MasukSesampainya di parkiran apartemen, dia segera naik dan berlari ke apartemen yang selama ini dia tinggali bersama Ethan. Ketika membuka pintu, tubuhnya langsung mematung dan gemetar. Terlihat Ethan berdiri jauh di depannya sambil melipat tangan di depan dada, matanya menatap tajam dirinya, seakan ingin menelannya bulat-bulat.
“Tuan, maaf karena saya pulang terlambat,” ucap Hazel dengan nada bergetar ketakutan.“Jam berapa aku menyuruhmu pulang?” tanya Ethan.Piere terbangun ketika suara ponsel mengganggu tidurnya. Masih dengan mata terpejam, tangannya meraba meja yang berada di samping ranjang untuk mencari ponsel yang begitu berisik dan memekakkan telinganya.Setelah menemukannya, tanpa melihat siapa yang menelepon, Piere langsung menerima panggilan tersebut. “Halo, siapa ini?” tanyanya dengan suara parau, sangat terlihat jika dia masih mengantuk dan separuh nyawanya masih berada di alam mimpi.“Apa yang kamu lakukan pada Geofany?” suara Bella begitu melengking membuat telinganya sakit.Wanita itu bahkan tidak membalas sapaannya atau menjawab pertanyaannya. Meskipun begitu, dia langsung mengenali suara Bella yang melengking.“Apa maksud perkataanmu itu Bella? Jangan merusak pagiku dengan lengkingan suaramu yang menyakitkan telinga,” tegur Piere.“Di mana Geofany sekarang?” cecar Bella.“Dia ada di sampingku,” jawab Piere yang belum tahu jika Geofany telah pergi dari rumahnya.
“Tidak semudah itu Sayang. Malam ini aku akan menghukummu agar kamu tahu jika sedikit saja kamu melanggar aturanku, maka kamu akan mendapatkan hukuman yang lebih dari ini,” ujar Piere yang sekarang tampak nyata jika itu bukan hanya sebuah ancaman.Bibir Piere kemudian kembali mengecap puncak dada Geofany, sedangkan tangan Geofany meremas rambutnya kuat. Tanpa pemanasan yang cukup, lutut Piere membuka kaki Geofany semakin lebar, ketika inti milik wanita itu terpampang di hadapannya, dengan sekali hentak dia menyatukan miliknya dengan milik Geofany.Teriakan keras kembali menggema di kamar itu. Geofany mencengkram bahu Piere dan membuat tanda kemerahan di sana, kukunya menancap dalam menahan rasa nyeri dan nikmat secara bersamaan. Baru saja miliknya beradaptasi dengan milik Piere yang keras dan membesar, pria itu sudah menyiksanya dengan menghentak keras dan terus-menerus.Jari Geofany kini mencengkram punggung Piere membuat luka memanjangkan
Geofany tidak menyangka jika hanya karena dia pulang terlambat, Piere bisa semarah itu, bahkan pria itu tidak menanyakan apakah keadaannya baik-baik saja atau tidak sehingga harus pulang terlambat.Piere kemudian duduk di kursi makan di mana di hadapannya telah tersaji makan malam yang lengkap. Seandainya saja dia tidak marah dan menyambut kepulangan Geofany dengan hangat, mungkin makanan yang ada di atas meja itu akan menjadi makanan yang sangat lezat untuk bisa mereka nikmati bersama. Sayangnya sikap Piere malah membuat selera makan Geofany menguap.“Jadi katakan padaku dari mana saja kamu sehingga pulang terlambat? Aku menghubungi ponselmu, tapi kamu tidak mengangkatnya. Aku juga menghubungi ponsel Bella dan dia bilang kamu sudah pulang dari tadi. Bahkan Bella sudah sampai rumah satu jam yang lalu,” cecar Piere.“Maaf jika aku tidak mengangkat panggilanmu. Aku mematikan nada dering ponselku dan memasukkannya ke tas sehingga aku tidak mendengar saat kamu
