Share

Kesepakatan

Author: Mommy_Ar
last update publish date: 2026-01-21 10:36:24

Wilona menahan napas ketika tubuh Yudha kembali mendekat, begitu dekat sampai ia bisa merasakan hembusan hangat napas laki-laki itu di pipinya.

“Wait, wait, wait!”

Dengan panik, Wilona mendorong dada Yudha, tidak kuat, tapi cukup untuk memberi jarak.

Yudha berhenti, alisnya terangkat datar.

Sementara Wilona menatapnya dengan kedua mata membesar, bibirnya sedikit terbuka seperti baru saja mendengar sesuatu yang amat mengejutkan.

Tubuhnya menegang.

“Om… ga
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
diah nursanti
mau dong om,,black card nya ...
goodnovel comment avatar
Evievoy Rafyno
itu yg di tunggu om
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 209

    Mobil putih milik Wilona berhenti tepat di depan lobi apartemen mewah tempat Vera tinggal. Suasana di dalam kabin mobil itu terasa berat, sisa-sisa ketegangan dari mal tadi masih menggantung di udara. Wilona mematikan mesin mobilnya, lalu menoleh ke arah Vera yang sejak tadi hanya menatap kosong ke arah luar jendela.Wilona menghela napas panjang, ia merasa sangat mengkhawatirkan kondisi mental sahabatnya itu. "Kamu beneran gapapa, Ver?" tanya Wilona pelan, suaranya melembut, sangat jauh berbeda dengan nada bicaranya yang meledak-ledak saat menghadapi Sari dan Jenny tadi.Vera mengerjapkan mata, mencoba kembali ke realitas. Ia memaksakan sebuah senyuman tipis yang sangat dipaksakan. "Aku gapapa, Wil, beneran. Cuma capek sedikit."Wilona mendengus pelan, ia tidak mudah tertipu. "Sumpah Ver, senyum kamu jelek kalau gitu. Jangan dipaksa kalau emang lagi pengen nangis atau maki-maki orang."Vera menunduk, ia memainkan ujung bajunya dengan jemari

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 208

    Mereka menoleh serempak. Jenny berjalan santai ke arah mereka, satu tangannya sengaja mengusap-usap perutnya yang mulai membuncit, seolah ingin memamerkan eksistensi nyawa di dalamnya. Kali ini ia sendirian, Sari tampaknya masih tertinggal di dalam toko untuk menyelesaikan sesuatu."Mau apa lagi kamu, hah?" seru Wilona dengan nada yang sudah siap untuk meledak. Ia melangkah satu langkah ke depan, menempatkan dirinya sebagai tameng hidup bagi Vera."Cih, nggak usah ikut campur. Urusan aku itu sama Vera, bukan sama asisten setianya," kata Jenny sinis, matanya menatap Wilona dengan jijik sebelum beralih ke arah Vera.Vera terdiam. Sejak memasuki trimester ketiga, hormon kehamilannya membuat suasana hatinya sangat mudah goyah. Ada rasa lelah yang luar biasa saat melihat wajah Jenny yang selalu penuh dengan tipu daya. Namun, Vera mencoba berdiri tegak, meski tangannya sedikit gemetar di sisi tubuhnya."Kita sama-sama hamil, Ver. Tapi lihat kenyataannya

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 207

    Vera dan Wilona menoleh serempak. Jantung Vera seolah berhenti berdetak sesaat ketika melihat siapa yang berdiri di hadapannya. Itu Jenny. Dan yang lebih menyakitkan, di belakang Jenny berdiri seorang wanita paruh baya yang sangat Vera kenali, Sari, ibu kandungnya."Mama, aku mau yang ini! Warnanya pas banget sama konsep kamar bayi aku nanti," kata Jenny dengan nada manja yang dibuat-buat, sambil menggoyang-goyangkan lengan Sari.Pramuniaga itu tampak kebingungan dan serba salah. "Mohon maaf Kak, untuk tipe edisi terbatas ini hanya sisa satu unit ini saja. Dan kebetulan Ibu ini sudah memesannya lebih dulu.""Gak mau! Aku pokoknya mau yang ini, Ma! Masa aku pakai barang yang pasaran? Pokoknya ini harus buat aku!" Jenny merengek, matanya menatap Vera dengan tatapan menantang dan penuh kebencian yang masih sama seperti dulu.Vera masih bergeming. Ekspresi wajahnya mendadak datar, sedatar dinding beton. Ia menatap Sari, wanita yang seharusnya menjadi

