แชร์

Bab 65. Dua Ego

ผู้เขียน: nanadvelyns
last update วันที่เผยแพร่: 2026-01-12 00:39:17

“Salam, Putri Mahkota.”

Sai yang pertama kali menyadari kedatangan Diana segera membungkuk hormat seperti biasa.

Gerakannya tetap rapi dan terlatih, namun kali ini sepasang matanya tak bisa menyembunyikan kebingungan.

Tatapannya sekilas terangkat, mencuri pandang ke wajah Diana—raut yang jelas tidak biasa. Terlalu pucat. Terlalu dingin. Terlalu… menekan.

Diana berhenti beberapa langkah dari kereta kuda. Tatapannya tidak beralih sedikit pun dari sosok Arthur dan kereta di belakangnya.

Tanpa b
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (2)
goodnovel comment avatar
Ros
Ya sdh… Diana sibukkan diri aja di Medis…. Racik bahan2 herbal utk obat….. jaman dl sih biasa itu putra mahkota atau kaisar punya banyak selir.. Jd Diana haris siap2 deh. Menahan hati , rasa cemburu. Kalo nanti artur berbagi ranjang dan kemaluan nya sm wanita2 lain yg dia suka, balik ke jaman modern
goodnovel comment avatar
Elviana Darni
di tunggu update nya
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 282. Air Mata Palsu dan Penyesalan yang Terlambat

    "Yang Mulia! Apa yang terjadi pada Anda?!" suara Althaf bergetar, sebuah retakan langka dalam topeng datarnya yang dingin.Denada tidak segera menjawab. Ia membiarkan napasnya tersengal, pundaknya berguncang pelan seolah menahan isak tangis yang menyesakkan. Bibirnya yang bergetar hanya menggumamkan satu kata yang cukup untuk meledakkan sumbu amarah di dalam diri Althaf."Ayah..." gumam Denada lirih, hampir tak terdengar di antara deru angin yang menyelinap dari celah jendela.Mendengar kata itu, pikiran Althaf langsung berputar cepat seperti pusaran badai. Ingatannya kembali pada beberapa menit yang lalu, saat ia melihat sosok Raja Debi keluar dari paviliun ini dengan langkah terburu-buru dan raut wajah yang sangat buruk—penuh amarah yang tertahan dan kegelapan yang mengancam. Althaf menatap lebam kebiruan yang mulai muncul di pipi pucat Denada. Luka itu tampak begitu kontras, begitu menyakitkan untuk dipandang.Apakah pria itu penyebabnya? Apakah Raja Deb

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 281. Muslihat Sang Permaisuri

    Denada duduk dengan tenang di kursi jatinya. Jemarinya yang ramping memegang cangkir porselen, menyesap teh yang sudah mendingin dengan perlahan. Ekspresinya datar, seolah-olah ia adalah bagian dari ornamen ruangan yang mati. Namun, di balik ketenangan itu, otaknya sedang memutar roda pengkhianatan yang kian cepat.Tiba-tiba, pintu kamarnya terbuka dengan sentakan keras. Sosok Raja Debi muncul di ambang pintu, napasnya memburu dan wajahnya tampak tegang di bawah cahaya lampion koridor. Ia melangkah masuk tanpa menunggu undangan, matanya menyapu ruangan dengan penuh kecurigaan sebelum tertuju pada putri angkatnya."Ada apa kau memanggilku secara mendadak begini, Denada?" tanya Raja Debi dengan suara rendah yang ditekan. "Apa ada pergerakan mencurigakan dari Kaisar? Katakan padaku!"Denada tidak segera menjawab. Ia meletakkan cangkir tehnya ke atas meja dengan bunyi denting yang halus, lalu mendongak menatap Raja Debi. Seketika, ia mengubah sorot matanya. Kedinginan yang tadi terpanc

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 280. Bisikan Berbisa

    Di dalam ruang kerja utama istana, lilin-lilin besar menyala temaram, menciptakan bayangan-bayangan panjang yang menari di dinding pualam. Alon duduk di balik meja besarnya yang terbuat dari kayu jati hitam berukir naga, wajahnya tampak kaku dan lelah. Di depannya berserakan tumpukan dokumen negara yang seolah tak ada habisnya, namun pikirannya tidak tertuju pada laporan pajak atau persediaan pangan. Fokusnya sedang terpecah oleh berita kedatangan delegasi dari Kerajaan Mora yang kini telah menempati paviliun tamu agung.Alon menyandarkan punggungnya, memijat pelipisnya yang berdenyut kencang. Kedatangan Mora seharusnya menjadi momen diplomatik yang gemilang, namun di balik itu, ia merasakan adanya ancaman yang merayap di bawah permukaan. Terutama setelah ia mencurigai adanya pergerakan bawah tanah dari pihak-pihak yang dulu setuju untuk bersekutu dengannya, namun kini mulai menunjukkan tanda-tanda ketidakpuasan."Yang Mulia... Yang Mulia Permaisuri meminta izin untuk masuk."Sua

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 279. Orang Lemah yang Tak Mengenali Lawan

