Share

MJM 51

Penulis: Lis Susanawati
last update Tanggal publikasi: 2026-06-14 08:49:38

Ia yang pernah terluka parah, sekarang bekerja berhadapan dengan kasus yang tak jauh berbeda. Hanya saja ia lebih beruntung. Rangga tak pernah kasar. Menggaulinya juga dengan cara yang semestinya. Mereka masih sempat mengaji bersama.

Pertemuan malam itu akhirnya selesai sekitar pukul delapan malam. Setelah bersalaman, kedua klien mereka pamit pulang terlebih dahulu. Aisyah membantu bosnya merapikan berkas-berkasnya ke dalam tas kerja.

"Mari saya antar, Aisyah. Ini sudah malam," kata Pak Pradipt
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (26)
goodnovel comment avatar
SumberÃrtha
huaaaa....... ya ampunnnn bawangnyaa berapa kilo ini
goodnovel comment avatar
Mommy Lily
nah kan jadi mewek lagi aku....semua ini gara2 Rangga yg bo*oh sok2an poligami tapi malah nyakitin Maria sesakit sakitnya
goodnovel comment avatar
Ayu Widya Widya
kak.... bawangnya ketingalan, mata perih.....
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Mencari Jejak Maria   Season2 - 241

    Pengalaman hidupnya terasa begitu matang dan berbobot, sebuah kontras yang tajam bagi sosok yang selama tiga bulan ini ia kenal sebagai penjual donat di trotoar kampus."Siapa sebenarnya pria itu?"Satu pertanyaan besar masih mengganjal kuat di benaknya. Tentang black card premium di kasir restoran dan toko sepatu beberapa bulan yang lalu. Logikanya bekerja. Apa iya seorang pedagang kaki lima bisa memiliki kartu eksklusif seperti itu? Alibi Zein yang mengaku melakoni pekerjaan apa saja demi menyambung hidup sebelum akhirnya diterima kerja di Jakarta, mendadak terasa ganjil di mata analisis akuntansinya Zahra.Gadis itu membalikkan tubuh, memeluk gulingnya erat-erat. Setidaknya ia bersyukur Aurel tidak mengendus hubungan rahasia ini pasca ia kepergok malam itu. Sejak saat itu Zahra menjadi jauh lebih waspada. Zahra bertekad kuat untuk tidak melanggar batasan yang telah digariskan orang tuanya. Ini adalah pembuktian prinsip dan cara terbaiknya untuk membalas ketulusan papa sambungnya y

  • Mencari Jejak Maria   Season2 - 240

    Baguslah kalau Zahra dilarang pacaran selama kuliah oleh orang tuanya. Ia yakin kalau Zahra akan mematuhi hal itu. Di dalam hati Zein, rencana mulai tersusun rapi. Jika aturan ketat orang tua Zahra melarang adanya hubungan asmara selama masa kuliah, artinya posisi Zahra saat ini benar-benar bersih dari intervensi pria mana pun. Itu memberinya peluang emas dan waktu yang sangat lapang untuk mendekati gadis itu secara serius setelah momen wisudanya tiba. Waktu yang bisa ia manfaatkan untuk menyusun strategi terbaik demi menjelaskan siapa diri 'Zein' yang sebenarnya. Bahwa ia bukan sekadar pekerja kantoran biasa, melainkan seorang perwira intelijen.🖤LS🖤Dua bulan kemudian ....Waktu terus berlalu. Sekarang Zein mendapatkan penugasan di Semarang. Masih dalam misi target yang sama. Tentang narkoba dan obat-obatan terlarang. Sebab dia cukup memahami bilang itu. Bisa membaca gerak-gerik para pengedar, pemakai, dan organisasi terlarang mereka. Sudah beberapa kali ia berhasil menyelesaikan

  • Mencari Jejak Maria   Season2 - 239

    Zein 7 Janjian "Astaga, Aurel. Bikin kaget saja!" dengkus Zahra sambil menoleh cepat ke arah pintu yang tiba-tiba terbuka. Ia sengaja menaikkan volume suaranya, memberi isyarat agar pria yang berada di seberang sana bisa menangkap situasi ini.Tatapan Aurel menyipit, menangkap gelagat canggung yang berusaha disembunyikan saudara tirinya. Ia melangkah masuk, menghampiri meja belajar Zahra. "Siapa yang tadi kamu panggil 'Bang'? Serius sekali tampaknya."Jantung Zahra berdegup lebih cepat. Otaknya berputar kilat mencari alasan yang aman agar tidak dicurigai Aurel. "Bang siapa? Kamu salah dengar. Ini tadi Bonita, temanku waktu SMP dulu," jawab Zahra sekenanya, berusaha menjaga intonasi suaranya agar terdengar biasa.Ia sengaja memilih 'teman SMP'. Jika ia berbohong bahwa itu teman SMA, Aurel dipastikan akan langsung mencecarnya dengan puluhan pertanyaan. Mengingat mereka berdua menghabiskan masa remaja di gedung Sekolah Menengah Atas yang sama. Saat SD dan SMP saja mereka sekolah di tem

