共有

BAB 4: Leonardo Pulang

作者: Asayake
last update 公開日: 2022-07-08 11:11:10

“Pah, lihatlah.” Seorang wanita paruh baya meletakan document di depan suaminya. “Ini hasil dari les Prince dua minggu terakhir.”

Abraham menyesap kopinya, pria itu melirik isterinya yang kini menarik kursi dan segera duduk di sampingnya memasang raut wajah kecewa. Abraham mengambil document itu dan membacanya.

“Kenapa lagi dengan hasilnya?” tanya Abraham.

“Tidak ada perubahan, tidak ada kemajuan, jika seperti ini terus Prince bisa di pindahkan masuk ke sekolah anak-anak khusus dan tertinggal dengan anak-anak normal lainnya. Sepertinya kita harus mengganti guru les untuk Prince.”

Abraham segera menutup kembali dokumentnya, “Tidak perlu Mah. Tidak perlu terlalu serius dengan hal ini, kita harus lebih memikirkan psikolog anak dan pengasuh yang cocok untuk Prince. Prince masih anak-anak, dia sedang mau berkembang.”

“Mamah paham Prince masih anak-anak, tapi jika di biarkan seperti ini, bagaimana dengan masa depan dia? Satu tahun terakhir ini kita sudah menggantinya lebih dari empat guru karena Prince membuat ulah. Mamah benar-benar tidak mengerti. Dulu, Leo tidak seperti ini.”

“Jangan samakan Leo dan Prince, mereka jelas berbeda. Bersabarlah,” nasihat Abraham begitu tenang sangat berbeda jauh dengan Berta isterinya.

“Nenek” Suara Prince terdengar memanggil dari kejauhan, Prince berlari membawa  kotak pensil warna.

Pembicaraan serius di antara Abraham dan Berta langsung selesai, begitu pula dengan ketegangan di bahu Berta yang kini mengendur karena Prince berada di sekitarnya.

“Jangan berlari seperti itu! Nanti kamu jatuh,” kata Berta dengan sedikit teriakan, Prince yang berlari tersentak kaget dan langsung berjalan dengan normal.

“Ada apa?” Tanya Berta begitu cucunya sudah berada di sampingnya.

Prince berjinjit dan membuka kotak pensil warnanya di atas meja makan. “Mana warna merah muda?” tanya Prince.

Dengan cepat Berta menunjuknya tanpa mempedulikan untuk apa cucunya bertanya warna itu.

Kaki Prince berhenti menjinjit, Prince langsung teringat macaron yang pernah di makannya memiliki warna yang sama degan warna yang Berta tunjuk. “Besok aku mau membawa macaron dengan warna seperti ini.”

 “Rima akan menyiapkannya besok. Sekarang kamu pergilah  ka kamar dan belajar.”

“Baik, Nenek.”

“Prince.” 

Suara familiar seorang pria terdengar memanggil namanya, Prince langsung berbalik dan melihat ke arah Pintu, Prince melihat kehadiran ayahnya yang sudah satu minggu ini berada di Berlin untuk keperluan bisnis.

 “Ayah,” sapa Prince dengan kaku, anak itu sedikit terkejut karena Leonardo pulang lebih cepat dari apa yang di jadwalkan.

Leonardo melangkah lebar dan membuka tangannya hendak memeluk, namun Prince masih berdiri di tempatnya, kaki kecilnya ragu untuk mendekat dan menyambut kedatangan Leonardo.

Leonardo yang melihat keraguan Prince memutuskan untuk semakin mendekat, dia memahami kecanggungan puteranya karena mereka sudah lama tidak bertemu.

“Prince, hay  jagoan,” sapa Leonardo dengan senyuman menawannya, pria itu segera membungkuk, meraih tubuh Prince untuk dia gendong dan di peluknya.

“Hay,” balas Prince seraya memeluk leher Leonardo.

“Bagaimana kabarmu?”

“Baik.”

“Ayah membawa hadiah untukmu.” Leonardo menunjuk beberapa kotak mainan yang di bawa Adam.

Prince tersenyum samar menatap tumpukan mainan baru yang di bawa oleh Adam.

“Terima kasih, Ayah.”

Leonardo menegang kaget, sekilas pria itu melihat Berta dan Abraham dengan tatapan penuh tanya karena tidak seperti biasanya Prince mengucapkan terima kasih ketika di beri mainan.

