helaian rambut yang menutupi wajahnya.

"Aku dengar wanita ini ditangkap ketika dia berada di dalam ruang pribadi Don Carlos. Apa itu benar?" Sang Patron bertanya dengan suara dingin dan datar, namun terasa begitu berwibawa dan tegas di saat yang bersamaan.

"Es verdad, Patron. Dia tidak hanya sedang berada di ruang pribadi Don Carlos. Tapi wanita ini sedang duduk di pangkuannya ketika pasukan kita melakukan penyergapan."

"Estupido! Apa salahnya aku berada di pangkuan ayahku sendiri!"

Wanita itu mengumpat mendengar laporan si anak buah. Tapi semua itu hanya bisa ia lakukan di dalam hati. Tubuhnya terlalu lemah bahkan hanya untuk menggerakkan satu jarinya saja.

"Hmm ... jadi dia adalah wanitanya Don Carlos. Pantas saja dia sangat keras kepala dan angkuh. Tapi .... "

Sang Patron menjeda kalimatnya hanya untuk berdiri dan meminta sebatang cerutu dari salah satu anak buahnya. Dengan cekatan, anak buahnya menyodorkan sebatang cerutu lalu menyalakan api dari pemantik yang sudah ia bawa.

Pria itu menyesap cerutu itu dalam-dalam, lalu menghembuskan asapnya perlahan.

"Keangkuhan dan keras kepalanya tidak akan berguna lagi di sini. Dia tetap tawananku, dan aku bisa melakukan apa saja yang aku inginkan padanya," lanjutnya.

Seorang anak buah yang lain lagi berjalan mendekat sambil menunduk penuh hormat.

"Lalu apa yang akan Anda lakukan pada wanita ini, Patron?"

Hening menjeda sejenak, membuat wanita yang diam-diam menguping itu mengira jika dirinya sudah tidak sadarkan diri karena sudah tidak mendengar apa pun lagi.

Namun, helaan napas yang terdengar membuat wanita itu sadar bahwa pembicaraan masih akan berlanjut.

"Gustavo berkata bahwa wanita ini sangat cantik. Terlalu murah jika aku hanya mengambil organnya untuk kujual ke pasar gelap."

"Si, Patron. Wanita ini memang berparas sangat cantik dengan tubuh tak kalah seksi. Tapi sekarang semuanya tertutup oleh luka dan memar," kata si anak buah membenarkan.

"Hmm."

"Perintahkan kepada kami apa yang harus kami lakukan kepada wanita ini, Patron," si anak buah berbicara lagi, seolah sudah tidak sabar untuk melakukan eksekusi setelah perintah diberikan nanti.

Akan tetapi, lagi-lagi suasana mendadak hening. Membuat wanita yang masih meringkuk di lantai itu kembali mengumpat dalam hati. Sejak tadi ia menguping. Dan sama seperti si anak buah, dirinya juga sudah tidak sabar untuk mendengar keputusan apa yang akan diberikan oleh sang bos terkait masa depannya selanjutnya.

"Bawa dia ke rumah sakit dan obati seluruh luka-lukanya. Pastikan dia pulih dalam sebulan karena aku akan menjualnya ke pasar lelang. Setidaknya uangku harus kembali setelah terlalu banyak yang harus aku keluarkan untuk mengalahkan Don Carlos."

Andai tidak sedang sekarat, semua orang pasti bisa melihat bahwa wanita yang sedang mereka bicarakan itu kini tengah tertawa terbahak-bahak sekarang. Ia bersorak dalam hati, merasa keputusan sang Patron adalah keputusan paling bodoh karena tidak menghabisinya saja saat itu juga.

Wanita itu tahu, lelang bukanlah akhir dari hidupnya. Tapi awal baru untuknya memulai perjalanan balas dendamnya.

Acara lelang yang dibicarakan oleh Sang Patron barusan, mana mungkin si wanita tidak tahu apa artinya. Ia sangat tahu. Bahkan ia tahu harus berbuat apa agar dirinya tidak berakhir mengenaskan setelah dimenangkan.

