Share

CHAPTER 10

last update Petsa ng paglalathala: 2026-04-09 17:25:24

“Hazel ini manis ya, tapi sayang… kayaknya kamu kurang berisi, Damian itu cocoknya sama perempuan yang badannya bagus gitu.”

“Kamu tau Clarissa tidak, Zel? Dia dulu mantannya Damian yang bantu adik aku buat punya koneksi dimana-mana. Damian itu butuh partner seperti itu, bukan cuma pasangan biasa. Gimana? Kamu sudah punya rencana ke depannya belum?”

Kalimat itu, bersama rentetan komentar merendahkan lainnya, selalu terputar otomatis di kepala Hazel tiap kali nama Damian disebut.

Ibu dan kakak
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Menikah Dadakan Setelah Disakiti Mantan   CHAPTER 55

    "Jadi, untuk hari terakhir ini, apa kamu mau mengucapkan kata 'terserah' lagi kepada saya, Hazel?" tanya Adrian.Hazel langsung mengerjapkan matanya dengan cepat, berusaha menyembunyikan wajahnya yang mendadak memerah karena teringat aturan ketat yang dibuat Adrian selama liburan singkat mereka ini.Selama tiga hari menghabiskan waktu bersama di villa pegunungan ini, Adrian memang tidak pernah mengizinkan Hazel mengucapkan kata legendaris tersebut setiap kali dia ditanya tentang keinginan atau kegiatannya.Adrian selalu menuntut Hazel untuk mengutarakan apa yang sebenarnya dia inginkan, mulai dari memilih sudut pemandangan yang ingin digambar, menentukan aktivitas harian, hingga bahan makanan yang ingin mereka masak bersama di dapur villa.Hasilnya, Hazel kini berhasil membawa beberapa lembar gambar pemandangan alam yang sangat indah, sekaligus ingatan manis tentang bagaimana hangatnya suasana saat mereka berdua bekerja sama membuat makan malam selama dua hari terakhir."Aku... aku ti

  • Menikah Dadakan Setelah Disakiti Mantan   CHAPTER 54

    "Mas... pemandangannya cantik banget…" kagum Hazel saat dia baru saja melangkah turun dari mobil.Hazel berdiri mematung di tepi bukit dengan kedua mata yang berbinar cerah, menatap hamparan pemandangan hijau yang membentang luas di bawahnya.Di hadapan mereka, terlihat deretan pegunungan yang sangat megah dengan sisa-sisa kabut putih tipis yang bergerak lambat di sela-sela pepohonan pinus yang tinggi.Sebuah danau kecil berair jernih tampak tenang di dasar lembah, memantulkan warna langit pagi yang biru bersih tanpa ada awan mendung sama sekali.Udara pagi di puncak bukit itu terasa sangat bersih, segar, dan juga sangat dingin menyentuh kulit wajah Hazel yang putih bersih.Hazel memejamkan kedua matanya sejenak, menghirup udara pegunungan itu dalam-dalam, merasakan ketenangan yang luar biasa masuk ke dalam dadanya.Adrian yang berdiri di samping mobil perlahan berjalan mendekati Hazel, ia memperhatikan perubahan ekspresi wajah Hazel yang tampak sangat bahagia, membuat perasaan lega t

  • Menikah Dadakan Setelah Disakiti Mantan   CHAPTER 53

    "Mbak, suaminya sudah menunggu di dekat mobil sejak subuh tadi," ucap pengurus penginapan tua itu ramah saat melihat Hazel baru saja membuka pintu kamar dengan wajah panik.Hazel tertegun mendengar ucapan bapak tua itu, lalu buru-buru mengangguk pelan sebagai tanda terima kasih sebelum kembali masuk ke dalam kamarnya yang sunyi.Pagi itu, Hazel terbangun dengan kondisi kamar yang sudah sangat terang karena sinar matahari yang menerobos masuk di sela-sela dinding kayu penginapan tua tersebut.Ia langsung panik saat menyadari dirinya telah bangun kesiangan, dan sisi kasur di sebelahnya yang semalam ditempati oleh Adrian kini sudah kosong dan mendingin.Di atas meja kayu kecil di sudut ruangan, Hazel mendapati secarik kertas putih dengan tulisan tangan suaminya.“Mobil kita sudah selesai diperbaiki oleh mekanik yang datang subuh tadi. Saya sudah memindahkan semua koper kita kembali ke dalam bagasi mobil.”“Saya menyisakan satu tas jinjing berisi peralatan mandimu di atas meja. Bersiap-si