***

Seorang wanita paruh baya datang membawa nampan berisi sebotol anggur dan gelas kosong, wanita itu meletakannya di meja dekat balkon dan segera menuangkannya, lalu memberikannya kepada Leonardo yang kini tengah berdiri bersandar pada pagar tengah melepas rasa lelah dan penatnya usai melewati perjalanan panjang.

Sepasang mata berwarna biru milik Leonardo bergerak menatap tajam ke penjuru tempat. Hembusan angin menggerakan rambut halus Leonardo yang kini sedikit memanjang dari sebelumnya. Ekspresi di wajah Leonardo tidak berubah sejak dia berdiri di tempat itu beberapa menit yang lalu.

Sangat di sayangkan, Leonardo menyia-nyiakan ketampanan di wajahnya karena pria itu minim ekspresi.

“Bagaimana pekerjaan kamu?” Tanya Abraham selepas kepergian pelayan rumahnya.

Leonardo menyesap anggurnya perlahan, pria itu segera menjawab, “Seperti biasa, sedikit melelahkan.”

“Apa ada masalah?”

“Masalah bisnis selalu sama, yaitu tantangan.”

“Mengenai Prince, ibumu memberikan laporan jika pembelajaran Prince, dia tidak memiliki perkembangan sedikitpun, dan tiga hari yang lalu, pengasuhnya mengundurkan diri karena Prince sudah membuat keributan. Kamu harus mencari jalan keluarnya, jika di biarkan lebih lama mungkin akan menjadi masalah.”

Leonardo tersenyum samar, “Satu-satunya yang menjadi masalah adalah ibu yang terlalu ikut campur dengan Prince.”

Abraham langsung terdiam, dia tidak menyangkal perkataan Leonardo karena selama ini Berta selalu mengatur Prince secara berlebihan.

“Leo” Abraham kembali angkat suara setelah beberapa menit diam. “Sebaiknya kamu liburan bersama Prince, sudah tiga tahun ini kamu tidak mengambil cuti sama sekali.”

“Kami bisa liburan sambil bekerja saat dinas ke luar negeri.”

Abraham menghela napasnya dengan berat, “Waktu untuk keluarga dan waktu untuk berbisnis itu berbeda Leo. Ini untuk kebaikan Prince, dia membutuhkan banyak waktu denganmu,” koreksi Abraham.

Abraham tidak habis pikir dengan Leonardo sangat gila kerja, seluruh waktunya dia dedikasikan hanya untuk pekerjaan dan Prince.

Abraham sangat bangga dengan sifat pekerja keras yang di miliki Leonardo. Kecerdasan Leonardo dalam mengelola perusahaan dan kepribadian yang bekerja keras selalu berhasil menguntungkan perusahaan, namun sayangnya di balik cemerlangnya karier Leonardo, ini sama sekali tidak terlalu menguntungkan kehidupan pribadi Leonardo.

Leonardo sudah berusia tiga puluh lima tahun, bila sepanjang hidupnya Leonardo hanya memikirkan pekerjaan, ini akan menjadi masalah bagi keluarga besar Abraham karena Leonardo adalah putera tunggalnya. Tidak mungkin Leonardo selamanya sendiri dan tidak memiliki pasangan meski kini sudah ada calon penerus selanjutnya, yaitu Prince.

Abraham berdeham tidak nyaman, sesekali dia melihat Leonardo dan menimang-nimang sesuatu yang ingin dia tanyakan.

“Leo, tidakkah kamu sekarang sudah memikirkan seorang pasangan?” tanya Abraham dengan hat-hati.

“Aku sudah memiliki pasangan, Ayah.”

“Bukan wanita simpanan yang kamu bayar Leo. Wanita yang bisa kamu jadikan secara resmi.”

Tu Be Continued..

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード

最新チャプター

  • Mengejar Cinta Ms. Independent   Selesai

    Suara tangisan terdengar di dalam kamar ketika Leonardo kembali pulang, Prince terbaring di ranjangnya tengah di tangani oleh dokter karena mengalami demam lagi. Prince meracau, bergerak gelisah dalam tidurnya, dia terus menangis merintih kesakitan memanggil Leonardo dan memintanya untuk dipertemukan dengan Rosea. “Demamnya masih belum turun, kita harus menjaganya lebih ketat, jika demamnya tidak kunjung mereda, Prince harus dibawa ke rumah sakit.” Leonardo menyandarkan bahunya pada dinding, pria itu tidak banyak berbicara dan hanya bisa memandangi Prince yang kini terus bergerak meracau dan menggigil kesakitan. Sekali lagi dan di waktu yang bersamaan, Leonardo harus menerima diri bahwa kini tidak hanya hatinya yang terluka atas kepergian Rosea, puteranya mengalami hal yang sama. Pembicaraan Prince dengan Rosea mengguncang perasaannya, anak itu tidak mampu menangani emosional dan tekanan yang memenuhi kepalanya. Prince tidak ingin ditinggalkan, namun dia juga tidak tahu mengapa Ro

