author-banner
Razi Maulidi
Razi Maulidi
Author

Novels by Razi Maulidi

Adikku Penghancur Rumah Tanggaku

Adikku Penghancur Rumah Tanggaku

*Sinopsis:* Alessia, seorang wanita bahagia dengan suami dan keluarga, hancur ketika tahu adiknya, Dania, berselingkuh dengan suaminya, Adrian. Setelah koma berbulan-bulan, Alessia bangun dengan tekad balas dendam. Dengan identitas baru, dia mulai menghancurkan Adrian dan Dania. Tapi, bisakah dia melupakan rasa sakit, atau malah jatuh cinta lagi? yuk lanjut baca ..🥰
Read
Chapter: Bab 59. Konfrontasi Sang Pengkhianat
Pagi itu, gedung pusat A-Legacy tampak seperti benteng yang tak tertembus. Keamanan ditingkatkan dua kali lipat, dengan instruksi khusus untuk memantau setiap pergerakan di lobi utama. Namun, Adrian tidak datang dengan menyelinap. Ia datang dengan kepala tegak, mengenakan setelan jas hitam yang rapi—pemberian dari Dania—dan sebuah lencana akses yang seharusnya sudah tidak aktif, namun entah bagaimana tetap bisa membawanya melewati gerbang sensor.Langkah sepatunya bergema di lantai marmer yang mengkilap, menarik perhatian para karyawan yang berbisik-bisik. Mereka tahu siapa dia: pria yang menghancurkan hati sang bos, putra dari musuh besar yang baru saja bangkrut. Namun, Adrian tidak memedulikan tatapan sinis itu. Ia memiliki misi, dan di balik saku jasnya, ia membawa beban rahasia yang bisa membalikkan keadaan.Di lantai teratas, pintu ruang kerja Alessia terbuka secara otomatis bahkan sebelum Adrian sempat mengetuknya. Seolah-olah sang Mawar Hitam memang sudah mencium aroma pengkhia
Last Updated: 2026-05-23
Chapter: Bab 58. Sumpah di Balik Keranda Kaca
Suasana di dalam ruang ICU semakin mencekam ketika indikator vital di monitor samping tempat tidur Prabowo mulai berfluktuasi secara tidak teratur. Bunyi bip yang tadinya stabil kini berubah menjadi rangkaian nada cepat yang memicu kepanikan. Para perawat berlarian masuk, sementara Adrian dan Mami Widya dipaksa mundur hingga ke koridor luar.Adrian menempelkan keningnya di kaca tebal yang memisahkan dirinya dengan sang ayah. Di tangannya, remasan kartu nama Dania terasa tajam, menusuk kulit telapak tangannya hingga hampir berdarah. Ia melihat tubuh ayahnya yang biasanya gagah kini tampak mengerut, seolah-olah beban dosa masa lalu dan kehancuran finansial yang mendadak sedang menyedot habis sisa-sisa nyawanya."Ini belum berakhir, Pa," bisik Adrian lirih, suaranya bergetar hebat. "Jangan pergi sekarang. Jangan biarkan dia menang semudah ini."---# Antara Cinta dan Kebencian Di tengah kemelut itu, pikiran Adrian terus melayang pada sosok Alessia. Ada rasa benci yang mula
Last Updated: 2026-05-22
Chapter: Bab 57. Puing puing Keangkuhan
Malam kian larut, namun lampu-lampu di koridor rumah sakit tetap berpendar putih pucat, menciptakan bayangan panjang yang tampak seperti hantu yang merayap di dinding. Adrian masih duduk di kursi tunggu kayu yang keras, menatap amplop cokelat pemberian Raka yang tergeletak di sampingnya. Surat itu bukan sekadar kertas; itu adalah akta kematian bagi status sosial keluarganya. Di sudut lain, Mami Widya sudah mulai tenang dari histerianya, namun ia kini tampak seperti orang linglung. Ia terus membelai tas kulit buayanya, satu dari sedikit barang mewah yang masih ia genggam. Matanya kosong, bibirnya sesekali bergumam tentang daftar hutang arisan dan cicilan apartemen di Singapura yang tak mungkin lagi ia bayar. Kehancuran fisiknya terlihat nyata; riasannya luntur, dan rambutnya yang biasa tertata rapi kini berantakan."Adrian..." suara Widya terdengar serak. "Kita harus ke apartemen rahasia ayahmu di Dharmawangsa. Masih ada beberapa batang emas di brankas sana. Alessia ti
