Beranda / Romansa / Menikahi Ayah Tunanganku / Celina dan situasi rumitnya

Share

Celina dan situasi rumitnya

Penulis: Nath_e
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-19 14:11:06

“Jason … Jason! Ada apa denganmu?! Hentikan … kau menyakitiku.”

Suara Natasya diikuti rontaan kuat menghentikan imajinasi Jason. Ia terkejut dan menarik tangannya dari leher jenjang Natasya.

“Kau membuatku takut. Kau gila!! Apa sebenarnya yang kau pikirkan?”

Untuk sesaat Jason hanya menatap wajah Natasya, memastikan jika wanita yang ada dihadapannya bukanlah Celina.

Menyadari yang baru saja ia lakukan, Jason berdiri. Ia merapikan pakaiannya yang berantakan.

“Pergilah, dan jangan menggangguku dulu untuk beberapa waktu ke depan.”

Natasya memakai gaunnya dengan cepat, “baiklah, terserah apa katamu.” ujarnya dengan bersungut-sungut.

Saat ia hendak melangkah pergi, Jason berkata dingin tanpa menoleh sedikitpun padanya.

“Kau berjanji padaku untuk membereskan semuanya.”

“Tentu, aku tidak akan melupakan perjanjian kita.”

Dengan kesal, Natasya melangkah pergi meninggalkan Jason.

“Jalang sialan itu rupanya masih ada dihati Jason.” Ucapnya geram, ia menoleh ke belakang, melihat punggung lelaki yang baru saja berbagi kenikmatan dengannya.

“Ciih, bajingan pengecut sepertimu tidak ada gunanya untukku. Poin lebihmu hanya tampan dan cukup menyenangkan di ranjang.” lanjutnya lagi dengan sinis.

Sapaan hormat Jack yang berpapasan dengannya pun diabaikan Natasya. Ia juga mengumpat pada karyawan wanita Jason yang sempat nyaris masuk lift dengannya. Perilaku kasar Natasya membuat Jack menggelengkan kepala.

“Tuan,” Jack berdiri tepat di belakang Jason.

“Awasi dia dan bereskan jika berulah.”

Sementara itu di kediaman utama keluarga Knight.

Celina perlahan meraih kesadarannya. Ia mengerang saat dadanya terasa sesak, seakan ada beban berat menindih tepat di tengah napasnya.

Setiap tarikan nafas terasa nyeri yang tajam dan menyiksa. Memaksa Celina berhenti sebelum paru-parunya terisi penuh.

Ia mencoba menggeser tubuhnya tapi rasa perih di bagian dada membuatnya tersentak. Perban tebal membalut sebagian dadanya, terasa kaku dan menekan. Sementara di bawah selimut, kakinya terasa panas dan perih—luka gores itu berdenyut setiap kali ia tanpa sadar menggerakkannya.

“A-argh …”

Suara lirih keluar dari tenggorokannya yang kering.

“Jangan bergerak.”

Celina terkejut. Suara asing itu datang dari samping ranjangnya. Begitu tenang dan dingin seolah mengintimidasi.

Perlahan, Celina memfokuskan pandangan pada sosok seorang pria yang duduk di kursi. Lelaki itu duduk dengan punggung tegak, satu kaki menyilang santai, tangan bertumpu di sandaran kursi.

“Lukamu masih perlu pengawasan. Tapi jangan khawatir, kau cukup beruntung. Peluru itu tidak menembus organ vital.” Lelaki asing itu berkata dengan wajah datar, nyaris tanpa ekspresi.

Celina menelan ludah. Ingatannya masih kacau. Memorinya memutar ulang suara berisik, teriakan, kilatan cahaya, suara tembakan yang mengejutkan. Kepalanya berdenyut, rasa panas menjalar membakar dadanya.

Ia mencoba mengangkat kepala, untuk menatap lelaki pemilik suara berat itu tapi, rasa sakit memaksanya kembali terbaring.

“Di-dimana ini?” bisiknya lemah.

David menatapnya sesaat, lalu menjawab singkat, “Di tempat yang aman.”

Tak ada empati berlebihan. Tak ada juga rasa ingin tahu tentang siapa dan bagaimana Celina bisa terluka. Tatapan itu terlalu tenang, seolah ia benar-benar tak peduli pada tragedi yang hampir merenggut nyawa Celina.

“Dokter Andreas menyarankan untuk jangan terlalu banyak bergerak. Untuk sementara, pelayanku akan membantu semua kebutuhanmu disini.”

Lelaki itu memperkenalkan seorang wanita paruh baya yang terlihat menunduk hormat padanya.

“Ini Lauren, dia akan menjagamu sampai lukamu membaik.”

Celina memejamkan mata sebentar, menahan nyeri dan kebingungan yang bercampur jadi satu.

“Terimakasih.” Balasnya singkat kemudian.

Beberapa detik berlalu dalam keheningan. David akhirnya mengubah posisi duduknya, sedikit condong ke depan. Tatapannya kini terasa lebih tajam.

“Apa yang terjadi padamu?” tanyanya datar.

