Chapter: Bab 22. Undangan Berdarah 2Bab 22: Undangan Berdarah part 2 "Astaga, Adrian! Jadi Mami nggak boleh mendekati si 'The Black Rose' ini?" Bu Widya bertanya. Matanya tajam, seolah menguji putranya. Ia jelas sudah melihat kemungkinan lain di kepala Adrian, apalagi ia pernah mengamati gerak gerik Dania."Boleh saja, Mami," Adrian menelan ludah. "Tentu saja boleh. Siapa tahu Mami bisa dapatkan hati dari ‘The Black Rose’ ini.""Bagus kalau begitu! Mami akan dandan yang paling cantik. Siapa tahu bisa mendapatkan menantu yang jauh lebih baik dan kaya, ketimbang..." Bu Widya melirik Dania dengan pandangan jijik. "Mami akan berusaha semaksimal mungkin."Dania hanya mendengus kesal, amarahnya meluap-luap. Ia merasa diremehkan. Bukan hanya Adrian yang menuduhnya manipulatif, tetapi kini ibu mertuanya sendiri berani merencanakan ini di depannya. Ia merasakan panas di hatinya, dan kepanikan semakin memuncak. Firasatnya mengatakan bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi di gala nanti. Apalagi mawar hitam itu, sangat menakut
Last Updated: 2026-04-11
Chapter: Bab 21. Undangan BerdarahBab 21: Undangan BerdarahGemuruh suara keyboard di ruangan CEO A-Legacy Group hanya menambah kontras pada ketenangan yang dingin di wajah Alessia. Hari-harinya sibuk dengan laporan, strategi akuisisi, dan telepon konferensi, tetapi pikirannya kini tertuju pada satu acara: Gala Amal Tahunan. Undangan emas di tangannya terasa bagaikan lembaran darah, bukan karena warna, tetapi karena janji kehancuran yang dibawanya. Rico berdiri tegak, menjemput arahan terakhir dari Alessia yang kini mengusap logo mawar hitam di kartunama miliknya."Bu Alessia, donasi atas nama A-Legacy Group sebesar satu miliar rupiah telah kami transfer ke Yayasan Sentosa Bahagia," Rico melaporkan dengan suaranya yang tenang, penuh hormat. "Panitia sangat terkejut dan antusias. Mereka berjanji nama Ibu akan ditempatkan di posisi paling teratas sebagai donatur kehormatan."Alessia mengangguk tipis, pandangannya tidak beranjak dari undangan yang elegan itu. "Bagus. Aku ingin namanya tercetak besar, Rico. Lebih besar da
Last Updated: 2026-04-10
Chapter: Bab 20. Metamorfosis sempurnaBab 20: Metamorfosis SempurnaTiga tahun telah berlalu. Dunia di luar jendela kantor CEO A-Legacy Group itu adalah simfoni gemuruh kota metropolitan, pusat kekuatan finansial yang kini takluk di bawah kakinya. Langit-langit kaca, dihiasi baja hitam metalik, mencerminkan ketajaman pandangan mata Alessia yang duduk anggun di singgasana megah kursi kerjanya. Jari-jari lentiknya, yang dulu lecet karena deterjen, kini mengelus permukaan mouse komputer dengan berlapis-lapis cat kuku gel berwarna dark burgundy sempurna. Tubuh Alessia berbalut setelan jas wanita berwarna hitam yang dijahit presisi, kain sutra mahal menari mengikuti siluet tubuhnya yang kini lebih ramping dan tegas. Rambut hitamnya digulung rapi, memperlihatkan garis rahang yang kian tajam. Sebuah jam tangan Patek Philippe melingkari pergelangan tangan kirinya. Bukan lagi Adrian yang membeli; kini Alessia-lah yang memiliki. Aura elegan dan berkelas tak terbantahkan, namun lebih dari itu, ia memancarkan kekuatan yang dingin dan