Last Updated: 2026-05-22
Chapter: Bab 56. Di Ambang Kehampaan
Suara ritmis dari mesin *electrocardiogram* (ECG) di ruang ICU terdengar seperti detak jam dinding yang menghitung mundur sisa hidup seseorang. Prabowo terbaring kaku, dikelilingi oleh kabel-kabel yang menjalar seperti akar pohon tua yang sedang sekarat. Di balik kaca transparan, Adrian berdiri dengan tatapan kosong. Ia tidak pernah menyangka bahwa melihat ayahnya yang perkasa kini tampak begitu rapuh akan menghancurkan hatinya sedalam ini.Di sampingnya, Mami Widya masih terus terisak, namun kali ini tangisannya terdengar lebih seperti ratapan ketakutan. Ia terus-menerus meremas tas tangannya yang mahal, seolah-olah benda itu adalah pelampung terakhir di tengah samudera kebangkrutan."Adrian, lakukan sesuatu..." rintih Widya. "Telepon Alessia. Sujud di kakinya jika perlu. Katakan padanya untuk menghentikan semua ini. Ayahmu bisa mati kalau semua aset kita disita!"Adrian hanya diam. Ia merasa muak. Ibunya bahkan di saat suaminya di ambang maut masih memikirkan aset. "Alessia tidak
Last Updated: 2026-05-21
Chapter: Bab 55. Runtuhnya Pilar Terakhir
Angin malam yang berembus di kawasan elit Menteng biasanya membawa ketenangan, namun malam ini, udara di dalam kediaman keluarga besar Adrian terasa menyesakkan, seolah oksigen telah habis disedot oleh ketegangan yang menggantung. Di ruang kerja pribadinya yang megah, Prabowo, ayah kandung Adrian, duduk mematung di depan deretan layar monitor yang menampilkan grafik berwarna merah darah.Semua lini usahanya—mulai dari properti hingga logistik yang selama puluhan tahun menjadi penyokong dana rahasia konsorsium—sedang terjun bebas. Satu per satu mitra bisnisnya membatalkan kontrak secara sepihak. Bank-bank mulai menelepon, menanyakan agunan yang tiba-tiba nilainya merosot tajam. Serangan ini sistematis, dingin, dan mematikan.Prabowo tahu siapa pelakunya. Hanya ada satu orang yang memiliki akses ke celah terdalam perusahaannya dan memiliki dendam yang cukup membara untuk membakar semuanya dalam semalam: Alessia.---# Detik-Detik KehancuranTangan Prabowo yang sudah mulai keriput berget
Last Updated: 2026-05-19
Chapter: Bab 54. Puing puing Harga Diri
Setelah keributan yang ditinggalkan ibunya, keheningan di ruangan Alessia terasa lebih berat daripada kebisingan makian Widya tadi. Udara seolah membeku, meninggalkan residu ketegangan yang menyesakkan paru-paru. Alessia kembali memfokuskan matanya pada layar monitor, jemarinya bergerak lincah di atas papan ketik seolah insiden memuakkan barusan hanyalah gangguan kecil seperti lalat yang lewat. Adrian masih di sana, di sudut yang sama. Ia merasa seperti debu yang menempel di dinding mewah itu—ada, tapi tak diinginkan. Ia menatap punggung Alessia yang tegak, punggung yang selama ini ia peluk dengan janji perlindungan, namun kini terasa sejauh galaksi lain. Rasa bersalahnya sudah tidak lagi berbentuk kesedihan; itu telah bermutasi menjadi kelumpuhan total. "Masih ada yang ingin kau saksikan, Adrian?" tanya Alessia tanpa mengalihkan pandangan. Suaranya datar, tanpa emosi, namun sanggup menguliti sisa-sisa harga diri Adrian yang sudah tipis. Adrian menelan ludah yang terasa sepahit e
Last Updated: 2026-05-19
Mengandung Benih Majikan Arogan

Mengandung Benih Majikan Arogan

Nathan Septian, seorang pria yang terkenal arogan bertemu dengan gadis desa tanpa sengaja. Pertemuannya melibatkan mereka ke jenjang pernikahan yang tidak dilandasi dengan cinta. Apakah pernikahan itu bertahan lama? Bisakah mereka jatuh cinta?
