Home / Romansa / Mencintai Seorang Climber / bab 282. Salah Target

Share

bab 282. Salah Target

last update Petsa ng paglalathala: 2025-10-14 18:44:01

Lelaki itu biasa dipanggil Don, atau Kakak Don. Mulanya dia bekerja sebagai pelayan toko bahan makanan, di pasar tradisional. Dia melihat majikannya kerap dipalak, para pedagang lain juga dimintai uang keamanan, oleh segelintir orang yang berlagak sok jago. Waktu berlalu, Don punya beberapa rekan, dan mulailah dia ambil alih wilayah sebuah pasar. Setelah baku hantam dengan kelompok preman tua, akhirnya kelompok Don menang, dan mereka yang memungut uang keamanan dari para pedagang pasar.

Don sud
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Mencintai Seorang Climber   bab 401. Mencuri Identitas

    Bu Marianne sedang membujuk Marco, “Tolong biarkan Calvin menjadi anak kakakmu. Calvin tetap menjadi cucu Pak Ardi Wiratama. Calvin akan dirawat dengan sangat baik. Calvin akan menjadi pewaris. Kamu dan Maryam akan punya anak lagi. Kamu bisa memantau perkembangan Calvin, sembari mengasuh anak-anakmu yang kelak akan lahir. Kamu juga bisa bertemu Calvin kapan saja. Tapi jangan katakan pada istrimu kalau Calvin adalah anaknya.”“Jadi anakku sendiri, akan memanggil aku dengan sebutan Om Marco? Ironis sekali.”Bu Marianne mengusap lengan putranya. “Ini penyelesaian yang paling logis dan damai untuk keluarga kita. Pada dasarnya juga tidak ada yang dirugikan.”Marco tertawa pahit. “Bahkan tidak ada yang buka mulut untuk meminta maaf padaku karena sudah mencuri bayiku. Tidak ada yang merasa bersalah, sudah menipu istriku?” “Kakakmu sudah mengakuinya. Jangan kamu buat Zakki seperti kriminal. Tidak ada yang dirugikan. Anakmu masih ada, jadi jangan kamu sebut anakmu dicuri!”Marco berdiri, men

  • Mencintai Seorang Climber   bab 400. Bujukan Seorang Ibu

    Pak Ardi masih menggendong Calvin, walaupun Anita berkali-kali meminta bayi itu diberikan padanya. Pak Ardi bicara, “Sehari saja Calvin mampir ke rumah kakeknya, masak tidak bisa?”Marco yang menjawab, “Karena Kang Zakki dan Teh Anita tidak mau bayi itu ketemu dengan ibu kandungnya.”Pak Ardi menatap Marco, “Memangnya kamu tahu siapa ibu kandung Calvin?”“Tahu.” jawab Marco, “menantu yang tinggal di rumah Papa, itulah ibu kandung Calvin.”“Maryam ibu kandung Calvin?” Pak Ardi menatap tajam pada Marco, lalu pada Zakki.Anita menukas, “Anaknya Maryam itu meninggal saat lahir! Calvin itu anak Zakki!”“Anaknya Zakki? Brojolnya dari siapa?” tanya Marco, “sudah berkali-kali Papa menanyakan hal itu, tapi kalian tidak bisa menjawabnya, kan? Makanya aku saja yang jawab, ibu kandungnya Calvin adalah Maryam! Kalau kalian merasa benar, ayo kita tes DNA, Calvin dengan Maryam! Jika ternyata tidak cocok, ya sudah, berarti aku yang gila! Silakan kalian ambil aset-asetku, rumah, mobil, motor, jika aku

  • Mencintai Seorang Climber   bab 399. Membawa Pergi Bayi

    Maisaroh muncul lagi ke ruang makan, menggendong anaknya pakai kain jarik. Satu tangan menenteng travel bag.“Saya mau pamit, Tuan, Nyonya.”Pak Ardi yang masih menggendong baby Calvin, menatap wanita itu. “Ini anakmu?”“Iya Tuan, umurnya sudah mau sembilan bulan, di mah sudah dikasi makan bubur.”Pak Ardi memberikan segepok uang pada Maisaroh. “Ini untukmu. Terima kasih ya, kamu sudah merawat cucu saya dengan baik.”Maisaroh tersenyum sumringah saat menerima uang itu. “Terima kasih banyak, Tuan. Saya juga senang mengasuh Calvin, dia anak yang sehat dan cakep.” Maisaroh menoleh ke arah Marco yang berdiri di pojok ruang makan. Dia ingat pria muda itu pernah membayari belanjaannya di sebuah minimarket, ketika dirinya sudah tidak punya uang dan tak ada sisa sembako di rumah.“Dia itu putra Tuan?”Pak Ardi menoleh ke arah yang ditunjuk oleh Maisaroh. “Iya, dia anak saya. Kenapa memangnya?”“Calvin mirip dengan putra Tuan yang di sana.”Penjaga vila muncul, “Saroh, di depan ada taksi, kata