Last Updated: 2026-04-09
Chapter: Bab 19. Benih KeraguanBab 19: Benih KeraguanKantor Adrian Pratama, yang dulunya memancarkan aura kejayaan dan kesuksesan, kini terasa muram. Tumpukan dokumen di mejanya semakin meninggi, kontrak-kontrak yang seharusnya berjalan lancar kini macet, dan ponselnya tak berhenti berdering dengan keluhan dari klien serta tuntutan dari Dania. Adrian memijat pelipisnya yang berdenyut. Kenangan acara malam itu, pujian untuk katering A-Legacy, dan rasa sesal yang menusuk tentang Alessia, masih menghantuinya. Ia merindukan ketenangan yang Alessia berikan, jauh berbeda dengan hiruk-pikuk tuntutan Dania yang tanpa henti.Adrian melirik pigura foto Dania di meja. Wajah cantik itu kini tampak seperti topeng, perlahan mulai mengoyak ketenangan batinnya. Apakah kehamilannya hanyalah manipulasi lain? Foto 'Danny' di kantong baju Dania masih teringat jelas.Tok... tok..."Masuk," ucap Adrian datar.Sekretarisnya, seorang wanita muda bernama Dina, melangkah masuk dengan hati-hati. Di tangannya, ia membawa sebuah buket bunga.
Last Updated: 2026-04-08
Chapter: Bab 18.Bab 18: Pertemuan yang Tak TerelakkanRuang kerja Alessia di kantor A-Legacy Groups dipenuhi dengan denah-denah acara yang rumit dan tumpukan berkas proposal. Malam di luar jendela, kota Bandar Jaya berkilauan dengan jutaan lampu, namun Alessia, seperti biasa, masih bekerja. Ditemani Rico yang cekatan, ia menyortir daftar klien potensial untuk proyek-proyek katering yang akan datang. Sebuah laporan penjualan dari edisi terakhir Majalah Venture tergeletak terbuka di meja, menampilkan siluet misteriusnya dan tajuk berita 'The Black Rose' yang semakin menggemparkan dunia bisnis. Dania pasti sudah melihatnya. Alessia bisa merasakan firasat buruk itu dari kejauhan."Bu Alessia, ini daftar prospek klien baru yang saya dapatkan dari koneksi Pak Henry," Rico meletakkan tablet di hadapan Alessia, suaranya efisien. "Ada satu perusahaan multinasional yang tertarik menggunakan jasa A-Legacy untuk acara perayaan ulang tahun ke-20 mereka."Alessia mengangguk, matanya menatap daftar di layar tablet.
Last Updated: 2026-04-06
Chapter: Bab 17..Bab 17: Senjata KreativitasPagi itu, kantor 'A-Legacy' Groups, yang dulunya hanyalah sebuah gudang katering yang terbengkalai, kini berdengung dengan aktivitas dan sentuhan modern. Kaca-kaca besar melapisi satu sisi dinding, memperlihatkan pemandangan kota Bandar Jaya yang berkembang pesat. Aroma kopi mahal tercium samar dari mesin di pantry, berbaur dengan kesibukan staf yang berlalu lalang. Alessia, mengenakan blazer hitam yang pas membalut tubuh rampingnya, duduk di belakang meja kerja minimalis dari kayu eboni. Wajahnya menunjukkan aura dingin seorang CEO, mata tajamnya menyorot ke layar komputer, menganalisis laporan. Di sampingnya, Rico, sekretaris barunya, berdiri tegap dengan tablet di tangan, siap sedia.Pak Baskoro, yang kini lebih banyak duduk di kantor sebagai penasihat senior, membaca koran bisnis di sofa empuk di sudut ruangan. "Pagi, Alessia. Laporan semalam bagus. Omzet 'A-Legacy' melonjak 40% dari proyek katering hotel bintang lima itu."Alessia hanya mengangguk tipi
