Share

Rencana Malam Pertama

Author: Pebyuna
last update Petsa ng paglalathala: 2025-09-24 19:48:06

Sore harinya, Joana sudah sibuk dengan kegiatannya untuk membuat lelah Nathan. Tujuannya tentu agar Nathan bisa tidur lebih awal agar tidak mengganggu kegiatannya dengan Don nanti. Besok adalah hari libur, biasanya Nathan akan tidur akhir. Jadi, Joana harus berusaha keras agar bocah itu mau terlelap lebih awal.

"Sekarang ayo kita main petak umpet?" ajak Joana. Nathan yang baru saja meminum segelas air dingin langsung berbinar. Ia segera menarik tangan Joana dan
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Mengejar Cinta Duda Dingin   Pijat ++

    Joana buru-buru bergerak mempersiapkan diri di kamar saat Don menggendong Nathan yang tertidur ke kamarnya sendiri. Ia berganti pakaian, menjadi baju tidur satin yang cukup tipis dan pendek. Tak ingin terlalu kentara, Joana juga mengenakan outer pasangan baju tidurnya. Belum sampai di situ, Joana buru-buru duduk di kursi rias. Wajahnya yang putih bersih cukup membuatnya percaya diri. Ia hanya mengenakan lip balm rasa stoberi di bibirnya. Lalu menyemprotkan parfum ke leher, ketiak, dan pakaian tidurnya. Setelah merasa siap, Joana segera berjalan menyelinap menuju kamar Don. Untung saja tidak terkunci. Don juga belum ada di kamar, artinya ia masih aman. Kakinya melangkah, menaiki ranjang Don, dan berbaring di sana. Tangannya terulur di depan dada. Ah, Joana merasa deg-degan sekali. Namun, hampir setengah jam menunggu, Don tak kunjung pergi ke kamarnya. Joana menghela napas panjang, sedikit kesal. Apakah Don tau rencananya malam ini, makanya dia berlama-la

  • Mengejar Cinta Duda Dingin   Rencana Malam Pertama

    Sore harinya, Joana sudah sibuk dengan kegiatannya untuk membuat lelah Nathan. Tujuannya tentu agar Nathan bisa tidur lebih awal agar tidak mengganggu kegiatannya dengan Don nanti. Besok adalah hari libur, biasanya Nathan akan tidur akhir. Jadi, Joana harus berusaha keras agar bocah itu mau terlelap lebih awal. "Sekarang ayo kita main petak umpet?" ajak Joana. Nathan yang baru saja meminum segelas air dingin langsung berbinar. Ia segera menarik tangan Joana dan berjingkat-jingkat kesenangan. "Nathan mau. Tapi mama yang jaga duluan, ya." Joana menyipitkan mata, ingin protes. Tapi urung. Ia mengangguk saja. Lagipula tujuannya adalah membuat Nathan senang dan lelah bermain. "Oke. Mama jaga. Mama hitung sampai 10. Awas, ya. Ngumpet yang betul, jangan sampai ketahuan," ucap Joana sambil menyipitkan matanya dan tersenyum menggoda. Ia tertawa pelan saat melihat Nat

  • Mengejar Cinta Duda Dingin   Kesempatan dalam Kesempitan

    Joana buru-buru berlari menuju meja nakas samping TV saat mendengar nada dering ponselnya berbunyi. Nama Suamiku Tersayang terpampang jelas di sana. Ia segera mengangkat telepon dari Don itu. "Jo, aku minta tolong." Joana menyunggingkan senyumnya. Suara Don terdengar panik. Tentu saja, sebab dokumennya tertinggal. Tadi, sebelum Don berangkat, Joana sudah melihat dokumen di map biru itu tergeletak di atas meja ruang tamu. Don mungkin lupa dan tak menyadarinya. Karena Don tidak mau mencium keningnya, Joana sedikit kesal. Akhirnya, ia diam saja, membiarkan dokumen itu ketinggalan. Dan kini, Don panik. Rasakan itu, batin Joana. "Minta tolong apa, Suamiku?" tanyanya dengan nada lembut. "Di ruang tamu, ada map warna biru. Tolong antarkan ke kantor. Jangan lewat ojek online. Itu dokumen penting," peringat Don menekankan di akhir kalimatnya. Joana tersenyum miring. "Aku dapat apa kalau nganterin dokumen penting ini?" tanyanya. Terd

