FAZER LOGINSelama Dorian sakit, dia merawat pria itu di kediaman Collins. Dia merasa senang karena semakin lama keadaan Dorian berangsur pulih.
Ketika Dorian sedang berada di kamar sendiri, Owen masuk untuk melihat keadaannya.“Bagaimana keadaanmu?” tanya Owen sambil melipat tangan di depan dada berdiri di depan Dorian.“Sudah jauh lebih baik,” jawab Dorian lirih.“Beruntung aku tidak membunuhmu. Aku sangat marah ketika membayangkan tangan kotormu itu menyentuh adikk“Jawaban kedua sepertinya cukup masuk akal. Piere sedang cemburu padamu karena kamu lebih memilih mengobrol bersama Alan dibanding mengajaknya bicara. Pria Collins suka didengarkan dan terkadang cemburunya terlewat batas,” tutur Bella.“Cemburu …? Yang benar saja? Di antara kami hanya ada kebencian, bagaimana caranya dia cemburu padaku,” balas Geofany.“Hati-hati saja, kadang benci jadi cinta,” goda Bella dengan senyum penuh arti.“Tidak akan, sampai mati pun aku tidak akan jatuh cinta padanya.”“Hati-hati kalau bicara!” Bella mengingatkan.Keadaan Piere semakin hari semakin parah. Dia yang biasanya bisa melampiaskan gairahnya bersama wanita manapun, mendadak seperti pria impoten. Mungkinkah kini dia sedang terkena karma?Kebutuhan biologis yang tak terlampiaskan, mempengaruhi emosinya. Pekerjaannya menjadi berantakan dan konsentrasinya terpecah ke mana-mana.Butuh teman mengobrol, membuat Piere pergi ke kantor Marck kar
“Aku setuju dengan perjodohan ini. Aku menyukai Geofany dan aku ingin menikahinya,” ucap Piere dengan seringai sinis terkembang di ujung bibirnya. Zack dan Kelly langsung berdiri mendengar putranya. “Senang sekali mendengarnya, anak kita ternyata saling menyukai,” ujar Zack tertawa sambil menatap Athur. Athur menyambutnya dengan tawa yang lebih keras. “Sini Sayang, kemarilah! Papa tidak mengira kamu langsung menyetujuinya. Apa yang Papa bilang benar bukan? Piere adalah pria yang tidak mudah untuk ditolak,” ujar Athur. “A-aku t-tidak menyetujui per …” “Jangan malu-malu, Aunty sangat senang dengan keputusan kalian. Ehm … sekarang jangan panggil Aunty tapi panggil Mama saja.” Kelly memotong perkataan Geofany lalu berjalan mendekati wanita yang berdiri di belakang Piere. Dia memeluk calon menantunya penuh kasih sayang, membuat Geofany tidak bisa menolak sikap lembut wanita itu. Geofany akhirnya memilih diam ketik
Beranjak dari sana, pertanyaan bergulir. Kapan dia meniduri wanita tersebut? Beberapa detik kemudian, tubuhnya tersentak ketika ingatan tentang wanita itu muncul. Meski malam itu dirinya mabuk tapi dia tidak melupakan wajah itu. Wajah wanita yang meninggalkannya begitu saja setelah percintaan panas mereka dan tidak memperdulikannya.Sialnya, dia yang biasanya tidak peduli dengan wanita yang ditidurinya, saat itu begitu mengharapkan Geofany agar wanita itu menghubunginya kembali, tapi Geofany menghilang bak ditelan bumi dan sampai detik mereka bertemu kembali, wanita itu tetap tidak menghubunginya. Hal itu membuat Piere begitu kesal.“Sombong sekali wanita itu, dia pikir dia lebih penting dari semua wanita-wanitaku,” batin Piere.“PIERE …!” seru Zack pada putranya yang diam saja.Lamunan Piere seketika buyar mendengar seruan papanya. Dia kemudian menyapa Geofany dengan dingin berniat untuk mengintimidasi wanita tersebut. “Hei …” ucap Pier
