Share

Keputusan Bulat

Penulis: nababy
last update Tanggal publikasi: 2026-03-14 19:38:17

“Yang Mulia, lepaskan!” Marielle mendorong Cassian menjauh. Meski tubuhnya diliputi rasa nikmat, tapi dia tak boleh kalah dari hasrat tubuh yang bukan miliknya.

Nafas Marielle terengah. Cassian berdiri mematung, kebingungan terpancar jelas di wajahnya.

“Kenapa? Kenapa kau terus menolakku Marielle?!” bentak Cassian kencang. Membenturkan tangannya di tembok untuk mengurung Marielle dengan tubuhnya yang lebih besar.

Deru nafas Cassian yang berat begitu terasa berhembus di pipinya. Marielle masih m
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Penawaran Pada Musuh

    “Grand Duke sudah menunggu Anda di ruang tamu, mari saya antar.” Jackson mempersilahkan Marielle masuk terlebih dulu.Meski Jackson tampak biasa saja di luar, namun dalam hatinya sangat terkejut. Sudah lama sekali ia tidak melihat wanita itu datang ke tempat ini atas kemauannya sendiri.Marielle berjalan memasuki mansion besar itu tanpa rasa takut sedikitpun. Ingatannya samar-samar teringat bagaimana dia menjalani hari-hari berat saat Aldric mengajarinya untuk menggunakan tubuh dan paras cantiknya untuk menggoda Raja.Pelayan-pelayan yang melihatnya langsung berbisik pelan. Tak ada yang menyangka mantan selir Raja akan datang sendiri ke tempat ini.Jackson membawa Marielle menuju ruang tamu dimana Aldric sudah menunggu.Tok! Tok!“Grand Duke. Lady Marielle datang menemui Anda.”Di dalam ruangan, Aldric yang sedang membaca dokumen langsung mengangkat kepala cepat.“Persilahkan dia masuk!”Pintu sudah terbuka. Dan Marielle terlihat berdiri tegak dengan jubah hitam yang dipakainya. Empat

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Pertemuan Yang Tiba-tiba

    “Claude!” Diana melambaikan tangan yang tengah berdiri di depan bar.Claude menghentikan laju kudanya dan segera turun.“Ayo kita pulang, kita tidak bisa meninggalkan Lady Marielle sendirian.”Jantung Diana berdetak lebih kencang. Ia langsung berlari menuju Claude.“Apakah orang itu benar-benar datang?” tanyanya khawatir.“Kita bahas di rumah. Ayo!” Claude mengulurkan tangan yang kemudian diraih oleh Diana.Kedua orang itu segera menaiki kuda yang sama dan langsung kembali menuju rumah. Dalam perjalanan, laju kuda Claude lebih kencang dibanding saat berangkat tadi. Membuat Diana harus berpegangan pada pinggang Claude lebih kencang.Malam itu suasana di rumah Marielle sangat kacau. Apalagi saat Diana baru mulai masuk, dia langsung berteriak hingga Claude terpaksa menutup mulutnya cepat.“Diana tenanglah.” Marielle langsung bangkit dari duduknya dan menghampiri wanita itu.Diana masih terguncang. Dia hanya bisa mengangguk sambil melihat keadaan rumah yang sudah berantakan. Perlahan pand

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Antara Manusia-manusia Tersakiti

    “Kenapa kau tidak langsung membunuhku saja?” tanya Cesare di sela-sela mereka tengah diam tanpa suara.Marielle tak langsung menjawab, ia hanya meletakkan pedang Cesare di lantai lalu berjalan duduk di kursi dan mengambil segelas air lalu meminumnya.Cesare masih memperhatikan gerak-gerik Marielle dalam diam. Tatapannya tetap waspada dan berusaha mencari cara untuk kabur dengan memanfaatkan kondisi psikis wanita yang ada di depannya.“Aku tidak ingin menjadi seperti tuanmu,” ujarnya pelan.“Gara-gara dia aku kehilangan orang yang paling aku sayangi didunia ini. Seseorang yang rela melindungiku dengan nyawanya meski aku tak menginginkannya.”Marielle duduk meringkuk di hadapannya. Dan itu membuat Cesare makin tak mengerti dengan jalan pikiran Marielle.“Bukankah membunuh pihak lawan yang telah membunuh orang terkasihmu adalah suatu kebenaran?” Cesare masih mencoba memancing emosi milik Marielle.Marielle kembali menatap Cesare yang terikat kencang di salah satu tiang rumahnya. Perlahan

