Share

Kecurigaan Celina

Author: Nath_e
last update Last Updated: 2026-01-28 12:28:31

“Siapa kau sebenarnya, Celina?”

Debaran jantung Celina semakin tak bisa dikendalikan. Nyeri di dadanya ikut berdenyut menusuk.

“K-kau … tahu, namaku?”

David tersenyum tipis, “orang-orang yang mengejarmu berteriak lantang sekali. Aku hanya menebak.” Bohongnya halus.

David masih menatapnya, menunggu jawaban Celina yang terlihat pucat. Gadis itu memaksakan senyum, tatapannya turun pada sepasang bibir tipis David. Ia menelan ludah, dan berpaling ke arah lain.

“Baiklah, aku mengerti jika kau masih tidak ingin bicara apa pun tentang siapa dan kenapa dirimu sampai seperti ini.”

David menarik tubuhnya ke belakang, sedikit menjauh tapi tak melepaskan tatapan tajamnya.

“Kau aman disini, tapi aku tetap berharap sedikit penjelasan darimu.”

Celina mengepalkan tangan dibalik selimut. Kecemasan melanda dan saat ini, sungguh ia begitu takut dan tak mempercayai lelaki tampan yang berdiri di hadapannya.

Melihat tak ada respon berarti selain tatapan curiga dan kecemasan, David akhirnya memutar tubuh dan melangkah pergi. Tapi sebelum ia keluar kamar, suara Celina menghentikannya.

“Tunggu, boleh aku tahu siapa namamu?”

David menoleh sedikit. “David. Sir Arthur David Lawrence Knight.”

“Namaku Celina … Celina Louise Valemont.”

Dengkusan halus terdengar Celina, David seolah tengah mengujinya.

“Terimakasih … atas pertolonganmu, aku berhutang nyawa padamu … Tuan.”

David berbalik, “dan aku harap kau bisa membayarnya dengan baik tanpa kurang sedikitpun … Nona Valemont.”

Celina terpaku di tempatnya, menatap ketidakberdayaan dirinya saat ini. Dikhianati tunangan dan sahabatnya sendiri adalah hal paling menyakitkan yang tak pernah terbayangkan.

“Jason … Natasya, aku bersumpah akan membalas semua ini.” Ucapnya geram dengan suara gemetar menahan tangis.

Seorang pelayan wanita masuk sambil mendorong troli kecil berisi sup hangat dan obat. Usianya sekitar tiga puluhan, raut wajahnya terlihat ramah tapi tetap tenang—tipe orang yang terbiasa melayani tanpa banyak bertanya.

“Syukurlah kau sudah siuman sepenuhnya, Nona?” tanyanya pelan tak meninggalkan senyum.

Celina mengangguk kecil. “Ya … terima kasih.”

Pelayan itu menata mangkuk di meja samping ranjang. “Tuan David memerintahkan agar kau beristirahat penuh hari ini. Tidak boleh banyak bergerak.”

“Tuan David …” Celina mengulang lirih, tapi ragu melanjutkan.

Pelayan itu kembali tersenyum tipis. “Beliau jarang membawa tamu ke rumah ini. Terlebih seorang wanita.”

Celina sedikit terkejut. “Kau sudah lama bekerja di sini?”

“Hampir tujuh tahun.”

“Berarti … kau mengenalnya dengan baik.”

Pelayan itu berhenti sejenak, lalu mengangguk. “Cukup baik.”

Celina menurunkan pandangan ke tangannya sendiri. “Namanya panjang sekali,” ucapnya seolah sambil lalu.

“Sir Arthur David Lawrence Knight … sedikit aneh, apa dia keturunan bangsawan?”

Pelayan itu tampak ragu sesaat, lalu menjawab, “Keluarga Knight memang termasuk keluarga lama dan sangat berpengaruh.”

“Benarkah? Seberapa besar pengaruhnya?” Celina menoleh cepat.

“Cukup berpengaruh untuk selalu diundang ke Buckingham dan Holyroodhouse. Keluarga Knight cukup berpengaruh dalam bisnis dan politik.” Jawab pelayan itu hati-hati.

“Nama Knight sangat dikenal luas.”

Jantung Celina berdegup sedikit lebih cepat. “Yeah, aku mengenal satu diantaranya dan aku kurang yakin jika dia bagian dari Knight family.”

Ucapan Celina membuat pelayan itu terdiam dan menatapnya bingung. “Itu sangat tidak mungkin, Nona.”

Celina menyendokkan sup-nya sedikit dan kembali bertanya. “Apakah … Tuan David punya anak?” tanyanya penuh selidik.

Pelayan itu mengangkat alis tipis. “Tentu. Seorang putra tapi …,” ia menoleh ke arah pintu, takut jika ada orang lain yang mendengar. “Aku yakin, itu hanya anak angkat atau mungkin anak asuh Tuan Besar saja.”

Celina menahan napas. “Apa maksudnya?”

