Compartir

Hubungi Caleb

Autor: Shinee
last update Fecha de publicación: 2026-07-22 17:15:52

"Seseorang, katakan sesuatu tentang putraku. Jangan cuma suruh saya sabar!"

​Suara Aurelia memecah keheningan lorong rumah sakit. Matanya yang sembab dan memerah menatap tajam pintu ganda berlapis kaca buram di depannya. Di balik pintu itu, lampu merah penanda operasi masih menyala terang. Sudah tiga jam ia berdiri, meremas jemarinya sendiri hingga memutih.

​Setiap kali bayangan wajah Maxi yang pucat bersimbah darah berkelebat, seluruh tubuh Aurelia menggigil hebat. Kakinya bergetar. Keringat d
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado
Comentarios (1)
goodnovel comment avatar
Indah Anshori
ditunggu episode selanjutnya kak ......
VER TODOS LOS COMENTARIOS

Último capítulo

  • Mencuri Malam Pertama Kakak Ipar   Pakaikan Padaku

    Masalah Aureli akhir-akhir ini, kesulitan mengancing bajunya. "Kenapa dia harus memilih gaun ini," ia terus menggerutu sambil berusaha menggapai kancingnya.Caleb yang baru keluar dari dalam toilet, tergelak mendengar gerutuannya. Alih-alih masuk ke ruang ganti, Caleb malah mendekati Aurelia.Aurelia melotot melihat penampilannya di cermin. Masih mengenakan handuk di pinggang."Apa yang kau lakukan?""Membantumu." Tangan Caleb dengan posesif mengancing baju Aurelia.Entah perasaan Aurelia atau tidak, Caleb seperti sengaja berlama-lama di sana. Jemari dinginnya terus menyentuh kulit punggungnya."Caleb...""Selesai," Caleb menyela."Gaun ini terlihat sangat indah," gumam Caleb. Pandangannya tidak lepas dari bayangan tubuh Aurelia di cermin besar di hadapan mereka.​Aurelia mengangkat alisnya, menatap Caleb lewat pantulan kaca. "Hanya gaunnya yang indah?"​Caleb tidak langsung menjawab. Pria itu mengunci tatapan mereka melalui cermin, membiarkan keheningan menggantung sejenak di udara.

  • Mencuri Malam Pertama Kakak Ipar   Kita Akan Menikmati

    "Kami pergi dulu," Caleb berpamitan pada Aurelia setelah membantu wanita itu turun ke lantai bawah."Ya. Hati-hati.""Tunggu aku."Aurelia mengerutkan dahinya, "kenapa aku harus menunggumu.""Kita dalam masa bulan madu, kita harus menikmatinya.""Aku tidak tahu apa yang harus dinikmati.""Memangnya kau mau menikmati apa?" kelakar Caleb dengan tatapan menggoda.Aurelia mendelik kesal. Ia kemudian meminta Maxi mendekat. "Semoga sekolah barumu menyenangkan, Sayang.""Bye, Ibu." Maxi memeluk dan mendaratkan kecupan di pipinya."Jangan banyak bergerak," Caleb ikut mengecup pipinya. Tubuhnya langsung tegang. "Kakimu masih harus diistirahatkan. Aku langsung pulang setelah mengantar Maxi. Selama aku pergi, pikirkan apa yang akan kita lakukan nanti."Mengabaikan wajah Aurelia yang terpaku, Caleb dan Maxi segera pergi. "Tuan Caleb manis sekali."Aurelia tersentak. Dia menoleh ke belakang dan menemukan Noer, pengasuh Maxi."Dia menyebalkan Noer.""Wajah Ibu sampai tersipu begitu.""Noer..." ia

  • Mencuri Malam Pertama Kakak Ipar   Tuan Sempurna Yang Menyebalkan

    "Selamat pagi."​Suara bariton Caleb yang berat menyambut Aurelia begitu kelopak matanya terbuka. Pria itu sudah memosisikan tubuhnya bertumpu pada siku, menatap Aurelia dari atas dengan intensitas yang tak berkurang sedikit pun dari semalam.Jantung itu berulah lagi. Aurelia berharap Caleb tidak mendengarnya. Caleb sudah mandi. Wanginya sangat merusak akal sehat. Dan apa-apaan ini? Kenapa Caleb tidak pakai atasan? Mau pamer otot?Sial! Dia tampan sekali pagi ini. "Tidurmu nyenyak?"​Aurelia menarik selimut lebih tinggi, menutupi dadanya. "Ya, lumayan." Sinar matahari pagi menembus celah gorden, menyoroti garis rahang Caleb yang tegas. Tangannya gatal ingin menyentuhnya. Bagaimana bisa ia tetap tampan seperti dulu meski puluhan tahun sudah berlalu!"Senang mendengarnya."​"Aku harus melihat Maxi," ujar Aurelia, berusaha mengabaikan lengan kokoh Caleb yang masih melingkar protektif di pinggangnya.​"Maxi masih tidur," balas Caleb datar. Jemarinya bergerak menyingkirkan anak rambut d