    Diana duduk dengan tenang di kursi cendana yang telah dipersiapkan, tangannya yang halus bertumpu pada perutnya yang membusung, memberikan kesan sebagai seorang ibu yang penuh kedamaian. Namun, sepasang mata birunya yang jernih menyapu pemandangan di tengah ruangan dengan ketajaman yang mampu menusuk hingga ke tulang belakang.Di sana, di atas lantai marmer yang dingin, Selina Agupta bersama dua rekan setianya masih bersujud. Tubuh mereka gemetar hebat, seolah-olah hawa dingin musim dingin telah meresap ke dalam sumsum tulang mereka. Selina, yang tadi begitu berani melempar hasutan beracun, kini hanya bisa menatap pola marmer di bawah dahinya. Wajahnya pucat pasi, dan buku-buku jarinya memutih saking kerasnya ia mengepalkan tangan di balik lengan bajunya. Ia telah terjebak, ia meremehkan ikatan antara Permaisuri dan Ibu Suri, dan kini ia merasa seolah-olah sedang berdiri di tepi jurang eksekusi."Ada apa ini?" tanya Diana dengan suara yang lembut dan merdu, seolah-olah ia benar-b

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 278. Sejarah Diana dan Nama Sinclair

    Suara dentingan kecapi yang lembut mengalun di udara Istana Ibu Suri Karin, menyusup di antara pilar-pilar giok yang megah dan tirai sutra yang berkibar pelan tertiup angin musim dingin. Aroma dupa kayu gaharu yang mahal memenuhi ruangan, memberikan kesan ketenangan yang semu. Di kursi utama yang beralaskan beludru merah, Karin duduk dengan keanggunan seorang wanita yang telah melewati badai kekuasaan. Di samping kanannya, terdapat sebuah kursi kayu cendana yang diukir dengan motif Phoenix, letaknya sedikit lebih rendah dari kursi miliknya, namun tetap menunjukkan kedudukan istimewa. Itulah kursi yang dipersiapkan khusus untuk Diana, Sang Permaisuri, yang kehadirannya tengah dinanti.Di hadapan Karin, para selir dari berbagai tingkatan duduk dengan rapi di meja-meja panjang yang saling berhadapan. Di atas meja mereka tersaji berbagai macam manisan, buah-buahan segar, dan teh kualitas terbaik. Namun, kecantikan wajah-wajah di ruangan itu tidak sepenuhnya mencerminkan ketenangan h

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 277. Bisikan di Balik Dinding

    Denada mengerjapkan matanya perlahan, merasakan sensasi berat yang menyelimuti tubuhnya. Saat ia mencoba menggerakkan lengannya, ia tersadar bahwa ia tidak hanya dibalut oleh selimut sutranya sendiri, melainkan terbungkus rapat dalam sebuah mantel wol tebal berwarna kelabu gelap.Aroma cendana yang maskulin bercampur dengan dinginnya salju segera menyeruak ke indra penciumannya. Itu adalah aroma Althaf Rumi. Mantel yang semalam disampirkan ksatria itu dengan tegas untuk menutupi tubuhnya yang basah, kini masih melilitnya dengan sisa-basi kehangatan yang tertinggal. Denada memejamkan mata sejenak, menghirup aroma itu lebih dalam. Entah mengapa, di tengah istana yang penuh dengan duri dan mata-mata ini, aroma pria yang kaku itu justru memberikan rasa tenang yang asing di hatinya. Rasa tenang yang seharusnya tidak ia rasakan untuk pion dalam papan caturnya sendiri.Tak lama kemudian, pintu kamar terbuka pelan. Cucu masuk dengan langkah kaki yang teratur, membawa nampan berisi air maw

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 103. Malam Dingin dan Kejutan Istimewa

    Malam sebelumnya, udara di Istana Selir Agung terasa jauh lebih dingin dari biasanya. Lentera-lentera yang tergantung di sepanjang koridor bergoyang pelan, nyalanya bergetar seolah ikut merasakan kegelisahan tuannya. Selir Agung duduk tegang di ruang tengah, jari-jarinya mence

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-27
  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 99. Rumor, Krim Kecantikan, dan Dukungan yang Tak Terduga

    Kediaman Diana hari itu tampak jauh lebih sibuk dibandingkan biasanya. Sejak pagi buta, aroma herbal memenuhi hampir setiap sudut halaman dalam, bercampur dengan wangi bunga kering dan minyak alami yang sedang dipanaskan perlahan. Setelah memastikan obat-obatan untuk Pangeran

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-27
  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 105. Gulungan Darah

    Istana Harsa diselimuti keheningan yang berat ketika mereka tiba. Tidak ada musik, tidak ada tawa pelayan, bahkan langkah kaki pun terdengar samar seolah semua orang di dalam istana itu sengaja menahan napas. Duka masih menggantung pekat, bercampur dengan rasa malu dan kemarahan yang belum menemu

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-27
  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 101. Bayang-Bayang di Balik Dinding Istana

    Diana duduk tenang di balik meja kayu cendana yang permukaannya dipenuhi lembaran kertas, buku catatan tebal, dan beberapa papan kayu tipis bertuliskan angka-angka pengeluaran. Sinar matahari sore menembus kisi jendela tinggi, jatuh tepat di ujung jemarinya yang sedang memegang kuas kecil, sesekal

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-27
บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status