Share

Bab 278

Aвтор: Naiynana
last update publish date: 2026-04-28 13:22:59
Hamish menemukan Arsen dan Nathan tengah duduk-duduk di bangku di tepi jalan yang sepi. Nathan menangis tersedu-sedu dengan Arsen yang merangkul bahunya.

Pria itu langsung turun dan menghampiri keduanya. Menatap kakak beradik itu berganti-gantian.

“Ya Tuhan,” ucap Hamish. Berkacak pinggang sambil berdecak. Iba. Melihat anak-anak harus terlantar di tepi jalan malam buta. Padahal keduanya masih punya orang tua lengkap.

“Om,” sapa Arsen, lalu menyikut adiknya agar ikut menyapa.

“Kalian tak apa?” ta
Naiynana

Halo. Sebentar lagi novel ini tamat. Kira-kira kalian suka genre apa untuk ganti Tuan Hamish? Apa suka romance komedi? Lika liku rumah tangga? Horor atau yang lainnya? Karena aku masih baru di Goodnovel, jadi memang belum begitu tahu yang disukai pembaca di sini.

| 43
Продолжить чтение
Scan code to download App
Заблокированная глава
Комментарии (32)
goodnovel comment avatar
novelita
mau cerita nala dewasa juga
goodnovel comment avatar
Ct Ct3
bikin kisah anaknya Hamis dewasa kak Thor, romance sedikit konflik dan happy ending ciayooo kak Thor
goodnovel comment avatar
Tabalang Moms
romance komedi plus horor kak nay.. kayak mak iis.. ......
ПРОСМОТР ВСЕХ КОММЕНТАРИЕВ

Latest chapter

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 279

    Semua orang kini memenuhi kantor polisi setempat. Ling Ling dan kawan-kawan dimintai keterangan perihal kematian Gwen.Baik Ling Ling ataupun yang lain tak ada yang bisa berkata-kata terlalu banyak. Semuanya syok. Tak mengira jika Gwen akan mengakhiri hidupnya sendiri dengan cara mengerikan pula.Mereka juga tak ada yang nafsu makan karena melihat langsung dengan mata kepala sendiri bagaimana akhir hidup Gwen. Semua terbayang-bayang. Baik ketika Gwen yang berlari-lari sambil meminta tolong tanpa henti seperti dikejar sesuatu, lalu ketika Gwen berteriak-teriak di tengah jalan tol sebelum akhirnya tubuhnya berkeping-keping.Martha bahkan saat ini dilarikan ke rumah sakit gara-gara terus menerus pingsan saking terguncangnya melihat pemandangan semengerikan itu. Apalagi sebelumnya mereka sempat berinteraksi dekat. Semua seperti mimpi buruk.Stephen menjadi yang paling sibuk. Mondar-mandir memeriksa kondisi orang tuanya juga kawan-kawan yang lain. Memastikan agar mereka tetap fit dan kuat

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 278

    Hamish menemukan Arsen dan Nathan tengah duduk-duduk di bangku di tepi jalan yang sepi. Nathan menangis tersedu-sedu dengan Arsen yang merangkul bahunya.Pria itu langsung turun dan menghampiri keduanya. Menatap kakak beradik itu berganti-gantian.“Ya Tuhan,” ucap Hamish. Berkacak pinggang sambil berdecak. Iba. Melihat anak-anak harus terlantar di tepi jalan malam buta. Padahal keduanya masih punya orang tua lengkap.“Om,” sapa Arsen, lalu menyikut adiknya agar ikut menyapa.“Kalian tak apa?” tanya Hamish.Arsen pun menggeleng. Sementara Nathan masih sesenggukan.Anak itu masih ketakutan. Selain itu, dia sangat sedih karena harus terdampar di jalanan padahal matanya sangat ngantuk.“Masuklah ke mobil. Pulang ke rumahku,” ucap Hamish.Arsen mengangguk, lalu mengajak Nathan untuk mengikuti Hamish.“Sementara, tinggallah di rumahku. Nanti akan kuminta orang tuamu datang menjemput,” sambung Hamish.Arsen mengangguk dan berterima kasih.“Apa orang tuamu masih tak bisa dihubungi sama sekali?

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 277

    “Nat, ayo kemas baju-bajumu,” bisik Arsen pada Nathan, adik lelakinya.“Kita mau kemana, Bang?”“Kita pergi ke rumah teman abang. Ayo!”Setelah menelepon Wiliiam, Arsen bergegas memasukkan beberapa barang dan buku-buku ke dalam ransel besar. Dan kini, ia membantu sang adik untuk turut bersiap-siap.“Apa Papa nanti tak akan marah kita pergi, Bang?”“Persetan dengan dia! Kita tersiksa kita mati pun dia tak akan peduli! Yang dipedulikannya hanya karier dia saja. Kalau dia peduli, aku baru pulang dari rumah sakit pun tak akan ditelantarkan. Dia juga tak akan memecat semua ART di rumah. Kita dipaksa hidup sendiri. Dasar brengsek!” Arsen terengah-engah saat mengeluarkan semua unek-unek tentang ayahnya.“Tak perlu bawa banyak-banyak. Yang penting malam ini kita pergi dari sini dulu!” Arsen segera menyuruh adiknya memakai ransel sendiri. Kemudian, ia membawa adiknya keluar dari kamar.Keduanya berjalan cepat, mengendap-endap. Menuruni tangga menuju lantai satu rumah dengan setengah berlari, t