“Baguslah kalau begitu. Aku dengar, kamu sudah punya asisten? Kenapa kamu masih kerja sendiri?” tanya Piere sambil melirik meja kosong di samping Bella. “Asistenku tidak masuk, dia sedang sakit dan demam tinggi. Semoga saja besok dia sudah baikkan dan masuk kerja seperti biasa,” jawab Bella sambil menatap meja Geofany. Pagi tadi Geofany menelepon dengan suara parau dan berat. Dia bilang, tidak bisa masuk kerja karena demam dan flu berat karena itu Bella menyuruhnya istirahat. “Aku ingin bertanya sesuatu padamu, bolehkah?” Kening Bella berkerut mendengar pertanyaan Piere yang cukup membuatnya heran. “Tentang apa?” Bella merasa penasaran. “Apakah menurutmu di jaman sekarang masih ada wanita dewasa yang masih perawan?” Blusssh … Wajah Bella seketika memerah mendengar pertanyaan tersebut, selain pertanyaannya begitu sensitive, dia termasuk salah satu wanita yang Piere
Geofany menaruh tasnya di kursi lalu berjalan mendekati Bella.“Tetaplah makan dan isi perutmu dengan makanan yang bergizi dan tinggi vitamin. Agar tubuhmu bisa kembali normal dan kamu bisa melakukan aktifitas seperti sebelumnya.” Bella memberi saran pada Geofany.“Terima kasih untuk sarannya, aku akan berusaha tetap makan agar tubuhku tidak drop. Apakah kamu sedang sibuk?” tanya Geofany sambil duduk di kursi yang berada di depan Bella.“Belum terlalu. Suamiku belum memanggilku sepagi ini dan dia belum rewel,” jawab Bella yang membuat Geofany tertawa. “Ada apa?” lanjut Bella.“Aku ingin bertanya sesuatu yang sedikit sensitif, tapi aku harap kamu tidak tersinggung karena ini bukan tentangmu, tapi tentangku.”“Kamu membuatku penasaran. Apa yang ingin kamu tanyakan Geofany?”“Bagaimana menurutmu tentang wanita yang tidak perawan saat menikah? Apakah menurutmu suaminya akan menerimanya?” Geofany menoleh ke kanan dan ke kiri sambil me
Tubuh Geofany terpampang sempurna di depan tubuh Piere, bergerak senada dengan hentakan yang dilakukan pria itu dari belakang tubuhnya.Piere biasanya akan bosan dan mengakhiri percintaannya ketika dia sudah melakukan satu atau dua posisi bersama wanitanya, tapi tidak untuk Geofany. Ketika wanita itu meledak untuk kesekian kalinya, dia menelungkupkan Geofany dan menindihnya dari atas tubuh wanita itu.Dadanya yang basah karena keringat, menempel sempurna di punggung lembab Geofany. Tangannya membantu Geofany untuk membuka kakinya dan dengan mudah dia menyatukan miliknya.Entah sampai berapa kali dia mengganti posisinya karena Geofany sudah terlalu lelah menari bersama pria itu. Bahkan wanita itu sudah tertidur sebelum Piere meledakkan miliknya di dalamnya. Baru kali ini Piere merasa terpuaskan.Geofany adalah wanita yang bisa membuatnya hilang kendali dan bergerak berkali-kali tanpa henti. Erangan kuat terdengar dari mulut Piere ketika akhirnya di
Leah langsung berbalik dan menatap manik mata pria itu. “Kamu masih bermimpi buruk?” tanya Leah sambil menangkup pipi Owen. Owen mengangguk mengiyakan.“Tapi Olivia bilang kamu sudah sembuh sepenuhnya.” Leah mengingat perkataan Olivia.“Benarkah? Sepertinya dia mengata
Zack kemudian mengecup puncak kepala Kelly dan mendekap istrinya erat. “Jangan paksa dirimu jika itu tidak sesuai dengan kemauanmu. Dengan kamu berada di sampingku saja, itu sudah lebih dari cukup. Mungkin permintaanku memang terlalu berat untukmu,” ucap Zack.Dia merengkuh dan mengusap pungg
“Kenapa kamu mengaturku? Terserah aku mau tidur di mana,” balas Zack dengan nada dingin. Matanya tiba-tiba menatap dada Kelly yang sedikit terbuka dan memperlihatkan sesuatu yang menyembul di antara penutup jubah mandinya.Kelly yang mengikuti arah tatapan Zack, langsung mengeratkan jubah mandinya
Ketika mobil Zack sudah sampai di depan kediaman Collins, Kelly keluar dari mobil sambil menggendong Ethan. Langkahnya terhenti ketika melihat Nicole sudah berdiri menyambut mereka. Senyum terkembang di bibir wanita itu, senyum yang membuat Kelly merasa muak.Merasa sesuatu mengancam kedekatannya d