Last Updated: 2026-04-05
Chapter: Chapter 40. Chapter 40. Satu bulan kemudian, polisi menemukan lagi lebih banyak korban ulah Nathan. Polisi kali ini tidak bisa lagi membantunya. Nathan segera di giring ke kantor polisi. Masih saja, setiap pertanyaan bisa dia jawab dengan mudah. "Bagaimana bisa kamu melakukan semua itu, Nathan? Sayangnya kali ini kami tidak bisa lagi membantumu." Ucap ketua polisi. "Tapi aku tidak melakukan semua itu. Dari awal aku tidak terlibat di sini. Bagaimana mungkin?" Bahkan Nathan pun bingung tentang apa yang melibatkan dirinya. 'Apakah Tina yang melakukan nya? Ahh tidak mungkin. Dia mana tau semua ini. Mana mungkin dia. Apakah ada seseorang yang sengaja menjatuhkan ku? Kurang ajar!' batinnya. "Bagaimana kalian bisa membawa putraku ke sini? Kalian akan membayar mahal. Dasar biadab." Terdengar begitu nikmat suara Marissa yang datang memaki polisi. Tina sengaja datang dan menikmati semuanya. Polisi pun menjelaskan dengan detail semua yang terjadi. Kejahatan yang dilakukan Nathan buka
Last Updated: 2025-11-11
Chapter: Chapter 39.Chapter 39. "Kenapa kamu menjauhi ku, Tina?" Tanya Nathan dengan mata memerah. "Karma berlaku untuk mu, Nathan. Lihat saja karma pasti datang dan melilitmu." Jawab Tina dengan tegas. "Karma apa yang datang untukku? Tidak ada karma apapun. Kamu mengerti! Kamu milikku. Dan pria tua bangka itu sama sekali tidak berguna." "Cuih! Kau menyebutnya tua bangka? Bagus. Jadi apa yang kau lakukan pada tua bangka itu?" Dengan kesel Tina meludahi Nathan. Namun, pria itu hanya tersenyum menikmati kemarahan istrinya. Baginya ini adalah permainan nya. Semakin Tina marah maka semakin membuat Nathan bergairah. Tina sempat kebingungan. Namun, dirinya berhasil membuat Nathan marah. Nathan mendekat dengannya, dengan nafsu yang tinggi. Seolah Nathan ingin pelepasan segera. Namun, Tina menolak untuk di sentuh. "Kenapa kamu menghindar? Selama kamu jadi milikku kamu tidak bisa menghindar." "Aku tidak sudi." Jawab Tina datar. "Tidak sudi katamu? Dulu kamu paling bersemangat d
Last Updated: 2025-10-31
Chapter: Chapter 38.Chapter 38. "Sekarang aku sudah di sini, kembali ke rumah mu. Sekarang kamu lepaskan ayahku. Kan kamu berjanji akan melepaskan ayahku." Ucap Tina dengan penuh harap. Namun, pria itu hanya tersenyum penuh kemenangan yang membuat Tina kebingungan. "Aku hanya mengatakan nya bukan berjanji." Jawabnya tegas. "Kau! Kau bajingan Nathan!" Namun, Nathan tidak peduli akan umpatan Tina terhadapnya. Dirinya tetap terkekeh. Tina berbalik dan menghadap balkon kamar dengan air mata yang tumpah sedikit demi sedikit. Tanpa suara, hanya air mata yang mengalir deras. Dalam hati ia berkata akan membalas dendam atas semua yang terjadi. Seminggu kemudian... "Bunuh pria bangka itu! Tidak ada gunanya juga dia hidup. Dia tetap tidak akan buka mulut." Titah Nathan tegas. Mereka pun segera mengeksekusi ayah Tina dengan kejam tepat di hadapannya. Tina menyaksikan semua itu. Ternyata hari itu Tina pergi sendiri ke tempat itu dan ingin membebaskan ayah nya. Tapi ia terlambat. Hat