Tubuh wanita yang sudah tidak berdaya itu terasa melayang ketika diangkat untuk dipindahkan, sejalan dengan suasana hatinya yang juga diterbangkan oleh banyak rencana dan harapan.

"Jangan menyesal karena menyelamatkanku hari ini, Culero," kata wanita tawanan itu, yang hanya mampu diucapkannya dalam hatinya sendiri.

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード

最新チャプター

  • Menaklukkan El Patron   7. Lelang 2

    Tak ada yang bisa dilakukan oleh wanita tawanan selain menurut. Meski kesal, tapi ia melepaskan dua helai kain terakhir yang menutup tubuhnya di hadapan si penata rias tanpa ragu sedikitpun. Wanita tawanan itu berjalan melenggok, lalu memutar tubuhnya di hadapan penata rias. Ia memamerkan tubuh polosnya itu dengan penuh percaya diri. "Apa kau puas sekarang?" tanyanya kemudian. Si penata rias tidak menjawab. Hal itu sukses membuat wanita tawanan merasa jengah, lalu segera mengenakan dua keping kain yang bahkan tidak menutupi apapun dari tubuhnya itu. Tadinya wanita tawanan itu pikir ia akan dibawa dengan keadaan yang hampir te lan jang itu. Namun, ternyata si penata rias mengulurkan sebuah mantel beludru berwarna hitam kepadanya. "Pakai ini. Seseorang akan memintanya ketika kau akan naik ke ring," kata si penata rias. Wanita tawanan menatap tak percaya. Akan tetapi, sesaat kemudian sebuah ide muncul di benaknya begitu saja. Wanita tawanan itu mengambil lipstik di meja rias, lalu

  • Menaklukkan El Patron   6. Lelang 1

    Wanita tawanan itu dibawa ke sebuah bar terbesar di kawasan Avenida Revolution, tempat dimana lelang akan digelar malam ini. Terletak di kota Tijuana yang berbatasan langsung dengan kota San Diego, California, Avenida Revolution menjadi tempat paling strategis untuk melakukan berbagai transaksi termasuk transaksi bisnis di dunia bawah tanah.Skyline, hotel sekaligus bar dengan bangunan gedung yang menjulang tinggi nampak berdiri angkuh dengan gemerlap dan kesibukannya. Jika diperhatikan sekilas, bangunan ini hanyalah bangunan biasa sebagai perwujudan dari peradaban modern yang maju dengan tingkat kesibukan tinggi.Namun, dibalik kemewahan yang tersaji, Skyline adalah tempat di mana orang-orang melakukan apa saja demi bertahan hidup. Apa saja. Karena di balik kemewahan yang terlihat mempesona itu, Skyline di malam hari berubah menjadi tempat paling menakutkan bagi orang-orang biasa, tapi menjadi surganya orang-orang dunia bawah tanah.Sebuah aula luas di area groon floor Skyline adala

  • Menaklukkan El Patron   5. Diablita Vs Diablo atau La Reina Vs El Rey?

    El Patron tertegun. Tak pernah terbesit sedikitpun di benaknya jika si wanita tawanan akan berani menyebut namanya begitu saja. Dan sorot mata wanita itu. El Patron menemukan ada yang berbeda di sana. Tajam, berbahaya, mematikan. Namun begitu, tatapan wanita itu tetap memikat di saat yang bersamaan. El Patron melepaskan rambut si wanita tawanan dan menghempaskan kepala wanita itu begitu saja. "Kau sungguh berani, Diablita. Sebelum ini kau menyebutku Pandejo. Dan sekarang kau berani menyebut namaku. Apa kau sudah bosan hidup, Little Bit*h?" Wanita tawanan itu balas menatap tanpa gentar. Ia lalu tersenyum mengejek. "Kamu tidak akan membiarkanku mati meski kamu ingin, Mateo. Bukankah ... kamu membutuhkanku untuk mendapatkan banyak uang?" Mateo bergeming. Ia menatap wanita tawanan dengan sorot mata tajam. "Kau harus menjagaku tetap mulus tanpa cela sedikitpun jika ingin mendapat harga tinggi di acara lelang nanti. Bukankah begitu, Ma Te O?" Rahang El Patron mengeras. Ia