Read
Chapter: Bab 44.
## BAB 44: Benih di Atas Puing**Lima Tahun Kemudian...** Suasana di halaman *Bramanto House* riuh dengan tawa anak-anak. Gedung yang dulunya adalah bangunan tua tak terawat itu kini telah berubah menjadi pusat rehabilitasi dan pendidikan yang asri. Dinding-dindingnya dicat dengan warna pastel yang menenangkan, dipenuhi dengan lukisan-lukisan tangan karya anak-anak penghuninya. Tina berdiri di balkon lantai dua, memperhatikan Arka dan Aruna yang kini sudah berusia enam tahun. Mereka tampak sedang asyik mengajari anak-anak lain cara menanam bibit bunga matahari di taman depan. "Mereka tumbuh sangat mirip dengan kakeknya," sebuah suara lembut mengejutkan Tina. Tina menoleh dan tersenyum melihat kakaknya, Rina, berdiri di sana membawa dua cangkir teh hangat. Rino kini mengelola aspek operasional yayasan, sementara Tina fokus pada pendampingan psikologis para korban. "Iya, Kak Rina. Terutama semangatnya. Terkadang aku takut melihat ada kemiripan fisik d
Last Updated: 2026-04-20
Chapter: Bab 43.
## BAB 43: Sisa-Sisa Hujan Enam bulan telah berlalu sejak ketukan palu hakim mengakhiri kekuasaan Nathan Adijaya. Dunia luar mungkin mulai melupakan skandal besar itu, tertutup oleh berita-berita baru, namun bagi Tina, setiap detik adalah perjuangan untuk merajut kembali jiwanya yang sempat koyak. Tina kini menetap di sebuah kota kecil di pesisir Jawa. Rumahnya tidak besar, hanya sebuah bangunan bergaya kolonial sederhana dengan halaman luas yang dipenuhi pohon kamboja dan melati. Tidak ada marmer dingin atau kamera pengawas yang mengintainya setiap sudut. Di sini, satu-satunya suara yang membangunkannya di pagi hari adalah deburan ombak dan celoteh kedua anaknya, Arka dan Aruna. Warisan yang Terbuang Suatu sore, sebuah mobil pengacara mendatangi kediamannya. Itu adalah perwakilan dari kurator yang mengurus aset Nathan yang disita. "Nyonya Tina, ada beberapa barang pribadi yang menurut hukum tidak bisa disita karena merupakan hak milik Anda sebel
Last Updated: 2026-04-20
Chapter: Bab 42.
## BAB 42: Pengadilan Akhir Dinding ruang sidang utama Pengadilan Negeri tampak lebih dingin dari biasanya. Aroma kayu tua dan wangi pembersih lantai yang tajam menusuk hidung siapa pun yang masuk ke dalamnya. Di luar gedung, ratusan orang berkumpul membawa poster-poster berisi foto para korban. Teriakan "Hukum Mati!" dan "Keadilan untuk Korban!" menggema hingga ke dalam ruangan, menciptakan tekanan psikologis yang nyata bagi siapa pun yang duduk di kursi pesakitan. Nathan duduk di sana. Wajahnya yang dulu angkuh kini tampak tirus. Rambutnya yang biasanya tertata rapi kini berantakan, dan lingkaran hitam di bawah matanya menunjukkan bahwa tidur adalah kemewahan yang tak lagi bisa ia nikmati. Di sampingnya, seorang pengacara publik yang ditunjuk negara duduk dengan wajah enggan, semua pengacara mahal yang dulu disewa keluarganya telah membatalkan kontrak mereka setelah aset Nathan dibekukan oleh negara. Di barisan kursi penonton, Marissa duduk terisak, sesekali
Last Updated: 2026-04-20
Chapter: Bab 41.
