Share

Adik Ipar

Author: Shinee
last update publish date: 2026-05-04 18:55:39

Pertanyaan itu membuat Aurelia tertegun untuk sesaat. Apa yang harus dia jawab pada putranya.

Ponselnya berdenting, menyelamatkannya dari tuntutan untuk menjawab.

Namum, begitu ia membuka pesan dari nomor tidak dikenal itu, amarahnya muncul lagi.

Orang yang sedang mereka bahasa lah yang mengirim pesan padanya. Caleb.

Pria itu mengirim foto pulpennya yang ketinggalan. 'Jemput barangmu.' kalimat yang tertera di sana. Seolah Caleb tidak sudi benda mungil itu berada di kamar hotelnya yang mewah.
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Evi Erviani
seru seru seru
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Mencuri Malam Pertama Kakak Ipar   Kopi Permintaan Maaf

    Malam harinya, kamar utama kediaman Hamilton tenggelam dalam kesunyian yang menekan.​Aurelia baru saja selesai mengeringkan rambutnya di depan meja rias ketika pintu kamar mandi terbuka. Caleb melangkah keluar hanya dengan balunan celana panjang hitam, membiarkan dada bidangnya bertelanjang dada. Tetesan air di rambutnya jatuh perlahan menelusuri otot perutnya yang kaku.​Aurelia menatap pantulan suaminya dari cermin. "Caleb, kau tahu soal kejadian di galeri tadi siang?"​Caleb tidak menjawab. Pria itu melangkah mendekat. Ia mengambil alih pengering rambut dari tangan Aurelia. Jemarinya dengan lembut mengeringkan rambut istrinya itu."Ya, tapi aku terlambat mengetahuinya." Wajahnya masih menyiratkan kedongkolan begitu mengingat Nathaneil maju lebih cepat darinya.​"Pria itu menyelesaikan masalahmu dengan sangat efisien," ujar Caleb, suaranya rendah tapi sarat akan kecemburuan.​Aurelia memutar tubuhnya menghadap Caleb. "Nathaneil punya koneksi di dewan pengawas.""Hm, tetap saja itu

  • Mencuri Malam Pertama Kakak Ipar   Kopi Permintaan Maaf

    Malam harinya, kamar utama kediaman Hamilton tenggelam dalam kesunyian yang menekan.​Aurelia baru saja selesai mengeringkan rambutnya di depan meja rias ketika pintu kamar mandi terbuka. Caleb melangkah keluar hanya dengan balunan celana panjang hitam, membiarkan dada bidangnya bertelanjang dada. Tetesan air di rambutnya jatuh perlahan menelusuri otot perutnya yang kaku.​Aurelia menatap pantulan suaminya dari cermin. "Caleb, kau tahu soal kejadian di galeri tadi siang?"​Caleb tidak menjawab. Pria itu melangkah mendekat. Ia mengambil alih pengering rambut dari tangan Aurelia. Jemarinya dengan lembut mengeringkan rambut istrinya itu."Ya, tapi aku terlambat mengetahuinya." Wajahnya masih menyiratkan kedongkolan begitu mengingat Nathaneil maju lebih cepat darinya.​"Pria itu menyelesaikan masalahmu dengan sangat efisien," ujar Caleb, suaranya rendah tapi sarat akan kecemburuan.​Aurelia memutar tubuhnya menghadap Caleb. "Nathaneil punya koneksi di dewan pengawas.""Hm, tetap saja itu

  • Mencuri Malam Pertama Kakak Ipar   Kopi Permintaan Maaf

    Malam harinya, kamar utama kediaman Hamilton tenggelam dalam kesunyian yang menekan.​Aurelia baru saja selesai mengeringkan rambutnya di depan meja rias ketika pintu kamar mandi terbuka. Caleb melangkah keluar hanya dengan balunan celana panjang hitam, membiarkan dada bidangnya bertelanjang dada. Tetesan air di rambutnya jatuh perlahan menelusuri otot perutnya yang kaku.​Aurelia menatap pantulan suaminya dari cermin. "Caleb, kau tahu soal kejadian di galeri tadi siang?"​Caleb tidak menjawab. Pria itu melangkah mendekat. Ia mengambil alih pengering rambut dari tangan Aurelia. Jemarinya dengan lembut mengeringkan rambut istrinya itu."Ya, tapi aku terlambat mengetahuinya." Wajahnya masih menyiratkan kedongkolan begitu mengingat Nathaneil maju lebih cepat darinya.​"Pria itu menyelesaikan masalahmu dengan sangat efisien," ujar Caleb, suaranya rendah tapi sarat akan kecemburuan.​Aurelia memutar tubuhnya menghadap Caleb. "Nathaneil punya koneksi di dewan pengawas.""Hm, tetap saja itu

