共有

MJM 50

last update 公開日: 2026-06-14 08:48:47

MARIA

- 24 Rindu

Semburat jingga di ufuk barat perlahan memudar, berganti dengan kabut dan udara dingin khas lereng pegunungan. Dari kursi rotan di teras, Bu Hasna mengedarkan pandangan di rumah kontrakan satu lantai milik putranya yang berdesain minimalis modern. Halamannya yang tidak terlalu luas tertata sangat asri, dipenuhi beberapa pot tanaman hijau yang menyegarkan mata.

Di sampingnya Pak Ali duduk tenang mengenakan sarung dan baju koko lengan panjang. Pria itu terlihat biasa saja, padah
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (10)
goodnovel comment avatar
Helmy Rafisqy Pambudi
habis cerai kumpul m temen2 tertawa gak sedih ya si Tamara..Brati mng orang gak waras dia y
goodnovel comment avatar
Helmy Rafisqy Pambudi
bakln ketemu trs SMA orng yg dah nyakitin km ya mar..trs mau pergi jangn hadapi aja oke
goodnovel comment avatar
Adfazha
Maria sblm meet up sm ortu angkatnya mlh ktmu jalangkung Untung Tamara gk liat ya mskipun bercadar ttp aja nyesek kna Maria lom tau klo Rangga udh duda kedua x
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Mencari Jejak Maria   MJM 82

    Melihat ketidakmengertian Rangga, si mbak akhirnya mengambilkan ukuran standar saja. Rangga sendiri tak bertanya lagi dan langsung membayar. Setelah itu pergi. Dipikir tadi, apa yang dibilang Maria sudah cukup. Ternyata banyak sekali pilihannya. Sesampainya di kamar, Rangga memberikan kresek hitam pada Maria. "Ini, Maria. Semoga tidak salah. Aku mau sholat subuh di mushola dulu.""Iya, makasih, Mas." Maria langsung ke kamar mandi, untungnya dia membawa celana dalam untuk ganti. Rangga melangkah keluar hendak ke mushola. Sedangkan Bu Hasna menunggui Pak Ali yang sedang salat sambil duduk.Beberapa menit kemudian Rangga dan Maria bersiap-siap untuk kembali ke Malang. "Biar A'im kugendong," kata Rangga mendekati ranjang, lalu membungkuk perlahan untuk mengangkat tubuh Ibrahim yang masih terlelap. Gerakan itu membuat sang bocah terusik."Bunda," rengek Ibrahim manja, matanya masih terpejam erat sementara alis kecilnya bertaut, merasa tidurnya diganggu.Namun setelah merasakan rengkuhan

  • Mencari Jejak Maria   MJM 81

    Setelah sempat ragu karena khawatir Maria salah paham, akhirnya Rangga berbaring juga di atas karpet. Memang di luar sangat dingin. Terlebih sekarang gerimis telah berubah menjadi hujan yang menderu, membawa hawa dingin yang menusuk tulang. 🖤LS🖤Menjelang subuh itu, Bu Hasna yang terbangun untuk lebih dulu. Saat membuka mata, yang pertama kali dilihatnya adalah Ibrahim yang terlelap di sebelahnya. Wanita sepuh itu tersenyum haru. Dikecupnya kepala sang cucu. Rasa iba mendera hati tuanya. Anak itu lahir setelah orang tuanya berpisah. "Kasihan kamu, Nak. Satukan mereka kembali, A'im," bisiknya lirih di dekat cucunya.Bu Hasna kemudian duduk. Ia memandang sang suami yang masih terlelap, kemudian ke arah putranya yang tidur di karpet lantai. Rangga pasti kedinginan. Tapi sudah tidak ada selimut lagi untuk menutupi tubuhnya. "Alhamdulillah." Bu Hasna menghela napas saat mendengar azan subuh berkumandang. Ia turun dari pembaringan, lalu duduk di karpet untuk membangunkan Rangga. "Ngga,

  • Mencari Jejak Maria   MJM 80

    MARIA - 34 Haid"Siapa yang sakit, Ngga? Apa Pak Ali?" tanya Bu Arsi langsung menebak. Sebab dia memang tahu kalau besannya sering keluar masuk rumah sakit untuk pengobatan dan opname.Rangga spontan teringat Maria dan Ibrahim. Wanita di hadapannya ini tidak boleh mengetahui keberadaan mereka berdua saat ini. Ditambah lagi kondisi bapaknya yang sedang sakit. Jangan sampai ada keributan."Saudara, Ma," jawab Rangga. Berbohong dengan nada suara yang diusahakan setenang mungkin. Ia sengaja tetap menyematkan panggilan lama itu. Sebab bagaimana pun, garis takdir telah menetapkan mereka sebagai mahram muabbad. Orang yang haram dinikahi selama-lamanya. Hubungan mertua dan menantu itu abadi, tidak akan hilang oleh selembar akta cerai yang memisahkan dirinya dengan Tamara.Bu Arsi mengangguk-angguk kecil, tatapannya masih terpaku pada Rangga. Ada yang ingin dibicarakan sebenarnya. "Kamu mau pulang sekarang?""Iya. Mama sendiri sedang nyambangi siapa di sini?" Rangga melempar tanya balik. Ia h

