Share

MJM 37

last update Petsa ng paglalathala: 2026-06-09 10:14:13

"Mbak Aisyah, Pak Rudi mungkin bisa meyakinkan keluarganya," hibur Bu Halimah.

Aisyah yang saat itu tak bercadar, tersenyum samar. Sejenak ruangan itu mendadak hening. Bu Halimah memang mengenal Rudi sudah lama. Sebagai donatur yang dermawan dan pria yang baik, tapi ia memang tidak tahu bagaimana dengan keluarganya. Bahkan belum tahu wajah Aisyah saja, pria itu sudah berniat serius. Pasti dia bukan pria yang hanya main-main.

"Maaf, bukannya saya mau ikut campur atau mengatur. Mbak Aisyah masih
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (50)
goodnovel comment avatar
AlbyMalik
ga usah kepo ranggaaaaaaa pergiii sono
goodnovel comment avatar
Saraswati
saat itu menikah lah, namun tidak dengan cinta, tapi cukup mengetahui kalau laki2 tersebut penyayang dan bertanggungjawab. cinta pun datang kemudian ...️
goodnovel comment avatar
Helmy Rafisqy Pambudi
eee iy selain mas bintang ada mas Zein yg masih ?? ya dia Mash perjaka atau duda atau apa ya..bisa berjodoh ma Maria..Rangga kalo km bisa kn bisa tes DNA tu ma si a'im..ambil rambutnya kan pas GK ada maria
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Mencari Jejak Maria   Season2 - 232

    Dan yang paling menusuk indra penciuman Zahra adalah aroma tubuhnya. Saat pria itu bergeser mendekat, ia mencium wangi parfum mahal yang sangat berkelas. Postur tubuh Zein yang tegap kini terlihat sangat dominan tanpa balutan pakaian lusuh yang biasa ia kenakan untuk menyamar. Dada Zahra mendadak berdesir hebat. Rasa panas dingin yang aneh mendadak menjalar ke seluruh permukaan kulitnya. Duh, ada apa dengan jantungku?"Bang Zein? Masya Allah, saya hampir nggak mengenali Abang," ujar Zahra ramah. Berusaha mengendalikan diri demi menutupi rasa gugup yang luar biasa.Zein terkekeh rendah, suara tawanya terdengar sangat maskulin di telinga Zahra. "Kenapa, Mbak? Apa penampilan saya hari ini terlihat aneh?""Eh, bukan! Sama sekali nggak aneh, Bang. Hanya berbeda sekali. Saya pikir Abang belum sampai.""Saya sudah sampai sini sejak setengah jam yang lalu, Mbak," jawab Zein, matanya menatap Zahra dengan binar lembut yang meneduhkan. Zahra melihat jam tangannya. "Hmm, saya juga nggak telat d

  • Mencari Jejak Maria   Season2 - 231

    Aurel memang tidak akan menghina status sosial seseorang, tapi sifat cerewet dan kejahilannya yang tingkat tinggi dipastikan akan membuat telinga Zahra tergelitik.🖤LS🖤"Zahra, aku pergi dulu, ya," pamit Aurel mengintip sedikit dari pintu."Sudah dijemput?" Zahra menghampiri."Sudah, itu." Aurel memandang mobil yang berhenti di luar pagar kosan. Pemiliknya seorang teman mereka yang asli Surabaya. Zahra dan Aurel sebenarnya juga sudah bisa nyetir mobil. Tapi di Surabaya, mereka berdua berlaku seperti anak kosan pada umumnya."Ya, sudah. Hati-hati di jalan.""Oke." Aurel melangkah pergi. Salah seorang teman di mobil berteriak, kenapa Zahra tidak ikut. Gadis itu tersenyum sambil melambaikan tangannya.Setelah mereka pergi, Zahra langsung beranjak untuk bersiap-siap. Ia membuka lemari pakaian lebar-lebar.Sepasang matanya bergerak memperhatikan tumpukan bajunya. Gaun terusan floral? Terlalu mencolok. Gamis? Eh, jangan. Kemeja formal putih? Seperti mau sidang skripsi. Mengapa mendadak me

  • Mencari Jejak Maria   Season2 - 230

    Zein - 4 Penampilan Berbeda [Mbak Zahra, besok saya tunggu di Foodcourt Galaxy Mall lantai 3, ya. Jam 12.]Layar ponsel di atas meja belajar menyala, menampilkan sebaris pesan singkat yang dikirimkan oleh kontak bernama "Bang Zein" tepat pukul tujuh malam. Zahra menatap pendar cahaya itu sesaat setelah ia selesai melipat mukena pasca menunaikan salat isya. Kamar kosnya yang hening mendadak terasa sedikit berbeda, ada desir aneh yang menggelitik dadanya. Dengan cekatan, Zahra mengetik jawaban singkat.[Oke, Bang.]Kemudian Zein membalasnya dengan emoticon jempol.Setelah termangu beberapa saat memandangi layar yang kembali gelap, Zahra menghela napas pelan. Ia melangkah menuju meja belajar, menarik kursi kayu lalu duduk menghadap sebungkus nasi Padang dengan lauk rendang yang tadi sore ia beli bersama Aurel. Harum pekat gulai dan sambal ijo seolah menguap, kalah telak oleh isi kepalanya yang mendadak riuh.Zahra dan Aurel memang tidak berbagi satu kamar yang sama. Sejak awal menginj

