Share

Bab 82. Jamuan Penutup

Penulis: nanadvelyns
last update Tanggal publikasi: 2026-01-20 11:45:15
Di dalam tenda lapangan utama, suasana terasa hangat meski angin musim gugur mulai merayap masuk dari sela tirai tebal.

Lentera-lentera besar bergantung rapi di tiang penyangga, memantulkan cahaya keemasan di atas meja panjang yang dipenuhi kudapan manis dan minuman hangat.

Diana duduk dengan punggung tegak, sikapnya tenang dan anggun, jemarinya sesekali meraih kue kering kecil yang tersaji di hadapannya.

Ia tidak terburu-buru, tidak pula menunjukkan ketidaksabaran.

Wajahnya datar, senyum
nanadvelyns

Hari ini bonus update 2 bab lagi, ya!! Jadi total update hari ini adalah 4 bab >•<! Jangan lupa dukung penulis dengan memberikan ulasan bintang lima serta gem!!(๑˃̵ ᴗ ˂̵)ᕤ

| 22
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (3)
goodnovel comment avatar
mahyati Reva
ceritanya baguuuussss banget...semangat ya thooorrr...tapi tolong nanti jangan diakhiti dengan menggantung cerita...dah 2 judul yang aku baca, n belum kelar alurnya dah tamat aja
goodnovel comment avatar
Netty Tya
Lanjutkan Thor CeritaNya Bagus tidak berbelit belit Dan semoga tetap ke jaLur aMan Hehehehehe
goodnovel comment avatar
Eyja Suhaiza
terima kasih thor.. hari2 mnanti thor tambah bab..
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 283. Kembalinya Sang Elang dan Luka yang Belum Mengering

    Di atas balkon utama Istana Agung, genderang ditabuh dengan irama yang menggetarkan dada, suaranya bertalu-talu menyerukan keagungan sebuah kekaisaran yang tak tertandingi. Di sepanjang selasar dan menara-menara pengawas, bendera emas Norvenia berkibar dengan gagah, menari berdampingan dengan bendera biru laut bergambar elang perak milik Kerajaan Mora. Perpaduan warna itu menjadi simbol sebuah pertemuan besar yang telah lama dinantikan oleh daratan dan laut.Diana Sinclair berdiri dengan tegak, meskipun berat kandungannya yang kian membesar mulai memberikan tekanan pada punggungnya. Ia mengenakan jubah permaisuri yang sangat megah, terbuat dari sutra terbaik dengan sulaman benang emas yang membentuk motif Phoenix yang sedang mengepakkan sayap. Di sampingnya, Arthur berdiri seperti pilar baja, mengenakan pakaian kaisar yang serba hitam dengan aksen perak, memancarkan aura dominasi yang mampu membungkam ribuan prajurit hanya dengan satu tatapan.Arthur, yan

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 282. Air Mata Palsu dan Penyesalan yang Terlambat

    "Yang Mulia! Apa yang terjadi pada Anda?!" suara Althaf bergetar, sebuah retakan langka dalam topeng datarnya yang dingin.Denada tidak segera menjawab. Ia membiarkan napasnya tersengal, pundaknya berguncang pelan seolah menahan isak tangis yang menyesakkan. Bibirnya yang bergetar hanya menggumamkan satu kata yang cukup untuk meledakkan sumbu amarah di dalam diri Althaf."Ayah..." gumam Denada lirih, hampir tak terdengar di antara deru angin yang menyelinap dari celah jendela.Mendengar kata itu, pikiran Althaf langsung berputar cepat seperti pusaran badai. Ingatannya kembali pada beberapa menit yang lalu, saat ia melihat sosok Raja Debi keluar dari paviliun ini dengan langkah terburu-buru dan raut wajah yang sangat buruk—penuh amarah yang tertahan dan kegelapan yang mengancam. Althaf menatap lebam kebiruan yang mulai muncul di pipi pucat Denada. Luka itu tampak begitu kontras, begitu menyakitkan untuk dipandang.Apakah pria itu penyebabnya? Apakah Raja Deb

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 281. Muslihat Sang Permaisuri

    Denada duduk dengan tenang di kursi jatinya. Jemarinya yang ramping memegang cangkir porselen, menyesap teh yang sudah mendingin dengan perlahan. Ekspresinya datar, seolah-olah ia adalah bagian dari ornamen ruangan yang mati. Namun, di balik ketenangan itu, otaknya sedang memutar roda pengkhianatan yang kian cepat.Tiba-tiba, pintu kamarnya terbuka dengan sentakan keras. Sosok Raja Debi muncul di ambang pintu, napasnya memburu dan wajahnya tampak tegang di bawah cahaya lampion koridor. Ia melangkah masuk tanpa menunggu undangan, matanya menyapu ruangan dengan penuh kecurigaan sebelum tertuju pada putri angkatnya."Ada apa kau memanggilku secara mendadak begini, Denada?" tanya Raja Debi dengan suara rendah yang ditekan. "Apa ada pergerakan mencurigakan dari Kaisar? Katakan padaku!"Denada tidak segera menjawab. Ia meletakkan cangkir tehnya ke atas meja dengan bunyi denting yang halus, lalu mendongak menatap Raja Debi. Seketika, ia mengubah sorot matanya. Kedinginan yang tadi terpanc