BAB 41: Runtuhnya Dinasti DarahSuasana di ruang tamu kediaman megah itu mendadak berubah menjadi mencekam. Udara terasa tipis, seolah oksigen dihisap keluar oleh pengakuan jujur yang baru saja dilontarkan Tina. Marissa, wanita yang biasanya tampil elegan dengan perhiasan mahal yang berkilauan, kini tampak seperti raga kosong yang kehilangan nyawa. Ia merosot di atas lantai marmer yang dingin, menatap foto pria tua yang dipegang Tina dengan tatapan yang sulit diartikan—antara ketakutan, rasa bersalah, dan penolakan."Putri... Bramanto?" suara Marissa bergetar hebat. Bibirnya yang dipoles lipstik merah mahal tampak pucat. "Bagaimana mungkin dunia sekejam ini, Tina? Kamu... anak dari laki-laki yang menjadi bayang-bayang kegelapan Nathan?"Tina berdiri tegak, tidak ada lagi sorot mata lemah lembut yang biasanya ia tunjukkan sebagai menantu yang berbakti. Dagunya terangkat, matanya menyala oleh api kemarahan yang telah ia pendam selama berbulan-bulan. "Kejam? Tidak, Ma. Kejam adalah keti
Last Updated: 2026-04-19
Chapter: Chapter 40.
Chapter 40. Satu bulan kemudian, polisi menemukan lagi lebih banyak korban ulah Nathan. Polisi kali ini tidak bisa lagi membantunya. Nathan segera di giring ke kantor polisi. Masih saja, setiap pertanyaan bisa dia jawab dengan mudah. "Bagaimana bisa kamu melakukan semua itu, Nathan? Sayangnya kali ini kami tidak bisa lagi membantumu." Ucap ketua polisi. "Tapi aku tidak melakukan semua itu. Dari awal aku tidak terlibat di sini. Bagaimana mungkin?" Bahkan Nathan pun bingung tentang apa yang melibatkan dirinya. 'Apakah Tina yang melakukan nya? Ahh tidak mungkin. Dia mana tau semua ini. Mana mungkin dia. Apakah ada seseorang yang sengaja menjatuhkan ku? Kurang ajar!' batinnya. "Bagaimana kalian bisa membawa putraku ke sini? Kalian akan membayar mahal. Dasar biadab." Terdengar begitu nikmat suara Marissa yang datang memaki polisi. Tina sengaja datang dan menikmati semuanya. Polisi pun menjelaskan dengan detail semua yang terjadi. Kejahatan yang dilakukan Nathan buka
Last Updated: 2025-11-11
Chapter: Chapter 39.
Chapter 39. "Kenapa kamu menjauhi ku, Tina?" Tanya Nathan dengan mata memerah. "Karma berlaku untuk mu, Nathan. Lihat saja karma pasti datang dan melilitmu." Jawab Tina dengan tegas. "Karma apa yang datang untukku? Tidak ada karma apapun. Kamu mengerti! Kamu milikku. Dan pria tua bangka itu sama sekali tidak berguna." "Cuih! Kau menyebutnya tua bangka? Bagus. Jadi apa yang kau lakukan pada tua bangka itu?" Dengan kesel Tina meludahi Nathan. Namun, pria itu hanya tersenyum menikmati kemarahan istrinya. Baginya ini adalah permainan nya. Semakin Tina marah maka semakin membuat Nathan bergairah. Tina sempat kebingungan. Namun, dirinya berhasil membuat Nathan marah. Nathan mendekat dengannya, dengan nafsu yang tinggi. Seolah Nathan ingin pelepasan segera. Namun, Tina menolak untuk di sentuh. "Kenapa kamu menghindar? Selama kamu jadi milikku kamu tidak bisa menghindar." "Aku tidak sudi." Jawab Tina datar. "Tidak sudi katamu? Dulu kamu paling bersemangat d
Last Updated: 2025-10-31
You may also like
Perempuan Terlarang
Perempuan Terlarang
Romansa · athena_vivian
4.5K views
Three weeks in love
Three weeks in love
Romansa · Megacecung
4.5K views
CEO LOVE ME
CEO LOVE ME
Romansa · Gadis inisial E
4.5K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status