Share

Bab 80

Author: QueenShe
last update Last Updated: 2025-11-02 09:58:07

Ares menarik Raya ke dalam pelukannya, keduanya masih terengah-engah, tubuh berkeringat, tapi ada kepuasan yang sangat mendalam di mata mereka.

"Kamu luar biasa," bisik Ares sambil mengecup kening Raya dengan lembut. "Selalu luar biasa."

Raya tersenyum, wajahnya bersandar di dada Ares, mendengarkan detak jantungnya yang masih berdetak cepat. "Kamu juga tidak kalah luar biasa, Dokter Ares."

Mereka berbaring dalam keheningan yang nyaman, tangan Ares mengusap punggung Raya dengan gerakan yang menenangkan. Mata Raya mulai sayu, rasa kantuk menyerang dan hampir tertidur saat tiba-tiba sesuatu muncul di benaknya. Matanya langsung terbuka lebar, tubuhnya menegang.

"Ares," panggilnya dengan suara yang tiba-tiba tegang.

"Hmm?" Ares merespon dengan mengantuk, matanya sudah setengah terpejam.

"Tadi... kamu... kamu tidak pakai pengaman kan?"

Keheningan. Ares membuka matanya, menatap langit-langit kamar dengan ekspresi yang tiba-tiba menyadari sesuatu, namun tetap tenang dan santai. "Oh."

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Menggoda Ayah Mantan Kekasihku   Bab 313

    Ares berjalan perlahan menuju kamar utama setelah memastikan Kelana sudah tenang dan bermain bersama David di kamarnya. Langkahnya terasa berat seperti membawa beban raksasa di pundaknya. Begitu membuka pintu kamar, ia langsung menemukan Raya duduk di tepi tempat tidur dengan ponsel di tangan, berbicara dengan seseorang. Istrinya itu menoleh sambil tersenyum hangat "…iya, Bu. Aku mengerti. Makasih ya, Bu. Nanti aku coba," ucap Raya pelan ke ponselnya. Ares terdiam di ambang pintu, mendengarkan. "Iya, aku janji bakal sabar. Aku gak akan menyerah," lanjut Raya. "Oke, Bu. Aku tutup dulu ya. Sayang Ibu juga." Raya menutup teleponnya, ponselnya di simlan di nakas. Tangannya terulur meminta Ares mendekat. Ares melangkah masuk, menutup pintu di belakangnya. Tanpa kata, Ares cepat menghampiri Raya, langsung memeluknya sangat erat. "Aku minta maaf lagi," bisiknya parau di telinga Raya. "Maaf, Sayang. Maaf buat semuanya." Raya membalas pelukan Ares. Tangannya mengusap punggung suaminya

  • Menggoda Ayah Mantan Kekasihku   Bab 312

    Ruang makan yang luas dan mewah kini terasa penuh Ada.ketegangan yang tak nyaman. Meja panjang sudah ditata rapi dengan berbagai hidangan—nasi putih hangat, sup ayam, ayam goreng, menu sayur, dan beberapa lauk lainnya yang sudah disiapkan dengan penuh perhatian oleh chef pribadi. Raya duduk di samping Ares, sementara Kelana duduk di kursi khusus anak yang sudah disiapkan di sisi Ares. Tapi bocah kecil itu sama sekali tidak terlihat nyaman—wajahnya cemberut, matanya sembab, dan tubuhnya gelisah di kursi. "Kelana, you need to eat," ucap Ares lembut sambil mengambil sendok. "Look, this is your favorite. Chicken soup." Kelana menggeleng keras, bibirnya mengerucut—tanda ia akan menangis lagi. "No! I don't want! I want Nanny Grace! Where is Nanny?!" Suaranya mulai meninggi, penuh dengan keputusasaan. Ares menghela napas panjang, tangannya mengusap wajahnya sendiri—tanda ia mulai kewalahan. Sudah sejak bangun tidur Kelana marah ingin kembali ke Amerika dan ingin bersama Grace. "Nanny

