Share

Menuju Pembalasan

Author: nababy
last update publish date: 2026-04-19 21:32:31
“Aku ingin menyaksikan sendiri saat wanita yang dia cintai mati perlahan di hadapannya.” Aldric tersenyum licik sambil menggenggam erat botol kecil tersebut.

Angin malam Eldora berhembus dingin di balkon tinggi istana kekaisaran. Aldric masih berdiri disana, memandangi kota yang dipenuhi cahaya lampu. Botol kaca kecil berisi racun masih berada di tangannya, berkilau tipis saat terkena sinar bulan.

Suara pintu terbuka. Aldric menoleh gerangan siapa yang datang. Dia melihat pangeran Heinry ber
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
bakso mercon
waduh rencana2 Sengkuni.jujur aku sebenarnya malas komentar.tapi suka hargai karya.kerna yg jdi rebutan roda disini Elira.entah kenapa ngak suka.ngak rela KLO Elira yg JD pusat nya.kan di sini dar judul bisa dilihat.seharusnya merealla yg JD pusat dr alur novel ini.lah kenapa JD Elira .
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Perasaan Bersalah

    “Apa? Enzo tidak mungkin melakukannya.” Suara Marielle pecah, nyaris tak terdengar.Ia menatap Cassian seolah berharap Raja itu akan tertawa dan mengatakan semuanya hanya salah paham. Namun Cassian tidak tertawa. Wajahnya justru mengeras.“Enzo mengaku sendiri.” Cassian melanjutkan.Marielle mundur setengah langkah. Cassian melanjutkan dengan suara rendah.“Dia bilang padaku sendiri. Dia meracuniku karena ingin merebutmu dariku, Marielle.” Suara Cassian pelan, namun sanggup membuat dada Marielle sakit seperti dipukul benda keras.“Tidak.” Marielle langsung menggeleng keras.“Itu tidak mungkin.” Kedua tangan Marielle langsung menutupi mulutnya yang terbuka karena shock.“Marielle…” panggil Cassian pelan.“Tidak mungkin!” Air matanya mulai jatuh.“Enzo tidak akan melakukan itu!” Mendadak suara Marielle mengeras.Cassian menatapnya tajam. “Dia yang mengatakannya sendiri di depanku.”Marielle terdiam. Tubuhnya terasa dingin mendadak. Pikirannya berputar liar.Dada Marielle sangat sakit. J

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Kenyataan Memilukan

    “Ayo cepat jalan!” perintah salah satu pengawal raja pada Enzo.Enzo tertunduk lemas, dadanya terasa berat mengingat hukuman apa yang akan dia dapatkan karena telah bersuara dialah yang meracuni Raja. Mungkin dirinya tidak akan bisa bertemu dengan Marielle lagi setelah tadi malam.“Lady Marielle, maaf tidak bisa menepati janji untuk selalu berada di sampingmu. Setidaknya aku berhasil menepati janji untuk selalu melindungi Anda meski nyawa saya menjadi taruhannya.” Enzo mendongak ke langit-langit. Ia tersenyum samar saat para pengawal terus membawanya menuju penjara. Lorong istana masih ramai oleh langkah tergesa para penjaga ketika Aldric keluar dari kamar tamunya.Ia baru saja beranjak menemui Cassian untuk meyakinkan jika Marielle bersalah. Namun saat berbelok di koridor utama, langkahnya mendadak berhenti.Empat penjaga sedang menyeret seseorang dengan tangan terikat ke belakang. Dan pria itu tampak tak asing olehnya. Dia adalah Enzo, ksatria pengawal yang selalu berada di sampin

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Pengorbanan Seorang Pria

    “APA KATAMU BARUSAN?!” Suara Cassian meledak di dalam kamar.Meski tubuhnya masih lemah dan wajahnya pucat, kemarahan di matanya cukup membuat semua orang di ruangan itu menegang.Claude yang berlutut langsung menunduk kembali. Tangannya sedikit gemetar, meski laporannya adalah sebuah fakta.“Yang Mulia, saya tidak berbohong. Saya melihatnya dengan mata kepala saya sendiri.” Claude mengepalkan tangan erat, berharap tidak menerima amukan dari sang Raja.Cassian mencengkram selimut di atas pahanya. “Kau yakin dengan apa yang kau lihat?”“Ya, Yang Mulia.” Claude menunduk lebih dalam.“Saya melihat sendiri Sir Enzo dan Lady Marielle berciuman di depan sel menara barat.”Ruangan mendadak terasa lebih dingin.Cassian tak langsung bicara. Namun di kepalanya, potongan-potongan ingatan tentang kejadian antara Marielle dan Enzo mulai bermunculan.Keheningan aneh di perkemahan setelah festival. Cara Enzo selalu muncul

