Share

Bab 89 (21+)

Author: QueenShe
last update Last Updated: 2025-11-04 14:12:39

Ares langsung menarik Raya ke dalam pelukan yang sangat erat. Ciuman mereka dimulai dengan tergesa, menuntut, dan penuh amarah yang tumpah ruah. Sebuah ciuman yang menyalurkan semua gejolak yang mereka tahan seharian. Semua kecemburuan atas klaim Kenzie, semua frustrasi atas Siska, semua kekesalan yang membebani mereka, sekarang terluapkan.

Mereka bergerak mundur, Raya terhuyung hingga punggungnya membentur dinding kamar yang dingin. Ciuman Ares turun ke leher, menyisakan jejak panas dan rasa memiliki yang jelas.

"Aku akan menghukummu," bisik Ares dengan suara yang parau, nada posesif yang kuat terasa di setiap suku kata. "Kamu membiarkana Kenzie menyentuhmu."

"Aku tidak membiarkannya," balas Raya, terengah, mencengkeram bahu Ares, kukunya sedikit menusuk, menuntut perhatian penuh pria itu. "Dia memaksaku. Malah kamu yang membiarkan wanita itu di sampingmu. Kamu yang seharusnya dihukum, Ares."

Ares menyeringai kecil, senyum yang berbahaya, penuh janji dan hukuman yang menyenangkan. "B
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Menggoda Ayah Mantan Kekasihku   Bab 301

    Mobil berhenti di depan gedung apartemen yang sudah sangat familiar bagi Raya. Ia turun bersama Anita dan Liora yang sejak tadi ikut bersamanya. “Akhirnya sampai juga!” seru Liora sambil meregangkan tubuh. “Udah lama banget aku nggak ke sini. Terakhir ke sini kalian masih pacaran. Sekarang kamu sudah jadi Nyonya Mahardika.” Raya tertawa kecil, menggeleng. “Aku masih Raya, Li.” “Ya enggaklah!” bantah Liora sambil merangkul bahu Raya. “Status kamu sudah naik kelas. Istri CEO, tahu!” Anita yang berjalan di belakang mereka hanya tersenyum tipis, membiarkan dua sahabat itu bercanda seperti biasa. Mereka naik lift menuju lantai apartemen. Begitu pintu terbuka, Liora langsung melangkah masuk dengan santai. Apartemen itu memang tak asing baginya. “Bantuin aku beresin barang ya,” kata Raya. “Aku mau bawa beberapa buku, foto-foto, sama baju.” “Mau dibawa semua?” tanya Liora sambil menggulung lengan bajunya. “Iya.” “Jangan,” potong Liora cepat. “Kalau suatu hari kamu pengen ke sini lagi

  • Menggoda Ayah Mantan Kekasihku   Bab 300

    Menurut Raya pagi ini datang terlalu cepat. Ia terbangun dengan suara alarm pelan dari ponsel Ares yang berbunyi di meja samping tempat tidur. Tubuh dan pikirannya tak ingin hari ini datang. Ia membuka mata perlahan, merasakan kehangatan tubuh Ares yang masih memeluknya dari belakang. Lengan suaminya melingkar protektif di pinggangnya. Tak lama kemudian Ares juga terbangun. Ia mengecup tengkuk Raya pelan. Berbisik dengan suara serak. "Pagi, Sayang." "Pagi, sayang," jawab Raya pelan, suaranya terdengar lirih. Mereka terdiam sejenak, tak ada yang bergerak, seolah berharap waktu bisa berhenti sebentar saja. Tapi kenyataan tetaplah kenyataan. Ares menghela napas panjang. Melepaskan pelukannya dengan berat. Ia duduk di tepi tempat tidur, mengusap wajahnya dengan kedua tangan. "Aku harus mandi, sebelum David menjemput," ucapnya pelan, lebih seperti mengingatkan dirinya sendiri. Raya duduk, menatap punggung Ares dengan tatapan sendu. "Iya." Ares berbalik, menatap Raya dengan tatapan