  • Mengejar Cinta Ms. Independent   BAB 163: Penyesalan Berta

    Suasana rumah berantakan, Abraham mengamuk tidak terkendali sebelum dia memutuskan pergi keluar dan ikut mencari keberadaan Rosea di mana untuk meminta maaf.Kini tinggal Berta seorang diri dengan sebuah renungan yang dalam atas tindakan yang telah dia perbuat yang tanpa sadar menghancurkan keluarganya sendiri. Hubungannya dengan Leonardo menjadi hancur, dan perusahaan yang tidak tertangani kacau. Kepergian Leonardo dari perusahaan adalah sebuah pukulah besar yang tidak mudah di tangani.“Nyonya, Anda harus istirahat,” nasihat seorang assistant rumah tangga.Berta tidak menggubris, dengan lemah wanita itu pergi keluar rumah dan meminta sang sopir untuk mengantarkannya ke rumah Rosea. Berta harus menurunkan egonya untuk menyelamatkan keluargnya, Berta harus meminta maaf dan tidak lagi mengganggu Rosea.Hanya Rosea yang bisa mengubah keputusan Leonardo saat ini.“Kamu tahu di mana rumah Rosea?” tanya Berta pada sopirnya.“Saya tidak tahu, tapi saya akan menayakannya pada anak buah Anda.

  • Mengejar Cinta Ms. Independent   BAB 162: Sakit

    Suara bantingan pintu terdengar keras membuat Berta yang tengah bekerja tersentak kaget dan harus segera berdiri melihat kedatangan Leonardo yang mendatanginya.Setelah cukup lama menolak untuk bertemu, kini akhirnya Leonardo datang sendiri menemuinya.Berta sudah bisa merasakan kemarahan dan kebencian Leonardo terhadap dirinya, entah apalagi yang kini akan membuat Leonardo marah. Berta berharap ini mengenai kandasnya hubungan Leonard dan Rosea.“Apa yang sebenarnya Ibu mau?” tanya Leonardo dengan geraman dan mata menyala-nyala di penuhi oleh amarah yang meledak-ledak. “Ibu pikir aku akan menurut jika Ibu bertindak gila seperti ini padaku? Ibu salah, semakin Ibu berusaha menekanku, aku semakin yakin keluar dari keluarga sampah ini!”Tubuh Berta dipenuhi ketegangan karena apa yang ingin di dengar berbeda dengan apa yng di ucapkan oleh Leonardo.“Kita bicara baik-baik Le,” bujuk Berta.“Mengapa kita harus bicara baik-baik jika semuanya sudah tidak ada yang membaik?” tanya balik Leonardo

  • Mengejar Cinta Ms. Independent   BAB 161: Usai

    Rosea membuka handponenya setelah beberapa hari ini dia matikan, tangan wanita itu gemetar melihat ada beberapa pekerjaan yang batal, termasuk pekerjaan yang baru akan dia dapatkan dari meeting di Bali. Semua itu terjadi karena artikel buruk yang menyebar luas di kalangan rekan kerjanya.Nama Rosea tetap tercoreng meski berita itu sudah turun.Semua kerja kerasnya yang di bangun dan dia perjuangkan selama ini harus hangus oleh sebuah fitnah kejam yang mengarah kepadanya. Rosea tidak tahu kehancuran apalagi yang akan dia terima bila dia terus berada di sisi Leonardo.Tidak hanya kariernya, Berta juga sudah mengirim banyak orang untuk menerornya. Terror itu tidak hanya mengarah pada kediamanya, ada banyak pesan masuk dan ancaman pembunuhan bila Rose tidak menyingkir dari kehidupan keluarga Abraham.Ini sangat menyakitkan untuk Rosea, namun akan lebih menyakitkan untuknya bila terus mempertahankan semuanya.Rosea tidak ingin keluarganya menjadi sasaran selanjutnya Berta.Desakan suara ta