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Ksatria vs Pembunuh Bayaran

    “Claude!” Marielle membuka mata.Ia melihat sosok Claude berdiri tak jauh dari mereka dengan pedang sudah dihunuskan ke depan.Cesare mendecakkan lidah pelan. Ia tidak bisa menghujamkan belati itu sekarang jika tak ingin pedang ksatria itu menembus dari punggungnya menuju dadanya.Perlahan Cesare melepaskan Marielle lalu menarik pedang dari sarungnya. Cesare terlihat lebih waspada. Antara keduanya, gerakan mereka penuh perhitungan.Dengan gerakan cepat, Cesare maju lebih dulu berlari ke arah Claude.“Claude, awas!” Teriakan Marielle menggema keras.Mata Claude langsung membesar.Klang!Suara benturan logam memekakkan telinga.Tubuh Claude terdorong beberapa langkah ke belakang akibat tekanan kuat serangan itu.“Gerakannya sangat cepat. Untung Lady bisa bertahan sampai aku datang,” batin Claude kaget.Di hadapannya, Cesare langsung mundur untuk menjaga jarak. Tatapannya dingin, seolah sedang menganalisa kekuatan lawan.Sedangkan di sisi lawan, Claude masih bersiaga. Ia sudah siap menye

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Bertahan Hidup

    “Kau…”Marielle mundur setengah langkah pelan. Dia tahu siapa sosok yang berdiri di depannya sekarang. Dengan satu bekas luka di wajah pria itu, Marielle tidak salah menduga jika orang yang menyerangnya saat di istana dulu tengah berada di hadapannya sekarang.Cesare tersenyum tipis. Tatapannya justru bergerak menyapu isi rumah, seolah mencari sesuatu. Marielle sadar pria itu sedang memastikan apakah ada orang lain di sana.Ia langsung bicara cepat.“Kalau kau mau mencuri, aku tidak punya apa-apa.” Marielle masih terlihat siaga.Cesare kembali menatapnya. Marielle menegang. Ia menghunuskan belati itu ke depan berusaha menjadi tameng dirinya selama Claude belum datang.“Wanita seperti Anda…” Cesare melangkah satu langkah mendekat.“Terlihat sangat rapuh untuk membawa senjata seperti itu.”Marielle perlahan menggenggam belati lebih erat. Meski tangannya sedikit gemetar.“Apa Grand Duke mengirimmu?” tanyanya pe

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Antara Kelinci dan Serigala

    “Mari kita mulai malam ini.” Suara Marielle terdengar pelan, namun cukup tegas untuk membuat suasana rumah kecil itu menjadi hening. Claude masih menatapnya tak percaya. “Lady, ini terlalu berbahaya.” Claude kembali mencoba membujuk. “Bukankah sudah aku bilang, jika orang itu benar pembunuh bayaran yang dikirim Grand Duke untuk membunuhku, aku harus siap menghadapinya. Karena jika aku terus berlari dan menghindar, aku pasti akan terus dikejar.” Marielle menggenggam kedua tangannya di atas meja. “Saya tahu. Tapi bisakah saya tahu alasan Grand Duke ingin membunuh Anda?” Claude melihat Marielle dalam. Marielle menunduk. Dirinya masih tidak yakin untuk membocorkan semua rahasia yang ia punya pada Claude maupun Diana. Sesaat kemudian Marielle menjawab lirih. “Aku tidak bisa mengatakannya. Ini terlalu bahaya. Jika kalian tahu, aku takut nasib kalian akan seperti Enzo.” Ruangan kembali

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status