Share

Bab 34

Penulis: Naiynana
last update Tanggal publikasi: 2025-10-31 23:53:46

“Ah, baru datang? Kemana saja? Aku menghubungimu dari siang. Aku mau izin visit Kalea tadi.” Stephen segera meletakkan piring di nakas.

Hamish diam saja. Pria itu menatap bergantian Kalea juga Stephen.

“Kamu habis apa, Bro? Kenapa bajumu merah-merah? Apa ….” Stephen membelalak dan segera bangkit berdiri.

“Kamu kecelakaan?” tanyanya. Ia yakin jika bercak-bercak merah yang menyebar seperti pola percikan di bagian depan kemeja putih Hamish adalah darah.

Hamish tak menjawab. Pria itu hanya menghela
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (10)
goodnovel comment avatar
Uniek Martini
kog sedekat itu yakk.. jadi penasaran
goodnovel comment avatar
Dedi Mul yadi
ya q pikir yg di kasih hp ga taunya jari bapaknya lea,,lanjutlah Thor q selalu suka karya2mu di manapun berada
goodnovel comment avatar
YEkaMirna
hadiahnya serem tuannnn....
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 321

    Kalea menyambut kepulangan suami dan anaknya dengan penuh sukacita. Tak hanya karena mendengar prestasi yang berhasil diraih Shaynala, tetapi juga karena mendapat kabar bahwa putrinya itu telah berbaikan dengan William.Bagaimana mungkin tak senang, ia dan Ginna selama empat tahun terakhir merasa ikut lelah dengan drama anak-anak mereka. Tak bisa lagi pergi berlibur bersama, tak bisa saling kumpul-kumpul dengan bebas, dan banyak hal lagi.Maka, pertanyaan pertama yang terlontar pun tak jauh-jauh dari seputar kabar perkembangan hubungan Shaynala dengan William. Seakan-akan kemenangan tinju Shaynala menjadi skala nomor dua.“Apa kalian jadian?” tanya Kalea menahan senyum.Shaynala tak buru-buru menjawab. Gadis itu hanya tertunduk seraya memainkan garpu di meja makan, menyembunyikan rona bahagia di wajahnya.“Heey, kalo diam berarti iya. Betul, kan?” Kalea kini tak bisa menahan senyumnya lagi. Baru kali ini melihat Shaynala yang tersipu malu-malu.Sementara Hamish, pria itu hanya mencibi

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 320

    Hamish memapah Shaynala di tengah hiruk pikuk Bandara Suvarnabhumi Bangkok. Hari ini, semua orang akan kembali. Tim tinju, Stephen, juga geng Nenek Ling Ling hendak pulang ke Indonesia. Sementara Arsen ke Amerika. Dan William, pemuda itu akan bertolak ke Jepang. “Kamu kuliah di mana nanti?” tanya William pada Arsen. Kedua pemuda itu berjalan di paling belakang rombongan.“Entah. Mamaku menyuruhku di Amerika saja. Tapi, Papa menyuruhku masuk univ negeri di Indonesia biar gampang katanya. Entah apa yang dimaksud gampang papaku. Aku juga gak paham. Tapi, Papi Hamish lain lagi. Dia tak menyuruhku di sana di sini. Dia malah menyuruhku menggali dulu apa yang paling membuatku tertarik. Menyuruhku melihat apa yang sekiranya ingin aku raih.” Arsen menjawab dengan dua tangan masuk ke saku jaket baseballnya.“Hah? Apa tadi? Papi Hamish? Sejak kapan kamu panggil Papi?” William mengernyit.Arsen menyeringai, lalu mengangkat dagunya dengan sombong.“Mulai sekarang, aku juga memanggilnya Papi. Dia

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 319

    Dari sejak makan malam dimulai, Hamish tak henti memperhatikan interaksi Shaynala dan William. Matanya begitu tajam pada setiap gerak-gerik keduanya, sekecil apa pun itu.Gara-gara ucapan Shaynala tentang perasaannya pada William sebelumnya, membuat Hamish menjadi gelisah sendiri.Dari sejak pulang jalan-jalan sore itu, Hamish mencium aroma-aroma konspirasi masa muda yang sangat mencurigakan di antara keduanya. Apalagi saat ia mendapati sebuah cincin perak yang asing telah melingkar di jari manis putrinya.“Apa mereka jadian? Jangan-jangan mereka pacarana di belakangku! Diam-diam? Hah? Hmmm!” Hamish bicara dalam hati sambil mengawasi William juga Shaynala.Ia sampai tak fokus pada makan malam perpisahan di restoran hotel tersebut. Ia juga beberapa kali tak menanggapi obrolan Johan seputar Shaynala gara-gara terlalu konsentrasi pada dua anak muda itu.Dan sepertinya, hanya ia saja yang tak menikmati makan malam itu tak peduli selezat apa menu-menu yang tersaji. Padahal, semua orang ten

