Share

Bab 142

Author: Skyy
last update publish date: 2026-09-18 22:39:48

Namun, pada detik terakhir, tubuh Revan bergerak.

WHOOSSH!

Sosoknya bergeser cepat dan berhasil menghindari tebasan tersebut.

Pria yang menyerang tadi langsung menyipitkan mata. Dia sama sekali tidak berhasil melihat gerakan Revan dengan jelas.

Sebelum sempat memahami apa yang terjadi, sebuah tendangan telah menghantam tepat ke perutnya.

DUAGH!

Tubuh pria itu terangkat dari tanah dan terlempar puluhan meter.

“UHUK!”

Darah menyembur dari mulutnya ketika dia menghantam tanah.

Tiga orang lainnya s
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Menantu Tak Berguna? Aku Pewaris Langit   Bab 295

    Melihat Revan akhirnya memahami maksud mereka, Tetua Lidio dan Tetua Rigo yang berada di luar Balai Kitab mengangguk puas. Keduanya kemudian saling melemparkan senyum getir sebelum menghilang dalam seberkas cahaya.Mereka hanya perlu kembali sebelum fajar menyingsing.Sebenarnya, Bayu memiliki alasan khusus ketika memberi isyarat kepada kedua tetua itu untuk membuka jalan bagi Revan.Salah satu alasan terpentingnya adalah agar Revan bisa meningkatkan kekuatannya secepat mungkin. Bagaimanapun, ujian seleksi untuk memasuki Perguruan Murid Senior akan dimulai hanya dalam waktu satu bulan.Jika Revan melewatkan kesempatan kali ini, dia harus menunggu setahun penuh untuk mengikuti ujian berikutnya.Tentu saja, mereka memiliki berbagai cara untuk menggunakan jalur khusus agar Revan bisa langsung masuk ke Perguruan Murid Senior. Namun, tindakan semacam itu berisiko membuat rahasia bahwa Revan memiliki Anugerah Dao terbongkar.Kenyataannya, persaingan semacam ini merupakan hal yang lumrah di

  • Menantu Tak Berguna? Aku Pewaris Langit   Bab 294

    Revan baru saja hendak menjawab ketika dia berbalik dan mendapati kedua tetua itu sudah menghilang. Dia menghela napas, lalu kembali melanjutkan pekerjaannya.Lantai pertama merupakan lantai dengan teknik peringkat Dasar. Sejujurnya, Revan tidak terlalu tertarik dengan teknik kultivasi yang tersimpan di sana. Bagaimanapun, teknik kultivasi dan teknik bela diri terendah yang pernah dipelajarinya sudah berada pada peringkat Luhur.Setelah membersihkan selama sekitar satu jam, Revan akhirnya menyelesaikan seluruh rak buku di lantai peringkat Dasar. Dia pun berdiri dan naik ke lantai dua.Lantai peringkat Luhur. Jumlah rak buku di lantai ini lebih sedikit dibandingkan lantai pertama, namun tetap saja cukup banyak.Token giok milik tetua yang berada di tangannya mampu membuka seluruh rak buku di Balai Kitab. Revan mulai membersihkan lantai peringkat Luhur dengan sungguh-sungguh.Selama bekerja, dia menemukan beberapa teknik bela diri yang cukup bagus. Dia bahkan sengaja memperhatikan judul

  • Menantu Tak Berguna? Aku Pewaris Langit   Bab 293

    Malam hari, tepat pada tengah malam. Tengah malam menyelimuti dunia dalam kegelapan pekat.Revan tiba di pintu masuk Balai Kitab. Tempat itu sudah tutup, tapi cahaya kuning terang masih memancar dari dalamnya."Masuklah." Suara Tetua Rigo terdengar dari dalam Balai Kitab.Revan pun melangkah masuk.Tempat itu terlihat sangat rapi. Secara logika, tidak ada bagian yang perlu dibersihkan.Di lantai pertama, Tetua Rigo dan Tetua Lidio sedang duduk di kursi batu mengelilingi sebuah meja batu. Keduanya asyik bermain catur, sementara teko teh masih terletak di samping mereka.Revan tertegun. Dia ingat betul bahwa meja dan kursi batu itu tidak ada saat terakhir kali dia berkunjung."Tetua Rigo, Tetua Lidio." Revan menangkupkan kedua tangan dan membungkuk hormat sebelum bertanya, "Bagaimana cara murid membersihkan Balai Kitab ini?"Dia benar-benar tidak mengerti. Balai Kitab sudah begitu bersih, jadi bagian mana lagi yang perlu dibersihkan?Perlu diketahui bahwa Balai Kitab merupakan tempat su

