Compartir

Bab 341

Autor: Skyy
last update Fecha de publicación: 2026-11-08 21:22:17

Malam itu seolah ditakdirkan menjadi malam tanpa tidur.

Tak seorang pun di seluruh Keluarga Draksa bisa memejamkan mata seperti biasanya. Bahkan para pelayan pun merasakan kegelisahan yang sama.

Sebenarnya, semua orang sudah mengetahui kedatangan Dwiki dan Tio.

Sekalipun Revan kalah dalam pertarungan besok, Keluarga Cakrawala tidak akan berani bertindak gegabah terhadap Keluarga Draksa selama kedua ahli Fase Surga itu masih berada di sana.

Setelah mereka pergi, Keluarga Draksa bisa diam-diam me
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Menantu Tak Berguna? Aku Pewaris Langit   Bab 342

    Waktu berlalu begitu cepat. Tanpa terasa, matahari sudah lama terbit dan langit semakin cerah.Pertarungan antara Revan dan Arya dijadwalkan berlangsung tepat tengah hari.Masih ada satu jam sebelum duel dimulai.Namun, area arena di luar Kediaman Penguasa Kota sudah dipadati orang. Hanya saja, suasananya kali ini berbeda dari sebelumnya.Saat pertarungan Revan melawan Naraka berlangsung, atau ketika dia membunuh murid Perguruan Nirakasa—Bagas,para penonton berdesakan mendekati arena. Mereka ingin menyaksikan setiap gerakan dengan jelas, takut melewatkan satu momen pun.Namun, kali ini mereka justru menjaga jarak dari arena. Mereka khawatir akan terseret dalam pertarungan dan menjadi korban. Bagaimanapun, bentrokan singkat antara Revan dan Arya kemarin saja sudah menimbulkan keributan luar biasa hingga membuat semua orang ketakutan."Menurut kalian, siapa yang akan menang hari ini?""Kurasa Arya. Tingkat kultivasinya jauh lebih tinggi daripada Revan. Dia sudah mencapai Fase Inti Langi

  • Menantu Tak Berguna? Aku Pewaris Langit   Bab 341

    Malam itu seolah ditakdirkan menjadi malam tanpa tidur.Tak seorang pun di seluruh Keluarga Draksa bisa memejamkan mata seperti biasanya. Bahkan para pelayan pun merasakan kegelisahan yang sama.Sebenarnya, semua orang sudah mengetahui kedatangan Dwiki dan Tio.Sekalipun Revan kalah dalam pertarungan besok, Keluarga Cakrawala tidak akan berani bertindak gegabah terhadap Keluarga Draksa selama kedua ahli Fase Surga itu masih berada di sana.Setelah mereka pergi, Keluarga Draksa bisa diam-diam meninggalkan Kota Jayagiri dan mencari tempat tinggal baru. Namun, bukan itu yang paling mereka khawatirkan sekarang.Satu-satunya hal yang terus memenuhi pikiran mereka adalah, apakah Revan mampu memenangkan pertarungan besok?***Kota Jayagiri, Kediaman Keluarga Cakrawala.Arya juga sedang memasang wajah serius. Sejak awal, dia ingin segera berhadapan dengan Revan, menginjak-injaknya, lalu menyiksanya tanpa ampun. Namun, dia tidak pernah menyangka bahwa mantan pecundang itu kini mampu menahan sa

  • Menantu Tak Berguna? Aku Pewaris Langit   Bab 340

    "Seharusnya aku menghabiskan lebih banyak waktu untuk memperkuat fondasiku di tahap awal tingkat kesembilan Fase Roh. Namun, dalam situasi sekarang, aku harus memprioritaskan peningkatan kultivasi." Revan bergumam pelan.Mencapai tingkat kultivasi yang lebih tinggi akan meningkatkan kekuatannya sekaligus memberikan banyak keuntungan untuk perkembangan selanjutnya.Tentu saja, manfaat tersebut hanya berlaku dalam lingkup tingkat kultivasi yang sedang dijalaninya. Jika dia terus menerobos ke tingkat berikutnya, peningkatan kekuatannya akan jauh lebih terasa.Karena itu, kali ini Revan memutuskan untuk tidak lagi menahan kultivasinya. Dia akan membiarkan dirinya menerobos. Bagaimanapun, lawannya adalah Arya, adik kandungnya sendiri sekaligus orang yang paling dibencinya.Revan memejamkan mata. Auranya mendadak melonjak liar, lalu menyusut dengan cepat sebelum kembali bergejolak. Dia terus mempertahankan kondisi tersebut tanpa henti.Enam jam berlalu.Langit mulai diselimuti cahaya redup

