Share

Kesadaran Hati

Author: nababy
last update publish date: 2026-04-20 20:00:20

Marielle mengerjap ketika dirinya terbangun. Ia merenggangkan badan, menghembuskan nafas pada pagi ini.

“Enzo, ambilkan aku air,” ucapnya pelan.

Namun tak ada jawaban. Dia langsung duduk, mengamati sekeliling. Tak ada batang hidung Enzo yang terlihat.

“Kemana dia? Biasanya selalu menungguku sampai aku terbangun,” gerutu Marielle.

Ia menyibak selimut tebalnya, lalu turun dari ranjang untuk mengambil segelas air putih yang sudah tersedia di nakas.

Se
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Musuh Baru

    “Lalu untuk apa mereka menuju kemari?” Marielle mulai terlihat khawatir jika kedatangan belasan orang itu akan menggemparkan desa.“Saya juga tidak tahu Lady,” jawab Claude.Suasana di halaman rumah kecil itu langsung berubah tegang. Marielle menatap Claude lekat-lekat.“Tadi kamu bilang mereka tidak membawa panji kerajaan kan? Apakah mereka sedang menyamar?” tanyanya pelan.Claude mengangguk.“Saya tidak yakin.”Diana langsung terlihat pucat. “Jangan-jangan…”Diana ak perlu menyelesaikan kalimat itu.Karena mereka semua memikirkan orang yang sama. Aldric.“Tidak. Mereka adalah rekan saya. Tidak mungkin orang-orang itu suruhan Aldric. Lagipula bukankah Lady sudah melakukan perjanjian dengan Grand Duke?” Diana dan Marielle mengangguk. Dalam diam, disetiap isi kepala mereka hanya tersisa satu nama yaitu, Yang Mulia Raja Cassian.Claude menoleh ke arah hutan di kejauhan.“Saya melihat mereka masuk desa sejak satu jam lalu. Lalu mereka berpencar. Beberapa tinggal di penginapan. Beberapa

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Untuk Melindungimu

    “Aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti wanita itu.” Tangan Cassian mengepal keras.Namun ia berusaha untuk tenang, mengingat ia tengah berada di rumah ayah mertuanya, Count Gerald Virel.Langkah Cassian Aragon kembali berjalan menyusuri lorong kediaman keluarga Virel.Wajahnya tetap datar seperti tak terjadi apapun. Namun Rowan yang berjalan beberapa langkah di belakangnya tahu persis jika Raja mereka sedang marah.“Yang Mulia…” Rowan akhirnya memberanikan diri membuka suara.Cassian tak menoleh.“Berapa banyak pengawal yang harus saya kirim ke Valerante?”“Tambah dua puluh orang,” jawab Cassian cepat.Rowan langsung terdiam sesaat.“Itu terlalu banyak hanya untuk menjaga satu wanita biasa,” ucapnya hati-hati.Cassian berhenti berjalan. Perlahan ia menoleh. Tatapan emasnya terlihat dingin dan tajam.“Marielle bukan wanita biasa.” Jawaban itu membuat Rowan langsung menunduk.“Maaf, Yang Mulia.”Cassian kembali melangkah. “Aldric menginginkannya mati. Dan sekarang Count Gerald ju

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Perseteruan Mertua dan Menantu

    “Kenapa diam saja, ayah mertua?” Cassian memajukan wajahnya seakan memberi tekanan pada Count Gerald Virel.Ruangan kerja itu mendadak terasa sesak.Tak ada seorangpun yang berani bergerak.Cassian Aragon berdiri tegak di depan meja kerja sambil menatap dingin dua pria di hadapannya. Senyumnya tipis. Namun senyuman itu justru yang membuat suasana semakin menakutkan.Gerald Virel menghela nafas pelan sebelum akhirnya membungkuk hormat.“Yang Mulia, bukan begitu maksud saya. Saya hanya mengkhawatirkan keadaan putri saya.” Gerald membungkuk. Mendadak suhu tubuhnya menjadi panas hingga beberapa bulir keringat mulai membasahi dahinya.Cassian tertawa kecil.“Jadi kau mengkhawatirkan Ratu dengan membicarakan rencana pembunuhan pada seorang wanita yang bahkan sudah tidak ada hubungannya denganku?” Nada suaranya tetap tenang.Tapi Leonard bisa merasakan hawa dingin menusuk di balik setiap katanya.“Sungguh saya hanya khawatir pada Elira, tolong maafkan saya Yang Mulia Raja” jawab Gerald akhi