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 318

    Hamish sudah menunggu di lobi. Mondar-mandir sambil sesekali mengecek arloji. Pria itu menunggu William yang membawa Shaynala jalan-jalan. Matahari sudah tenggelam dan ia mulai gelisah karena kedua remaja itu tak kunjung kembali.Gara-gara inisden malam-malam itu, Hamish jadi mudah cemas. Takut hal serupa terjadi lagi apalagi saat ini Shaynala dalam kondisi terkilir. Kakinya pincang tak bisa berjalan dengan benar untuk sementara waktu.“Ya Tuhan! Duduk saja! Aku pusing melihatmu bolak-balik seperti itu!” Stephen menegur.Pria berkacamata itu juga ada di sana. Duduk santai di salah satu sofa empuk sambil memeriksa laporan tentang pasien yang dikirim ke nomornya.“Bagaimana aku bisa tenang! Anakmu dua kali membawa Nala! Tak munggu izinku turun! Bagaimana kalau ada apa-apa?” Hamish langsung sewot.“Oh my god! Mereka baru mengabari kita lima menit yang lalu! Lima menit laluuuuu! Mereka bilang sudah di perjalanan pulang! Astaga! Sabar sedikit!” Stephen berdecak.“Lagipula dia sama William.

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 317

    Waktu terasa lambat sekali berjalan. Hamish dan Arsen tak kunjung kembali, Stephen entah sampai kapan di restoran, begitu juga para nenek yang sepertinya mendadak amnesia kalau di kamar itu ada Nala dan William yang tak bisa kemana-mana.Sementara William dan Shaynala, keduanya malah terjebak dalam suasana canggung yang aneh.Sejak saling setuju untuk ide yang diajukan Ling Ling, dua remaja itu malah berubah menjadi malu-malu. Mendadak bingung harus mengobrol apa seakan-akan semua topik yang ada di dunia tak lagi menarik untuk dibahas. Bahkan untuk mengobrol hal-hal ringan pun lidah mereka teras kelu.“Aku bosan!” keluh Shaynala setelah sekian lama waktu mereka dihabiskan hanya untuk membuka ponsel masing-masing.“Aku juga,” balas William. Pemuda itu melempar ponselnya ke sofa.“Jalan-jalan mau gak?” cetus William, menoleh menatap Shaynala.“Bagaimana caranya jalan-jalan dengan kaki pincangku?” Shaynala menunjuk kakinya yang bengkak dengan dagu.“Dengan kakiku,” jawab William yakin.“

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 316

    Shaynala dan William melongo kala kerumunan nenek-nenek itu perlahan pergi satu per satu. Ruangan seketika lengang. Bebas dari kebisingan. Mereka berdalih hendak buka kamar lagi, lalu beristirahat sejenak. Merebahkan tubuh-tubuh jompo mereka yang kelelahan akibat perjalanan Pattaya-Bangkok yang ditempuh dengan grasak-grusuk saking cemasnya pada William.Tak berapa lama, Stephen pun bangkit sambil memegangi perutnya. Mukanya meringis-ringis.“Papa mau kemana?” tanya William.“Mau nyari makan. Lapar. Papa abis operasi cito sampai sepuluh jam. Operasi yang rumit dan sampe sekarang papa belum makan. Gara-gara kamu!” jawab Stephen.“Papa mau cari makan kemana?” tanya William lagi.“Ya, sekitaran sini. Mungkin di resto hotel.”“Lalu aku?”“Maksudnya? Kamu lapar juga?”“Bukan, aku … ummm ….” William menengok ke arah Shaynala yang tengah duduk selonjoran di sofa. Meluruskan kakinya yang masih sakit gara-gara terkilir.“Aku sama Nala ….” Ucap William mengambang.“Oh, ya sudah kalian di sini. Ka

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   bab 222

    “Apa?” Sarah yang sedang menggendong Eldan menatap Hamish dan Elias bergantian. Anak dan cucu lelakinya itu mendekatinya dengan wajah-wajah serius.“Ma, Mama yakin mau tinggal di sini?” tanya Elias.“Kalo tak yakin buat apa bicara?” jawab Sarah.“Terus rumah Mama bagaimana? Kosong?” lanjut Elias.“

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-05
  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 230

    “Papa?” Stephen terkejut melihat ayahnya yang sudah seperti ikan kehabisan air. Wajahnya merah padam, basah penuh keringat bercampur air mata dengan napas yang megap-megap.Sungguh memprihatinkan kondisi pria berambut tipis hampir botak dengan mata segaris itu.“Aiyaaaaa papanya Steve! Ginna yang m

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-05
  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 220

    Hamish mondar-mandir. Ia sedang menunggu satpam rumahnya yang sengaja ia telpon dan diminta tolong untuk membelikan beberapa tespek.Ia begitu gelisah. Antara harapan yang setinggi gunung dan juga ketakutan akan rasa kecewa.“Kalau misal nanti hasilnya negatif ….”“Ssstt! Tak masalah!” Hamish memot

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-04
  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 210

    Hamish belum berhenti tertawa melihat tampang cemberut Stephen. Hari ini pria itu berkunjung ke kantor Stephen untuk berkonsultasi.Malam itu, ia menelepon Stephen tetapi tak diangkat dan berikutnya ia sendiri yang mengabaikan telepon dari Stephen, lalu berakhir lupa untuk berkomunikasi.Sekarang,

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-04
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status