LOGINSesampainya di parkiran apartemen, dia segera naik dan berlari ke apartemen yang selama ini dia tinggali bersama Ethan. Ketika membuka pintu, tubuhnya langsung mematung dan gemetar. Terlihat Ethan berdiri jauh di depannya sambil melipat tangan di depan dada, matanya menatap tajam dirinya, seakan ingin menelannya bulat-bulat.
“Tuan, maaf karena saya pulang terlambat,” ucap Hazel dengan nada bergetar ketakutan.“Jam berapa aku menyuruhmu pulang?” tanya Ethan.“Baguslah kalau begitu. Aku dengar, kamu sudah punya asisten? Kenapa kamu masih kerja sendiri?” tanya Piere sambil melirik meja kosong di samping Bella. “Asistenku tidak masuk, dia sedang sakit dan demam tinggi. Semoga saja besok dia sudah baikkan dan masuk kerja seperti biasa,” jawab Bella sambil menatap meja Geofany. Pagi tadi Geofany menelepon dengan suara parau dan berat. Dia bilang, tidak bisa masuk kerja karena demam dan flu berat karena itu Bella menyuruhnya istirahat. “Aku ingin bertanya sesuatu padamu, bolehkah?” Kening Bella berkerut mendengar pertanyaan Piere yang cukup membuatnya heran. “Tentang apa?” Bella merasa penasaran. “Apakah menurutmu di jaman sekarang masih ada wanita dewasa yang masih perawan?” Blusssh … Wajah Bella seketika memerah mendengar pertanyaan tersebut, selain pertanyaannya begitu sensitive, dia termasuk salah satu wanita yang Piere
Geofany menaruh tasnya di kursi lalu berjalan mendekati Bella.“Tetaplah makan dan isi perutmu dengan makanan yang bergizi dan tinggi vitamin. Agar tubuhmu bisa kembali normal dan kamu bisa melakukan aktifitas seperti sebelumnya.” Bella memberi saran pada Geofany.“Terima kasih untuk sarannya, aku akan berusaha tetap makan agar tubuhku tidak drop. Apakah kamu sedang sibuk?” tanya Geofany sambil duduk di kursi yang berada di depan Bella.“Belum terlalu. Suamiku belum memanggilku sepagi ini dan dia belum rewel,” jawab Bella yang membuat Geofany tertawa. “Ada apa?” lanjut Bella.“Aku ingin bertanya sesuatu yang sedikit sensitif, tapi aku harap kamu tidak tersinggung karena ini bukan tentangmu, tapi tentangku.”“Kamu membuatku penasaran. Apa yang ingin kamu tanyakan Geofany?”“Bagaimana menurutmu tentang wanita yang tidak perawan saat menikah? Apakah menurutmu suaminya akan menerimanya?” Geofany menoleh ke kanan dan ke kiri sambil me
Tubuh Geofany terpampang sempurna di depan tubuh Piere, bergerak senada dengan hentakan yang dilakukan pria itu dari belakang tubuhnya.Piere biasanya akan bosan dan mengakhiri percintaannya ketika dia sudah melakukan satu atau dua posisi bersama wanitanya, tapi tidak untuk Geofany. Ketika wanita itu meledak untuk kesekian kalinya, dia menelungkupkan Geofany dan menindihnya dari atas tubuh wanita itu.Dadanya yang basah karena keringat, menempel sempurna di punggung lembab Geofany. Tangannya membantu Geofany untuk membuka kakinya dan dengan mudah dia menyatukan miliknya.Entah sampai berapa kali dia mengganti posisinya karena Geofany sudah terlalu lelah menari bersama pria itu. Bahkan wanita itu sudah tertidur sebelum Piere meledakkan miliknya di dalamnya. Baru kali ini Piere merasa terpuaskan.Geofany adalah wanita yang bisa membuatnya hilang kendali dan bergerak berkali-kali tanpa henti. Erangan kuat terdengar dari mulut Piere ketika akhirnya di
