/ Zaman Kuno / Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa / Bab 112. Tudung yang Terbuka di Tengah Riuh

공유

Bab 112. Tudung yang Terbuka di Tengah Riuh

작가: nanadvelyns
last update 게시일: 2026-02-03 00:02:20

Diana menikmati jalannya peresmian Klinik Kecantikan Ruyi dari sudut ruangan yang tidak mencolok.

Ia berdiri santai di balik pilar kayu merah, bahunya diselimuti mantel musim dingin sederhana dengan tudung yang sedikit menutupi wajahnya.

Di tangannya, sebuah tusuk kecil berisi manisan buah bergerak naik turun mengikuti ritme kunyahannya.

Suara musik tradisional mengalun lembut, berpadu dengan decakan kagum dan tepukan tangan yang silih berganti.

Setiap k
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (1)
goodnovel comment avatar
Ros
Bagus ada arthur yg menolong penyamaran diana…. Harsa juga lebayyy…. Manggil suara nya kenceng juga. Gagal donk rencana Diana…. Ketahuan klinik itu punya nya….
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 283. Kembalinya Sang Elang dan Luka yang Belum Mengering

    Di atas balkon utama Istana Agung, genderang ditabuh dengan irama yang menggetarkan dada, suaranya bertalu-talu menyerukan keagungan sebuah kekaisaran yang tak tertandingi. Di sepanjang selasar dan menara-menara pengawas, bendera emas Norvenia berkibar dengan gagah, menari berdampingan dengan bendera biru laut bergambar elang perak milik Kerajaan Mora. Perpaduan warna itu menjadi simbol sebuah pertemuan besar yang telah lama dinantikan oleh daratan dan laut.Diana Sinclair berdiri dengan tegak, meskipun berat kandungannya yang kian membesar mulai memberikan tekanan pada punggungnya. Ia mengenakan jubah permaisuri yang sangat megah, terbuat dari sutra terbaik dengan sulaman benang emas yang membentuk motif Phoenix yang sedang mengepakkan sayap. Di sampingnya, Arthur berdiri seperti pilar baja, mengenakan pakaian kaisar yang serba hitam dengan aksen perak, memancarkan aura dominasi yang mampu membungkam ribuan prajurit hanya dengan satu tatapan.Arthur, yan

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 282. Air Mata Palsu dan Penyesalan yang Terlambat

    "Yang Mulia! Apa yang terjadi pada Anda?!" suara Althaf bergetar, sebuah retakan langka dalam topeng datarnya yang dingin.Denada tidak segera menjawab. Ia membiarkan napasnya tersengal, pundaknya berguncang pelan seolah menahan isak tangis yang menyesakkan. Bibirnya yang bergetar hanya menggumamkan satu kata yang cukup untuk meledakkan sumbu amarah di dalam diri Althaf."Ayah..." gumam Denada lirih, hampir tak terdengar di antara deru angin yang menyelinap dari celah jendela.Mendengar kata itu, pikiran Althaf langsung berputar cepat seperti pusaran badai. Ingatannya kembali pada beberapa menit yang lalu, saat ia melihat sosok Raja Debi keluar dari paviliun ini dengan langkah terburu-buru dan raut wajah yang sangat buruk—penuh amarah yang tertahan dan kegelapan yang mengancam. Althaf menatap lebam kebiruan yang mulai muncul di pipi pucat Denada. Luka itu tampak begitu kontras, begitu menyakitkan untuk dipandang.Apakah pria itu penyebabnya? Apakah Raja Deb

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 281. Muslihat Sang Permaisuri

    Denada duduk dengan tenang di kursi jatinya. Jemarinya yang ramping memegang cangkir porselen, menyesap teh yang sudah mendingin dengan perlahan. Ekspresinya datar, seolah-olah ia adalah bagian dari ornamen ruangan yang mati. Namun, di balik ketenangan itu, otaknya sedang memutar roda pengkhianatan yang kian cepat.Tiba-tiba, pintu kamarnya terbuka dengan sentakan keras. Sosok Raja Debi muncul di ambang pintu, napasnya memburu dan wajahnya tampak tegang di bawah cahaya lampion koridor. Ia melangkah masuk tanpa menunggu undangan, matanya menyapu ruangan dengan penuh kecurigaan sebelum tertuju pada putri angkatnya."Ada apa kau memanggilku secara mendadak begini, Denada?" tanya Raja Debi dengan suara rendah yang ditekan. "Apa ada pergerakan mencurigakan dari Kaisar? Katakan padaku!"Denada tidak segera menjawab. Ia meletakkan cangkir tehnya ke atas meja dengan bunyi denting yang halus, lalu mendongak menatap Raja Debi. Seketika, ia mengubah sorot matanya. Kedinginan yang tadi terpanc

