Share

34. Lelah

Author: Black Aurora
last update Last Updated: 2025-08-26 17:24:28
Calla melenguh kaget ketika tubuhnya tiba-tiba saja terangkat dari lantai.

Dylan mengangkatnya dengan mudah, seolah bobot tubuhnya tak berarti apa-apa di dalam pelukan lengan kokoh itu.

Calla meraih bahu Dylan untuk mendapatkan keseimbangan, sementara kakinya tanpa sadar bergerak untuk melingkar erat di pinggang pria itu.

Rak buku di belakang mereka pun menjadi saksi bisu, ketika Dylan menekan tubuhnya lebih erat tanpa melepaskan ciumannya sedikit pun.

Bibirnya masih menyapu dan menuntut.

Menghirup udara dari paru-paru Calla hingga ia merasa sesak karena terhanyut, dan karena sebuah perasaan aneh yang tiba-tiba menyeruak di dada.

“Ummh!” Calla berusaha menarik napas di sela-sela ciuman itu, namun Dylan tidak memberi celah sedikitpun.

Seolah pria itu takut jika ia berhenti, maka Calla akan lenyap dari pelukannya.

Pikiran Calla pun semakin kacau setiap detiknya. Ia tahu kalau harus menolak. Ia tahu ini salah, tapi tubuhnya seolah menolak logika yang terangkai di otaknya
Black Aurora

kira-kira apakah ada adegan ehem?? ayoo tebaak 🤭

| 11
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Rifda Nafisha
waaawwwwwwwww
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Menggodamu Hingga Takluk Padaku    EP-4

    Begitu pintu kamarnya tertutup, Knox langsung meraih ponsel yang tergeletak di atas meja samping ranjangnya. Ia melihat tiga missed called yang tertera di layar dan menampilkan nama yang familiar.Adrian.Knox menekan tombol panggil, lalu meletakkan ponsel di telinganya.“Dia sudah sampai?” suara Adrian terdengar nyaris bersamaan dengan nada sambung terakhir.“Sudah,” jawab Knox pendek.“Dan?”Knox menjatuhkan tubuhnya ke sofa dengan dengusan kesal. “Gadis itu benar-benar parah.”“Parah bagaimana?”“Berjalan lurus saja tidak bisa,” gerutunya. “Selalu saja tersandung kakinya sendiri atau hampir menabrak meja. Bahunya naik turun seperti orang sedang asma.”Di seberang sana, Adrian tertawa kecil. Bukan karena mengejek, tapi lebih seperti seseorang yang sudah menduga hasilnya.“Knox,” katanya santai, “maaf, tapi apa kamu sadar siapa dirimu?”“Apa hubungannya?” sergah Knox.“KAMU adalah Knox Bennet,” lanjut Adrian. “Supermodel dunia. Pria yang membuat orang menjadi gugup hanya dengan berd

  • Menggodamu Hingga Takluk Padaku    EP-3

    "Karena mulai hari ini kamu tinggal di sini, maka akan kuantar tur berkeliling apartemen." Knox berjalan lebih dulu dalam langkah yang tenang dan pasti, seolah apartemen seluas itu adalah bagian dari tubuhnya sendiri. Lumi mengikutinya dari belakang dengan langkah kecil, sembari matanya sibuk menelan setiap detail yang dilewati. Dapur terbuka dengan island marmer putih. Ruang makan dengan meja panjang yang terlalu besar untuk satu orang. Ruang santai dengan sofa rendah dan jendela dari lantai ke langit-langit yang menghadap pemandangan kota. Semuanya terasa mahal, rapi, dan… sunyi. “Dan ini... adalah balkon,” ucap Knox singkat. Ia lalu menggeser pintu kaca, dan membiarkan udara masuk dengan membawa cahaya siang dan pemandangan kota yang terbentang luas. Lumi terdiam sejenak. Pemandangannya indah sekali. Terlalu indah, sampai membuatnya merasa tidak pantas untuk berdiri di sana. “Kalau paparazi berhasil memotret dari jauh, ini adalah salah satu spot yang aman,” ujar