“Kamu bisa mengambilnya lagi di sini besok. Parkiran di sini aman.” Piere menyakinkan Geofany karena dia sendiri beberapa kali meninggalkan mobilnya jika terpaksa dan selalu aman. Tidak bisa membantah perkataan pria itu, Geofany akhirnya setuju menerima bantuan Piere. Dia masuk ke mobil pria itu dan langsung memejamkan mata ketika sudah duduk di kursi mobil milik pria itu. “Apakah kamu baik-baik saja?” tanya Piere sambil membantu Geofany memasangkan sabuk pengamannya. “Kepalaku berdenyut dan berputar,” ungkap Geofany. “Tidurlah! Aku akan membawamu ke tempat yang aman.” Merasakan kepalanya yang berputar, Geofany tidak peduli lagi ke mana Piere akan membawanya. Dia hanya ingin tidur dan meletakkan kepalanya di atas bantal yang empuk. Piere segera menyalakan mesin mobilnya dan bergerak menjauh dari klub malam. Di dalam perjalanan, beberapa kali Pi
Sadar jika pembicaraannya dengan papanya sia-sia saja, Geofany langsung berbalik menjauh dari papanya. Sebelum dirinya menghilang, wanita itu menatap papanya dan berkata, “Papa tidak akan pernah bisa mengatur hidupku.”Beberapa hari kemudian, Geofany semakin resah karena Alan sama sekali tidak bisa dihubungi. Setiap kali dia menelepon, pria itu tidak mengangkatnya. Berkali-kali dia mengirim pesan, tapi Alan tidak pernah membalasnya.“Kenapa akhir-akhir ini wajahmu tampak muram?” selidik Bella yang melihat perubahan raut wajah Geofany.“Kekasihku tidak bisa dihubungi,” jawab Geofany jujur.“Mungkin dia sedang sibuk,” Bella berusaha menenangkan.“Dulu sesibuk apa pun, Alan pasti menelepon atau sekedar berkirim pesan padaku.”“Bersabarlah! Ada kalanya pria terlalu sibuk dan mengutamakan pekerjaan mereka dibanding dengan kita.”“Apakah Tuan Marck pernah melakukan itu padamu? Tidak peduli pa
Seminggu yang lalu, papanya memaksanya untuk mengundurkan diri dari perusahaan yang dia sukai. Awalnya dia tidak mau, tapi papanya mengancam jika tidak mau mengundurkan diri, dia akan di kirim ke luar negeri untuk melanjutkan sekolah. Tentu saja dia tidak mau karena jika dia pergi ke luar negeri, itu artinya dia akan berjauhan dengan Alan. Meski sebenarnya dia tahu, orang tuanya menyuruhnya mengundurkan diri agar dirinya tidak terlalu sering bersama dengan Alan. Seminggu menganggur di rumah, sangatlah membosankan, dia mencoba melamar pekerjaan dan akhirnya di sinilah dia sekarang. Di perusahaan baru dengan lingkungan yang kurang disuka. Ditambah sikap atasannya yang sangat dingin dan tidak bersahabat. Beruntung istrinya sangat baik. Jika tidak, mungkin dia hanya akan bertahan beberapa hari saja dan akan mencari pekerjaanya yang lain. “Geofany, ayo kita makan se
“Tidak akan, di nadinya mengalir darah Collins dan aku akan membawanya pulang ke rumah yang layak untuk putramu,” ujar Zack. “Rumahku sangat layak untuknya, dia baik-baik saja bersamaku. Lagi pula kalian tidak menyayangi Ethan, untuk apa kalian mengambilnya? Aku sangat menyayanginya,” seru Kelly.
Salah satu pintu dari sebuah ruangan terbuka dengan kasar. Elbert Collins masuk ke ruang kerja putranya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Zack Collins yang terkejut, sontak mendorong wanita yang sedang memuaskan gairahnya, hingga wanita itu terjatuh terjengkang ke lantai. “Pergi! Aku tidak me
“Bukan bagitu caranya. Aku menginginkan bagianmu sekaligus bagian Ethan. Kamu sebagai wali dari Ethan harus memastikan jika harta Ethan menjadi milikku setelah itu aku akan melepaskanmu dan kamu bisa pergi jauh dari kehidupanku. Bahkan aku tidak ingin melihatmu dengan Ethan lagi,” papar Zack.Kelly
Apa yang dilakukan Zack membuat kaki Kelly semakin berdenyut menyakitkan, tapi Kelly menahan rasa sakit tersebut. Kelly tidak ingin Zack meninggalkannya jika dia menghambat langkah pria itu. Ini satu-satunya kesempatan dia bertemu dengan Ethan kembali.Zack membuka pintu mobil dan mendorong tubuh K