  • Menantu Tak Berguna? Aku Pewaris Langit   Bab 292

    Saat pertama kali datang ke Balai Kitab, mereka telah memperingatkannya dengan ramah. Bahkan, mereka memberinya kesempatan untuk memilih teknik kultivasi sekali lagi.Saat itu, Anugerah Dao miliknya belum bangkitk. Revan selalu mengingat kebaikan yang mereka tunjukkan kepadanya ketika dirinya masih belum berarti."Hehe... lumayan juga. Pemimpin Bayu baru saja datang ke sini," kata Tetua Rigo sambil tersenyum.Tetua Lidio menoleh untuk mengamati Revan. Sedikit keterkejutan tampak di wajahnya. "Kau benar-benar sudah mencapai Fase Roh tingkat kedelapan? Hahaha! Luar biasa. Kau bahkan mampu mengalahkan seseorang yang berada di tingkat kedua Fase Inti Langit!"Meskipun mereka berdua tidak pergi ke arena, mereka sudah mengetahui kejadian tersebut dari Bayu."Itu hanya keberuntungan," jawab Revan sambil menangkupkan kedua tangan dengan rendah hati."Entah itu keberuntungan atau bukan, kemampuanmu sudah cukup membuktikan potensimu. Selain itu..." Tetua Lidio menatapnya lekat-lekat sebelum mel

  • Menantu Tak Berguna? Aku Pewaris Langit   Bab 291

    “Revan, apakah kau keberatan dengan hukuman ini?” Suara Bayu kembali terdengar dari udara.“Murid ini menerima keputusan Pemimpin dan bersedia menjalani hukuman.” Revan membungkuk hormat. Sikapnya kini benar-benar berbeda dari caranya menghadapi kedua tetua tadi.Di hadapan Bayu, dia tampak seperti murid teladan yang menghormati guru dan menjunjung tinggi kekuatan.Bayu mengangguk puas. Sesaat kemudian, tubuhnya berubah menjadi seberkas cahaya dan menghilang dari pandangan.Revan tentu bukan orang bodoh.Menghukum dirinya dengan membersihkan Balai Kitab selama tiga bulan?Memangnya, apa yang perlu dibersihkan di tempat itu?Di sekeliling arena, orang-orang saling bertukar pandang dengan ekspresi aneh. Sementara itu, semakin banyak murid Perguruan Murid Baru berdatangan. Mereka menerima kabar dari teman-temannya dan bergegas datang untuk menyaksikan keributan tersebut.Sayangnya, ketika tiba, semuanya sudah berakhir. Mereka tak sempat menyaksikan pertarungan yang menghebohkan itu.Reva

  • Menantu Tak Berguna? Aku Pewaris Langit   Bab 290

    Bayu mengamati kerumunan tanpa tergesa-gesa memberikan tanggapan. Pandangannya kemudian beralih kepada Marcel yang masih terbaring tak sadarkan diri. Sudut bibirnya bergerak tipis.Dengan tingkat kultivasinya, dia tak perlu mendekat untuk mengetahui separah apa luka yang diderita Marcel. Cukup dengan merasakan auranya, dia sudah bisa memperkirakan kondisinya.Tanpa pil spiritual yang luar biasa, Marcel mungkin tak akan mampu bangkit dari tempat tidur selama setidaknya setengah tahun.Serangan Revan memang menjadi salah satu penyebab luka-lukanya. Namun, tamparan telapak tangan Tetua Monde juga berperan besar dalam memperparah kondisinya.Kini Marcel terkapar tak sadarkan diri, sementara empat orang lainnya berdiri dengan wajah pucat dan kepala tertunduk. Tak seorang pun berani mengucapkan sepatah kata pun.Bahkan pemimpin perguruan pun sudah turun tangan. Jelas, persoalan ini bukan masalah sepele.Sebagian besar orang yang menyaksikan kejadian itu mengira Revan sudah tamat. Sekalipun

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status