  • Menaklukkan El Patron   4. Mateo Aguilar Mendoza

    Si wanita tawanan mengangkat kepalanya. Ia menatap pimpinan kartel itu tanpa rasa takut sedikitpun dalam diam.Tatapan si wanita tawanan bertemu dengan tatapan tajam si pria, tapi tatapan si pria tidak membuat si wanita merasa gentar. Wanita itu balas menatap dengan tatapan yang sulit diartikan.Si pria yang tak lain adalah El Patron itu tersenyum, merasa tertarik dengan keberanian si wanita tawanan."Apa kau tahu siapa aku?" tanyanya, mencoba memancing si wanita agar mau membuka mulut.Akan tetapi, si wanita tetap bergeming. El Patron menghela napas. Ia mengambil sebatang cerutu lalu membakarnya dan menghisapnya. Asap putih keluar dari mulut El Patron ketika ia menghembuskan napasnya ke udara."Aku bukan orang yang sabar, Diablita. Tapi, kali ini aku akan menahan diri agar tidak merusak barang daganganku, yaitu ... dirimu. Jadi untuk kali ini aku akan membiarkan sikap aroganmu itu. Kau harus tahu siapa aku meski aku tidak tahu siapa kamu. Anak buahku menyebutku El Patron, sedangkan o

  • Menaklukkan El Patron   3. Bertemu El Patron

    Kota Tijuana menjadi tujuan para pengawal membawa wanita tawanan itu. Iring-iringan sebanyak tiga mobil dengan masing-masing berisi empat orang anak buah bersenjata disiapkan untuk mengawal wanita tawanan yang akan di lelang malam nanti.Akan tetapi, sebelum wanita tawanan di bawa ke tempat pelelangan, El Patron memerintahkan agar pengawal membawa wanita itu ke villa mewahnya yang terletak hanya sekitar sepuluh menit dari tempat lelang.Para pengawal yang membawa wanita tawanan itu saling lirik demi melihat betapa patuh dan tenangnya si wanita tanpa ada drama menangis atau mencoba melarikan diri seperti wanita-wanita lain yang pernah mereka tangkap sebelumnya."Apa kau tau akan dibawa kemana dirimu?" Seorang pengawal yang berada satu mobil dengan si wanita bertanya, mencoba mencairkan suasana yang sejak tadi hanya berisi keheningan saja.Wanita tawanan itu melirik tanpa minat kepada pengawal yang bertanya, lalu tersenyum kecil dan kembali menatap pada jalanan yang sedang mereka lewati

  • Menaklukkan El Patron   2. Menuju Lelang

    Sebulan kemudian ...Di sebuah ruang rumah sakit dengan penjagaan super ketat, seorang wanita menatap pantulan wajahnya sendiri di depan cermin kamar mandi.Luka-luka di wajahnya sudah menghilang sepenuhnya. Sementara luka-luka yang lain di seluruh tubuh juga sudah hilang tak berbekas. Wajah dan seluruh tubuhnya kini sudah kembali mulus seperti sebelumnya.Wanita itu tersenyum puas setelah memperhatikan seluruh bagian tubuhnya dengan seksama."Kekuatan uang memang luar biasa," gumamnya sambil mengagumi tubuh serta wajahnya sendiri di cermin."Tapi rambutku perlu sedikit dirapikan," katanya sambil mengacak rambutnya sendiri."Ck, aku perlu ke salon. Tapi bagaimana caranya?"Wanita itu mendengus kesal. Andai dirinya bukan tawanan, tentu ia sudah pergi ke salon saat itu juga. Memikirkan kenyataan yang sedang dihadapi membuat sorot mata wanita itu tiba-tiba menajam. Kejadian sebulan lalu, yang membuat hidupnya berubah dari seorang putri mafia kaya raya menjadi tawanan kembali terngiang.

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status