Share

Mengembalikan Cinta dan Benci ke Titik Nol
Mengembalikan Cinta dan Benci ke Titik Nol
Author: Dby

Bab 1

Author: Dby
Aku sedang menyeret tubuhku yang berat sambil merapikan tas persalinan, dan tanpa sengaja melihat secarik kertas di atas meja.

[Sayang, fenomena tujuh bintang sejajar yang hanya terjadi sekali dalam 77 tahun telah membuatku melakukan perjalanan waktu. Jangan khawatir, kita pasti bertemu lagi ….]

Tas persalinan yang kupegang langsung jatuh ke lantai.

Kali ini dia diam-diam pergi lagi, meninggalkan istrinya yang sudah hampir melahirkan!

Selama 3 tahun pernikahan, alasan yang digunakannya semakin lama semakin tidak masuk akal.

Aku segera mengambil ponsel dan memeriksa lokasinya. Ternyata dia berada di luar negeri.

Aku tahu, dia pasti pergi menemani Messy berlibur lagi.

Pada akhirnya, 3 tahun hubungan kami tetap tidak mampu mengalahkan sosok cinta sejati yang selalu ada di hatinya.

Dadaku terasa sesak oleh amarah dan kekecewaan. Tidak lama kemudian, perutku mulai terasa sangat sakit.

Aku segera merasakan cairan hangat mengalir di antara kedua kakiku.

Diriku memegangi perut yang kesakitan dan ambruk ke lantai. Sebelum benar-benar kehilangan kesadaran, aku masih sempat menghubungi ambulans.

Kesadaranku mulai kabur. Gelombang nyeri hebat akibat kontraksi membuat seluruh tubuhku bercucuran keringat dingin.

Cairan hangat terus mengalir keluar, sementara tubuhku perlahan menjadi semakin dingin.

Dokter yang menemaniku tiba-tiba berteriak, “Gawat! Pasien menunjukkan tanda-tanda pendarahan hebat! Cepat bawa ke ICU!”

Pandanganku mulai kabur. Seorang perawat menggenggam erat tanganku sambil berkata dengan cemas, “Mana keluarga pasiennya? Kami membutuhkan tanda tangan pihak keluarga dan operasi harus segera dilakukan!”

Aku menggigit bibir hingga berdarah dan berkata dengan suara serak, “Hanya ada saya, Dokter.”

“Sudah hampir melahirkan. Di mana suami Anda?”

Bibirku bergetar. Air mata mengalir dari sudut mataku, “Dia sudah mati.”

Perawat itu memandangku dengan rasa iba dan menghiburku dengan lembut, “Tenang saja. Kami akan mengutamakan keselamatan sang ibu terlebih dahulu.”

Bagi pria yang selama 3 tahun bersikap dingin dan tanpa perasaan itu, keberadaannya bagiku saat ini memang tidak berbeda dengan orang yang sudah mati.

Sesaat sebelum didorong masuk ke ruang operasi, ponselku bergetar.

Detektif swasta yang kusewa di luar negeri mengirimkan foto terbaru Nelson.

Di dalam foto itu, satu tangan Nelson merangkul pinggang Messy. Keduanya berdiri di bawah langit malam Dorado, menatap aurora bersama.

Dulu dia pernah berjanji bahwa saat bulan madu nanti, kami akan pergi ke Dorado untuk melihat aurora.

Namun dengan alasan pekerjaan, dia selalu menundanya lagi dan lagi.

Kini aku akhirnya mengerti.

Itu karena orang yang ingin diajak pergi bukanlah diriku.

Saat masker oksigen dipasang ke wajahku, rasa sakit yang luar biasa semakin menyebar ke seluruh tubuh.

Darah terus mengalir keluar, setiap sel dalam tubuhku seolah diselimuti hawa dingin yang menusuk.

Kantung demi kantung plasma darah terus ditransfusikan ke dalam tubuhku.

Lalu, setelah jeritan panjang yang nyaris merobek tenggorokanku ….

Tangisan bayi akhirnya bergema di seluruh ruangan.

