Share

Main api di toilet

Penulis: Mommy_Ar
last update Tanggal publikasi: 2026-01-17 08:49:01

Cklek!

Suara pintu toilet terbuka membuat Wilona tersentak seperti disambar petir.

Ia memutar tubuhnya cepat dan hampir menjatuhkan napasnya sendiri ketika melihat siapa yang berdiri di ambang pintu.

Yudha.

Tubuh tinggi tegap itu bersandar di pintu, wajahnya separuh tertutup bayangan lorong, namun mata gelapnya menatap lurus ke arah Wilona tanpa kedip.

Tatapan yang membuat udara di ruangan seakan menguap.

“O—Om, ngapain di sini?” suara Wilona lirih, terbata, hampir memohon.

Yudha tidak menjawa
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (4)
goodnovel comment avatar
Mommy_Ar
Karena gak pernah dipancing, makanya dia mancing
goodnovel comment avatar
Mommy_Ar
wkwkwkwkw namanya juga om2
goodnovel comment avatar
Evievoy Rafyno
willo emang nakal suka ny mancing
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 184

    ​Tika terkekeh, sama sekali tidak merasa terintimidasi. Ia justru merapikan rambutnya yang sengaja ia acak-acak sendiri tadi agar terlihat dramatis. "Hehehe, sorry Wil, aku cuma bercanda! Habisnya muka kalian berdua itu tegang banget, seperti lagi menunggu pengumuman hasil ujian nasional tahu gak! Aku kan niatnya baik, mau mencairkan suasana biar gak pada jantungan."​"Ckckck, nyebelin tahu gak! Kita lagi bahas hal yang sangat serius tadi, Tik!" Wilona mendengus, kembali menyandarkan punggungnya ke sofa sembari memijat pelipisnya perlahan. "Lagi pula, sejak kapan kamu belajar akting menangis tanpa air mata begitu? Gagal total, tahu!"​"Iya iya, sorry! Namanya juga usaha biar ada efek dramatisnya sedikit," sahut Tika santai, lalu menyambar gelas jus milik Vera yang hampir terlupakan dan meneguknya tanpa izin. Setelah tenggorokannya terasa segar, ia menatap kedua sahabatnya bergantian dengan mata berbinar. "Jadi, tadi kalian bahas apaan emang? Serius banget

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 183

    "Revan maksudku! Ah elah, Wil! Serius dikit kenapa sih!" Vera menutup wajahnya dengan bantal sofa karena malu telah keceplosan menggunakan panggilan yang terlalu intim dalam situasi yang menurutnya sedang tegang. Tapi Wilona justru semakin terbahak-bahak, melihat sisi posesif Vera yang jarang sekali muncul ke permukaan.​ "Oke, oke, maaf. Tapi Ver, soal Febby... dia itu memang sempat dekat sama Revan. Tapi bukan dekat yang 'gitu'. Mereka itu rival sekaligus rekan setim yang solid banget pas SMP. Kalau kamu nanya dia orangnya gimana, dia itu... berisik, berani, dan tipikal cewek yang nggak punya batasan kalau sudah merasa nyaman sama orang."​Vera terdiam. Jawaban Wilona bukannya menenangkan, malah menambah beban baru. Tidak punya batasan. Itu adalah kata kunci yang paling ia takuti. Ia kembali membayangkan bagaimana Febby memanggil suaminya dengan nama saja, seolah bertahun-tahun pernikahan yang dijalani Vera dengan Revan bisa kalah hanya oleh sebuah keakraban masa remaja.​"Kenapa

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 182

    Udara pagi itu terasa sedikit lebih berat dari biasanya bagi Vera. Di balik kemudi mobilnya, ia tidak benar benar fokus pada jalanan aspal yang ia lalui, melainkan pada gema suara Revan yang terus berulang di kepalanya seperti kaset rusak. “Dia temen SMP ku dulu.” Kalimat itu terdengar begitu enteng, terlalu ringan untuk di telinga Vera.Vera memacu mobilnya sedikit lebih kencang, membelah kemacetan kota menuju kediaman Wilona. Ia sudah menghubungi Tika di perjalanan tadi, memastikan bahwa sahabatnya yang satu itu juga hadir. Baginya, menghadapi kegelisahan ini sendirian hanya akan membuatnya gila, dan rumah Wilona selalu menjadi benteng pertahanan terbaik untuk menumpahkan segala gundah.Sesampainya di sana, Vera tidak menunggu lama untuk turun. Ia melangkah dengan terburu buru, membawa beban pikiran yang tidak kasat mata. Begitu pintu depan terbuka dan menampakkan wajah ceria Wilona, Vera bahkan tidak sempat memberikan sapaan basa basi yang manis. Ia langsung masuk, meletakka

