Share

Ingatan Masa Lalu

Author: nababy
last update Last Updated: 2026-02-26 20:12:11

“Marielle!” Suara Cassian terdengar samar-samar.

Marielle membuka mata disebuah tempat asing nan gelap. Rasanya sangat dingin dan mencekam, membuatnya sedikit ketakutan.

“Di mana ini…?” bisiknya, tatapannya melihat ke semua arah tempat gelap. Ia memeluk dirinya sendiri, mengelus lengannya untuk lebih berani.

Samar-samar, ia mendengar beberapa suara percakapan orang-orang. Ia kenal dengan suara itu. Dia berbalik dan melihat bola cahaya mengambang menampilkan beberapa kejadian yang dialami Marielle asli.

“Ayah… aku mohon jangan pergi…” Sosok Marielle kecil terjatuh di tanah saat melihat ayah yang selalu ia sayangi pergi setelah menjualnya sebagai budak.

Dia tertegun sesaat, matanya tertuju pada bola cahaya besar itu. Rekaman demi rekaman terus berganti. Kenangan penting Marielle terus terlihat seperti kaset yang tengah diputar.

“Apa ini ingatan Marielle?” Dia mencoba memegang bola cahaya itu. Namun secara tiba-tiba terlihat glitch beberapa saat dan membuat bola cahayanya menampakan sesuatu yang tak seharusnya dia lihat.

“Tuan Duke, tolong lepaskan saya! Saya hanya mencintai Yang Mulia Raja!” Marielle memberontak kuat meski tenaganya tak sebanding dengan milik Aldric.

Aldric menghimpit tubuh Marielle, dia menolak memberi ruang gerak untuk wanita bersurai perak itu. Satu tangannya mencengkram kedua lengan Mariella tepat di atas kepalanya.

"Apa yang kau mau sebenarnya?" desis Marielle berusaha lepas dari kungkungan.

Aldric menarik sudut bibir samar. Tatapannya menuju pada bibir merah cherry Marielle. Pria itu mengusap bibir Marielle, lalu menekannya ke dalam, hingga ujung jarinya bersentuhan dengan lidah perempuan itu.

“Diam. Kau harus segera segera hamil untuk menjadi seorang Ratu, Marielle,” ucap Aldric mendesah penuh hasrat.

Jakun Aldric naik turun, aroma lavender sang selir menggoda hasrat kelelakiannya, hingga membuat dirinya kehilangan kendali atas akal sendiri.

Bola cahaya itu terus memunculkan adegan yang membuatnya bergidik ngeri. Jiwa yang menempati tubuh Marielle bergidik ngeri melihat adegan panas yang dipaksakan oleh Grand Duke. Marielle menangis dan meronta, meminta dilepaskan, namun Aldric tak peduli. Ia terus melancarkan aksi bejatnya hanya sekedar untuk membuat Marielle cepat hamil.

“Bajingan itu! Dia meniduri Marielle dengan paksa,” ujarnya lirih. Matanya membelalak lebar sambil menutup mulut karena masih tak kuasa melihat adegan yang terputar di depannya.

Suara tangis Marielle terus terdengar jelas dalam ruang gelap tersebut, membuat wanita itu tak kuasa menahannya lebih lama lagi. Dia ikut menangis, seakan merasa apa yang Marielle rasakan.

“Kejam. Ini sangat kejam!” Ia terduduk lemas. Nafasnya tersengal bersama air mata mengalir di pipi.

Deg!

Jantungnya kembali sakit. Tangannya bergegas mencengkram dada bagian kiri miliknya, dan satu tangan lagi mencengkram gaun erat.

“Sakit…” ucapnya lirih.

Marielle membuka mata, napasnya memburu. Kenangan-kenangan asing mulai berkelebat di kepala. Tawa yang bukan miliknya, tangis yang tak pernah ia ingat, dan rasa sakit yang terlalu nyata untuk sekadar mimpi. Kejadian-kejadian dari bola cahaya yang ia lihat menghantam lebih keras daripada tamparan.

“Marielle!” Cassian langsung memeluk sang wanita erat. Nafasnya memburu, takut.

Dirinya yang baru tersadar masih terlihat linglung. Semua ingatan milik Marielle yang asli mendadak muncul di kepala membuatnya tak berkutik sama sekali.

“Kelinci kecilku? Kau tidak apa-apa?” Tatapan Cassian begitu pilu. Kedua tangannya menangkup kedua pipi Marielle dan mengelusnya lembut.

Melihat Raja begitu takut dan khawatir, satu tetes air mata lolos dari pelupuk mata dan diikuti yang lainnya.

“Hiks!” Tangisnya terdengar jelas.

Bola mata Cassian membulat lebar, ia langsung menarik tubuh wanita itu kembali dalam pelukan. Kali ini lebih erat, lebih hangat, dan lebih lembut.

“Yang Mulia… Saya takut… hikss!” Suara tangis Marielle mengisi seluruh ruangan. Dadanya dipenuhi oleh rasa takut, luka, dan keputusasaan.