Pada saat yang sama, layar ponselku menampilkan foto terbaru yang dikirim detektif.

Nelson dan Messy sedang berciuman penuh gairah di bawah kembang api Menara Arcelia.

Aku memeluk putraku yang terus menangis dan air mataku mengalir tanpa henti.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Mengembalikan Cinta dan Benci ke Titik Nol   Bab 8

    Dia berusaha mengulurkan tangan untuk menyentuhku. Namun aku berbalik dan menghindarinya.Tatapan dingin di mataku menusuk hatinya.Tetapi dibandingkan dengan semua penderitaan yang kuterima selama tiga tahun terakhir, dan sikapnya yang membiarkanku menghadapi kematian sendirian saat melahirkan, rasa sakit itu tidak ada artinya!Ibu Benedict akhirnya terduduk di lantai. Dia menangis histeris.Tangannya terus memukul dadanya sendiri.“Ini balasan ... Ini semua balasan atas perbuatanku!”“Apa yang sudah kulakukan ... Aku hampir membunuh anak kandungku sendiri!”Melihat ibu dan anak itu akhirnya menyesali semuanya, untuk pertama kalinya aku merasakan kelegaan.Aku mengambil surat wasiat dan dokumen pengalihan saham dari atas meja. Lalu berjalan keluar dari ruang rapat.Saat sinar matahari menyinari tubuhku, rasanya seperti harapan kehidupan baru.Di luar pintu ada cahaya dan masa depan. Di dalam pintu hanya tersisa penyesalan yang tidak akan pernah berakhir.Setelah menyelesaikan seluruh

  • Mengembalikan Cinta dan Benci ke Titik Nol   Bab 7

    Nelson sama sekali tidak tertarik dengan pembicaraan para eksekutif itu.Sampai akhirnya pintu lift terbuka. Pada detik itulah, seseorang yang sangat dikenalnya muncul di hadapannya.Tubuh Nelson langsung membeku. Dia tidak mampu bergerak untuk waktu yang lama.Wanita di hadapannya bukan lagi Devi lusuh yang pernah ada dalam ingatannya.Saat ini aku memancarkan pesona yang begitu memukau.Selama 3 tahun dalam kenangannya, diriku belum pernah terlihat secemerlang dan semenarik ini.Aku mengenakan pakaian haute couture, ditemani dua pengawal pribadi saat berjalan menuju ruang rapat.Ketika melewati Nelson, dia tidak kuasa menahan diri dan meraih tanganku.Dia memanggil dengan suara rendah, “Devi ... Devi ....”Aku menoleh dan tersenyum dengan tulus, “Halo, Tuan Benedict. Nama saya Diana.”Para pengawal di belakangku segera menariknya menjauh.Setelah aku duduk di kursi utama ruang rapat, Nelson terduduk lesu di kursi yang berhadapan denganku.Sepanjang rapat, matanya selalu menatapku. Se

  • Mengembalikan Cinta dan Benci ke Titik Nol   Bab 6

    “Apa Ibu tahu kalau dia hampir meninggal karena pendarahan setelah melahirkan?”Ibu Benedict langsung membalasnya, “Bagaimana denganmu? Bukankah kamu juga tiba-tiba menghilang? Ke mana saja waktu itu?”Melihat ibunya yang terus-menerus memanggil Devi dengan sebutan perempuan jalang, Nelson akhirnya mengerti.Selama 3 tahun saat dirinya tidak berada di rumah, entah berapa banyak hinaan dan makian dari ibunya yang harus didengar Devi.Karena dia tidak pernah memberikan status dan penghormatan yang layak kepada Devi di Keluarga Benedict, ibunya pun merasa bebas merendahkan Devi.Di telinganya terus terngiang suara ibunya yang memaki Devi. Akhirnya Nelson tidak tahan lagi dan berteriak, “Cukup, Bu! Orangnya sudah pergi untuk selamanya, kenapa Ibu masih terus memakinya?”Ibu Benedict justru tertawa, “Untung dulu aku tidak mengizinkan kalian mendaftarkan pernikahan secara resmi. Baguslah kalau dia pergi.”“Tidak ada surat cerai, dan dia juga tidak akan bisa mengambil harta Keluarga Benedict