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Gerald Virel

    Leonard hanya terdiam. Belum sempat ia melanjutkan percakapan, Elira kembali menatapnya dengan mata tajam.“Bisakah kau rahasiakan apa yang kau lihat semalam? Aku tidak ingin ayahku tahu soal ini.” Elira menyilangkan tangan dengan wajah dinginnya. Berusaha memberi intimidasi.Mau tak mau Leonard mengangguk. Dan akhirnya ia pamit undur diri. Elira mengangguk, dan mempersilahkan kerabatnya untuk pergi.Di lorong, Leonard mengepalkan tangannya erat-erat. Seolah masih tidak terima dengan tindakan yang dilakukan oleh Cassian semalam.“Aku harus mengatakan pada Count Gerald soal ini.” Leonard langsung pergi untuk menemui ayah Elira. Gerald Virel.Leonard melangkah cepat menyusuri lorong panjang kediaman keluarga Virel. Rahangnya mengeras, sementara pikirannya terus dipenuhi bayangan semalam saat ia melihat Raja Cassian diam-diam menemui wanita lain di tengah malam.Dan wanita itu bukan sembarang wanita. Dia adalah Marielle. Wanita yang selama ini menjadi duri dalam rumah tangga kerajaan. Ma

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Leonard Virel

    “Yang Mulia Raja?!” Suara pria itu pecah penuh keterkejutan dari balik pepohonan.Cassian langsung menatap tajam ke arah sumber suara. Sedangkan Marielle refleks mundur satu langkah saat menyadari ada orang lain yang melihat mereka.Pria muda itu segera keluar dari bayangan gelap dengan wajah pucat. Dia adalah Leonard Virel. Salah satu bangsawan muda dari keluarga jauh Elira.“Yang Mulia…” Leonard buru-buru membungkuk hormat meski jelas masih syok.Ia kembali tegak lalu maju untuk mempersempit jarak diantara mereka.“Apa yang Anda lakukan disini? Bukankah Anda seharusnya bersama Ratu sekarang?” Mata Leonard menyipit waspada.Tatapannya sempat jatuh pada Marielle. Lalu kembali pada Cassian. Dan ekspresinya langsung berubah canggung.Cassian perlahan menurunkan tangannya dari wajah Marielle. Wajah Raja itu kembali dingin seperti biasa.“Apa yang kau lakukan disini?” tanyanya rendah.Leonard langsung gugup.“Saya hanya berjalan-jalan sebentar karena tidak bisa tidur, Yang Mulia.”Leonard

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Raja dan Selir

    “Apa yang Anda lakukan disini?” Marielle menghampiri Cassian yang masih termangu di depan rumahnya.Bibirnya tersenyum tipis saat melihat wanita itu datang.“Aku ingin melihatmu,” ujarnya lirih.Keduanya saling menatap. Marielle hanya bisa menatap Cassian diam. Perlahan tangan besar Raja mulai meraih tangannya lalu menggenggamnya erat.“Apa kau tidak apa-apa? Aku dengar dari Claude kamu diserang seseorang.”Marielle sedikit tersentak. Wajahnya menegang mendengar ucapan sang Raja. “Claude memberitahu Anda soal penyerangan pada saya?” Suara Marielle terdengar lirih namun cukup tajam di tengah dinginnya malam Valerante.Cassian hanya mengangguk pelan dengan tatapan yang teduh. Angin pelan meniup rambut peraknya saat ia berdiri di depan Cassian. Sedangkan Cassian hanya diam menatapnya.Sudah lama mereka tak sedekat ini. Sejak terakhir kali ia melihat Raja berdiri mematung seolah tak tahu harus berbuat apa saat ia meninggalkan istana.Marielle terlihat berbeda sekarang. Gaunnya sederhana.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status