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 280. Bisikan Berbisa

    Di dalam ruang kerja utama istana, lilin-lilin besar menyala temaram, menciptakan bayangan-bayangan panjang yang menari di dinding pualam. Alon duduk di balik meja besarnya yang terbuat dari kayu jati hitam berukir naga, wajahnya tampak kaku dan lelah. Di depannya berserakan tumpukan dokumen negara yang seolah tak ada habisnya, namun pikirannya tidak tertuju pada laporan pajak atau persediaan pangan. Fokusnya sedang terpecah oleh berita kedatangan delegasi dari Kerajaan Mora yang kini telah menempati paviliun tamu agung.Alon menyandarkan punggungnya, memijat pelipisnya yang berdenyut kencang. Kedatangan Mora seharusnya menjadi momen diplomatik yang gemilang, namun di balik itu, ia merasakan adanya ancaman yang merayap di bawah permukaan. Terutama setelah ia mencurigai adanya pergerakan bawah tanah dari pihak-pihak yang dulu setuju untuk bersekutu dengannya, namun kini mulai menunjukkan tanda-tanda ketidakpuasan."Yang Mulia... Yang Mulia Permaisuri meminta izin untuk masuk."Sua

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 279. Orang Lemah yang Tak Mengenali Lawan

    Diana duduk dengan tenang di kursi cendana yang telah dipersiapkan, tangannya yang halus bertumpu pada perutnya yang membusung, memberikan kesan sebagai seorang ibu yang penuh kedamaian. Namun, sepasang mata birunya yang jernih menyapu pemandangan di tengah ruangan dengan ketajaman yang mampu menusuk hingga ke tulang belakang.Di sana, di atas lantai marmer yang dingin, Selina Agupta bersama dua rekan setianya masih bersujud. Tubuh mereka gemetar hebat, seolah-olah hawa dingin musim dingin telah meresap ke dalam sumsum tulang mereka. Selina, yang tadi begitu berani melempar hasutan beracun, kini hanya bisa menatap pola marmer di bawah dahinya. Wajahnya pucat pasi, dan buku-buku jarinya memutih saking kerasnya ia mengepalkan tangan di balik lengan bajunya. Ia telah terjebak, ia meremehkan ikatan antara Permaisuri dan Ibu Suri, dan kini ia merasa seolah-olah sedang berdiri di tepi jurang eksekusi."Ada apa ini?" tanya Diana dengan suara yang lembut dan merdu, seolah-olah ia benar-b

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 278. Sejarah Diana dan Nama Sinclair

    Suara dentingan kecapi yang lembut mengalun di udara Istana Ibu Suri Karin, menyusup di antara pilar-pilar giok yang megah dan tirai sutra yang berkibar pelan tertiup angin musim dingin. Aroma dupa kayu gaharu yang mahal memenuhi ruangan, memberikan kesan ketenangan yang semu. Di kursi utama yang beralaskan beludru merah, Karin duduk dengan keanggunan seorang wanita yang telah melewati badai kekuasaan. Di samping kanannya, terdapat sebuah kursi kayu cendana yang diukir dengan motif Phoenix, letaknya sedikit lebih rendah dari kursi miliknya, namun tetap menunjukkan kedudukan istimewa. Itulah kursi yang dipersiapkan khusus untuk Diana, Sang Permaisuri, yang kehadirannya tengah dinanti.Di hadapan Karin, para selir dari berbagai tingkatan duduk dengan rapi di meja-meja panjang yang saling berhadapan. Di atas meja mereka tersaji berbagai macam manisan, buah-buahan segar, dan teh kualitas terbaik. Namun, kecantikan wajah-wajah di ruangan itu tidak sepenuhnya mencerminkan ketenangan h

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 31. Sentuhan Yang Tidak Direncanakan

    Diana mendorong dada Arthur dengan cepat—bukan keras, hanya cukup agar pria itu memberi ruang untuknya bergerak. Dalam satu langkah ringan yang gemulai, ia memutar tubuh ke samping dan menjauh, pipinya memanas karena kedekatan barusan. “Maaf,” ucapnya cepat, napasnya sedikit naik turun. “Aku tida

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-19
  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 35. Jejak Tatapan Yang Tak Diundang

    Diana mengalihkan pandangannya dari Harsa, lalu mengambil langkah mundur setengah tapak. Gerakannya tampak terukur, seolah setiap inci jarak yang ia ciptakan adalah tembok tak kasat mata yang sengaja ditegakkan. Ia mengatur napas, menenangkan degup jantungnya yang sempat terpaut tidak wajar oleh

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-19
  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 21. Tatapan Di Balik Topeng Emas

    Arthur melangkah masuk begitu suara seruan itu menggema di seluruh ruangan. Keheningan yang sebelumnya memenuhi ruang pertemuan Kaisar mendadak teriris oleh langkah-langkah berat dan dinginnya aura sang Putra Mahkota. Kaisar yang masih berdiri di sisi Diana menoleh, tampak ter

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-18
  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 25. Di Balik Luka Yang Tersingkap

    Uap hangat dari air mandi yang baru saja digunakan masih menggantung tipis di udara ketika Diana berdiri di depan cermin besar berhias ukiran naga dan phoenix. Rambut hitam panjangnya menjurai lembut, sebagian masih basah di ujungnya. Kulitnya tampak pucat, lebih pucat dari bi

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-18
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status