Share

Chapter 29.

Penulis: Razi Maulidi
last update Terakhir Diperbarui: 2025-08-02 17:35:20

"Jawab!" Bentak Nathan dengan lantang.

Nyalinya semakin menciut. Wanita itu hanya berani menatap lantai yang kosong.

"Bagaimana kau jadi terkenal jika kau bisu seperti ini? Bagaimana kau bisa sulap? Di media kau bicara lancar, dan di sini kau membisu. Padahal aku kesini hanya ingin menjumpai orang terkenal."

Melihat ibu Salma masih terdiam. Membuat Nathan berdecik sebal.

Nathan menatap anak buahnya, dan mereka langsung paham. Ponselnya di ambil dan di berikan pada Nathan.

Nathan segera melakukan Live supaya ibu Salma bicara.

"Sekarang bicaralah. Siaran langsung terbuka. Ayo, bicaralah. Aku ingin mendengarnya."

Namun, ibu Salma masih tetap membisu.

"Kau ingin di hajar?

Dengan cepat ibu Salma menggeleng.

" Jika tidak ingin di hajar maka cepatlah bicara. Selesaikan semua yang kau mulai." Sambung Nathan dengan tegas.

Merasa muak, Nathan hanya memilih duduk di hadapannya dengan wajah datar menatapnya tajam.

Hanya para anak buahn
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Mengandung Benih Majikan Arogan   Chapter 31

    Chapter 31. Dalam hati berkata, kenapa dan bagaimana ini terjadi? Kenapa begitu cepat dirinya di temukan? Bagaimana cara mereka menemukannya? Pasti Salma lah yang sudah membocorkan semua ini padanya. Sandra marah dalam diam. Namun, dia tidak bisa melakukan apapun saat ini. Hancur sudah impiannya. Di sisi lain, di tempat lain... Tina pergi berbelanja ke mall bersama bik Misna. Dia adalah pelayan setianya. "Jadi ini istri jelek dan miskin Tuan Nathan? Hahaha begitu buruk seleranya. Hahaha... Bagaimana cara kau mendekatinya rendahan?" Pekik salah seorang wanita muda padanya. "Apa urusanmu jika aku jelek dan miskin. Lalu kenapa kau ingin tau bagaimana caraku mendapatkannya?" Balas Tina tegas. "Hahaha wanita ini sungguh naif sekali. Apa kau tau latar belakangnya? Seharusnya kau selidiki dulu sebelum menerimanya." "Memangnya kau ini siapa? Sepertinya kau begitu akrab." Tanya dan tebak Tina. Matanya mencibir tajam ke arah wanita itu. Begitu pula dengan

  • Mengandung Benih Majikan Arogan   Chapter 30.

    Nyalinya semakin menciut melihat Nathan yang begitu marah dan mengamuk. Ibu Salma mundur beberapa langkah memastikan dirinya tidak jadi sasaran. Semua foto yang ada di atas meja itu di buang berhamburan begitu saja. Rahangnya mengeras, tampak dari urat-urat nya yang juga ikut mengeras. "Cari dia!" Suaranya menggelegar ke seisi ruangan itu. "Tolong, tolong lepaskan aku. Aku di suruh olehnya. Aku di bayar olehnya. Kau tau sendiri kan kunci kehidupan adalah uang." Ucap ibu Salma pelan dengan sisa keberanian nya. Lagi lagi Nathan tidak menjawab, hanya menatap dirinya dengan tatapan tajam. "Kau punya nomor ponselnya?" "Tidak. Dia tidak memberikannya. Dia bilang dia pasti membayarku lunas. Dan benar uang selalu masuk ke rekening ku. Artinya dia tidak bohong." Jawab ibu Salma secepatnya. Merasa sesak dan penuh amarah, Nathan langsung beranjak pergi dari sana. "Dasar menantu kurang ajar. Udah buat wajahku memar gak tanggung jawab lagi. Bayar kek

  • Mengandung Benih Majikan Arogan   Chapter 29.