“Baiklah, tapi jangan pulang melewati jam makan malam karena aku ingin makan bersamamu,” tutur Piere penuh arti yang tidak disadari oleh Geofany. Perhatian Piere tersebut membuat hati Geofany membuncah senang. Baru kali ini ada orang yang menunggunya untuk makan malam bersama.Geofany kemudian menutup ponselnya setelah selesai bicara, lalu kembali masuk untuk menemui Bella. Bibirnya seketika mengerucut sambil menggelengkan kepala menatap wanita itu.Bella tertawa melihat ekspresi Geofany, dia langsung tahu apa jawaban Piere. “Dia sangat posesif padamu, aku bisa mengerti. Mungkin lain kali kita bisa makan bersama.”“Apakah Marck seposesif Piere?” tanya Geofany penasaran, apakah semua pria Collins sangat posesif?“Tidak seposesif Piere. Kamu harus beradaptasi dengan karakter Piere. Sepertinya dia pria yang sangat melindungimu dan cenderung over protektif. Kalau aku sendiri menyukai tipe pria seperti itu jadi aku tidak begitu bermasalah den
Setelah Geofany pergi ke dokter untuk mencegah kehamilannya, Piere tak pernah membuat wanita itu bisa beristirahat dengan tenang. Tak heran rumah Piere sangatlah privat, bahkan pelayan hanya diperbolehkan masuk di jam-jam tertentu karena dia akan bercinta dengan Geofany tanpa mengenal waktu dan tempat.Hampir semua ruangan di rumah mereka pernah mereka gunakan untuk bercinta, dapur, kolam renang, ruang santai, ruang kerja bahkan meja makan pun menjadi tempat kesukaan Piere ketika mereka selesai makan malam dan menghabiskan makanan penutup.Seperti saat ini, ketika Piere menumpahkan satu scoop es krim ke dada Geofany dan memakannya dari sana. Menyapukan lidahnya untuk menikmati es krim tersebut. Bibir Geofany tidak bisa berhenti mendesah merasakan dinginnya es krim yang bercampur dengan desiran dari sapuan lidah Piere di puncak dadanya yang telah mengeras dan menegang.Setelah es krim di dada Geofany habis, Piere mengambil satu scoop lagi dan menaruhnya di
Persetan dengan pernikahan tanpa cinta yang akan dia jalani bersama Piere jika dia bisa merasakan kebahagiaan seperti ini setiap pagi.Tubuh Geofany membeku ketika tiba-tiba mata Piere terbuka dan bertabrakan dengan matanya. “Apakah kamu sedang mengagumi ketampananku?” goda Piere.“A-apa …? Jangan terlalu percaya diri! Aku hanya ingin memeriksa dan memastikan siapa orang yang meremukkan tubuhku dengan memelukku sepanjang malam,” gerutu Geofany yang tampak dibuat-buat.Piere terkekeh mendengar hal tersebut. Bukannya melepaskan pelukannya, pria itu malah semakin mendekap Geofany hingga terbatuk.“Piere …! Lepaskan aku …!” seru Geofany sambil memukul tangan Piere yang melingkar erat di tubuhnya.“Aku tidak akan melepaskanmu,” ujar Piere.“Aku tidak bisa bernafas, apakah kamu ingin membuatku mati kerena kekurangan oksigen?” berontak Geofany.“Kalau begitu, aku akan memberimu tambahan oksigen.”Mata Geofany seketika
“Bukan bagitu caranya. Aku menginginkan bagianmu sekaligus bagian Ethan. Kamu sebagai wali dari Ethan harus memastikan jika harta Ethan menjadi milikku setelah itu aku akan melepaskanmu dan kamu bisa pergi jauh dari kehidupanku. Bahkan aku tidak ingin melihatmu dengan Ethan lagi,” papar Zack.Kelly
Apa yang dilakukan Zack membuat kaki Kelly semakin berdenyut menyakitkan, tapi Kelly menahan rasa sakit tersebut. Kelly tidak ingin Zack meninggalkannya jika dia menghambat langkah pria itu. Ini satu-satunya kesempatan dia bertemu dengan Ethan kembali.Zack membuka pintu mobil dan mendorong tubuh K
Sepanjang perjalanan, tidak ada satu pun dari mereka yang berbicara. Zack tampak serius dengan kemudinya. Tatapan matanya terus lurus ke depan, berkonsentrasi dengan jalan yang mobil yang dilalui. Sedangkan Kelly menatap keluar jendela, asyik dengan pikirannya sendiri.Bayangan tentang d
“Bagaimana dengan Nona Kelly? Karena tampaknya Anda masih sangat muda,” usul Maria. “Itu jauh lebih baik dibanding Nyonya,” kata Kelly. “Nona, bolehkah aku menggendong Tuan Muda Ethan? Agar Anda bisa makan dengan nyaman,” seorang pelayan yang du