  • Menantu Tak Berguna? Aku Pewaris Langit   Bab 339

    Susunan ruangannya masih sama seperti dahulu. Bedanya, kini seluruh tempat itu bersih tanpa setitik debu pun.Revan langsung menyadari bahwa seseorang pasti rutin membersihkannya. "Gadis ini..."Dia tersenyum getir. Ada perasaan hangat yang sulit dijelaskan memenuhi hatinya. Ternyata, diperhatikan oleh seseorang bisa terasa begitu menyenangkan.Revan kemudian duduk bersila. Dia mengerahkan Kesadaran Spiritualnya dan memasuki Cincin Langit.Selama perjalanan menuju Kota Jayagiri, dia berkali-kali memadatkan kekuatan spiritual untuk memurnikan dirinya. Berkat proses itu, kultivasinya berhasil menembus tingkat kesembilan Fase Roh, tepatnya tahap awal.Namun, setelah berhadapan langsung dengan Arya siang tadi, Revan kembali memperhitungkan kekuatan adiknya itu. Kemungkinan besar, kekuatan Arya sedikit lebih unggul darinya. Tentu saja, hasil pertarungan sesungguhnya tetap bergantung pada siapa yang memiliki kartu truf lebih kuat.Jika Revan menggabungkan Gerakan Kilat dengan Tebasan Terpad

  • Menantu Tak Berguna? Aku Pewaris Langit   Bab 338

    Sebenarnya, Mandra sudah memerintahkan para pelayan menyiapkan jamuan makan bahkan sebelum rombongan itu kembali.Malam ini, Keluarga Draksa mengadakan perayaan besar-besaran. Mereka mengeluarkan hampir seluruh barang berharga yang selama bertahun-tahun tersimpan di gudang keluarga. Bahkan, mereka mengerahkan orang untuk membeli berbagai bahan makanan terbaik dengan menggunakan Kristal Langit dalam jumlah besar.Jamuan makan malam itu disiapkan dengan sangat mewah.Keluarga Draksa menyediakan tiga meja makan. Namun, hidangan di meja utama jelas jauh lebih istimewa dibandingkan dua meja lainnya.Tama, Mandra, Revan, Dwiki, Tio, dan Nayara menempati meja utama.Kali ini, bahkan para tetua keluarga ditempatkan di meja yang berbeda. Sementara itu, keturunan langsung Keluarga Draksa lainnya bahkan tidak mendapat tempat di meja makan.Awalnya, Nayara tidak ingin menghadiri jamuan tersebut. Namun, Revan bersikeras membujuknya hingga akhirnya berhasil membawanya. Bahkan, Revan sempat menyatak

  • Menantu Tak Berguna? Aku Pewaris Langit   Bab 337

    Di aula utama Kediaman Keluarga Draksa, Dwiki dan Tio duduk di kursi kehormatan.Di hadapan mereka, Tama, Mandra, serta sejumlah tetua Keluarga Draksa duduk dengan sikap hormat.Revan juga berada di antara mereka. Dia duduk di bangku bagian bawah, tempat yang biasanya diperuntukkan bagi para tetua keluarga."Kali ini, kami sungguh berhutang budi kepada kedua Senior atas bantuan kalian."Tama kembali menangkupkan kedua tangan dan menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Dwiki serta Tio.Rombongan itu telah kembali ke Kediaman Keluarga Draksa selama setengah jam.Tama sudah mendengar seluruh kejadian di arena. Saking gembiranya, dia nyaris tidak bisa menahan luapan emosinya. Dia benar-benar tidak menyangka Revan berhasil mengundang dua ahli Fase Surga untuk datang membantu mereka.Dengan kehadiran kedua senior itu, keadaan kini jauh lebih menguntungkan. Sekalipun Arya memiliki seorang guru yang juga berada di Fase Surga, lalu kenapa?Keduanya merupakan tetua Perguruan Sangkara. Baik dar

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status