Compartir

Sebuah Perubahan

Autor: nababy
last update Fecha de publicación: 2026-07-21 13:00:08

​"Baiklah," ucap Marielle pasrah. Nada suaranya datar, tanpa ketertarikan untuk memperpanjang perdebatan.

​Belum sempat Cassian membalas, terdengar ketukan pelan dua kali di ambang pintu, disusul oleh terdorongnya daun pintu kayu tebal tersebut. Sosok tegap berbalut jubah hitam Valerante melangkah masuk tanpa ragu.

​Aldric datang dengan niat untuk melihat kondisi Marielle secara pribadi setelah acara di Aula Agung selesai. Namun, begitu langkahnya melewati ambang pintu, mata hitamnya langsung t
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Mata Yang Mengawasi

    ​”Bagaimana sarapan pagi ini Lady? Apa Lady suka?” tanya Diana yang terus melihat Marielle tengah mengiris-iris daging di piringnya.Marielle mengangguk. “Enak. Sudah lama aku tidak makan daging. Kita di Valerante cuma makan roti dan sayuran saja ya.” Ia tersenyum, mengingat bagaimana sederhananya kehidupannya saat berada dalam pengasingan.Marielle duduk tenang di meja makan kecil di sudut kamarnya, menikmati suapan daging steak yang masih hangat dan secangkir teh herbal untuk meredakan sisa pening di kepalanya akibat alkohol semalam.​​Suara pintu kamar yang terbuka tanpa di ketok menghentikan garpu yang hampir menyentuh bibir Marielle. Sosok tinggi berwibawa dengan jubah keemasan melangkah masuk tanpa ragu. Dialah ​Raja Cassian.​Tanpa meminta izin atau basa-basi, Cassian langsung menarik kursi dan duduk tepat di hadapan Marielle.​Marielle mengerjap, tertegun sejenak. Ia menatap sang Raja dengan pandangan bingung, lalu bertanya pelan, "Yang Mulia... kenapa Anda ada di sini?"​Cas

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Pembicaran Dari Hati

    “Grand Duke! Lepas!” Marielle langsung menarik tangannya hingga terlepas dari genggaman Aldric.Wanita itu langsung berdiam diri di lorong, menatap pria di depannya yang baru saja membawanya pergi. Suasana lorong istana yang temaram terasa makin dingin ketika langkah kaki Marielle dan Aldric terhenti dalam keheningan malam. Lilin-lilin di dinding memantulkan bayangan panjang mereka di atas lantai marmer.​Marielle menyandarkan punggungnya pada pilar batu, menatap Aldric dengan mata peraknya yang redup akibat alkohol, namun terpancar kecurigaan yang begitu pekat.​"Berhenti disitu, Grand Duke," ujar Marielle dengan suara serak. "Sebenarnya... apa mau Anda? Mengapa Anda tiba-tiba menarik saya pergi?"​Aldric berbalik menatap Marielle. Wajah tampannya yang biasa sedingin es tampak sedikit goyah dibawah pendar cahaya lilin."Aku hanya ingin mengantarmu sampai ke kamar, Marielle. Kau dalam keadaan mabuk dan lukamu belum sembuh."​Marielle tertawa kecil. Sebuah tawa getir tanpa rasa humor s

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Perjamuan Malam

    “Elira, aku mohon jaga bicaramu itu,” Cassian langsung mengingatkan, nada suaranya menajam di hadapan para tamu.​“Kenapa? Aku hanya bertanya,” balas Elira santai, masih menyunggingkan senyum tipis yang memprovokasi ke arah Marielle.​Marielle sudah menduga hal ini pasti akan terjadi. Sebelum menjawab, ia menghela napas panjang terlebih dahulu untuk menenangkan gemuruh di dadanya.​“Yang Mulia Ratu… saya berjanji jika saya sudah sembuh nanti, saya pasti akan segera pergi dari sini,” jawab Marielle mantap, matanya menatap lurus ke dalam netra Elira tanpa ada keraguan sedikit pun.​Jawaban mutlak dari Marielle mendadak membuat rahang Cassian mengetat. Rasa jengkel menyergap benak sang Raja, bukan hanya pada provokasi istrinya, tetapi juga pada kepastian Marielle yang begitu mendesak untuk pergi dari sisinya.​"Cukup. Aku tidak ingin mendengar perdebatan soal tinggal di istana lagi di meja makan ini," potong Cassian dingin dan tegas, membungkam Elira dan Marielle seketika.“Maafkan saya,

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Perjamuan Dan Duri Sang Ratu