Celina membuka mata perlahan. Pertanyaan itu membuat dadanya kembali terasa sesak.

“Aku …,”

Suaranya tercekat, bayangan kengerian semalam kembali terlintas. Wajah Jason, suara tembakan, rasa putus asa dan sakitnya pengkhianatan membuatnya meneteskan airmata.

Ia menelan ludah, lalu memalingkan wajah sedikit ke samping.

“Aku … dirampok,” jawabnya pelan sambil mengusap pipinya.

David tak langsung merespons. Ia hanya menatap Celina, mengamati setiap perubahan ekspresinya.

“Perampokan … dengan pakaian seperti itu aku rasa … itu memang mengerikan,” David mengulas senyum tipis.

Celina berbohong dan ia tahu itu. Tapi David membiarkannya. Menguji sejauh mana wanita cantik itu akan berbohong padanya.

Celina mengangguk tipis, meski gerakan itu jelas menyakitkan. “Aku … berusaha kabur. Mereka mengejar. Sisanya … aku tidak ingat.”

Hening kembali menggantung. David kembali bersandar ke kursinya, tak melepaskan tatapan curiga itu.

“Kalau begitu,” ucapnya akhirnya, “kau wanita yang sangat sial.”

Celina tak menjawab. Jemarinya mencengkram seprai dengan lemah.

David berdiri. Langkahnya pelan saat ia mendekati sisi ranjang. Kini jarak mereka jauh lebih dekat. Ia menunduk sedikit, cukup untuk membuat Celina mau tak mau menatap wajahnya.

“Pertanyaan berikutnya lebih sederhana, Nona.” katanya tenang. Kedua bola mata hijaunya menatap mata indah Celina bergantian.

Jantung Celina berdebar kencang. Aroma maskulin tercium menyengat hidungnya. David belum memperkenalkan dirinya tapi Celina merasa, ia sudah mengenalnya lama. Wajahnya tak asing tapi Celina juga tak mampu mengingat siapa lelaki di hadapannya itu.

David menaikkan selimut sampai ke batas leher, sengaja menarik ulur waktu, lalu bertanya tanpa ragu.

“Siapa kau sebenarnya, Celina?”

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Menikahi Ayah Tunanganku    Celina dan situasi rumitnya

    “Jason … Jason! Ada apa denganmu?! Hentikan … kau menyakitiku.”Suara Natasya diikuti rontaan kuat menghentikan imajinasi Jason. Ia terkejut dan menarik tangannya dari leher jenjang Natasya.“Kau membuatku takut. Kau gila!! Apa sebenarnya yang kau pikirkan?”Untuk sesaat Jason hanya menatap wajah Natasya, memastikan jika wanita yang ada dihadapannya bukanlah Celina.Menyadari yang baru saja ia lakukan, Jason berdiri. Ia merapikan pakaiannya yang berantakan. “Pergilah, dan jangan menggangguku dulu untuk beberapa waktu ke depan.”Natasya memakai gaunnya dengan cepat, “baiklah, terserah apa katamu.” ujarnya dengan bersungut-sungut.Saat ia hendak melangkah pergi, Jason berkata dingin tanpa menoleh sedikitpun padanya. “Kau berjanji padaku untuk membereskan semuanya.”“Tentu, aku tidak akan melupakan perjanjian kita.”Dengan kesal, Natasya melangkah pergi meninggalkan Jason. “Jalang sialan itu rupanya masih ada dihati Jason.” Ucapnya geram, ia menoleh ke belakang, melihat punggung lelak

  • Menikahi Ayah Tunanganku    Emosi yang meluap

    “Brengsek!”Jason mengumpat lagi, ia melempar ponsel ke sembarang arah. Wajahnya kusut, matanya memerah menahan letupan emosi tak terkendali.“Bodoh, idiot! Dari sekian banyak orang yang ada disini, tidak bisakah menemukan satu orang wanita?!”Anak buahnya tertunduk, tak ada yang berani menyela. Hanya bisa pasrah dimaki dan menjadi samsak hidup Jason.“Jack, beri aku berita bagus!” Teriaknya lantang.Jack menguatkan mental sebelum menjawab. “Tuan … kami, sudah berusaha semaksimal mungkin. Kami sudah menyisir rumah sakit, klinik, hingga jalur keluar kota. Tapi Nona Valemont seolah menghilang.”“IDIOT!!”Gelas kristal melayang nyaris mengenai kepala salah satu anak buahnya. Serpihan kaca berserak di lantai, tak ada yang berani mengangkat wajahnya.“Aku membayarmu bukan untuk gagal,” ia menarik kerah kemeja Jack dan mendorongnya keras hingga terhuyung.Jason menyugar kasar rambut ikalnya. Mengusap wajah putus asanya dengan frustasi.“Sekarang harapanku hanya ayah. Semoga pria tua itu bi