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 206

    Pagi itu, suasana rumah, sudah diwarnai dengan perdebatan kecil yang cukup alot. Revan berdiri di depan pintu kamar dengan wajah yang ditekuk, sementara Vera sedang sibuk merapikan penampilannya di depan cermin. Hari ini adalah hari yang sudah dinanti-nantikan Vera, jadwal belanja perlengkapan bayi bersama Wilona."Ver, kenapa aku nggak boleh ikut? Aku bisa bawakan belanjaannya, aku bisa setir mobilnya, aku bisa pastikan nggak ada orang yang menabrak kamu di mal," ujar Revan dengan nada protektif yang sudah mencapai level maksimal.Vera menghela napas, menoleh ke arah suaminya sambil tersenyum sabar. "Van, aku cuma mau jalan-jalan santai sama Wilona. Kita mau *thrifting* barang lucu, mau pilih baju yang gemas, dan aku butuh waktu bebas walau sebentar.’’‘’Kalau kamu ikut, setiap lima menit kamu pasti tanya aku capek atau nggak, setiap sepuluh menit kamu suruh aku duduk. Aku malah nggak jadi belanja nanti.""Tapi Ver, kandungan kamu sudah tujuh bulan. Mal itu luas, orang-orang di san

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 205

    Hari berganti minggu hingga bulan. Tanpa terasa kini usia kandungan Vera sudah hampir memasuki usia tujuh bulan.Sinar matahari sore menyelinap masuk melalui jendela besar di ruang tamu kediaman mewah Revan dan Vera. Suasana rumah itu kini terasa jauh lebih hidup dibandingkan beberapa bulan lalu yang sempat beku oleh ketegangan. Di atas sofa beludru yang nyaman, Vera duduk bersandar dengan beberapa bantal menyangga punggungnya.Di hadapannya, Bunda Vita dan Wilona sedang asyik menyesap teh melati hangat. Kedatangan dua wanita paling berpengaruh dalam hidup Vera itu selalu berhasil menciptakan tawa dan obrolan yang tak ada habisnya. "Rasanya baru kemarin Bunda dengar kamu hamil, eh sekarang cucu Bunda sudah mau lahir saja," ujar Bunda Vita dengan mata berbinar penuh syukur. Ia mengusap lembut lutut menantunya. "Gimana, Sayang? Ada keluhan kaki bengkak atau susah tidur?"Vera tersenyum manis, wajahnya tampak sangat *glowing* dengan rona bahagia yang alami. "Alhamdulillah, Bun. Seja

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 204

    Wajah Revan yang tadinya pucat karena takut kehilangan, seketika berubah menjadi sumringah luar biasa. Kebahagiaan itu meluap-luap hingga ia tidak sanggup hanya duduk diam. Revan langsung berdiri dari kasur, menarik Vera ke dalam pelukannya dengan sangat erat. Ia membenamkan wajahnya di leher istrinya, menghirup aroma tubuh Vera yang menenangkan."Ya Tuhan, Ver! Ini beneran? Kamu nggak lagi bercanda buat ngetes aku kan?" tanya Revan lagi sembari melepaskan pelukannya sebentar hanya untuk menangkup wajah Vera dengan kedua tangannya.Vera tersenyum tipis, matanya berkaca-kaca melihat binar bahagia di mata Revan yang begitu murni. "Iya, Van. Aku serius. Sudah enam minggu."Revan kembali memeluk Vera, kali ini lebih lembut, seolah ia baru saja menyadari bahwa ada nyawa rapuh yang sedang bersemayam di perut istrinya. Ia menciumi dahi, pipi, dan tangan Vera berkali-kali tanpa henti. Semua rasa lelah, rasa bersalah, dan ketegangan yang ia rasakan selama bebe

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Double date

    Wilona dan Revan berjalan mendekati pintu tempat Evelyn dan Yudha berdiri. Langkah Wilona terasa berat, seolah lututnya berubah jadi kapas.Bukan karena Revan, tapi karena tatapan Yudha yang sejak tadi menancap padanya.“K–kalian sejak kapan nguping?” suara Wilona terdengar gugup, hampir

    last updateLast Updated : 2026-03-20
  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Main api di toilet

    Cklek!Suara pintu toilet terbuka membuat Wilona tersentak seperti disambar petir.Ia memutar tubuhnya cepat dan hampir menjatuhkan napasnya sendiri ketika melihat siapa yang berdiri di ambang pintu.Yudha.Tubuh tinggi tegap itu bersandar di pintu, wajahnya separuh tertutup bayangan lorong, namun

    last updateLast Updated : 2026-03-20
  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Diambang dilema

    Revan dan Wilona duduk di ayunan dekat kolam renang, tempat yang penuh kenangan. Tempat mereka dulu tertawa, berlarian, saling dorong sampai jatuh ke kolam ketika masih kecil.Dan kini mereka duduk diam, ayunan itu bergerak perlahan tertiup angin sore, tapi hati Wilona justru terasa semakin berat.

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Aroma cowok

    Yudha baru saja menghentikan mobilnya di depan gerbang kompleks perumahan. Suasana siang itu terik, matahari seakan menusuk kulit. AC mobil yang masih menyala membuat kontras rasa dingin–panas semakin jelas ketika Wilona buru-buru melepas seatbeltnya.“Stop Om, berhenti di sini aja!” seru Wilona

    last updateLast Updated : 2026-03-19
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status