  • Menggodamu Hingga Takluk Padaku    EP-2

    Lumi berdiri di depan sebuah gedung apartemen mewah yang menjulang dingin dan terlihat angkuh, membuat dirinya merasa begitu kecil bahkan sebelum memasukinya. Kaca-kaca besar memantulkan langit pagi yang pucat, sementara pintu otomatis di lobi berkilau bersih seperti batas tak kasat mata antara dunia biasa dan kehidupan para sosialita. Ia menggigit bibirnya pelan. Wajahnya tertutup masker hitam, rambut hitam panjangnya yang biasanya dibiarkan terurai, kini digelung seadanya dan diselipkan di balik topi. Kacamata hitam besar menutupi hampir separuh wajahnya yang mungil. Manik cokelat gelap yang biasanya penuh rasa ingin tahu kini tersembunyi, seolah Lumi berharap dirinya juga bisa menghilang di baliknya. “Huuufh… kenapa sampai harus tinggal bersama, sih?” keluhnya lirih, lebih kepada dirinya sendiri. Gedung ini adalah tempat tinggal Knox Bennet. Pria yang namanya selama bertahun-tahun hanya ia lihat di billboard raksasa, sampul majalah internasional, dan layar-layar ikl

  • Menggodamu Hingga Takluk Padaku    EP-1

    “Lumi Walsh?” Knox Bennet menyandarkan punggungnya ke kursi kulit hitam dengan rahang mengeras. “Aku harus berpura-pura memiliki hubungan dengannya?” Tatapannya menajam ke arah pria di seberang meja, kepada manajernya sendiri yang bernama Adrian Cole, yang berdiri dengan tablet di tangan dan ekspresi tenang. “Bukan berpura-pura,” jawab Adrian datar. “Kita menyebutnya pendekatan strategis. Lebih terdengar berkelas.” “Cih. Sama saja, omong kosong,” Knox mendesis. Adrian menghela napas pendek, lalu menekan layar tabletnya. Grafik demi grafik kemudian bermunculan. Angka merah, garis menurun, dan logo brand yang dicoret. “Ini daftar kontrak yang dibatalkan tiga bulan terakhir,” ucap Adrian tanpa emosi. “Empat brand fashion Eropa. Dua kampanye global. Satu rumah mode yang dulu mati-matian mengejarmu.” Knox memalingkan wajah dan menatap jendela besar lantai tiga puluh yang menghadap kota. Pantulan dirinya di kaca tampak masih sama menawannya. Tinggi, proporsional, wajah yang d

  • Menggodamu Hingga Takluk Padaku    Sinopsis : Menggodamu Hingga Takluk Padaku, Extra Part (EP)

    Namaku Lumi Walsh, dan aku suka menyanyi. Tapi sayangnya, agensi tidak menyukai sikapku yang ceroboh, kikuk, dan gugup jika berada di hadapan orang banyak saat sedang tidak bernyanyi. Mereka bahkan benci melihat cara jalanku yang dinilai tidak anggun sama sekali. Lalu tercetuslah ide itu. Knox Bennet, seorang model pria super tampan tapi karirnya yang dulu cemelang kini hancur karena skandal mantan tunangannya. Karena kami satu agensi, maka aku dipasangkan dengan Knox sebagai "kekasih". Pura-pura, tentu saja. Hubungan palsu ini akan membawa keuntungan untukku, yaitu Knox dengan aura supermodel-nya bisa mengajarkanku cara bersikap, berjalan, serta berucap hal yang benar di depan publik. Dan Knox, bisa mendapatkan kembali image-nya yang hancur dan karirnya sebagai model. Tapi... apa iya kami harus berpura-pura? Karena masalahnya, Knox itu terlalu tampan untuk diabaikan. Dan meskipun pria itu mengaku masih mencintai wanita lain yang telah menikah, rasanya aku ingin m

  • Menggodamu Hingga Takluk Padaku    137. Harga Yang Harus Dibayar untuk Bersamamu

    Luxterra Corporation – 25 Tahun Kemudian... Ruang rapat utama Luxterra tampak sunyi setelah presentasi terakhir ditutup. Di dalam layar holografik, tulisan EDENFALL II: Project Genesis masih terpampang yang lebih ambisius, lebih radikal, dan jauh melampaui proyek Edenfall generasi pertama. Pria muda dengan wajah tampan yang berada di ujung meja itu pun akhirnya berdiri. Posturnya tenang, tatapannya tajam, suaranya rendah namun tegas dan final. “Luxterra tidak dibangun untuk sekadar bertahan,” ucapnya. “Ia dibangun untuk mengendalikan arah masa depan. Dan Edenfall II bukanlah pengulangan Edenfall yang pertama. Ini seleksi alam yang kami rancang sendiri.” Ia lalu menutup tablet di tangannya. “Meeting selesai.” Nama pria muda itu adalah Caelan Asher, CEO termuda Luxterra yang baru saja dilantik pagi hari ini. Wajahnya memuat ketenangan berbahaya yang terlalu familiar bagi para direktur senior. Mereka tahu sorot mata itu. Dunia pernah melihatnya puluhan tahun lalu, pada

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status