  • Mengembalikan Cinta dan Benci ke Titik Nol   Bab 5

    Nelson bahkan tidak sempat melampiaskan amarahnya dan langsung melaju menuju hotel.Begitu tiba di aula perayaan, layar raksasa yang tergantung di depan ruangan sedang memutar video dirinya dan Messy.Suara-suara yang tidak pantas terdengar jelas di seluruh aula.Adegan-adegan intim mereka terpampang tanpa sensor di depan semua tamu.Nelson membentak dengan suara tegas, “Cepat! Cepat matikan videonya!”Pembawa acara panik dan mencoba mematikan video itu, tetapi apa pun yang dilakukannya, video tersebut tidak bisa dihentikan.Karena sejak awal aku sudah menyuap pembawa acara agar video itu diputar hingga selesai.Foto demi foto ditampilkan di layar, setiap gambar memperlihatkan Nelson dan Messy yang sedang menikmati perjalanan mereka di luar negeri dengan bebas dan bahagia.Tetapi beberapa foto terakhir adalah surat pemberitahuan kondisi kritis dari rumah sakit.Lalu surat persetujuan tindakan darurat untuk ibu hamil yang mengalami emboli cairan ketuban.Pada setiap dokumen itu tertulis

  • Mengembalikan Cinta dan Benci ke Titik Nol   Bab 4

    Nelson malah tersenyum sinis sambil berkata, “Lalu kenapa kalau dia mendengarnya? Siapa suruh menyiramimu dengan air panas? Ini hukuman untuknya!”Suara guntur dan kilatan petir terus bersahutan di luar. Aku memeluk putraku sepanjang malam tanpa bisa memejamkan mata.Ketika rasa kantuk mulai datang, tiba-tiba pintu kamarku ditendang hingga terbuka.Messy berdiri di ambang pintu dengan senyum penuh provokasi, “Devi, cepat bangun dan siapkan sarapan. Nelson sedang menunggu.”Melihatku tidak menjawab, dia sengaja mendekat. Bekas-bekas merah samar di tubuhnya terlihat jelas.Dia membungkuk ke dekat telingaku dan berbisik, “Semalam Nelson bilang, melihat keadaanmu sekarang saja sudah membuatnya mual.”“Seluruh tubuhmu mengeluarkan bau asam yang menjijikkan.”Aku mengabaikannya dan berjalan menuju kamar mandi.Namun detik berikutnya, tangisan putraku terdengar nyaring.Hatiku langsung berdebar.Saat menoleh, aku melihat kuku Messy menancap kuat di lengan kecil putraku yang masih sangat lembu

  • Mengembalikan Cinta dan Benci ke Titik Nol   Bab 3

    Lalu dengan senyum palsunya Messy berkata, “Maaf ya, Kakak Ipar. Hidungku memang agak sensitif, jangan tersinggung.”Nelson juga tampak sedikit mengernyitkan dahi sebelum berkata, “Sayang, beberapa hari ini kamu pasti sangat lelah. Aku baru kembali dari perjalanan waktu dan ini hadiah yang kubawa untuk putra kita.”Dia mengeluarkan sebuah patung Ultraman dari dalam tas dan menyerahkannya kepadaku.Kalau dulu, diriku pasti sudah marah besar dan langsung melempar hadiah asal-asalan yang selalu dia berikan.Tetapi hari ini berbeda. Karena aku sudah tidak peduli lagi.Melihat Messy di belakangnya, Nelson pun menjelaskan, “Aku bertemu Messy di jalan. Dia bilang ingin melihat bayi, jadi kami datang bersama.”Karena aku tidak mengatakan apa-apa, Nelson mengira diriku sedang cemburu dan marah seperti biasanya.Namun detik berikutnya aku hanya tersenyum, “Tidak apa-apa. Masuklah.”Mata Nelson sempat menunjukkan sedikit kebingungan, tetapi itu segera menghilang.“Sayang, ternyata setelah menjadi

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status