Deheman keras terdengar dari luar dan pelayan wanita itu buru-buru membereskan tugasnya.

“Anda bisa meletakkan disini jika sudah selesai, Nona.” katanya seraya bergegas.

“Eh, tapi ini ..,”

Pelayan wanita itu bahkan tidak menoleh padanya. Celina dibuat semakin penasaran.

“Jason juga memiliki nama keluarga Knight. Tapi … ah, tidak. Memiliki nama keluarga yang sama belum tentu memiliki hubungan. Hanya saja, aku sedikit merasa aneh.” gumamnya sendiri seraya mengaduk-aduk kuah sup.

Aroma wangi butter dari sup tak bisa mengalihkan pikiran Celina. Kepalanya berdenyut kencang, luka di dadanya kembali nyeri. Ia segera meminum obat pereda nyeri yang sudah disiapkan.

“Jason Knight … David Knight.”

Celina memijat ringan pelipisnya. “Aku rasa …mereka memang tidak ada hubungannya. Ini hanya kebetulan saja.”

Celina memejamkan mata, menenggelamkan diri dalam selimut. Pereda nyerinya bekerja cepat dan memberi efek kantuk yang luar biasa.

Sementara itu di ruangan khusus, David terus memantau kondisi Celina. Ia mendengar seluruh percakapan Celina dan pelayannya.

Setelah beberapa lama terdiam dan hanya menatap layar monitor, David bersuara.

“Bereskan semua foto dan hal yang terkait dengan Jason dari mansion ini. Jangan ada yang tertinggal satupun.”

“Tuan?” Steve tak mengerti maksud David.

“apa perintahku kurang jelas?!”

“Ehm, tidak Tuan. Tapi kenapa?” Tanya Steve memastikan.

“Waktunya mengurus hal yang seharusnya aku lakukan sejak lama, Steve. Dan gadis itu memberiku kesempatan emas.”

Steve berpikir sejenak tapi kemudian matanya membulat sempurna. “Saya mengerti, Tuan.”

David tersenyum licik, “Ingat tidak boleh ada yang menyebut nama Jason, terutama … di depan Celina!”

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Menikahi Ayah Tunanganku    Kejutan untuk Natasya

    Langit London terlihat kelabu. Kabut tipis menggantung rendah di atas kompleks pemakaman keluarga Valemont. Nisan marmer putih dengan lambang keluarga terukir rapi—patung singa berdiri dengan mahkota kecil di atasnya.Celina berdiri tegak di depan tiga makam. Matanya sayu menatap tulisan. Kedua orang tuanya dan sang kakek telah beristirahat dengan tenang meninggalkan Celina yang masih harus berjuang mempertahankan warisan keluarga.“Aku datang.” Ucapnya pelan dengan mata berembun.Rambutnya yang tergerai rapi, berayun ringan ditiup angin. Celina masih tak dapat menyembunyikan kesedihannya meski tahun berganti.David berdiri di sampingnya. Sesekali ia menatap sekeliling, memantau situasi. “Dia berjarak lima ratus meter dari kita, Tuan.” Steve berbisik setelah mendapat laporan dari anak buahnya.David tak menjawab, ekspresinya begitu tenang seolah tidak terjadi apa pun. David lebih tertarik memperhatikan Celina yang tengah berlutut, meletakkan bunga mawar putih pada masing-masing nisan

  • Menikahi Ayah Tunanganku    Pelarian yang sia-sia

    EPILOG Jam 02.17 dini hari.Menara Imperium V milik David.Bau logam dan aroma desinfektan tercium menyengat. Natasya berjalan cepat dengan jaket hitam yang terlalu besar untuk tubuhnya. Rambutnya diikat asal, lebam di wajahnya masih terlihat jelas. Pergelangan tangannya merah kehitaman akibat terlalu lama terikat.Ia tak sendiri, dua pria berseragam keamanan membuka pintu akses terakhir menggunakan kartu otorisasi tingkat tiga.“Kamera sektor C mati delapan menit,” kata salah satu dari mereka pelan. “Setelah itu sistem auto-reboot. Kita harus sudah keluar sebelum alarm kembali aktif.”Natasya menatapnya. “Kalian yakin ini aman?”“Tentu Nona, kami sudah merencanakan semuanya dengan matang.” Salah satu petugas menyahut, ia menoleh ke belakang memastikan tidak ada yang mengikuti.“Kita hanya punya waktu tiga menit, cepat!”“Dimana mobilnya?” Natasya bertanya saat semakin dekat dengan pintu keluar.“Sudah menunggu di pintu keluar.”Natasya tidak bertanya lagi. Ia tidak percaya siapapu

  • Menikahi Ayah Tunanganku    Bersamamu, aku bisa!