  • Mencari Jejak Maria   Season2 - 238

    Meninggalkan sepetak trotoar kosong yang kini menyimpan rahasia kecil di antara Zahra dan pria yang kini sedang dalam perjalanan untuk memulai profesi barunya.🖤LS🖤Udara pagi Surabaya yang biasanya hanya dipenuhi deru knalpot, hari ini mendadak pekat oleh desas-desus. Di depan rombong nasi uduk mpok Nur, beberapa ibu-ibu kos dan warga saling mendekatkan kepala, berbicara dengan nada setengah berbisik tapi begitu serius. Zahra dan Aurel berdiri mengantre di belakang mereka. Diam tapi menyimak."Beneran, Bu. Jam dua malam, mobil polisi banyak banget berderet di depan gerbang rumah itu. Pintu pagarnya sampai didobrak, lho!" seru seorang wanita beraster batik sambil menunjuk ke arah seberang jalan."Iya, saya juga dengar samar-samar ada suara teriakan. Kata suami saya yang baru pulang narik malam tadi, rumah mewah itu digerebek karena sarang narkoba sama senjata api," timpal warga lainnya.Mpok Nur yang sedang membungkus nasi uduk pesanan Aurel ikut bicara, "Padahal kelihatan seperti r

  • Mencari Jejak Maria   Season2 - 237

    [Iya, Mbak Zahra. Terima kasih banyak. Selamat malam, selamat istirahat.]Zein mematikan layar ponselnya dan menaruhnya di nakas. Di luar sana angin malam Malang berembus dingin. Ia sudah di rumah, tapi hatinya seakan masih tertinggal di Surabaya. Besok dia akan kembali ke sana, tapi mungkin tidak sempat bertemu Zahra.🖤LS🖤"Sneakers baru nih, ye," sindir Aurel yang sedang bersedekap begitu daun pintu kamar sebelah terbuka. Sepasang matanya langsung tertuju pada alas kaki putih dengan aksen garis denim yang membungkus rapi sepasang kaki mungilnya Zahra.Zahra hanya membalasnya dengan senyuman seraya memutar anak kunci. Memastikan kamarnya aman sebelum mereka berangkat kuliah."Kapan belinya, Ra? Kok aku nggak tahu," cecar Aurel lagi. Masih menatap sepatu yang tampak berkelas dan mahal itu dengan pandangan menyelidik."Kemarin," jawab Zahra santai, menyelipkan anak kunci ke dalam saku ranselnya. "Waktu kamu pergi ke Kenjeran.""Oalah, pantesan kemarin kamu menolak kuajak pergi. Terny

  • Mencari Jejak Maria   Season2 - 236

    Zein- 6 Perwira"Ibu suka melihatmu tampil rapi begitu? Tadi Ibu sampe pangling." Bu Hindun menggeser cangkir teh ke depan Zein, lalu menatap lekat-lekat wajah putranya yang duduk di seberang meja. Laki-laki tegap dengan potongan rambut rapi yang baru saja tiba dari Surabaya. Dan malam itu mereka baru selesai makan."Kurapikan karena aku akan kembali ke Jakarta, Bu," jawab Zein sambil menyesap teh beraroma melati itu."Kapan?" Tatapan matanya yang mulai digerogoti usia memancarkan kerinduan sekaligus kecemasan yang selalu diredamnya rapat-rapat. Dia benar-benar memahami profesi yang dipilih putranya."Dua atau tiga hari lagi. Setelah urusan di Surabaya selesai," jawab Zein. Ia tidak akan menceritakan target operasi yang bakalan terjadi beberapa hari lagi. Tiga bulan menyamar menjadi tukang donat merupakan rahasia dinasnya. Zein hanya ingin ibunya tahu bahwa ia pulang dalam keadaan selamat dan utuh.Bu Hindun sendiri paham dunia anaknya. Seberapa berbahayanya itu. Makanya ia tak perna

  • Mencari Jejak Maria   MJM 69

    "Sebelum ke sini, A'im sudah pernah diajak pergi ke mana?" tanya Rangga menoleh pada Maria."Belum," jawab Maria singkat.Ini kali pertama dalam hidup Ibrahim, bocah itu menginjakkan kaki di sebuah tempat wisata megah seperti ini. Selama ini, Maria hanya mengajaknya berjalan-jalan di taman kota yan

  • Mencari Jejak Maria   MJM 7

    MARIA- 7 Di Persimpangan "Di mana Mama, aku ingin bicara?" suara Rangga datar tapi menyimpan amarah. Dia baru saja masuk rumah mertuanya, di mana istrinya tinggal. Tamara yang menyambut suaminya dengan daster sutra tipis, tersenyum manja. Ia melingkarkan lengan di leher Rangga, lalu mendaratkan

  • Mencari Jejak Maria   MJM 6

    MARIA- 6 Ingin Berpisah "Kenapa kau tutupi kelakuan gila suamimu, Maria?" tanya Radit dengan suara penuh getar emosi pada Maria yang membantu Rangga bangkit dan duduk di kursi."Jangan pernah diam kalau itu menyakitimu. Diammu itu bukan kesabaran. Itu adalah cara kau membiarkan dirimu hancur send

  • Mencari Jejak Maria   MJM 5

    MARIA- 5 Pukulan Telak"Akhirnya Nak Rangga memiliki keturunan," ujar Bu Arsi dengan bangganya.Maria tidak menjawab. Ia hanya duduk di kursi seberang, menyatukan kedua jemarinya di pangkuan. Ia memilih untuk menjadi pendengar yang pasif, dengan dada yang bergemuruh hebat. "Begini, Nak Maria," la

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status