“Tidak apa-apa, aku ada disini. Tidak akan ada yang menyakitimu.”Suara Cassian begitu lembut hingga mampu membuatnya merasa sedikit tenang.

Beberapa lama Marielle terus menangis, genggamannya sangat erat membuat hati Cassian makin sakit. Lambat laun, tangisan itu mereda dan hatinya menjadi tenang.

“Sayang? Kau tidak apa-apa? Apa ada yang sakit? Mau aku panggilkan dokter?” tanya Cassian khawatir. Tangannya terus mengelus punggung Marielle pelan.

“Tidak. Saya baik-baik saja Yang Mulia,” jawabnya pelan.

Raut wajah Cassian tak serta merta percaya begitu saja. Melihat sang pujaan hati menangis tersedu-sedu seperti tadi membangkitkan rasa untuk melindungi. Sekali lagi, ia memeluk Marielle lebih hangat, kuat, dan penuh tekad.

“Aku akan tidur denganmu malam ini,”ucapnya lirih dengan alis melengkung turun. Tangannya berkali-kali membelai pipi bersih sang Selir.

Marielle mangangguk. Ia bergeser sedikit ke samping, memberi tempat Cassian untuk berbaring.

Jantungnya masih berdebar kencang. Semua ingatan Marielle terus membuatnya gelisah. Terutama ingatan soal bagaimana Aldric menidurinya berkali-kali hanya untuk membuat wanita itu mengandung yang akan dianggap anak Raja.

“Kau sungguh tidak apa-apa? Mau aku panggilkan dokter?” tanya Cassian lembut. Suaranya begitu merdu seperti nyanyian pengantar tidur.

Ia menggeleng pelan. Dia memeluk tubuh besar Cassian erat, membuat pemiliknya terlonjak kaget.

“Ternyata Marielle sangat mencintai Yang Mulia Raja,” ucapnya lirih. Matanya perlahan menutup menempel pada sisi lengan kekar Raja.

Cassian menghela nafas dalam, perlahan ia menyelipkan lengan ke bawah kepala Marielle untuk menjadi bantal. Sedangkan tangan satunya menarik tubuh mungil itu lebih dekat dan memeluknya erat.

“Aku tidak akan membiarkanmu tersakiti. Kau hanya milikku seorang, kelinci kecilku.” Tatapan Cassian begitu tajam.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Ingatan Masa Lalu

    “Marielle!” Suara Cassian terdengar samar-samar.Marielle membuka mata disebuah tempat asing nan gelap. Rasanya sangat dingin dan mencekam, membuatnya sedikit ketakutan.“Di mana ini…?” bisiknya, tatapannya melihat ke semua arah tempat gelap. Ia memeluk dirinya sendiri, mengelus lengannya untuk lebih berani.Samar-samar, ia mendengar beberapa suara percakapan orang-orang. Ia kenal dengan suara itu. Dia berbalik dan melihat bola cahaya mengambang menampilkan beberapa kejadian yang dialami Marielle asli.“Ayah… aku mohon jangan pergi…” Sosok Marielle kecil terjatuh di tanah saat melihat ayah yang selalu ia sayangi pergi setelah menjualnya sebagai budak.Dia tertegun sesaat, matanya tertuju pada bola cahaya besar itu. Rekaman demi rekaman terus berganti. Kenangan penting Marielle terus terlihat seperti kaset yang tengah diputar.“Apa ini ingatan Marielle?” Dia mencoba memegang bola cahaya itu. Namun secara tiba-tiba terlihat glitch beberapa saat dan membuat bola cahayanya menampakan sesu

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Di Luar Rencana

    “Apa? Makan malam bersama Ratu?!” Suara Cassian meninggi, seakan tak percaya dengan apa yang ia dengar. Marielle mengangguk, bola matanya membesar dan berbinar. Kali ini dirinya tidak boleh gagal, dia harus segera mungkin bicara pada Ratu. Dia langsung meraih tangan Cassian menggenggamnya erat dengan raut wajah penuh harap. “Yang Mulia, saya sudah lama tidak makan bersama kakak, bisakah anda mengabulkan permintaan saya satu ini?” Suara Marielle terdengar lirih. Pipinya sedikit menggembung, bibirnya dimajukan seolah merajuk. Cassian benar-benar lemah dengan ekspresi seperti ini, dia berpikir sejenak, menghembuskan nafas berat. “Hah… baiklah, aku akan mengaturnya,” jawab Cassian penuh paksaan. Melihat wajah istrinya yang begitu menggemaskan, membuat dirinya tak berdaya untuk menolak. Senyumnya merekah, akhirnya ia mendapatkan kesempatan sekali lagi bertemu dengan Ratu. “Terima kasih Yang Mulia,” ucapnya sambil menggelayuti lengan Cassian manja. Cassian tersenyum, tangannya