  • Mengejar Cinta Ms. Independent   BAB 160: Pamit

    Rosea berdiri di depan cermin, memperhatikan dirinya sendiri dengan seksama. Sudah hampir empat hari ini dia mengurung diri dan tidak melakukan kontak apapun siapapun, pekerjaannya yang terbengkalai dikerjakan Helvin begitu dia tahu jika Rosea dengan mengalami masalah.Rosea sudah berbicara dengan Karina secara khusus untuk membicarakan apa yang ingin Rosea lakukan kedapannya, ada banyak hal yang kemungkinan terjadi diluar dari apa yang selama ini Rosea rencanakan dalam hidupnya.Rosea tidak memiliki sedikitpun ketenangan sejak mendapatkan terror di malam itu, ancaman demi ancaman terus datang kepadanya hingga membuat Rosea takut untuk keluar sendirian.Rosea bersyukur karena Karina juga Emmanuel terus menemaninya dan mendorongnya untuk kembali bangkit menjadi lebih berani, mereka tidak membirkan Rosea sendirian karena kondisinya yang tidak stabil.Perasaan Rosea terasa sedikit lebih tenang, kini dia ingin pergi keluar seorang diri untuk menyelesaikan semua masalah yang memang sudah s

  • Mengejar Cinta Ms. Independent   BAB 159: Ancaman Lain

    Prince duduk dalam kesendirian di pagi hari, sesekali anak itu menyeka air matanya dan melihat ke sekitar, Leonardo tidak pulang sejak kemarin dan Prince hanya di urus oleh para pekerja di rumah.Prince tertunduk dan kembali menangis sendirian, suasana hatinya dilanda oleh kegelisahan dan perasaan yang mendesaknya ingin menangis. Prince merasakan ada sesuatu yang lain akhir-akhir ini, ayahnya terlihat tidak bahagia dan Rosea tidak datang ke rumahnya.Semua ini terjadi sejak pesta ulang tahunnya. Sejak kedatangan ibunya yang bertemu Rosea.Berta tidak datang ke rumah, sekalinya dia datang, para pekerja tidak mengizinkan bertemu Prince. Prince juga tidak lagi diminta untuk menemui Berta dan melewati banyak pelajaran yang melelahkan. Keputusan Leonardo yang menjauhkan Prince dari Berta membuat Prince tersadar bahwa ayah dan neneknya itu tengah bertengkar.Suara langkah seseorang terdengar dari sudut ruangan membuat Prince melihat ke arah pintu.Leonardo datang dalam keadaan kusut dan ter

  • Mengejar Cinta Ms. Independent   BAB 117: Teman Lama

    “Kamu benar-benar beruntung Sea, orang lain kehilangan nyawanya dan beberapa di antaranya terluka harus dilarikan ke rumah sakit. Kamu hanya mengalami kerusakan kendaran saja. Nyawa tidak bisa diganti, orang sakit tidak bisa bekerja, kamu disini dalam keadaan sehat, dan kamu masih bisa membeli kenda

  • Mengejar Cinta Ms. Independent   BAB 116: Kecelakaan

    “Sudah satu minggu saya menunggu kamu, kemana saja?” Rosea tertawa malu, langkahnya bergerak cepat memeluk pria paruh baya yang kini tengah merentangkan tangannya. Pria itu tersenyum lebar menepuk-nepuk bahu Rosea begitu mereka berpelukan. “Saya sibuk, maaf ya sudah menunggu lama.” “Tidak apa-apa, a

  • Mengejar Cinta Ms. Independent   BAB 115: Hadiah Kepulangan

    Genggaman erat tangan Leonardo terasa hangat, Rosea tidak berhenti tersenyum mendapatkan perhatian penuh Leonardo yang masih mengejutkan dirinya. Beberapa jam dari Okinawa ke Tokyo tidak membuat mereka berhenti untuk beristirahat. Mereka sempat pergi ke taman hiburan, beberapa tempat makan, dan toko

  • Mengejar Cinta Ms. Independent   BAB 114: Curiga

    “Ada apa sebenarnya dengan Leo? Kenapa dia membiarkan Prince memelihara anak kura-kura, bagaiamana jika ada bakteri salmonella?” Berta mengomel. Sejak tadi pagi, Prince sibuk dengan anak kura-kura dan meletakannya di sisi kolam, sementara dia sibuk berenang dan sesekali melihat hewan peliharaannya.

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status