  • Menggoda Ayah Mantan Kekasihku   Bab 299

    Di depan rumah, Ratih memeluk Raya lebih lama dari biasanya. Di sampingnya, Dio berusaha tegar meski wajahnya terlihat sedih. Koper-koper Raya sudah dimasukkan ke dalam bagasi mobil oleh supir. Sementara Ares berdiri sedikit menjauh, memberi ruang untuk perpisahan keluarga. Tangan Ratih yang mulai menua mengusap punggung putrinya lembut. Matanya berkaca-kaca penuh haru. "Raya..." suara Ratih bergetar, tertahan di tenggorokan. "Iya, Bu?" Raya membalas pelukan ibunya erat, wajahnya tertanam di bahu Ratih. Ratih menarik napas dalam, berusaha menguatkan diri. Lalu ia melepaskan pelukan, menatap wajah putrinya dengan tatapan penuh kasih sayang dan nasihat. "Ingat pesan Ibu," ucapnya pelan namun tegas. "Sekarang surga kamu ada di suamimu. Jadilah istri yang sabar, yang bisa melayani suami dengan baik. Jangan pernah meninggikan suara pada Pak Ares, dan jaga kehormatan rumah tanggamu." Raya mengangguk pelan, air matanya mulai jatuh. "Iya, Bu. Raya ingat." Ratih mengusap pipi putrinya

  • Menggoda Ayah Mantan Kekasihku   Bab 298

    Ares tertegun. Gelas jus yang baru saja ia angkat tertahan di udara. Nama itu selalu membawa getaran yang tidak nyaman di hatinya, terutama karena ia tahu betapa hancurnya hubungan ayah dan anak di antara mereka sekarang ini. “Kenzie? Dia datang?” tanya Ares, suaranya sedikit rendah dan berat. Brandon mengangguk. “Aku lihat dia di dekat pilar besar arah pintu keluar. Dia nggak pakai masker atau semacamnya, Res. Terlihat jelas itu dia. Tapi dia nggak lama, Cuma berdiri di sana sambil natap ke arah pelaminan.” Kevin menyahut, “Aku malah sempat papasan sama dia pas aku mau ke toilet. Aku sapa, tapi anaknya kelihatan kacau.” Ares meletakkan kembali gelasnya. “Apa dia sempat bicara sesuatu ke kalian?” “Cuma sebentar,” jawab Kevin. “Aku tanya kenapa nggak gabung ke depan, dia Cuma bilang dia buru-buru ada urusan penting yang harus diselesaikan. Terus dia langsung pergi gitu aja. Aku mau tahan, tapi langkahnya cepat banget.” “Kenzie masih menyukai Raya?” tanya Brandon, suaranya k

  • Menggoda Ayah Mantan Kekasihku   Bab 297

    Terpengaruh panggilan lembut dari istrinya, Ares hanya mengangguk. Bibirnya terangkat membentuk senyum lebar yang tak ia sadari. "Makasih, Mas," ucap Raya ringan, lalu mengecup pipi Ares singkat. Raya sengaja meninggikan suaranya. Ia sudah paham betul pola para sahabat Ares. Semakin ia terlihat malu dan menunduk, semakin menjadi bahan godaan. Jadi kali ini, ia memilih santai dan percaya diri. Dan benar saja... Siulan langsung terdengar, disusul tepuk tangan dan sorakan singkat. Para pria yang biasanya penuh wibawa di kantor itu mendadak kehilangan citra serius mereka—berubah seperti sekumpulan remaja yang menemukan hiburan baru. Raya terkekeh kecil. Sebelum berdiri, ia menoleh lagi pada Ares yang masih terpaku menatapnya, seolah dunia di sekitarnya tak lagi penting. “Ada yang mau aku ambilin nggak, Mas?” tanya Raya semakin menggoda. Ares menggeleng pelan. Mulutnya sempat terbuka, tapi tak satu kata pun keluar. “Kalau gitu aku ke meja Ibu dulu, ya, Sayang.” Ares

  • Menggoda Ayah Mantan Kekasihku   Bab 296

    Pagi menyapa melalui celah gorden penthouse suite yang mewah, membawa cahaya keemasan yang menerpa wajah Raya. Ia menggeliat pelan, merasakan seluruh tubuhnya sedikit kaku namun ada kehangatan yang melingkupinya. Di sampingnya, Ares sudah terbangun, menopang kepala dengan tangan sambil menatapnya dengan binar mata yang penuh cinta. "Selamat pagi, istriku," bisik Ares, suaranya serak khas bangun tidur yang terdengar sangat seksi di telinga Raya. Ares mengecup dahi Raya lama, lalu turun ke hidung dan berakhir di bibir. "Tadinya aku ingin memesan sarapan ke kamar saja. Aku ingin berlama-lama memelukmu di sini." Raya tersenyum, meski dalam hatinya masih ada ganjalan soal rencana keberangkatan Ares ke Amerika dan pertemuannya dengan Tania. Namun, ia mencoba menepisnya. "Aku juga ingin, tapi aku nggak enak sama Ibu dan Dio. Mereka pasti sudah menunggu di restoran hotel. Kita tidak boleh egois, Ares." Ares menghela napas pasrah, lalu terkekeh. "Baiklah, Nyonya Mahardika. Perintahmu a

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status