    “Aku pasti bisa. Ini bukan pertama kalinya aku makan malam bersama di istana.” Marielle terus menepuk-nepuk pipinya pelan.Setelah selesai berias dan memakai gaun yang sudah disiapkan Cassian, Marielle berjalan pelan menuju ruang makan utama istana.Marielle melangkah di sepanjang koridor istana. Ingatan Marielle melayang pada masa-masa ketika ia masih berstatus sebagai selir. Tempat ini dulu adalah sangkar emas yang menekan batinnya, dan malam ini, ia kembali melangkah ke dalam ruangan yang sama.​Namun, baru beberapa meter melangkah menuju ruang makan utama, Marielle menangkap sosok tegap berbalut jas hitam yang berjalan searah dengannya. Dia adalah Grand Duke Aldric Valtore.​​Langkah Marielle melambat. Aldric yang menyadari kehadiran seseorang di belakangnya mendadak menoleh. Mata hitamnya beradu pandang dengan netra perak Marielle.​"Grand Duke," sapa Marielle singkat seraya membungkuk kecil, menjaga formalitas.​"Lady Marielle," balas Aldric kaku.​Secara mengejutkan, sepercik

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Sebuah Perubahan

    ​"Baiklah," ucap Marielle pasrah. Nada suaranya datar, tanpa ketertarikan untuk memperpanjang perdebatan.​Belum sempat Cassian membalas, terdengar ketukan pelan dua kali di ambang pintu, disusul oleh terdorongnya daun pintu kayu tebal tersebut. Sosok tegap berbalut jubah hitam Valerante melangkah masuk tanpa ragu.​Aldric datang dengan niat untuk melihat kondisi Marielle secara pribadi setelah acara di Aula Agung selesai. Namun, begitu langkahnya melewati ambang pintu, mata hitamnya langsung tertuju pada Cassian yang berdiri tegak di samping ranjang. Kehadiran sang Raja yang tak terduga seketika mengubah atmosfer ruangan menjadi mencekam.“Yang Mulia? Anda disini juga?” Aldric terlihat sedikit terkejut.“Tentu. Aku bisa dimanapun karena ini adalah istanaku,” balas Cassian datar.​Dokter tua yang sejak tadi menahan nafas akibat gertakan Cassian melihat kedatangan sang Grand Duke sebagai kesempatan emas. Selagi dua pria paling berpengaruh di kerajaan itu saling melempar tatapan dingin,

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Trik Sang Raja

    “Sungguh Raja melakukan hal itu?” Bisik-bisik mulai terdengar di antara orang-orang yang datang.Meskipun pengumuman pembersihan nama Enzo memicu badai pertanyaan di dalam benak para menteri dan bangsawan, keheningan tetap terjaga di Aula Agung. Tidak ada satupun orang yang cukup bernyali untuk mempertanyakan keputusan sang penguasa Minerva. Dengan begitu, acara penganugerahan gelar pahlawan pun berakhir dengan ketegangan yang menggantung di udara. Begitu membubarkan aula, Cassian melangkah cepat menyusuri lorong istana. Namun, langkahnya terpaksa melambat ketika sosok Elira tiba-tiba muncul dari balik pilar, menghadang jalannya dengan wajah yang mengeras.​"Yang Mulia, tunggu!" seru Elira tertahan. Ia menatap Cassian dengan pandangan menuntut penjelasan. "Apa maksud dari maklumat mendadak tadi? Bagaimana bisa Anda membersihkan nama ksatria Enzo begitu saja secara resmi? Dia adalah pria yang dieksekusi karena tuduhan meracuni Anda!"​Cassian menatap Elira datar, menyembunyikan keter

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Kekhawatiran Sang Ksatria

    “Enzo, bagaimana perkembangan latihan Lady Marielle denganmu?” tanya salah satu rekan Enzo.“Lumayan bagus,” jawabnya singkatEnzo yang masih mengelap pedang, hanya tersenyum samar, mengingat bagaimana perkembangan dari Marielle beberapa hari terakhir ini.Baru selesai menjawab, mereka dikejutkan o

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Rencana Pembalasan

    “Elira, apa kau sudah siap? Ayo kita turun, semuanya sudah menunggu.” Cassian menghampiri Elira yang masih merapikan pakaiannya di depan kamar.Elira mengangguk pelan, lalu menggandeng tangan Cassian semangat.Pagi itu terasa berbeda dari biasanya.Langit tampak lebih cerah, seolah memberi restu pa

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Hasrat Terpendam

    “Selamat pagi Yang Mulia,” sapa Diana sambil membungkuk saat baru saja masuk ke dalam kamar Marielle.Cassian sudah duduk bersandar pada sandaran kasur, jemarinya sibuk membelai rambut Marielle yang masih terlelap.“Kau. Buatkan makanan kesukaan Marielle. Aku rasa dia membutuhkannya sekarang,” ujar

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Ingatan Masa Lalu

    “Marielle!” Suara Cassian terdengar samar-samar. Marielle membuka mata disebuah tempat asing nan gelap. Rasanya sangat dingin dan mencekam, membuatnya sedikit ketakutan. “Di mana ini…?” bisiknya, tatapannya melihat ke semua arah tempat gelap. Ia memeluk dirinya sendiri, mengelus lengannya untuk

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status