  • Menikahi Ayah Tunanganku    Rahasia besar Jason Knight

    “Aku rasa kau dalam masalah, kawan. Kali ini kau akan kesulitan menghadapi bajingan kecil itu.”Andreas meletakkan tablet itu di meja, menanti reaksi David berikutnya.“Aku tahu,” gumamnya dingin. Ia mematikan rokoknya, kembali membuka layar tablet dan memperhatikan wajah Celina disana. Kini semuanya masuk akal.Mengapa anak buah Jason berada di sekitar lokasi dan mengapa nalurinya sejak awal menolak untuk melepaskan gadis itu.“Jason tidak akan berhenti mencarinya, tapi … kenapa dia bertindak bodoh dan melukai putri tunggal pewaris Heatrix?” “Bukan melukai tapi berniat membunuhnya.” David membalas dengan tenang.“Ciih, dasar pecundang. Sama seperti ..,” Andreas menghentikan kalimatnya setelah lirikan tajam David seolah menusuk tanpa kata.Matanya berganti tertuju pada layar yang tengah memutar ulang video pertunangan Jason. Ia berdecak untuk kesekian kalinya. “Sial, dia benar-benar cantik disini. Celina … nama yang bagus. Tapi … bagaimana dia berakhir dalam pelukanmu dan tanpa men

  • Menikahi Ayah Tunanganku    Rasa penasaran Dokter Andreas

    “Istri?!” Dokter tampan itu terbelalak, “Tunggu, apa maksudmu? Sejak kapan kau dekat dengan wanita?”Dokter Andreas mengikuti langkah terburu David, ia butuh jawaban jelas dan tak ingin melewatkan detail sekecil apa pun.“Tutup mulutmu dan selamatkan wanitaku, Andreas!”Gertakan David membuat seluruh anak buahnya menunduk ketakutan tapi tidak dengan dokter tampan berdarah Latin itu.“Aku tidak akan mengobatinya tanpa penjelasan Tuan Knight.” David memutar tubuhnya dengan wajah merah. “Ini bukan waktunya merajuk dan tugasmu sebagai dokter adalah menyelamatkan nyawa seseorang. Apa perlu ku ingatkan lagi tentang sumpah doktermu?”Andreas terdiam sesaat, “baiklah aku akan menyelamatkan wanita itu tapi kau berhutang penjelasan padaku.”David tak menjawab, ia kembali berjalan menuju kamar yang sudah disiapkan. Dokter Andreas memeriksa kondisi Celina, saat membuka mantel ia menoleh pada David. Sorot matanya mengisyaratkan pertanyaan yang sulit dijawab David.“Jangan banyak bertanya, lakukan

  • Menikahi Ayah Tunanganku    Penyelamat di tengah kekacauan

    Celina berlari sekuat tenaga, melawan nyeri di kepala dan tubuh yang gemetar. Tekadnya untuk selamat jauh lebih besar dari fisiknya yang lemah.“Kejar dia!”Natasya berteriak lantang, memerintahkan anak buah—yang baru tiba—untuk segera mengejar.“Tangkap dan bawa dia kembali!” Titahnya pada sang asisten yang membantunya untuk berdiri tegak.Jason berdiri terengah, darah menetes ke lantai. Sorot matanya menggelap dan liar. Ia menoleh ke Natasya.“Kalau sampai dia lolos … semua rencana kita sia-sia.”“Tidak akan, aku sendiri yang akan memastikan kematiannya.” sahut Natasya dingin.Jason meraih ponselnya, “Plan B. Habisi dia segera.” ucapnya singkat tanpa menunggu jawaban.“Celina, aku tidak akan membiarkanmu menghancurkan rencanaku. Kau harus mati malam ini juga.” Celina berusaha terus berlari dan menghindari kejaran anak buah Jason. Langkahnya terhuyung saat keluar dari pintu samping hotel.Kemeja pria yang kebesaran—milik Jason—hanya ia kancingkan seadanya. Ujung kemeja yang menutupi

  • Menikahi Ayah Tunanganku    Pengkhianat Sejati

    " J-Jason?” Celina mengerjap perlahan, seperti kabut tipis yang merayap. Kepalanya berdenyut, tenggorokannya kering, dan tubuhnya terasa berat meski masih bisa digerakkan. Obat yang diberikan Jason dalam wine rupanya tidak berjalan seperti yang diharapkan. “Ooh Jason, lebih cepat lagi sayang …,” suara familiar terdengar lirih tapi cukup jelas di telinga. Celina menajamkan pendengaran, hatinya menjerit mendengar suara-suara di balik dinding. Helaan nafas, bisikan, erangan rendah yang menegakkan bulu halus, cukup memberinya isyarat tentang pengkhianatan. Celina membuka mata lebar-lebar, memperhatikan cahaya lilin menari di langit-langit. Ia menoleh ke arah kamar mandi, lalu membeku. Suara pancuran air terdengar mengiringi aktivitas intim di dalam sana. ‘Tidak … ini pasti salah. Jason tidak mungkin melakukannya.’ ucapnya dalam hati menenangkan diri. Celina turun dari ranjang, dengan gemetar menyambar cepat kemeja milik Jason untuk menutupi tubuhnya. Sungguh, saat ini, ia

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status