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Kesaksian Sang Ksatria

    “Enzo, apa kau gila?!” ucap Claude lirih sambil mundur satu selangkah demi selangkah. Tanpa ada suara, ksatria itu langsung berbalik dan pergi menyusuri lorong penjara dengan langkah cepat, seolah apa yang baru dilihatnya terlalu berbahaya untuk diproses saat ini juga. Sementara di belakangnya, Enzo dan Marielle sama-sama tak sadar jika seseorang telah melihat mereka. Keduanya masih saling menguatkan. Dan Enzo, pria itu tak tega harus meninggalkan Marielle sendirian di penjara yang menyeramkan ini. Namun, mau tidak mau dia harus pergi. “Lady, apakah Anda baik-baik saja jika saya tinggal?” tanya Enzo pelan. Marielle menghapus air matanya lalu mengangguk. “Tidak apa-apa. Aku baik-baik saja,” jawab Marielle lirih. Enzo tahu, wanita itu berpura-pura tegar. Sebelum beranjak, Enzo mencium kening Marielle. Ciuman itu sedikit lebih lama dari biasanya. “Saya pergi Lady. Besok saya akan kemari untuk memb

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Terlihat Orang

    “Apa aku benar-benar akan mati disini?” Suara Marielle pecah di dalam gelapnya sel Menara Barat.Ia meringkuk memeluk lututnya di sudut ruangan batu yang dingin. Rambutnya berantakan, gaunnya kusut, dan wajahnya masih menyisakan bekas tamparan Elira. Tak pernah ia membayangkan nasibnya akan berbelok secepat ini.Tadi siang ia masih berdiri di bawah langit cerah, melihat festival berburu bersama Enzo dan melihat Cassian memenangkan festival tersebut.Kini malam belum selesai dan ia telah dituduh mencoba membunuh raja.“Kenapa… kenapa jadi seperti ini…” Air mata Marielle kembali jatuh.Bayangan akhir hidup Marielle yang pernah menghantuinya kini muncul lagi di kepala.Dihukum mati di tiang gantung. Mati sendirian dengan penuh kebencian dari orang-orang.“Aku hanya ingin menghindari takdir mengerikan itu. Tapi kenapa malah jadi seperti ini?” Marielle merunduk, air matanya terus mengalir. Suara tangisnya menggema hingga lorong penjara yang gelap dan sunyi.Suara langkah kaki terdengar dar

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Mata Dan Hati

    “Yang Mulia!” Dokter langsung meminumkan penawar racun kembali.Namun Cassian langsung muntah darah lagi meski sedikit. Elira langsung memegang tangan Cassian lebih erat, berharap agar suaminya baik-baik saja.Dokter istana mencoba meminumkan ramuan penawar sekali lagi. Kali ini Cassian hanya terbatuk.“Dadaku rasanya panas seperti terbakar,” keluh Cassian lirih sambil memegangi dadanya.Dokter mengangguk, dia mengambil obat dalam tasnya mengoleskan sebuah minyak ke dada Cassian agar rasa sakit yang dirasa sedikit menghilang.“Yang Mulia, bisakah Anda meminum ini sekali lagi?” Sang Dokter memberikan botol kedua untuknya.Cassian mengangguk, dengan pelan ia mencoba duduk dibantu Elira dan Dokter. Lalu kembali meminumnya.Wajahnya meringis sakit, saat merasakan cairan itu mulai menyentuh tenggorokannya. Cassian mengerang sakit, membuat Elira panik seketika.“Cassian! Apa yang kau lakukan pada suamiku?!” Elira membentak Dokter karena takut terjadi apa-apa.“Tenang, Yang Mulia Ratu. Ini a

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status