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 280. Bisikan Berbisa

    Di dalam ruang kerja utama istana, lilin-lilin besar menyala temaram, menciptakan bayangan-bayangan panjang yang menari di dinding pualam. Alon duduk di balik meja besarnya yang terbuat dari kayu jati hitam berukir naga, wajahnya tampak kaku dan lelah. Di depannya berserakan tumpukan dokumen negara yang seolah tak ada habisnya, namun pikirannya tidak tertuju pada laporan pajak atau persediaan pangan. Fokusnya sedang terpecah oleh berita kedatangan delegasi dari Kerajaan Mora yang kini telah menempati paviliun tamu agung.Alon menyandarkan punggungnya, memijat pelipisnya yang berdenyut kencang. Kedatangan Mora seharusnya menjadi momen diplomatik yang gemilang, namun di balik itu, ia merasakan adanya ancaman yang merayap di bawah permukaan. Terutama setelah ia mencurigai adanya pergerakan bawah tanah dari pihak-pihak yang dulu setuju untuk bersekutu dengannya, namun kini mulai menunjukkan tanda-tanda ketidakpuasan."Yang Mulia... Yang Mulia Permaisuri meminta izin untuk masuk."Sua

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 279. Orang Lemah yang Tak Mengenali Lawan

    Diana duduk dengan tenang di kursi cendana yang telah dipersiapkan, tangannya yang halus bertumpu pada perutnya yang membusung, memberikan kesan sebagai seorang ibu yang penuh kedamaian. Namun, sepasang mata birunya yang jernih menyapu pemandangan di tengah ruangan dengan ketajaman yang mampu menusuk hingga ke tulang belakang.Di sana, di atas lantai marmer yang dingin, Selina Agupta bersama dua rekan setianya masih bersujud. Tubuh mereka gemetar hebat, seolah-olah hawa dingin musim dingin telah meresap ke dalam sumsum tulang mereka. Selina, yang tadi begitu berani melempar hasutan beracun, kini hanya bisa menatap pola marmer di bawah dahinya. Wajahnya pucat pasi, dan buku-buku jarinya memutih saking kerasnya ia mengepalkan tangan di balik lengan bajunya. Ia telah terjebak, ia meremehkan ikatan antara Permaisuri dan Ibu Suri, dan kini ia merasa seolah-olah sedang berdiri di tepi jurang eksekusi."Ada apa ini?" tanya Diana dengan suara yang lembut dan merdu, seolah-olah ia benar-b

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 278. Sejarah Diana dan Nama Sinclair

    Suara dentingan kecapi yang lembut mengalun di udara Istana Ibu Suri Karin, menyusup di antara pilar-pilar giok yang megah dan tirai sutra yang berkibar pelan tertiup angin musim dingin. Aroma dupa kayu gaharu yang mahal memenuhi ruangan, memberikan kesan ketenangan yang semu. Di kursi utama yang beralaskan beludru merah, Karin duduk dengan keanggunan seorang wanita yang telah melewati badai kekuasaan. Di samping kanannya, terdapat sebuah kursi kayu cendana yang diukir dengan motif Phoenix, letaknya sedikit lebih rendah dari kursi miliknya, namun tetap menunjukkan kedudukan istimewa. Itulah kursi yang dipersiapkan khusus untuk Diana, Sang Permaisuri, yang kehadirannya tengah dinanti.Di hadapan Karin, para selir dari berbagai tingkatan duduk dengan rapi di meja-meja panjang yang saling berhadapan. Di atas meja mereka tersaji berbagai macam manisan, buah-buahan segar, dan teh kualitas terbaik. Namun, kecantikan wajah-wajah di ruangan itu tidak sepenuhnya mencerminkan ketenangan h

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 10. Dua Wajah

    Keheningan aneh menyelimuti ruangan ketika Arthur kembali berdiri. Suara gesekan kursi yang ditarik pelayan barusan masih terasa menggantung di udara, seakan enggan menghilang dari ingatan siapa pun yang mendengarnya. Pelayan yang tadi tergopoh-gopoh datang kini berdiri kaku di sudut ruangan, men

    last update최신 업데이트 : 2026-03-17
  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 9. Air Mata Fitnah

    Suasana ruang tengah keluarga Sinclair terasa seperti ruang penyiksaan yang dindingnya perlahan menyempit. Tidak ada satu pun dari mereka yang menyangka Arthur, sang Putra Mahkota yang terkenal jarang tampil di depan umum, tiba-tiba muncul tanpa pemberitahuan. Bahkan prajurit penjaga yang biasany

    last update최신 업데이트 : 2026-03-17
  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 12. Penyerangan Dadakan

    Roda kereta berderak ritmis, menapaki jalan berbatu yang perlahan menanjak menuju Istana Putra Mahkota. Suara dentingan metal dari bagian luar kereta menyatu dengan ringkik kuda yang ditarik tegas oleh para kusir. Aroma debu bercampur angin malam merayap halus melalui celah jendela kecil. Namun d

    last update최신 업데이트 : 2026-03-17
  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 16. Masih Kurang, Yang Mulia?

    Ruang kerja Putra Mahkota tenggelam dalam keheningan berat yang hanya ditemani goresan kuas yang menari di atas lembaran laporan. Cahaya redup dari lampu minyak memantulkan bayangan tipis di sepanjang meja kayu panjang itu. Arthur duduk tegap, satu tangannya menandai bagian-bagian penting dengan

    last update최신 업데이트 : 2026-03-17
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status