Share

Bab 97

Author: Skyy
last update publish date: 2026-09-07 22:17:46

Pemandangan tersebut membuat seluruh arena terdiam sejenak sebelum suara keterkejutan mulai terdengar dari berbagai penjuru.

“Bagas ternyata pengecut juga! Dia benar-benar berlutut dan memohon ampun!”

“Revan terlalu kuat. Dia sampai berhasil memaksa murid Perguruan Nirakasa menyerah seperti itu!”

“Bukankah tadi ada yang mengatakan Revan tidak berguna?”

Para anggota Keluarga Draksa akhirnya bisa bernapas lega. Sejak Bagas mengonsumsi Pil Pelepas Batas, mereka terus menahan kecemasan dan nyaris t
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Menantu Tak Berguna? Aku Pewaris Langit   Bab 175

    Revan sama sekali tidak terpengaruh. “Aku cuma bilang ingin menantangmu. Soal aku sedang mencari mati atau tidak, kau tidak perlu mengingatkanku.”“Bagus. Kalau begitu, lebih baik kau mati!” Murid itu langsung melompat ke atas arena.Debu beterbangan saat kedua kakinya menghantam permukaan panggung.“Bocah, aku sudah berada di Perguruan Sangkara selama lima tahun. Selama itu, belum pernah kulihat murid yang baru datang dan sudah berani bertingkah sepertimu!”Amarah memenuhi suara murid tersebut.Lima tahun berada di Perguruan Sangkara membuatnya terbiasa dihormati. Kini, seorang pemuda yang bahkan belum resmi menjadi murid perguruan justru terang-terangan menantangnya. Bagaimana mungkin dia menerimanya begitu saja?Para kultivator yang belum mencapai Fase Surga memiliki umur yang terbatas. Karena itu, murid Perguruan Sangkara yang tidak mengalami peningkatan berarti dalam waktu lama biasanya tidak akan selamanya bertahan sebagai murid perguruan.Sebagian akan ditugaskan mengurus berb

  • Menantu Tak Berguna? Aku Pewaris Langit   Bab 174

    Revan perlahan memutar tubuh. Tatapannya jatuh lurus kepada pria tersebut, dingin dan sulit dibaca.Beberapa detik berlalu sebelum dia bertanya tenang, “Kau bicara denganku?”“Jadi kau tidak tuli.” Murid itu mencibir. “Kupikir kau benar-benar tidak mendengar. Kalau begitu, segera mulai pertandingannya. Setelah itu turun dari arena.”Sikapnya penuh kesombongan. Dia sama sekali tidak menganggap Revan sebagai lawan yang perlu diperhitungkan. Dia tahu Revan hanya mengumpulkan sembilan poin dan berada di tingkat ketujuh Fase Roh.Lalu kenapa?Pria itu mampu menjadi pemimpin sepuluh murid luar yang bertugas di arena ini. Kekuatannya sendiri sudah mencapai tingkat kesembilan Fase Roh, dua tingkat di atas Revan. Di dunia kultivasi, kekuatan menentukan seberapa besar seseorang berhak membuka mulut.“Jadi...” Revan menatapnya tanpa berkedip. “Orang tuli yang kau maksud tadi adalah aku?”Suaranya datar, nyaris tanpa emosi. Sulit ditebak apakah dia sedang menyindir atau benar-benar tersinggung.M

  • Menantu Tak Berguna? Aku Pewaris Langit   Bab 173

    “Revan, ternyata kau juga ada di sini. Kebetulan sekali, aku baru saja selesai bertarung. Kondisiku juga belum pulih sepenuhnya.” Daren menelan ludah. “Kalau begitu... bagaimana kalau aku mengalah saja?”Wajahnya hampir menangis. Dia tahu dirinya sama sekali tidak punya peluang melawan Revan. Bahkan menyerah sejak awal terasa jauh lebih masuk akal. Kalau benar-benar bertarung, dia mungkin tidak perlu menghadapi peserta lain lagi karena Revan sudah cukup untuk membuatnya babak belur.“Ah… mengalah begitu saja?” Alis Revan terangkat. Nada suaranya langsung berubah dingin. “Kemari, aku cuma ingin tahu kenapa kau bisa ada di sini.”Daren hanya bisa menelan kepahitan itu. Dia tidak berani membantah. Dengan patuh, Daren berjalan menghampiri Revan.Para peserta di sekitar mereka mulai saling melirik.Melihat sikap Daren, mereka segera memahami satu hal. Kedua orang itu jelas sudah saling mengenal sebelumnya.Namun, ada sesuatu yang membuat Revan penasaran.Hubungan Daren dengan Arvin sebenar