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 181

    “Dia temen SMP-ku dulu. Kamu bisa tanya ke Wilona, dia juga kenal kok,” jawabnya ringan.Tapi, Jawaban itu justru membuat alis Vera sedikit berkerut.Revan menoleh. Wajahnya masih tenang, tidak menunjukkan tanda-tanda terganggu oleh pertanyaan itu. Ia bahkan terlihat santai saat menjawab, “Dia temen SMP-ku dulu. Kamu bisa tanya ke Wilona, dia juga kenal kok.”Jawaban yang sederhana. Terlalu sederhana, malah. Vera mengangguk kecil, meski di dalam hatinya masih ada sesuatu yang mengganjal. “Kalian sedeket itu ya?” tanyanya lagi, kali ini sedikit lebih hati-hati.Revan tidak langsung menjawab. Ia sempat berpikir sejenak, lalu mengangkat bahu ringan. “Dibilang deket banget sih enggak ya… tapi ya lumayan dulu. Kami sering satu tim.”“Ohhh…” respon Vera singkat.Tidak ada pertanyaan lanjutan. Tidak ada ekspresi berlebihan. Tapi justru itu yang membuat suasana terasa berbeda.Karena di balik respon sederhana itu, kepala Vera dipenuhi banyak hal. Pertanyaan-

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 180

    Vera menunduk, jemarinya saling bertaut di atas selimut. “Tapi kan, Van… kita—” kalimatnya menggantung, tidak sanggup ia lanjutkan. Bahkan ia sendiri bingung harus menyebut hubungan mereka sebagai apa.“Kita apa?” potong Revan cepat, kali ini suaranya lebih dalam.Vera terdiam. Tidak ada jawaban. Hanya napas yang terasa semakin berat. Revan menghela napas panjang, Ia duduk di samping Vera tanpa ragu, lalu meraih tangan wanita itu. Genggamannya hangat dan tegas, seolah tidak ingin memberi ruang bagi Vera untuk menarik diri lagi.“Ver,” ucapnya pelan namun serius, “kita bukan anak SMA lagi. Kita sudah dewasa. Apa sih yang sebenarnya mau kamu cari?”Pertanyaan itu sederhana, tapi menghantam tepat ke hati Vera. Ia menatap tangan mereka yang saling menggenggam, lalu menjawab lirih, “Aku gak tahu, Van…” Jujur, tanpa pembelaan.Revan tersenyum tipis, bukan karena lucu, tapi karena ia mengerti. Ia menggenggam tangan Vera sedikit lebih erat. “Ya udah

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 179

    Pagi datang perlahan, menyelinap melalui celah tirai jendela yang tidak tertutup sempurna. Sinar matahari jatuh tepat di wajah Vera, membuat wanita itu mengerjap pelan. Napasnya masih berat, kepalanya terasa sedikit pusing, efek sisa dari alkohol yang semalam ia teguk tanpa batas.Vera mengerang pelan.Tangannya bergerak refleks memijat pelipis, mencoba menetralkan rasa pening yang mengganggu. Beberapa detik ia masih memejamkan mata, menikmati sisa kantuk yang belum sepenuhnya hilang.Namun perlahan… Kesadarannya mulai kembali. Dan sesuatu terasa… aneh.Vera membuka mata. Langit-langit kamar itu bukan miliknya.Alisnya langsung berkerut. Ia mengedarkan pandangan, memperhatikan setiap sudut ruangan yang terlihat asing namun… tidak benar-benar asing.Deg.Jantungnya berdetak lebih cepat.Ia langsung bangkit duduk, selimut yang semula menutupi tubuhnya merosot hingga ke pinggang. Matanya membesar, napasnya tertahan.“Loh,” gumamnya lirih.Tatapannya jatuh pada interior kamar yang ia k

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Seperti selingkuhan

    “Apa Revan di sini?” tanya Evelyn dengan nada ragu, alisnya saling bertaut.Wilona langsung kaku.Jantungnya berdegup kencang sampai rasanya mau meloncat keluar dari dada. Tangannya mengepal tanpa sadar, kuku-kukunya menekan telapak sendiri.“B—bukan siapa-siapa, Kak,” jawab Wilona te

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-24
  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Yudha sensitif

    Tubuh Wilona yang semula meronta akhirnya melemah. Nafasnya tersengal, jemarinya gemetar hebat, dan beberapa detik kemudian matanya perlahan terpejam. Revan yang sejak tadi berada paling dekat langsung menangkap tubuhnya sebelum jatuh membentur tanah.“Wil… Wilona!” panggilnya panik.

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-23
  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Ke Bandara

    “Wil, tunggu dulu, ih!” Vera berhasil mengejar Wilona yang sudah melangkah cepat menuju pintu keluar mall. Nafasnya sedikit terengah, tapi ia tetap berusaha mengejar sahabatnya. Wilona menoleh sekilas, mata berbinar kesal.“Kamu ngambek lagi?” tanya Vera setengah geli, setengah khawatir.

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-22
  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Wilona pingsan

    Wilona buru-buru merogoh tasnya dengan tangan gemetar. Ponselnya hampir terjatuh, tapi ia tangkap lagi dengan panik. Ia langsung menekan nomor ibunya, nomor yang hafal di luar kepala.Nada sambung… lalu mati.Tidak aktif.Wilona menahan napas, lalu mencoba lagi. Nada sambung bahk

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-22
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status