  • Mencintai Seorang Climber   bab 398. Menyerahkan Bayi

    Marco bicara di hadapan Pak Ardi, “Aku tegaskan Pa, bayi yang dikubur di makam keluarga, bukan anakku, bukan anak Maryam, bukan bayi keturunan Wiratama!”“Lantas bayi siapa itu?” Pak Ardi masih bingung.“Bayi orang lain! Sekarang coba Papa tanyakan pada Kang Zakki, karena dia yang bilang kalau bayinya Maryam meninggal saat lahir. Lantas kenapa bayi yang dikubur itu malah bayi orang lain?”“Kenapa Zakki?”Zakki angkat bahu, “Kenapa apanya, Pa? Itu kan, hasil tes palsu! Bisa-bisanya si Marco aja ....”Marco bicara lagi, sebelum Zakki dan Anita membuat ulah lain untuk mengalihkan pikiran Pak Ardi. “Begini Pa, Kang Zakki mesti mengubur seorang bayi, supaya kentara bahwa bayinya Maryam itu sudah meninggal, dan sudah dikubur. Padahal bayi yang dikubur itu bayi orang lain, karena bayinya Maryam sebenarnya masih hidup!”Anita langsung menyambar peluang bicara, sebelum Pak Ardi buka suara. Anita bicara dengan nada yang lembut, seolah membujuk seseorang yang lagi depresi, “Marco, kakak tahu kam

  • Mencintai Seorang Climber   bab 397. Menyangkal

    Pak Ardi dan Bu Marianne serentak bergerak menghampiri anak-anaknya, ketika melihat Zakki berteriak kesakitan karena lengannya dipelintir oleh Marco.“Lepaskan Marco! Dia kakakmu!” teriak papanya.Marco melepas pegangannya pada lengan Zakki, dengan cara mendorong. Tentu saja dorongan yang bertenaga, membuat tubuh Zakki jatuh terjengkang ke lantai. Anita menjerit, memegangi tubuh suaminya, lantas dia memarahi Marco.“Kamu itu adik macam apa, Marco? Kang Zakki itu kakak sulungmu, yang selalu melindungi kamu waktu kamu masih kecil! Kang Zakki yang selalu mengalah padamu, bahkan memberikan bengkel dan showroom Black Falcon yang sudah berkembang pesat, untuk tempatmu bekerja. Supaya kamu tidak kelihatan seperti orang yang gagal! Lantas seperti ini cara kamu membalas kebaikan kakakmu? Dengan semena-mena kamu menganiaya kakakmu!”“Kang Zakki yang lebih dulu mau memukul aku. Barusan itu aku hanya membela diri!”Anita masih emosi, “Membela diri itu cukup dengan memghindar saja! Tapi kamu senga

  • Mencintai Seorang Climber   bab 396. Bukti Kebohongan

    Zakki merasa tidak senang karena istrinya tiba-tiba muncul di ruang makan, dan langsung nimbrung dalam percakapan, itu pun dengan cara membantah ucapan Pak Ardi,“Anita, sebaiknya kamu bersikap sopan pada orang tua!” tegur Zakki.“Maafkan saya Pa, Ma.” Anita menghampiri kedua mertuanya, mencium tangan mereka.Pak Ardi menatap Anita yang tampak pucat dan lelah. Anita baru saja cuci muka, tidak sempat memoles wajah dengan bedak, karena dia khawatir suaminya salah omong soal bayi itu. Anita tidak mau Pak Ardi terus saja mempertanyakan asal-usul Calvin.Namun yang tidak diduga oleh Anita, alasan dari pertanyaan Pak Ardi soal asal-usul Calvin, soal siapa ibu kandung Calvin, ternyata berkaitan dengan pewarisan perusahaan. Pak Ardi kembali bicara, bahwa dia membangun seluruh bisnisnya dari nol, dengan susah payah. Maka dia tidak mau ada seseorang yang “bawa sial” ikut masuk dalam manajemen perusahaan. Menurut Pak Ardi, anak hasil “khilaf sesaat” adalah seseorang yang bakal bawa sial jika kel

  • Mencintai Seorang Climber   bab 350. Pulih Sama-Sama

    Anita menatap suaminya, senyum tipis mengembang di bibirnya. “Apa iya, Maryam bisa menggeser posisiku sebagai menantu utama? Sedangkan untuk urusan anak saja, Mama bersedia sekongkol dengan kita untuk mengambil bayinya Maryam.”Zakki menjawab, “Ssst, sudahlah. Bayi itu milik kita, secara hukum dia

  • Mencintai Seorang Climber   bab 348. Kepulangan

    Zakki dan Anita merasa khawatir akan kepulangan Marco. Mereka mendiskusikan bagaimana cara menghindarkan bayi mereka supaya tidak dilihat oleh Marco dan Maryam.Zakki bicara, “Kita punya keluarga besar. Kalau setahu mereka kita punya bayi, maka kita mesti perlihatkan bayi itu ke hadapan keluarga, a

  • Mencintai Seorang Climber   bab 347. Berharap Duka Berlalu

    Aparat melakukan konferensi pers, mengabarkan tentang seorang komandan distrik berpangkat Letnan Kolonel yang berhasil membebaskan seluruh sandera dari tangan kelompok separatis di pegunungan wilayah timur. Sandera yang berjumlah delapan orang telah dibawa turun gunung.Para jurnalis lokal bertanya

  • Mencintai Seorang Climber   bab 346. Menawar Tebusan

    Pimpinan kelompok separatis mengamati beberapa lembar uang yang dia ambil secara random, semua tampak asli, uang pecahan 20 dolar.Komandan bicara, “Seratusribu dolar, kalau dibikin uang rupiah, nilainya lebih dari 1,5 miliar. Saya kira jumlah ini cukup untuk menebus semua sandera. Biarkan saya baw

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status