  • Mencari Jejak Maria   Season2 - 229

    Tidak lama lagi ia harus meninggalkan trotoar depan kampus selamanya. Setelah operasi penindakan pecah, identitas 'Abang Donat' akan terkubur. Sebab ia harus kembali ke markas pusat di Jakarta untuk tugas rahasia baru yang telah menantinya.Namun hati kecilnya memberontak. Zein sadar, ia tidak ingin kehilangan Zahra. Kali ini ia harus mencari cara agar tetap bisa terhubung dengan gadis itu pasca-operasi selesai. Sebuah rencana baru mulai ia susun di kepala.Zein akan melempar alibi bahwa ia mendapatkan panggilan kerja kantoran di Jakarta. Mau tidak mau, ia harus menampilkan sisi dirinya yang rapi. Zein berpikir secara logis dan realistis, di zaman sekarang mana ada gadis muda berpendidikan yang mau berkomitmen jangka panjang dengan pria berpenampilan miskin seperti tukang donat jalanan seperti dirinya. Itu adalah realitas yang lumrah.Wanita menginginkan pasangan yang mapan adalah hal yang normal. Dan orang tua mana pun pasti mendambakan menantu yang memiliki masa depan setara untuk a

  • Mencari Jejak Maria   Season2 - 228

    Namun Zahra dengan cepat mengulas senyum. "Tapi alhamdulillah, saya beruntung sekali, Bang. Papa sambung saya, papanya Aurel itu orangnya luar biasa baik. Beliau memperlakukan saya persis seperti anak kandungnya sendiri. Nggak pernah membeda-bedakan saya dengan Aurel. Kasih sayangnya tulus."Zein manggut-manggut penuh perhatian. "Alhamdulillah kalau begitu. Mbak, memiliki keluarga yang harmonis.""Iya, Bang. Di Tulungagung dan daerah Papar sana, Bunda saya juga mengelola toko roti. Jualan donat juga, lho," cerita Zahra dengan binar bangga di matanya.Mendengar kata 'donat', jiwa Zein yang menyamar mendadak terusik secara jenaka. Ia menunjuk gerobak putihnya sendiri dengan jempol tangan. "Wah, menarik ini. Kalau boleh jujur, donat di toko Bundanya Mbak Zahra, kalau dibanding dengan donat dagangan saya ini, enak mana?"Zahra tertegun sejenak. Ia menatap Zein, lalu menatap kotak donat di tangannya. Dengan wajah tanpa dosa dan kejujuran yang biasa ia terapkan. Zahra menjawab, "Hmm, kalau

  • Mencari Jejak Maria   Season2 - 227

    Zein- 3 PDKTPagi itu udara Surabaya terasa sedikit lebih ramah. Semburat sinar matahari yang hangat menyentuh pucuk-pucuk pohon Sonokembang yang tumbuh berjajar di sepanjang trotoar.Dari balik topi, sepasang mata Zein memperhatikan sosok yang melangkah sekitar seratus meter di ujung sana.Dada sang intelejen berdesir. Gadis berhijab navy itu berjalan sendirian pagi ini. Tidak ada sosok teman yang biasa berangkat bersamanya. Langkah Zahra tampak lebih santai, dengan sebuah buku tebal yang didekap erat di depan dada.Begitu jarak kian mendekat, sepasang mata jernih itu bertatapan langsung dengan matanya. Ada binar kelegaan yang tidak bisa disembunyikan dari wajah Zahra saat melihat gerobak "Donat Kampung Maknyus" kembali bertengger di posisi seperti biasanya."Assalamu'alaikum, Bang, saya pikir hari ini nggak jualan lagi," sapa Zahra. Suaranya selembut desau angin pagi yang menyegarkan dada Zein."Wa'alaikumsalam, Mbak Zahra," Zein membalas dengan senyuman wajar. Ia menekan rapat-rap

  • Mencari Jejak Maria   MJM 3

    MARIA- 3 Apa itu poligami?"Bu, apa itu sebenarnya poligami?" Maria bertanya dengan suara lirih, karena di serambi depan ada beberapa orang bapak-bapak yang duduk ngobrol. Suami Bu Nafisah pun ada di sana.Bu Nafisah, sosok yang disegani di komplek perumahan itu tersentak kecil. Ia menatap Maria d

  • Mencari Jejak Maria   MJM 2

    MARIA- 2 Hanya Tanggung Jawab "Maria," panggil Rangga kian merunduk begitu dekat dengan wajahnya."Iya," jawab Maria yang tidak mungkin pura-pura tak mendengar. Selama ini Maria sangat peka dengan suaminya. Tidak ada panggilan yang lambat dijawabnya.Ia membalikkan tubuh setelah menarik napas pan

  • Mencari Jejak Maria   MJM 1

    MARIA- 1 Delapan Minggu "8 Minggu." Tangan Maria gemetar memegang hasil pemeriksaan atas nama Ny. Tamara yang ditemukan di dashboard mobil.Dada wanita yang mengenakan pasmina biru itu berdegup kencang. Matanya juga memanas. "Oh, jadi dia hamil," ujarnya lirih lantas melipat kembali kertas itu da

  • Mencari Jejak Maria   MJM 69

    "Sebelum ke sini, A'im sudah pernah diajak pergi ke mana?" tanya Rangga menoleh pada Maria."Belum," jawab Maria singkat.Ini kali pertama dalam hidup Ibrahim, bocah itu menginjakkan kaki di sebuah tempat wisata megah seperti ini. Selama ini, Maria hanya mengajaknya berjalan-jalan di taman kota yan

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status