Share

CHAPTER 11

last update publish date: 2026-04-09 17:25:57

Bandara di sore hari selalu ramai dengan suasana khasnya — troli koper yang beradu, suara pengumuman yang tumpang tindih, orang-orang yang berjalan dengan tujuan masing-masing tanpa peduli siapa yang menghalangi jalan mereka.

Hazel mengikuti langkah Adrian yang lebih panjang dari langkahnya, matanya sibuk menyisir kerumunan tanpa tahu persis wajah siapa yang ia cari.

Lalu Adrian berhenti.

"Yah."

Satu kata. Tapi cukup untuk membuat Hazel mengikuti arah pandang lelaki itu.

Di sana, Hazel mendapat
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Menikah Dadakan Setelah Disakiti Mantan   CHAPTER 39

    Pagi harinya, suasana di meja makan terasa jauh lebih tenang. Adrian sudah rapi dengan setelan kerjanya, menyesap kopi hitam sambil sesekali memeriksa tablet di tangannya dengan raut wajah datar seperti biasa.Hazel duduk di seberangnya, berusaha menikmati sarapannya meski kepalanya masih memikirkan banyak hal. Keheningan itu pecah saat ponsel Adrian yang tergeletak di meja bergetar panjang.Adrian melirik layar ponselnya sejenak. Ia tidak langsung mengangkatnya. Ia meletakkan cangkir kopinya perlahan, baru kemudian menggeser tombol hijau."Ya, selamat pagi, Pak Dian," sapa Adrian. Suaranya terdengar sangat stabil, hampir tanpa emosi.Hazel memperhatikan dari balik piringnya. Ia melihat rahang Adrian mengeras sesaat, namun ekspresi wajah suaminya tetap tidak berubah. Sorot matanya yang tadinya santai kini berubah menjadi sangat fokus dan tajam."Saya mengerti. Terima kasih sudah memberi tahu saya secara langsung," jawab Adrian pendek. "Saya akan meninjau dokumennya sekarang."Begitu p

  • Menikah Dadakan Setelah Disakiti Mantan   CHAPTER 38

    Hazel masih mematung menatap layar ponselnya. Video Naura yang baru saja viral itu terus berputar di kepalanya, memberikan rasa puas sekaligus cemas yang aneh.Namun, bukan video itu yang benar-benar menyita pikirannya sekarang. Melainkan kata-kata Pak Darmawan yang terus terngiang seperti kaset rusak. Rahasia besar tentang pernikahanmu."Hazel?"Suara berat itu terdengar sangat dekat. Hazel tersentak, hampir saja menjatuhkan ponselnya ke lantai. Ia terlalu tenggelam dalam lamunannya sampai tidak menyadari kehadiran seseorang di kamarnya.Hazel menoleh dan langsung membeku. Wajah Adrian berada hanya beberapa sentimeter dari wajahnya. Pria itu sedikit membungkuk, menatapnya dengan kening berkerut halus."Mas... Mas Adrian?" gumam Hazel pelan. Jantungnya berdegup kencang karena jarak mereka yang sangat tipis."Saya sudah memanggilmu tiga kali, tapi kamu tidak menjawab. Sedang memikirkan apa sampai seserius itu?" tanya Adrian. Suaranya rendah dan terdengar sangat tenang, namun matanya me

  • Menikah Dadakan Setelah Disakiti Mantan   CHAPTER 37

    Naura menatap Hazel dengan tatapan yang sulit diartikan. Sejak tadi, ia hanya mendengarkan Hazel bercerita tentang kekacauan di ruang rapat hotel kemarin dan bagaimana Adrian membongkar pengkhianatan orang dalam."Jadi, Damian dan Sherly benar-benar niat ya sampai sejauh itu?" tanya Naura pelan.Hazel mengangguk lemah. "Aku tidak menyangka, Nau. Ternyata dulu aku dikelilingi orang-orang yang ingin aku jatuh. Kalau bukan karena Mas Adrian dan Papa, mungkin aku sudah hancur sekarang."Naura tidak langsung menanggapi. Ia justru tersenyum—sebuah senyuman tipis yang terasa ganjil bagi Hazel. Senyum itu tidak terlihat seperti rasa lega, melainkan seperti seseorang yang baru saja menetapkan sebuah rencana besar di kepalanya."Kamu tenang saja, Zel. Semuanya akan baik-baik saja," ujar Naura sambil menepuk pelan bahu Hazel. "Sekarang kamu istirahat ya."Hazel tidak menaruh curiga. Ia pikir Naura hanya berusaha menenangkannya. Namun, Hazel tidak tahu bahwa bagi Naura, melihat sahabatnya ditekan