    David dan Celina menghabiskan malam panjang dalam situasi canggung. Gengsi Celina masih terlalu tinggi untuk mengakui perasaannya pada David. Selain itu, Celina juga takut jika David akan melakukan hal yang sama seperti halnya Jason. “Apa yang kau pikirkan?” Tanya David lembut setelah meletakkan mangkuk sup yang kosong. Celina menatap sekilas David, sedikit ragu untuk menjawab dan David menyadari hal itu. “Kau takut padaku?” Kali ini, Celina menoleh cepat. Jemarinya yang bertaut saling meremas, mengalihkan rasa cemas. David menghela nafas, ia menarik tangan Celina, mengusap punggung tangannya dengan lembut. “Aku tidak akan melakukan hal gila seperti yang Jason lakukan padamu. Tujuanku membeli saham Heatrix hanya untuk menguatkan posisimu saat ini. Tidak lebih.” David berusaha meyakinkan Celina. “Tidak lebih? Apa aku bisa mempercayaimu?” David mengangguk pelan. “Mungkin kau beranggapan jika itu adalah salah satu caraku untuk mendekatimu dan menguasai Heatrix, tapi itu

  • Menikahi Ayah Tunanganku    Ketika dua hati saling bicara

    Pagi ini mansion terasa lebih sunyi dan tenang dari biasanya.Tirai putih menjuntai lembut tertiup angin. Cahaya matahari masuk menimpa Celina yang duduk memeluk lutut di tepi tempat tidur. Gaun tidurnya masih sama seperti semalam. Rambutnya terurai acak, wajahnya pucat tanpa sentuhan riasan. Menatap kosong ke luar jendela. Celina hanya terlelap satu jam sebelum kembali terjaga. Suara teriakan Jason dan Natasya yang terus berputar di memorinya, menyiksa ketenangan. Celina takut memejamkan mata. Ia khawatir Jason akan kembali dan menyeretnya keluar dengan paksa.Celina mendesah berat, kepalanya terasa berat. Ia menoleh sekilas ke meja kecil tak jauh dari ranjang. Nampan sarapan yang diantar sejak pukul tujuh sudah dingin.Telur orak-arik mengeras. Sup krim mengental. Teh hangat berubah menjadi cairan hambar tak tersentuh.Ketukan pelan terdengar.“Nyonya,…” suara Lauren terdengar lembut dari balik pintu.Celina enggan menjawab.Lauren masuk perlahan. Ia berhenti beberapa langkah dar

  • Menikahi Ayah Tunanganku    Situasi rumit antara kau dan aku

    “Dia bahkan hendak membunuhku, dan lucunya … aku justru menikah dengan ayahnya. Orang yang seharusnya menjadi musuhku.”Celina menatap David dengan mata sembab. Suaranya semakin gemetar menahan diri untuk tidak berteriak. Kalimat itu begitu menusuk hati David.Hening panjang mengisi kamar.Celina menggigit bibirnya sendiri, menahan isak yang hampir lolos. Ia membenci dirinya sendiri karena perasaannya tidak ikut mati bersama pengakuan itu.“Itu sebabnya kau menawarkan bantuan,” bisiknya. “Itu sebabnya kau juga setuju menikah dengan ku … kau ingin memastikan Jason tak bisa menyentuhku lagi. Benar begitu?”David tidak menyangkal, dan itu yang paling menyakitkan. Terkadang kebohongan jauh lebih menyakitkan dari kebenaran yang terburuk sekalipun.Celina menutup mata sesaat. “Kau mempermainkanku …”“Aku tidak pernah mempermainkan perasaanku padamu dan aku tulus menawarkan bantuan.” sahut David tenang.Celina membuka mata, marah sekaligus hancur. “Apa kau mencintaiku, Dave? Sejak kapan? Se

  • Menikahi Ayah Tunanganku    Pengakuan David Knight

    Aroma kayu dan lavender tercium samar memenuhi kamar saat kesadaran Celina kembali perlahan. Langit-langit putih dengan ukiran klasik menyambut pandangannya. Kepalanya terasa berat, dan pandangannya masih samar. Ia mengerjap pelan. Ingatan sebelum kehilangan kesadaran perlahan datang seperti gelombang dingin. Suara lelaki yang menggema … amarah … dan wajah itu .., “J-Jason ..,” Celina tersentak dan mencoba duduk. Tubuhnya masih lemas, dan jantungnya kembali berdetak tidak teratur. Nafasnya memburu, rasanya begitu sesak. Seolah udara di ruangan tiba-tiba menipis. “Tidak mungkin, Jason … dia ada disini?” Ucapnya panik. Suara keributan kembali terdengar. Nada tinggi Jason yang tengah memaki pengawal David mengingatkan Celina pada malam itu. Dengan gerakan lambat, ia menoleh ke arah jendela besar di sisi kanan kamar. Tirai tipis berwarna gading tersibak setengah, memperlihatkan halaman depan mansion. Dan benar saja, Celina melihat Jason. Sungguh tak ada yang lebih mengerikan dib

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status