  • Menantu Tak Berguna? Aku Pewaris Langit   Bab 172

    Saat Revan sedang memikirkan hal tersebut, salah satu dari sepuluh murid luar melangkah maju.Dari auranya, kultivasi murid tersebut berada di sekitar tingkat sembilan Fase Roh. Melihat posisi dan caranya berbicara, dia tampaknya merupakan pemimpin dari sepuluh murid yang ditugaskan mengawasi arena ini.“Saudara-saudara, inilah tahap akhir seleksi untuk menjadi murid luar.” Suaranya menggema ke seluruh arena. “Sebagian dari kalian mungkin merasa sistem penilaian ini tidak adil karena nilai awal setiap orang berbeda. Namun, itulah aturan yang berlaku.”Dia kemudian melanjutkan, “Seperti yang telah disampaikan Tetua Harsa, dua puluh peserta dengan nilai tertinggi di setiap arena akan menjadi murid resmi. Masing-masing dari kalian memiliki sepuluh kesempatan untuk menantang peserta lain. Sekarang, siapa yang ingin maju lebih dahulu?”Nada bicaranya terdengar tegas dan sedikit merendahkan, seperti seorang senior yang sedang memberikan instruksi kepada murid di bawahnya.Revan tidak tertar

  • Menantu Tak Berguna? Aku Pewaris Langit   Bab 171

    Keesokan paginya, sejak matahari belum terlalu tinggi, para peserta sudah meninggalkan area istirahat.Dengan dipandu para pengurus dan murid luar Perguruan Sangkara, mereka menuju lokasi ujian praktik terakhir. Begitu tiba di area arena murid luar, suasana langsung membuat banyak peserta terdiam.Ratusan murid luar berjubah biru berdiri mengelilingi tempat tersebut. Aura yang mereka pancarkan tidak lemah, bahkan kultivasi terendah di antara mereka telah mencapai tingkat delapan Fase Roh.Tempat itu juga jauh berbeda dari arena biasa.Revan mengangkat pandangan dan melihat puluhan arena berukuran besar terbentang di hadapannya. Seluruh permukaannya tersusun dari batu bata abu-abu yang kokoh, di tengah kompleks tersebut berdiri sebuah arena utama yang ukurannya jauh lebih besar dan tampak paling megah.Pemandangan itu membuat banyak peserta terkesan. Bahkan para keturunan langsung dari keluarga-keluarga besar pun tidak dapat menahan diri untuk melihat sekeliling.Saat kerumunan masih s

  • Menantu Tak Berguna? Aku Pewaris Langit   Bab 170

    Pemeriksaan terus berlanjut.Beberapa peserta yang sebelumnya tidak dikenal mulai menunjukkan tingkat kultivasi yang cukup tinggi. Namun, kebanyakan dari mereka sudah berusia relatif lebih tua dibandingkan para jenius muda yang menjadi pusat perhatian.Ternyata ada beberapa keluarga yang sengaja menyembunyikan kekuatan sebenarnya. Meski begitu, hanya dua orang yang diketahui memiliki tingkat kultivasi di atas tingkat delapan Fase Roh, sementara sebagian besar lainnya berada di sekitar tingkat tujuh.Setelah mengamati seluruh peserta, Revan akhirnya mendapatkan gambaran yang cukup jelas.Menurutnya, hanya Livia dan Arvin yang benar-benar bisa menjadi ancaman.‘Tingkat delapan Fase Roh?’ Revan tidak merasa gentar sedikit pun.Waktu terus berlalu hingga seluruh peserta menyelesaikan pemeriksaan.Ketika matahari sudah tinggi di langit, Harsa akhirnya memeriksa hasil yang terkumpul sebelum mengangguk kecil. “Ujian hari ini selesai. Selanjutnya, kami akan memberikan penilaian berdasarkan us

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status