Share

Bab 237

Author: Skyy
last update publish date: 2026-10-14 19:46:09

“Adik Junior, kau benar-benar memilih teknik itu?” Suara Aluna kembali terdengar dari samping.

Dia dan pemuda tampan yang bersamanya tadi sama-sama menyadari perubahan pada formasi rak, sehingga perhatian mereka langsung tertuju kepada Revan. Keduanya tampak terkejut ketika mengetahui kitab yang dipilihnya.

Revan mengangguk tanpa ragu. “Menurutku, teknik ini cukup bagus. Jadi, aku ingin mempelajarinya.”

Aluna spontan menepuk dahinya. Di sisi lain, pemuda tampan itu hanya mengangkat sudut bibir,
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Menantu Tak Berguna? Aku Pewaris Langit   Bab 240

    Raungan Revan mengguncang ruang berbintang. Tebasan Terpadu meledak dengan kekuatan yang belum pernah dia kenali sebelumnya, seakan pada saat itu dia benar-benar memiliki kemampuan untuk menghancurkan segala sesuatu di hadapannya.Serangan Revan menghantam bintang merah raksasa itu dengan kekuatan penuh. Jejak emas Tebasan Terpadu menerjang permukaannya, tetapi bintang tersebut nyaris tidak bergeming. Hanya beberapa retakan tipis yang muncul, kerusakan yang tampak terlalu kecil untuk membawa perubahan berarti.Namun, tepat ketika Revan mengira serangannya sia-sia, sesuatu di dalam bintang itu mendadak bergerak.Kekuatan misterius meledak dari pusatnya, begitu dahsyat hingga langsung beresonansi dengan cahaya keemasan di tangan Revan. Kedua kekuatan itu saling menyambut, lalu berpadu menjadi gelombang energi yang jauh melampaui serangan sebelumnya.Revan merasakan perubahan tersebut. Matanya memerah, sementara seluruh otot tubuhnya menegang saat dia mengerahkan sisa tenaga tanpa menaha

  • Menantu Tak Berguna? Aku Pewaris Langit   Bab 239

    “Lintasan Rasi dan Tatanan Langit.... Mari kita lihat kemampuanmu yang sebenarnya.”Revan membuka sampul kitab tersebut. Dari luar, buku itu tampak masih utuh, tetapi halaman-halamannya sudah menguning karena usia. Bau kertas tua yang lembap pun tercium samar ketika dia mulai membalik lembar demi lembar.Sebelum penggunaan lempengan giok menjadi umum, berbagai teknik kultivasi kuno diwariskan melalui naskah tertulis atau ukiran pada batu. Kitab di tangan Revan jelas termasuk peninggalan dari masa tersebut.Dia membaca dengan teliti, berusaha memahami setiap uraian yang tersisa. Namun, semakin jauh dia membalik halaman, semakin dalam kerutan di dahinya. Ekspresinya yang semula penuh harapan perlahan berubah serius.Satu jam berlalu sebelum akhirnya Revan menutup kitab itu sejenak. “Isinya bahkan tidak mencapai tujuh puluh persen.... Terlalu banyak bagian penting yang hilang.”Dia mengusap wajahnya dengan frustasi. Baru sekarang dia benar-benar menyadari betapa parah kerusakan teknik te

  • Menantu Tak Berguna? Aku Pewaris Langit   Bab 238

    Salah seorang tetua akhirnya membuka suara. “Kau sudah menemukan teknik yang ingin dipilih?”Revan tersenyum dan mengangguk. “Sudah.”“Teknik apa yang kau ambil?” tanya tetua lainnya, tak mampu menahan rasa penasarannya.“Lintasan Rasi dan Tatanan Langit.”Kedua pria tua itu seketika terdiam. Mereka berusaha mempertahankan ketenangan, tetapi nama teknik tersebut jelas membuat mereka terkejut.Dari sekian banyak teknik kultivasi tingkat Agung yang tersedia, mengapa pemuda ini justru memilih teknik yang terkenal sulit dikuasai?Kedua tetua memahami betul masalah di balik teknik tersebut. Isinya tidak lengkap, bagian terpentingnya telah hilang, dan selama bertahun-tahun belum ada seorang pun yang berhasil menguasainya. Kesempatan memperoleh teknik tingkat Agung yang begitu langka seakan terbuang sia-sia.Salah seorang tetua menghela napas, lalu menatap Revan dengan ekspresi prihatin.“Teknik itu sangat sulit dipelajari. Bahkan, bisa dibilang hampir mustahil untuk dikuasai dalam kondisi s