    "Jawab!" Bentak Nathan dengan lantang. Nyalinya semakin menciut. Wanita itu hanya berani menatap lantai yang kosong. "Bagaimana kau jadi terkenal jika kau bisu seperti ini? Bagaimana kau bisa sulap? Di media kau bicara lancar, dan di sini kau membisu. Padahal aku kesini hanya ingin menjumpai orang terkenal." Melihat ibu Salma masih terdiam. Membuat Nathan berdecik sebal. Nathan menatap anak buahnya, dan mereka langsung paham. Ponselnya di ambil dan di berikan pada Nathan. Nathan segera melakukan Live supaya ibu Salma bicara. "Sekarang bicaralah. Siaran langsung terbuka. Ayo, bicaralah. Aku ingin mendengarnya." Namun, ibu Salma masih tetap membisu. "Kau ingin di hajar? Dengan cepat ibu Salma menggeleng. " Jika tidak ingin di hajar maka cepatlah bicara. Selesaikan semua yang kau mulai." Sambung Nathan dengan tegas. Merasa muak, Nathan hanya memilih duduk di hadapannya dengan wajah datar menatapnya tajam. Hanya para anak buahn

  • Mengandung Benih Majikan Arogan   Chapter 28.

    "Tadi aku bicara sama ibu, bahkan dia malah tertawa. Ibu di usir dari desanya karena sikapnya itu. Aku juga bingung mau bagaimana. Sudahlah, lupakan ibu dan pikirkan cara agar publik berhenti melihat rekaman itu. Itu isu tidak benar." Hmmmm.... Keduanya malah menghembuskan nafas berat. Pikiran buntu. Suara klakson mobil mengejutkan mereka berdua, Nathan masuk dengan raut wajah tegang. "Kenapa kau kemari? Puaskah kau sekarang?" Tanya Nathan datar tanpa ekpresi. "Bukan.. Bukan aku. Tapi ibuku. Aku bahkan tidak pernah pulang selama ini. Aku juga baru lihat postingan itu dan langsung menuju kesana bersama kak Riko. Ibu di usir oleh orang-orang desa. Aku tau bahwa itu isu tidak benar." Jawab Herlina tanpa berani menatapnya. Herlina menceritakan semuanya dengan detail pada Nathan. Rekaman suara mereka yang hidup, Herlina tidak menyadari hal itu. Setelah mengobrol panjang lebar pun, Herlina pulang ke kosnya. Jarak tempat tinggal mereka bisa di bilang t

  • Mengandung Benih Majikan Arogan   Chapter 27.

    Keesokan harinya, tampak Riko juga sudah tiba di sana. Dari sini, Riko mulai melacak keberadaan ibu Salma melalui nomor teleponnya. Riko punya keahlian dalam bidang itu. Hingga tidak butuh waktu yang lama, akhirnya Riko menemukan tempat tinggal ibu Salma yang sekarang ini. Dia tinggal di sebuah villa, tidak sempit, tidak juga luas. Villa itu cukup untuk menampung dirinya. Nyaman untuk di tinggal. Walaupun begitu, ibu Salma merasa seperti tinggal di hotel mewah saja. Villa itu tidak jauh dari desanya. Tepatnya berada di ujung desa, yang keterbatasan dengan kota. Iya, di sanalah dia. Riko tersenyum puas. Siang ini juga mereka semua bergerak menuju villa itu. Teringat akan tamparan keras dari kakak dan iparnya membuat dirinya sedikit berkeringat. Mereka berdiri menatap ibu Salma dengan tajam. "Herlina! Kamu berpihak pada mereka." Hardik ibu Salma. "Seharusnya ibu merasa malu karena sudah membohongi banyak orang. Lihat, di luar sana begitu bany

  • Mengandung Benih Majikan Arogan   Chapter 26.

    Chapter 26. Sementara di tempat lain, kabar buruk Tina mulai terlihat di media. Awalnya ibu Salma menyebar isu buruk tentang Tina hanya pada orang-orang desanya. Namun, mereka tidak percaya karena mereka tau bagaimana sikap ibu Salma selama ini. Ibu Salma duduk dan berpikir bagaimana caranya untuk menyebar isu itu. Akhirnya dia menemukan cara yaitu di media sosial. Ibu Salma mulai merekam kesedihan palsunya untuk menjebak penonton. Lama kelamaan, sudah begitu banyak orang-orang yang menatap benci ke arah Tina. Begitu dengan Nathan, reputasi nya menjadi buruk. Banyak perusahaan yang tidak ingin bekerjasama dengan perusahaannya. Begitu juga dengan paman dan bibinya, paman mengetahui isu itu ia menjadi begitu marah. Berkali-kali ia memukuli ibu Salma dengan keras. Bibi Seri juga, sangking begitu marahnya dia bahkan dirinya kehilangan kendali. Ia memukuli ibu Salma bertubi-tubi. Wajahnya, tubuhnya, remuk oleh amukan bibi Seri. Untung saja. Kehidupan masih berpihak padanya

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status