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Tolong Dengarkan Aku

    “Lady Marielle, apakah anda yakin ingin bertemu dengan Yang Mulia Ratu?” tanya Diana sekali lagi untuk memastikan.Marielle masih berdiri didepan cermin, merapikan gaun indah yang membalut tubuhnya. Sekali lagi ia menatap dari kejauhan lantai dua, Ratu tengah berbincang dengan serigala licik Valtore, Grand Duke Aldric. “Aku harus bertemu dengan ratu secepat mungkin, aku harus mendekatinya,” ucap Marielle dalam hati. Dia berdiri tegak melihat dari jendela terbuka.“Aku harus melakukannya.” Marielle melenggang pergi tanpa memperhatikan Diana yang sudah kalang kabut berusaha menghentikannya.“Lady, tunggu!” teriaknya kencang. Mau tidak mau, dia harus mengikuti Marielle.Marielle berjalan mantap melewati lorong, menuruni tangga menuju taman depan yang biasa Ratu kunjungi. Sorot matanya memperlihatkan tekad untuk mengakhiri penderitaan Marielle asli dalam novel yang tengah ia jalani sekarang.Dua orang yang tengah berbincang di paviliun terbuka tengah taman melihatnya datang, seketika hat

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Perubahan Yang Yerlihat

    Jemari Cassian membelai lembut pipi Marielle yang masih terlelap di sampingnya. Wajahnya terlihat setengah terbenam di bantal, dan sisanya masih menghadap pada sang pujaan.“Maaf Marielle, aku harus membunuh cintamu pada Raja agar kau tetap hidup.” Cassian mendengarnya dengan jelas semalam. Dia berpura-pura tak tau, karena baginya, bersama Marielle adalah hal yang membuatnya nyaman. Dia masih mengingat dengan jelas bagaimana wanita itu tersenyum dan memanggilnya Yang Mulia dengan nada menggemaskan, memeluk tubuhnya saat merasa ketakutan. Tapi semalam, ucapan Marielle bagaikan petir yang menghantamnya keras. “Kenapa kau ingin menyudahi semuanya?” ucap Cassian lirih. Ia menarik tubuh kecil itu kedalam dekapannya, takut jika ucapan semalam benar-benar akan terjadi. “Mmhhh…” Marielle bergerak pelan. Ia mundur sedikit, agar bisa melihat wajah cantik selirnya yang masih terlelap. Senyum samar terlukis di bibirnya, tangannya membelai rambut halus itu dan menyelipkannya di telinga. Mata

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Sebuah Tekad

    “Hah! Semakin dipikirkan semakin membuatku pusing,” keluhnya, mengacak-acak rambutnya kasar.Sudah banyak kertas yang tercoret oleh skema rencana bertahan hidup, dirinya membuat tiga skema. Mulai dari kabur dari istana, mengikuti arahan Duke, dan mendekati Ratu Elira, sang tokoh utama.Ia memilah-milah rencana mana yang menurutnya paling baik untuk dikerjakan, hingga pilihannya jatuh pada Ratu.“Baik, aku akan memanfaatkan Diana untuk bisa dekat dengan Ratu,” ucapnya semangat. Senyuman penuh percaya diri tergambar jelas di wajahnya.Tok! Tok! Tok!“Siapa?” tanyanya kencang, tangan sibuk menyembunyikan kertas-kertas itu ke dalam laci.“Saya kepala pelayan Ronald Lady,” jawab Ronald dari balik pintu.“Masuklah!” perintahnya, dia langsung pura-pura duduk duduk anggun seperti layaknya seorang Lady.Ronald masuk dan membungkuk memberi hormat.“Maaf mengganggu waktu anda, saya kesini ingin memberitahu Lady jika Yang Mulia Raja meminta untuk makan malam bersama Lady malam ini,” jelas Ronald.

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Rencana Awal

    “Ada banyak hal yang ingin saya bicarakan dengan anda, Lady.” Duke Aldric membungkuk memberi hormat sebelum dirinya mulai mendekat. Marielle menelan ludah susah payah, bibir mengering dan ia mencengkeram roknya erat. Sekelebat ingatan tentang akhir hidup Marielle di cerita asli membuatnya pucat pasi. Grand Duke Aldric adalah sosok malaikat mau bagi Marielle. “Kau datang kesini juga?” Raja Cassian terlihat tak senang dengan kehadiran pria itu, terlihat dari tangannya yang mengerat di pundak Marielle. “Benar Yang Mulia. Saya langsung datang kesini sesaat mendengar kabar Lady sudah siuman,” jawab Duke Aldric tenang. Cassian masih mendekap Marielle dengan satu tangan. Wajahnya terlihat was-was setiap kali pria itu berdekatan dengan kekasihnya, Marielle. “Yang Mulia, para menteri sudah berkumpul di ruang rapat kerajaan, anda harus segera kesana.” Seorang ksatria sekaligus pengawal pribadi raja datang. Dengan berat hati, Cassian harus meninggalkan Marielle. Ia melihat kembali pa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status