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 276

    Suara berdesing gergaji mesin memenuhi seantero rumah Hamish. Semua orang menahan napas, menunggu detik-detik pria itu hendak memotong daun pintu. Termasuk Kalea yang menatap suaminya dengan rasa cemas.Kalea hanya bisa membiarkan. Jika sudah mode seperti itu, Hamish tak bisa diganggu gugat lagi. Jika sudah berkehendak dengan yakin, maka dia akan melakukannya tanpa tapi.Ia hanya berharap Shaynala baik-baik saja di dalam sana dan hubungan ayah serta anak itu bisa segera kembali membaik.Hamish mulai mengarahkan ujung gergaji ke pintu. Pikirannya sudah kemana-mana. Tak tenang. Dia tak punya pilihan lain selain membuka paksa pintu demi memastikan kondisi putrinya baik-baik saja.Dan saat ujung mata gergaji tinggal seinci lagi menyentuh daun pintu, di saat itu pula suara kunci terdengar diputar. Tak lama, daun pun menguak terbuka.Shaynala muncul dengan wajah pucat juga kuyu. Kedua bahunya jatuh dengan sorot mata yang hampa.“Nalaaa!” William berseru begitu juga Kalea.Sementara Hamish,

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 275

    “Mau kemana, Will?” Stephen baru saja pulang dari rumah lewat tengah malam. Dan ia terkejut melihat William yang memakai ransel seperti hendak pergi ke suatu tempat.“Aku mau ke rumah Nala,” jawab William sambil membetulkan kacamatanya.“Ke rumah Nala? Jam segini? Ini sudah sangat larut. Sudah lewat tengah malam, Will.” Stephen menunjuk arlojinya.“Ya. Aku tahu. Tapi aku gak bisa tidur. Aku kepikiran Nala terus. Dia kayak menghilang. Tak pernah ada kabar apa pun. Semua sosmednya non aktif. Nomornya juga. Aku gak bisa menghubunginya. Aku mau lihat keadaannya. Takut dia kenapa-kenapa.”“Iya. Tapi, gak tengah malam juga. Nanti gak ada yang bukain pintu juga buatmu. Papinya juga pasti ngomel kalo kamu main jam segini.”“Aku gak bisa nunggu sampai besok, Pa. Aku khawatir. Lagipula kan belum dicoba. Siapa tahu Papi Hamish tiba-tiba kasih izin.”Stephen menghela napas dan pada akhirnya tak bisa mencegah keinginan putranya. Ia biarkan William pergi. Toh, rumah mereka pun masih satu Kawasan.W

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 274

    Gwen berteriak-teriak. Wanita itu naik dari sungai ke darat. Berjalan cepat, membawa tubuhnya yang kuyup dengan rambut sebagian sudah terbakar. Wanita itu mengepalkan tangan. Ada amarah, juga cemas dalam yang menggelegak dalam dadanya.Mbah Ageng menatap Gwen yang berjalan ke arahnya. Rambut dan sekujur tubuhnya meneteskan air sungai. Dan seketika pria tua itu seperti baru tersadar akan sesuatu yang penting. Dia pun langsung menyongsong Gwen dengan kedua tangan terulur.“Mbah! Bagaimana ini? Apa ini masih bisa diulang? Ritual saya hancur!” Gwen menjerit-jerit, lalu menangis tersedu.“Bagaimana nasib saya sekarang! Bagaimanaaa!” jeritnya lagi. Menangis semakin kencang.“Pergilah. Pergi keluar pulau sebelum fajar datang.” Mbah Ageng memegang bahu Gwen yang gemetar.“Pergi sekarang juga.” Mbah Ageng berkata dengan sungguh-sungguh.Gwen menatap Mbah Ageng dengan nanar penuh air mata.“Apa? Keluar pulau? Sekarang juga?”“Iya. Mbah sudah bilang padamu, konsekuensinya berat. Perjanjian sudah

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 25

    “Pergi bersenang-senang saja sendiri! Aku tak mau! Tak perlu menjemputku! Aku akan pergi dengan Tuan Hamish. Dan jangan pernah menghubungiku lagi!”Kalea membaca pesan yang dikirim Hamish dari ponselnya dengan ngeri. “Apa Tuan sudah tak waras?” desisnya.Pesan balasan dari Bobby yang penuh kebingun

    last updateПоследнее обновление : 2026-03-18
  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 21

    Kalea menoleh pada Hamish. Tepat seperti yang diperkirakan pria itu, Kalea menatapnya dengan mata berkaca-kaca—hampir menangis.Hamish merundukkan kepala dan wajahnya hingga sejajar dengan gadis itu. Menunjuk ke tiga orang desainer yang sedang sibuk dengan komputernya masing-masing.“Kurang lebih,

    last updateПоследнее обновление : 2026-03-17
  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 16

    Kalea mau tak mau datang mendekat. Kepalanya menunduk dengan jari jemari saling bertaut.“Angkat wajahmu!” perintah Hamish.Kalea mendongak, tetapi tak berani menatap mata pria itu. Apalagi dalam jarak sedekat itu.“Apa kamu selalu seperti itu jika sedang marah?” tanya Hamish.“Seperti apa?” tanya

    last updateПоследнее обновление : 2026-03-17
  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 20

    Kalea mengikuti perintah Hamish. Ia kerjakan seluruh pakerjaannya di hari itu dan segera bersiap-siap menunggu jam satu.Gadis itu memakai dress biru selutut pemberian Hamish. Rambutnya disisir rapi, sengaja diurai dengan jepitan manis tersemat. Wajahnya ia pulas dengan bedak tipis juga liptint che

    last updateПоследнее обновление : 2026-03-17
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status