  • Menggoda Ayah Mantan Kekasihku   Bab 311

    Ares berjalan perlahan menuruni tangga, langkahnya terdengar berat. Ia mencoba berjalan pelan agar tidak membangunkan Kelana yang baru saja tertidur. Wajahnya terlihat lelah. Bukan hanya lelah fisik karena perjalanan panjang, tapi juga lelah mental karena situasi yang jauh lebih rumit dari yang ia bayangkan. Ia menemukan Raya di dapur, tengah menata piring-piring di meja makan bersama dua pelayan. Raya terlihat sibuk mengatur tata letak, memastikan semuanya rapi dan siap untuk makan siang nanti. Tanpa peduli dengan para pelayan yang langsung menunduk hormat begitu melihatnya, Ares melangkah mendekat dari belakang Raya, melingkarkan lengannya di pinggang istrinya, menarik tubuh Raya ke dalam pelukannya dengan erat. Raya tersentak kecil, tapi langsung tersenyum begitu menyadari siapa yang memeluknya. "Ares… ada pelayan," bisiknya pelan, kedua pipinya langsung memerah malu. Bukan Ares namanya kalau ia peduli akan sekitar. Ia justru semakin mengeratkan pelukannya, menenggelamkan wajah

  • Menggoda Ayah Mantan Kekasihku   Bab 310

    Mobil Alphard itu akhirnya berhenti di depan rumah Ares dan Raya di kawasan perumahan elit Jakarta. Gerbang besar terbuka otomatis, menyambut kepulangan sang tuan rumah. Ares turun lebih dulu sambil menggendong Kelana yang sudah sedikit lebih tenang namun masih tampak murung. Langkah mereka masuk ke dalam rumah disambut dengan keheningan yang mewah. Ares segera menuntun mereka menuju lantai dua, ke arah kamar yang letaknya di samping kamar utama. "Ayo, Daddy tunjukkan kamar barumu," ucap Ares lembut, mencoba mencairkan suasana. Saat Ares membuka pintu kamar tersebut, Kelana yang tadinya lesu langsung menegakkan tubuhnya. Matanya yang sembab melebar seketika. Kamar itu telah disulap menjadi surga bagi anak laki-laki. Balon-balon berwarna biru dan perak memenuhi langit-langit, ada spanduk besar bertuliskan "Welcome Home, Kelana!", dan tumpukan kado dengan berbagai ukuran tertata rapi di atas karpet bulu yang empuk. "Kado!" seru Kelana girang. Ia segera merosot dari gendongan Ares

  • Menggoda Ayah Mantan Kekasihku   Bab 309

    Bandara internasional Soekarno-Hatta tampak sibuk seperti biasa. Lalu lalang orang tak pernah usai, dan di antara kerumunan orang ada yang tengah menunggu dengan hati gelisah. Raya berdiri dengan kegelisahan yang tampak jelas. Sudah dua jam ia berdiri di sana bersama Anita di sampingnya. Matanya tak lepas dari pintu kedatangan internasional. Sesekali Raya meremas jemarinya sendiri, mencoba mengusir rasa gugup yang menjalar. Lima belas menit yang lalu, jadwal di layar besar menunjukkan bahwa pesawat yang dinaiki Ares sudahmendarat. Jantungnya berdegup kencang, campuran antara rindu yang membuncah dan ketakutan akan bagaimana kehidupan mereka setelah ini. Tiba-tiba, pintu otomatis terbuka. Sosok pria jangkung dengan aura dominan muncul di sana. Ares. Pria itu tampak maskulin dengan jaket gelap, langkahnya tegas. Di belakangnya, David berjalan mengikuti sambil menggendong seorang bocah laki-laki kecil yang tampak mengantuk namun tetap terjaga. Mata Ares menyapu ruangan. Saat ia mene

  • Menggoda Ayah Mantan Kekasihku   Bab 308

    "Tania." Suara Ares memecah keheningan, rendah namun sarat dengan otoritas yang mematikan. "Hentikan." Tania langsung membeku. Tinggal terpaut beberapa sentimeter sebelum bibir Tania menyentuh milik Ares. Napasnya tertahan di udara. Perlahan, Tania menarik diri, menjauh. Tubuh yang gemetar halus, tangannya saling bertautan di atas pangkuannya. Ia menggigit bibirnya kuat-kuat, wajahnya memerah karena campuran rasa malu yang membakar dan kekecewaan yang mendalam. Ia menunduk, tak lagi sanggup membalas tatapan tajam pria di hadapannya. Ares menarik napas dalam, sebelum berbicara dengan suara yang lebih lembut, tapi tetap tegas. Seperti garis batas yang tak boleh dilalui. "Tania, dengarkan aku." "Aku menyayangimu seperti adikku sendiri. Dan aku menghormatimu sebagai ibu dari anakku. Jadi aku minta kamu bisa menghargai status itu. Tidak lebih." Tania masih bergeming, jemarinya yang pucat sibuk memilin ujung baju rumah sakitnya. Tanda sebuah kecemasan yang akut. "Dan satu hal lagi," l

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status