  • Menikah Dadakan Setelah Disakiti Mantan   CHAPTER 52

    "Saya tidak akan menyentuhmu tanpa izin darimu, Hazel. Jadi, kamu tidak perlu merasa setegang itu," ucap Adrian dengan nada suara yang sangat tenang.Kalimat itu diucapkan Adrian saat melihat Hazel yang masih berdiri mematung di samping tempat tidur dengan wajah yang memerah sempurna di bawah cahaya lampu kamar yang redup.Hazel langsung meremas ujung kaos panjangnya dengan sangat erat, merasa sangat malu karena ucapan spontannya yang mengajak tidur bersama tadi baru saja disetujui oleh suaminya."A-aku hanya tidak ingin Mas Adrian kembali jatuh sakit karena tidur di luar ruangan yang sangat dingin ini," jawab Hazel mencoba membela diri dengan suara lirih.Adrian mengangguk pelan, menghargai kekhawatiran istrinya yang tulus meskipun hatinya sendiri sebenarnya ikut bergetar mendengar ajakan yang cukup berani tersebut dari Hazel.Ia berjalan mendekati sisi tempat tidur bagian luar, lalu menarik selimut tebal yang melipat rapi di sana untuk mereka gunakan bersama-sama malam ini."Tidurlah

  • Menikah Dadakan Setelah Disakiti Mantan   CHAPTER 51

    "Mas Adrian sebaiknya segera mandi menggunakan air hangat agar tidak masuk angin lagi," ucap Hazel dengan suara yang sangat pelan.Hazel buru-buru memalingkan wajahnya ke arah samping, tidak berani lagi menatap tubuh bagian atas suaminya yang terlihat sangat kokoh itu.Adrian menatap Hazel dengan pandangan sedikit heran saat melihat reaksi istrinya yang tampak sangat gugup dan salah tingkah di hadapannya.Namun, Adrian tidak berpikiran macam-macam dan menganggap reaksi terkejut Hazel adalah hal yang biasa karena mereka memang jarang berada di situasi seperti ini.Adrian melangkah mengambil handuk kering yang ada di gantungan baju dekat pintu, lalu berjalan perlahan masuk ke dalam kamar mandi tanpa berkata apa-apa.Sebelum menikah dengan Hazel, saat Adrian masih tinggal bersama keluarganya di rumah utama keluarga Winata, melihat Adrian berjalan tanpa atasan setelah berolahraga atau berenang adalah hal yang sangat biasa bagi Bunda dan adiknya.Mereka berdua tidak pernah memberikan reaks

  • Menikah Dadakan Setelah Disakiti Mantan   CHAPTER 50

    "Mas yakin kita harus masuk ke sini? Tempat ini... terlihat sedikit tidak meyakinkan." Ucap Hazel Ragu.Lantas, gadis itu menatap bangunan kayu besar di hadapan mereka berdua dengan pandangan yang penuh waspada.Bangunan itu tampak sangat tua dengan cat cokelat yang sudah banyak mengelupas di berbagai sisi dindingnya.Suasana di sekitar tempat itu juga sangat gelap, sunyi, dan hanya menyisakan suara gemuruh air hujan yang turun semakin deras.Satu-satunya sumber cahaya di teras bangunan tersebut hanyalah sebuah lampu bohlam kuning kecil yang tampak berkedip sesekali.Kabut tebal yang turun dari arah gunung juga membuat jarak pandang mereka berdua menjadi sangat terbatas di kala sore menjelang malam itu.Adrian yang berdiri di samping Hazel sambil menjinjing dua koper besar dan tas mereka sebenarnya juga merasakan keraguan yang sama.Namun, ia tahu bahwa bertahan di dalam mobil yang mogok di tengah jalanan sepi dan gelap seperti ini jauh lebih berbahaya untuk keselamatan mereka."Saya

  • Menikah Dadakan Setelah Disakiti Mantan   CHAPTER 28

    "Ternyata benar ya, istrinya Pak Adrian itu cuma trophy wife? Kok kayaknya tidak pernah ikut andil ke pekerjaan kantor. Kurang berguna banget, ya kan?"Suara tawa sumbang itu terdengar jelas dari kantin kantor yang tidak jauh dari lobi perusahaan. Hazel, yang baru saja hendak melangkah masuk menuju

  • Menikah Dadakan Setelah Disakiti Mantan   CHAPTER 27

    "Papa ingin bicara padamu, Hazel." Kalimat itu diucapkan Maya dengan nada yang sangat hati-hati.Hazel terpaku, dadanya mendadak sesak memikirkan Baskara yang selama ini menjadi sosok yang selalu ingin dia hindari. Namun, sebelum ia sempat membalas, Maya memutus keheningan dengan pertanyaan yang le

  • Menikah Dadakan Setelah Disakiti Mantan   CHAPTER 26

    "Hazel, sayang... kamu sehat-sehat saja, kan?"Pertanyaan itu meluncur begitu saja, diiringi tatapan teduh dari wanita paruh baya yang berdiri di ambang pintu. Maya Adiwangsa—ibu kandung Hazel—berdiri di sana dengan penampilan yang sedikit awut-awutan, dia yang biasanya heboh ketika bertemu putrin

  • Menikah Dadakan Setelah Disakiti Mantan   CHAPTER 25

    Udara di ruang tamu itu mendadak menyesakkan. Naura hadir untuk menginterogasi Adrian dengan tatapan tajamnya, membedah setiap inci wajah Adrian yang masih saja datar—seperti topeng yang tidak bisa ditembus oleh emosi apa pun.Adrian menjawab pertanyaan sebelumnya dengan tenang. "Saya tidak memilik

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status