  • Mencuri Malam Pertama Kakak Ipar   Jangan Menyangkal

    "Kau pikir pura-pura tidur bisa menghapus fakta bahwa kau bergetar saat kusentuh?"​Bisikan tajam Caleb menghantam tengkuk Aurelia, meruntuhkan seluruh pertahanan yang baru saja coba dibangunnya. Aurelia membuka mata lebar-lebar di balik kegelapan. Ia tidak bergerak sedikit pun, membiarkan tubuhnya tetap membelakangi pria itu.​"Tidur, Caleb," tegur Aurelia dingin, suaranya berusaha dipacu agar tidak gemetar. Kenyataannya, sentuhan pria itu- sekecil apa pun, selalu berhasil membuat tubuhnya bereaksi. ​Caleb justru mengikis jarak, merebahkan tubuhnya melintang tepat di samping Aurelia. Lengan kokohnya melingkar mantap di pinggang wanita itu, menarik punggung ramping Aurelia hingga menempel erat pada dada bidangnya.​Aurelia bergerak gelisah, berusaha melepas ikatan tangan itu. "Lepaskan."​"Bicara padaku tanpa bersembunyi," perintah Caleb datar. Ibu jarinya merayap naik, mengusap pinggang Aurelia di balik gaunnya yang longgar. "Apa kau sungguh akan menerima bantuan pria itu untuk kau

  • Mencuri Malam Pertama Kakak Ipar   Aku Lelah, Caleb

    ​"Jangan memaksakan diri jika kakimu sudah tidak sanggup menapak."​Suara berat Caleb memecah keheningan kamar utama yang temaram. Aurelia meringis pelan, meremas pinggiran gaunnya saat rasa nyeri yang tajam menusuk tumit. Tadi, saat ia terburu-buru menaiki anak tangga kayu setelah dari dapur, hak tinggi stiletto-nya tersangkut pada selimut tipis Maxi yang menjuntai dari lantai dua. Pijakannya meleset, pergelangan kakinya terputar hebat, dan tubuhnya hampir terjerembab ke belakang sebelum lengan kokoh Caleb melingkar cepat di pinggangnya.​Tanpa Nenek Moren dan Maya di rumah ini, koridor dan setiap sudut ruangan terasa jauh lebih tenang. Namun, keberadaan Caleb yang mendominasi justru membuat udara di dalam kamar terasa makin sempit dan menghimpit.​"Aku hanya terkilir sedikit, Caleb. Lepaskan," bisik Aurelia, mencoba mendorong dada bidang pria itu.​Caleb mengabaikan protes tersebut. Pria itu mengangkat tubuh Aurelia tanpa usaha berarti, membawanya melangkah menuju tempat tidur beru

  • Mencuri Malam Pertama Kakak Ipar   Ayo Pulang

    "Aku tidak melihat alasan kenapa Aurelia harus menerima dana dari luar saat Hamilton Group punya divisi investasi sendiri." Caleb menatap Nathaeil dengan penuh intimidasi.​"Tapi aset dan keputusan bisnis Reid Corp jauh lebih fleksibel tanpa campur tangan keluarga besarmu, Caleb," sahut Nathaneil tenang, membalas tatapan mengintimidasi itu tanpa gentar sedikit pun. "Aurelia butuh kebebasan karya, bukan?"​Aurelia bangkit dari kursinya dengan wajah memerah tahan amarah. Ia tidak bisa mentolerir cara kedua pria ini berdebat seolah dirinya adalah objek perlombaan.​"Cukup!" pangkas Aurelia keras, menepis pelan tangan Caleb di kursinya. "Ini studioku, dan ini urusan bisnisku! Jangan bertindak seolah kalian berhak menentukan apa yang terbaik untukku!"​Caleb berbalik menatap Aurelia. Datar, tanpa ekspresi, namun urat di lehernya menegang. "Kau mau menerima tawaran dari pria yang secara terbuka mengincar posisi di sampingmu?"​"Aku menerima kesempatan untuk berdiri di atas kakiku sendiri!"

  • Mencuri Malam Pertama Kakak Ipar   Aureli

    Tubuh Clarissa tiba-tiba limbung.Cangkir di tangannya terlepas, jatuh ke lantai, pecah dengan suara nyaring yang membuat jantung Aurelia seperti berhenti berdetak sesaat.“Clarissa!”Aurelia berlari, menangkap tubuh kakaknya sebelum benar-benar jatuh. Ia terduduk di lantai ruang keluarga, memangku

  • Mencuri Malam Pertama Kakak Ipar   Malam Pertama

    "Gantikan aku. Untuk malam ini saja." "Apa kau gila?!" Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Aurelia meninggikan suara di depan kakaknya, Clarissa. Dadanya naik turun, napasnya bergetar. Selama ini ia tidak pernah membantah Clarissa. Demi apa pun, ia mencintai kakaknya. Satu-satunya keluarga

  • Mencuri Malam Pertama Kakak Ipar   Pria Itu Caleb

    Aurelia bersenandung riang di kamar mandi. Terlihat jika suasana hatinya sedang bagus. Aurelia keluar dari kamar mandi dan dirinya langsung disambut oleh senyuman hangat yang begitu menawan dari seorang laki-laki yang menatapnya penuh kagum. Yang membuat dunianya penuh warna selama lima tahun bela

  • Mencuri Malam Pertama Kakak Ipar   Selamat Tinggal

    Aureli merasakan sesuatu yang berat menimpa perutnya. Perlahan ia membuka mata. Rasa pusing menyerang. Ia memejamkan matanya lagi. Namun saat hidungnya mencium aroma yang tidak asing, nyawanya terkumpul sepenuhnya.Dia menoleh ke samping, matanya seketika membeliak setelah menyadari kondisi mereka.

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status