  • Mencari Jejak Maria   MJM 79

    Begitu menyadari kehadiran Maria dan Ibrahim, wajah pucat pria itu seketika sirna digantikan oleh binar kebahagiaan. Seulas senyum tulus terukir di bibirnya yang kering."Kakung, cakit apa?" tanya Ibrahim saat diajak mendekat."Sakit panas. Doakan Kakung cepat sembuh, ya," jawab Pak Ali sambil tersenyum. Dia bahagia sekali Rangga mengajak Maria dan Ibrahim pulang. "Masmu sana mbakmu juga baru pulang. Mau mandi sama sholat. Nanti ke sini lagi sekalian ngajak anak-anak," kata Bu Hasna.Mendengar hal itu, dada Maria berdebar. Tak lama lagi ia akan bertemu kakak angkatnya itu. Ada rasa rindu, canggung, sekaligus malu yang menyergap. Rangga juga cerita kalau ia sudah mendapatkan rumah untuk Ibrahim dan Maria. Bu Hasna turut senang. Suasana kamar perawatan itu mendadak diselimuti kehangatan. Celoteh jenaka Ibrahim yang menceritakan dinosaurus di Jatim Park 3 sukses memicu tawa renyah Pak Ali dan Bu Hasna. Lelaki tua itu seakan mendapatkan obat untuk sakitnya.Bu Hasna menatap lekat-lekat

  • Mencari Jejak Maria   MJM 78

    "Aku jawab telepon dulu, Mas." Maria bangkit untuk menjauh. Dada Rangga semakin panas. Kenapa harus menjauh kalau sekedar ingin menjawab telepon.Maria berdiri di dekat pilar masjid, beberapa meter dari tempat Rangga yang tengah mengawasi Ibrahim berlarian di serambi."Halo, Assalamu'alaikum." "Wa'alaikumsalam.""Tumben banget Mas Zein menelepon saya. Ada apa, Mas?""Aneh, ya." Terdengar Zein terkekeh di seberang. "Aku percaya kamu selalu baik-baik saja di panti, makanya aku tak pernah nelepon.""Lalu apa sekarang kami nggak baik-baik saja?" canda Maria."Bukan begitu. Tadi aku ke panti nganterin snack dan sepatu untuk A'im. Tapi Bu Halimah bilang kamu ke Kediri. Aku senang akhirnya kamu bertemu keluargamu lagi, Aisyah. Ibrahim pasti juga bahagia.""Bapak sakit, jadi aku pulang, Mas. Bareng papanya A'im.""Tidak apa-apa. Salam buat A'im, ya. Malam ini aku kembali ke Jakarta.""Oh, iya. Nanti saya bilang ke A'im.""Baiklah. Kamu hati-hati. Assalamu'alaikum.""Wa'alaikumsalam." Maria t

  • Mencari Jejak Maria   MJM 77

    MARIA- 33 Gelisah Maria terdiam. Pulang sekarang bersama Rangga belum siap dengan perkataan tetangga. Tapi jika tidak ikut, ia mendengar sendiri bapak angkatnya sakit. Radit bilang hanya panas biasa, tapi ia tahu Pak Ali punya riwayat sakit apa. Maria tidak ingin menyesal kalau terjadi sesuatu. Pria itu yang membesarkan dan membiayai sekolahnya selama ini. Tapi besok pagi ia harus masuk kerja, apa harus izin ke bosnya saja?Rangga masih bergeming menatap Maria. Menunggu jawaban dengan dada yang berdebar cemas. Hingga akhirnya Maria mengangguk. "Ya, aku ikut."Mendengar keputusan itu, seulas senyum lega terbit di wajah Rangga. Kemudian mereka bersiap-siap kembali ke panti lebih dulu untuk pamitan. Sampai di panti, mereka langsung menemui Bu Syarifah dan Bu Halimah untuk izin. Kemudian bergegas ke paviliun mengemas beberapa pakaiannya dan Ibrahim. Tidak lupa selain susu, ia membawakan mainan untuk anaknya. "Maaf, Sit. Mbak nggak bisa ngajak kamu kali ini. Bulan depan kalau ke sana l

  • Mencari Jejak Maria   MJM 70

    Banyak uang untuk membayar orang. Tapi bagaimana bisa ketemu kalau Maria berubah memakai cadar dan mengganti nama panggilannya."Mungkin kamu tidak akan percaya jika aku jujur, Maria."Maria menarik napas panjang. Melonggarkan dadanya yang semakin sesak. "Kalau aku mencarimu selama ini.""Untuk ap

  • Mencari Jejak Maria   MJM 3

    MARIA- 3 Apa itu poligami?"Bu, apa itu sebenarnya poligami?" Maria bertanya dengan suara lirih, karena di serambi depan ada beberapa orang bapak-bapak yang duduk ngobrol. Suami Bu Nafisah pun ada di sana.Bu Nafisah, sosok yang disegani di komplek perumahan itu tersentak kecil. Ia menatap Maria d

  • Mencari Jejak Maria   MJM 2

    MARIA- 2 Hanya Tanggung Jawab "Maria," panggil Rangga kian merunduk begitu dekat dengan wajahnya."Iya," jawab Maria yang tidak mungkin pura-pura tak mendengar. Selama ini Maria sangat peka dengan suaminya. Tidak ada panggilan yang lambat dijawabnya.Ia membalikkan tubuh setelah menarik napas pan

  • Mencari Jejak Maria   MJM 1

    MARIA- 1 Delapan Minggu "8 Minggu." Tangan Maria gemetar memegang hasil pemeriksaan atas nama Ny. Tamara yang ditemukan di dashboard mobil.Dada wanita yang mengenakan pasmina biru itu berdegup kencang. Matanya juga memanas. "Oh, jadi dia hamil," ujarnya lirih lantas melipat kembali kertas itu da

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status