  • Menikah Dadakan Setelah Disakiti Mantan   CHAPTER 36

    "Saya tidak pernah berselingkuh."Suara Hazel terdengar jelas, memecah keheningan di ruangan itu. Walaupun tangannya di bawah meja sedikit gemetar, Hazel tetap mengangkat kepalanya. Ia menatap Pak Darmawan dengan berani."Semua cerita yang ada di luar sana itu cuma fitnah sepihak yang sengaja dibuat untuk menjatuhkan saya. Jadi, saya tidak merasa perlu bersumpah hanya untuk membuktikan sesuatu yang memang tidak pernah saya lakukan."Pak Darmawan malah tertawa sinis, seolah-olah jawaban Hazel itu hanya alasan belaka. Ia memajukan posisi duduknya dan menaikkan nada bicaranya."Hanya itu pembelaan Anda? Semua orang juga bisa bilang tidak jika sedang merasa disudutkan begitu, Nyonya Hazel! Masalahnya, nama baik perusahaan juga ikut tercemar karena kasus tuduhan perselingkuhan Anda dengan pria bernama Damian itu!" cecar Pak Darmawan."Jika saja Anda menjaga sikap sebagai istri calon pewaris perusahaan keluarga Winata, pria bernama Damian itu tidak mungkin bisa memiliki kesempatan untuk mem

  • Menikah Dadakan Setelah Disakiti Mantan   CHAPTER 35

    “Siapa suruh dia selingkuh? Tidak tahu malu.”Salah satu direksi senior perusahaan, Pak Darmawan, berdiri dari kursinya sembari menggebrak meja dengan penuh penghinaan. Suaranya menggema, memenuhi ruangan yang luas itu.Ruang rapat di Hotel Grand Adiwangsa itu terasa begitu sesak. Aroma kopi yang masih mengepul di atas meja kayu panjang tidak mampu menetralkan atmosfer yang mencekam. Di sana, duduk jajaran Dewan Direksi perusahaan keluarga Adiwangsa dan Winata, serta orang tua kedua belah pihak yang berusaha memimpin pertemuan darurat ini.Namun, usaha mereka untuk menenangkan situasi sia-sia.“Enak sekali dia, hanya karena hasil selingkuh, bisa langsung jadi calon nyonya besar keluarga Winata dalam sekejap!”Cemooh langsung bersahut-sahutan. Direksi lain yang duduk di sekeliling meja mulai menimpali dengan nada sinis.“Reputasi saham kita jatuh karena skandal wanita itu. Apa kita harus membiarkan keluarga ini dikotori oleh orang yang tidak punya moral?”“Betul. Dia pikir dia siapa?

  • Menikah Dadakan Setelah Disakiti Mantan   CHAPTER 34

    Hazel menjatuhkan tubuhnya ke kursi kerja Adrian. Folder biru itu terbuka di depan matanya. Isi di dalamnya bukan sekadar dokumen, melainkan bukti nyata atas rencana yang disusun untuk menghancurkannya. Jantung Hazel pun berdegup kencang tatkala ia mencoba untuk membaca halaman pertama dengan teliti. Di sana, ia melihat ada tangkapan layar percakapan antara Damian dan Sherly dari tiga minggu lalu.“Foto itu sudah tersebar, dia pasti akan hancur,” tulis Sherly.Damian membalas, “Belum cukup. Dia harus kehilangan semua koneksi bisnisnya. Buat narasi kalau dia selingkuh dari awal, biar Adrian pun perlahan akan meninggalkannya.”Dengan tangan yang sedikit bergetar, Hazel membalik halaman berikutnya perlahan. Ia pun melihat adanya foto-foto hasil pengintaian yang kualitasnya sangat tajam. Banyak bukti kuat di sana terkait Damian yang sering pergi ke clubbing, menguntit Hazel, menyuap beberapa wartawan untuk menghilangkan jejak buruknya di publik, dan masih banyak lagi.Hazel merasa jijik

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status