  • Mencuri Malam Pertama Kakak Ipar   Terpesona

    Aurelia tidak tinggal diam. Dia segera mengemudikan mobilnya menuju mansion. Dia tidak menghubungi Caleb sama sekali. Peduli setan jika citranya makin buruk di hadapan keluarga Hamilton. Toh, sampai kapan pun ia yakin, ia tetap dianggap parasit oleh keluarga itu.Ia masih ingat betul waktu dia masih kecil, wanita tua itu selalu menyebutnya pencuri makanan, hanya karena Caleb selalu memberikan cemilan-cemilan mahal pada mereka.Aurelia turun dari mobil, melangkah lebar menuju pintu utama. Maya di sana. Ya, seperti kuman yang selalu menempel di tetua Hamilton."Wah, lihat siapa yang datang." Maya melayangkan tatapan sinis padanya. Aurelia mengabaikannya, dan berjalan begitu saja melewatinya."Kau mau kemana?!" Maya menarik tangannya dengan kasar. Aurelia menghempaskan tangannya."Kau tidak boleh masuk ke sini!" Maya menghadang jalan masuk."Kau pemilik rumah ini?" pertanyaan Aurelia membuatnya terdiam. Aurelia tersenyum sinis. "Jika bukan kau pemiliknya, jadi menyingkirlah!" dia men

  • Mencuri Malam Pertama Kakak Ipar   Kekesalan Caleb

    "Maafkan aku," Caleb membantu Aurelia merebahkan diri di ranjang. "Aku memang berlebihan."Aurelia tersenyum simpul. Dia mengulurkan tangan, mengusap pipi Caleb. Caleb membawa tangan Aurelia ke bibirnya, mengecup dengan lembut."Ke depannya, aku akan lebih mengendalikan diri."Aurelia tergelak, entah percaya atau tidak dengan ucapan suami posesifnya itu. Yang jelas, ini bukan kali pertamanya Caleb mengatakan hal serupa."Aku bersungguh-sungguh kali ini," tegas Caleb dengan mimik yang terlihat sangat meyakinkan. Aurelia langsung tertawa. "Ya, aku percaya." Membawa Caleb ke dalam pelukannya.Wajah tegang Caleb langsung melunak. "Istirahatlah, aku akan mengurus putra kita.""Terima kasih," Aurelia melemparkan senyum lebar yang tulus.Caleb mengecup kening Aurelia sebelum pergi keluar kamar.***"Aurelia..." Suara Jake membuat Aurelia menoleh ke ambang pintu.Melihat wajah Jake yang tegang, dia langsung berdiri. Nathaneil yang sedang berdiskusi juga ikut berdiri."Ada apa?" Aurelia mende

  • Mencuri Malam Pertama Kakak Ipar   Kekesalan Caleb

    "Maafkan aku," Caleb membantu Aurelia merebahkan diri di ranjang. "Aku memang berlebihan."Aurelia tersenyum simpul. Dia mengulurkan tangan, mengusap pipi Caleb. Caleb membawa tangan Aurelia ke bibirnya, mengecup dengan lembut."Ke depannya, aku akan lebih mengendalikan diri."Aurelia tergelak, entah percaya atau tidak dengan ucapan suami posesifnya itu. Yang jelas, ini bukan kali pertamanya Caleb mengatakan hal serupa."Aku bersungguh-sungguh kali ini," tegas Caleb dengan mimik yang terlihat sangat meyakinkan. Aurelia langsung tertawa. "Ya, aku percaya." Membawa Caleb ke dalam pelukannya.Wajah tegang Caleb langsung melunak. "Istirahatlah, aku akan mengurus putra kita.""Terima kasih," Aurelia melemparkan senyum lebar yang tulus.Caleb mengecup kening Aurelia sebelum pergi keluar kamar.***"Aurelia..." Suara Jake membuat Aurelia menoleh ke ambang pintu.Melihat wajah Jake yang tegang, dia langsung berdiri. Nathaneil yang sedang berdiskusi juga ikut berdiri."Ada apa?" Aurelia mende

  • Mencuri Malam Pertama Kakak Ipar   Pria Itu Caleb

    Aurelia bersenandung riang di kamar mandi. Terlihat jika suasana hatinya sedang bagus. Aurelia keluar dari kamar mandi dan dirinya langsung disambut oleh senyuman hangat yang begitu menawan dari seorang laki-laki yang menatapnya penuh kagum. Yang membuat dunianya penuh warna selama lima tahun bela

  • Mencuri Malam Pertama Kakak Ipar   Kebohongan Kecil

    “Aku sudah selesai.” Aurelia berdiri sebelum benar-benar menghabiskan makanannya. Nasi di piringnya masih tersisa. Ia tidak sanggup berlama-lama di meja itu, tidak dengan Caleb duduk di seberang, tidak dengan cara pria itu menyebut namanya seolah memiliki makna lain. Clarissa menatap heran. “Ka

  • Mencuri Malam Pertama Kakak Ipar   Aureli

    Tubuh Clarissa tiba-tiba limbung.Cangkir di tangannya terlepas, jatuh ke lantai, pecah dengan suara nyaring yang membuat jantung Aurelia seperti berhenti berdetak sesaat.“Clarissa!”Aurelia berlari, menangkap tubuh kakaknya sebelum benar-benar jatuh. Ia terduduk di lantai ruang keluarga, memangku

  • Mencuri Malam Pertama Kakak Ipar   Malam Pertama

    "Gantikan aku. Untuk malam ini saja." "Apa kau gila?!" Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Aurelia meninggikan suara di depan kakaknya, Clarissa. Dadanya naik turun, napasnya bergetar. Selama ini ia tidak pernah membantah Clarissa. Demi apa pun, ia mencintai kakaknya. Satu-satunya keluarga

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status