  • Mengejar Cinta Duda Dingin   Makan Bersama

    Joana belum puas menggoda Don. Malam itu adalah makan malam pertama mereka bersama sebagai keluarga. Bagi Joana, ini kesempatan emas. Bagi Don, ini justru ujian kesabaran.Meja makan penuh hidangan: nasi hangat, capcay, ayam bakar yang masih mengepulkan aroma gurih. Joana duduk di samping Don, sengaja membuat jarak di antara mereka nyaris hilang. Senyumnya lebar, tangannya cekatan mengisi piring Don tanpa memberi kesempatan pria itu bergerak.“Mau lauk apa? Ini buatan aku semua, loh. Pastinya enak banget. Iya, kan, Nath?” tanyanya riang.Nathan, bocah kecil itu, mengangguk sambil terus mengunyah. Dari tadi Joana sudah mengambilkan makanan lebih dulu untuknya. Bocah itu tampak bahagia dengan piring penuh capcay dan ayam bakar, seolah dunia hanya milik dia dan makanannya.Don menatap piringnya yang sudah penuh, tapi tangannya belum sempat menyentuh sendok. Rahangnya mengeras. “Aku bisa ambil sendiri.”Joana pura-pura tidak mendengar, m

  • Mengejar Cinta Duda Dingin   Nonton Bersama

    Sore harinya, setelah Joana baru terbangun setelah tak sengaja ketiduran di kamarnya, ia mendengar suara tawa dari arah ruang keluarga. Joan melangkah ke sana dan melihat Don dan Nathan yang asik bersenda gurau. "Wah, seru banget kayaknya. Nggak ajak-ajak aku," ucapnya dengan muka cemberut. Joana langsung duduk mepet di samping Don. Lalu dengan tiba-tiba tangannya melingkar di lengan Don. Joana mendongak dan tersenyum manis menatap Don. Suara decakan dengan sedikit dorongan membuat Joana menghentakkan kakinya kesal. Tak mau berlarut, kini ia berpindah ke samping Nathan. Bocah itu langsung menyodorkan tangannya, meminta Joana memangkunya. Tentu saja Joana senang. Ia dengan antusias meraih Nathan dan meletakkannya di pangkuannya. Tak sampai di situ, Joana memepetkan badannya lagi ke arah Don, namun kini ada Nathan yang menjadi pelindungnya. Dengan begitu, tentu saja Don tidak akan mendorongnya. "Nath mau nonton kartun," ucap Nathan. Jo

  • Mengejar Cinta Duda Dingin   Kamar Rahasia

    Joana mulai melancarkan aksinya. Setelah Don berangkat bekerja, ia segera pergi ke kamar belakang untuk membuka kuncinya. Joana sedikit bersemangat. Dengan segala harapan, semoga saja salah satu kuncinya benar. Tangannya bergerak mengambil satu persatu kunci yang ia bawa. Ia mencobanya. Kunci pertama Gagal. Kunci kedua juga gagal. Kunci ketiga apalagi. Joana mendesah. Hanya tersisa satu kunci dan semoga saja memang itu kuncinya. Mata Joana membulat saat bunyi klik terdengar di telinganya. Ia mengerjapkan mata dan mulai memutar knop pintu kamar itu. Terbuka. Joana tersenyum senang. Ia melompat-lompat pelan, mencoba menahan teriakan senangnya. Joana menahan napasnya. Perlahan tangannya mendorong pintu itu agar terbuka. Bibirnya mulai tertarik ke atas. Dadanya berdebar-debar. Dan... "What? Apa ini?" Senyum Joana langsung luntur. Alisnya menukik sambil matanya menatap ke sekeliling ruangan. Ia menghela napas kasar. Joana melangkahkan kakinya ke da

  • Mengejar Cinta Duda Dingin   Rumah Baru

    Malamnya, Don akhirnya mengajak Joana pulang ke rumahnya. Don memang sudah memiliki rumah sendiri yang cukup luas untuk ia tinggali sendiri bersama Nath saja. Dulu, ia sengaja membangun rumah yang luas karena berharap ia dan Lucy, mantan istrinya, bisa memiliki banyak anak dan hidup bahagia. Namun,

  • Mengejar Cinta Duda Dingin   Pagi Hari Pengantin

    Joana membuka mata terlebih dulu sebelum Don membuka matanya. Ia tersenyum menatap wajah damai pria yang sekarang sudah resmi menjadi suaminya itu. Tangannya terulur untuk mengusap rahang tegas suaminya. Matanya meneliti wajah tampan Don yang mungkin akan menjadi kesukaannya. Joana tersenyum. Sete

  • Mengejar Cinta Duda Dingin   D-Day

    Joana merasakan hatinya sedikit lega saat selesai pemberkatan. Kini, ia dan Don sudah resmi menjadi sepasang suami istri. Joana tampak cantik dengan balutan gaun pengantin yang mengembang di bagian bawah dan mengekspos bahu mulusnya. Sementara Don juga tampak gagah dengan tuxedo yang melekat pas di

  • Mengejar Cinta Duda Dingin   Pertemuan tak Disengaja

    Hari ini Joana akan melakukan fitting gaun pengantin. Tidak ada resepsi nantinya. Itu keputusan mutlak Joana dan Don yang tidak ingin membuang-buang uangnya—meskipun keluarga mereka terbilang sangat kaya. Lagi pula, Joana tidak memiliki banyak teman untuk diundang. Sahabat satu-satunya justru mengh

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status