  • Menantu Tak Berguna? Aku Pewaris Langit   Bab 237

    “Adik Junior, kau benar-benar memilih teknik itu?” Suara Aluna kembali terdengar dari samping.Dia dan pemuda tampan yang bersamanya tadi sama-sama menyadari perubahan pada formasi rak, sehingga perhatian mereka langsung tertuju kepada Revan. Keduanya tampak terkejut ketika mengetahui kitab yang dipilihnya.Revan mengangguk tanpa ragu. “Menurutku, teknik ini cukup bagus. Jadi, aku ingin mempelajarinya.”Aluna spontan menepuk dahinya. Di sisi lain, pemuda tampan itu hanya mengangkat sudut bibir, lalu menggeleng pelan sebelum kembali melanjutkan pencariannya. Sikap Revan jelas berada di luar perkiraannya.“Bukankah tadi sudah kuingatkan agar kau memilih dengan cermat?” Aluna menatap kitab di tangan Revan dengan ekspresi tak habis pikir. “Kesempatan memasuki lantai tiga dan mengambil teknik kultivasi tingkat Agung itu sangat langka. Kau tahu berapa banyak usaha yang diperlukan untuk mengumpulkan lima ratus poin kontribusi?”Dia menunjuk kitab tersebut, seakan masih berharap Revan menyada

  • Menantu Tak Berguna? Aku Pewaris Langit   Bab 236

    Setelah mengamati deretan rak tersebut, dia mulai memahami cara koleksi di lantai tiga dikelompokkan. Namun, satu masalah masih belum terpecahkan, bagaimana cara mengambil buku yang diinginkannya?“Setelah menentukan teknik yang ingin kau pilih, keluarkan token giokmu dan letakkan pada bagian cekung di rak buku.”Suara seorang wanita terdengar dari samping.Revan menoleh dan mendapati wanita cantik yang sebelumnya berada bersama kultivator pria itu sedang tersenyum kepadanya.“Terima kasih atas petunjuknya, Kakak Senior.” Dia merapatkan kedua tangan sebagai tanda hormat.Wanita itu membalas dengan senyum lebar. Pembawaannya santai dan terbuka, tanpa sedikit pun sikap angkuh yang sering dijumpai pada kultivator berkekuatan tinggi.“Adik Junior, apa kau juara seleksi tahun ini?”Revan mengangguk.“Pantas saja. Aku sempat mendengar bahwa juara pertama seleksi murid baru tahun ini hanyalah pemuda yang baru mencapai tingkat ketujuh Fase Roh. Tak kusangka orangnya ternyata kau.” Wanita itu

  • Menantu Tak Berguna? Aku Pewaris Langit   Bab 235

    Setiap lantai Balai Kitab dilindungi oleh formasi pembatas. Hanya dua tetua yang berjaga di pintu masuk yang mengetahui cara melewatinya. Setiap kali seseorang hendak memasuki lantai tertentu, kedua tetua itu akan mengaktifkan token giok untuk membuka akses.Syarat memasuki setiap lantai juga sangat ketat. Lantai pertama menyimpan teknik kultivasi tingkat Dasar, dengan biaya penukaran dua puluh poin kontribusi.Lantai kedua diperuntukkan bagi teknik tingkat Luhur, dengan biaya yang berbeda sesuai kualitasnya. Seratus poin untuk tingkat rendah, seratus lima puluh poin untuk tingkat menengah, dan tiga ratus poin untuk tingkat tinggi.Adapun lantai tiga menyimpan teknik kultivasi tingkat Agung. Bahkan untuk memilih teknik dengan kualitas terendah sekalipun, seseorang harus memiliki lima ratus poin kontribusi. Persyaratan lantai-lantai berikutnya tentu jauh lebih berat.Karena itulah, melihat Revan naik ke lantai tiga tanpa kesulitan membuat para murid tercengang.“Dia benar-benar naik! A

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status