Last Updated: 2025-10-31
Chapter: Chapter 37Chapter 37.Jauh dari kota, Riko menyewa rumah kecil untuk mereka tinggal sementara. Rumah kecil itu juga agak dekat dengan markas itu. Markas tempat ayahnya di tahan dan di sembunyikan mereka. Padahal Tina kan udah tau tempat itu, tapi kenapa dia tidak tegur kakaknya ya? Karena malam sudah larut, mereka semua jadi kelelahan dan langsung ketiduran. Mereka tidak menyadari tempat itu. Keesokan paginya, begitu Tina terbangun, kebiasaan dia langsung menuju keluar rumah. Tina begitu kaget melihat di sekeliling. Tubuhnya kembali bergetar melihat markas itu. Dalam sekejap dia langsung berlari ke dalam lagi. "Kak, kau yakin mau tinggal di sini?" Tanya Tina dengan tubuh yang masih gemetar. "Kenapa?" "Tempat ini begitu dekat dengan markas. Hanya ini satu satu nya rumah lusuh tanpa penghuni." "Aku tau. Tapi tenang. Rumah ini sudah aku suruh sedikit renovasi. Dari luar rumah ini akan tetap terlihat seperti itu. Dan di dalamnya, iya seperti ini. Rumah ini juga di b
Last Updated: 2025-10-19
Chapter: Chapter 36.Chapter 36.Tina merasa tertekan sekaligus bingung. Ia harus bagaimana? Apakah ia harus melawannya? Di sisi kiri dan kanannya selalu ada dua kakaknya yang menyemangatinya. Tina mulai merasa lega, ternyata dia tidak sendiri. Kakaknya yang dulu pernah membencinya, yang pernah memperebutkan Nathan dengannya. Tapi, kakak itulah yang berdiri di sisinya. Entah mengapa, dulu Herlina merasa aneh jika dia mendekati Nathan. Dan ada sesuatu yang sulit untuk Herlina bicarakan. Dan ternyata semua itu terungkap sekarang dan lebih menyakitkan. Setelah seharian Tina menghilang dari rumah, setelah Nathan terbangun dengan wajah linglung. Akhirnya dia angkat bicara. "Cari Tina di manapun dia berada. Ingat! Jangan menyakitinya. Paham!" Suara Nathan mengguncang istananya. Semua bawahannya langsung bubar dan mulai mencari nya di semua tempat. Dari tempat Herlina bekerja, rumor mulai terdengar. Pemburuan istri CEO Nathan yang terkenal telah melarikan diri. Mengikuti arahan dari s
Last Updated: 2025-10-19
Chapter: Chapter 35.Chapter 35.Seolah tidak terjadi apapun. "Hmm.. Aku bahkan sampai lupa menawarkan kamu minum. Padahal kamu baru saja pulang. Ini minumlah. Aku membuatkan jus ini tadi untukmu." Terpaksa Tina bicara lembut dan seolah tidak terjadi apapun. Namun, sayangnya tanpa pikir panjang Nathan langsung meminum jus itu hingga tandas. Setelah minum jus itu Nathan terasa begitu panas. Nathan segera melepaskan pakaiannya. "Kenapa begitu panas sayang? Apa yang kamu lakukan di minuman itu?" Tanya Nathan parau. "Ahh tidak ada apa-apa. Hanya sedikit saja." "Kenapa kamu harus dengan itu? Kan kamu bisa minta sayang. Aku selalu melayanimu. Aku selalu mau dengan tubuhmu yang indah ini." "Sengaja saja. Tapi lagi ingin. Tapi dengan khas yang berbeda. Boleh kan?" "Ehh,, kamu duduklah dulu. Aku belum membersihkan diri. Tunggu sebentar saja." Tina langsung beranjak ke kamar mandi dengan cepat. Hatinya berdegup kencang. Baru pertama kalinya ia berbuat curang. Dirinya b
Last Updated: 2025-09-15